japan fanfiction

Selasa, 14 Februari 2012

[HSJ] Wish You are My Love (story 2)


Tittle: Wish You are My Love (story 2 )

Author :Fukuzawa Saya

 Type:Minichapter

 Chapter : Two

Genre: romance~

Fandom :JE

Starring : All Hey Say JUMP member`s ~ , Saifu Suzuki(OC) , Johnny Kitagawa(JE Owner), Dinchan (Oc)

Disclaimer : I don`t own all character , I suer ..hahahaha…Saifu Suzuki it`s my OC, Dinchan karakter kepunyaan mama saya ~.I love commend so please commend this story after you read , ne? thanks ^^ ~




Saifu duduk disebuah sofa sambil menunggu para member JUMP selesai latihan . 



Tak ada yang dilakukan hanya diam ambil memerhatikan para member menari dan bernyanyi dengan bersemangat , Saifu merasa iri dengan mereka yang bisa bersekolah disekolah biasa,punya teman dan bisa melakukan apa yang mereka suka.



Tak seperti dirinya yang terkadang dibatasi. 



“oi..break minna…”, seru Yabu yang sudah sangat berkeringat .



Para member yang sudah berkeringat itu langsung mengambil minuman mereka ,lalu duduk dilantai sambil minum.



“Saifu , mau minum sesuatu?”,Tanya Yuto.



“eh?”



“ini..”, Yuto memberikan Saifu sebotol teh hijau 



“arigatou…”,kata Saifu.



“ini cemilan,kau mau?”, tawar Yuya sambil menyodorkan Saifu sebuah biscuit coklat,



Saifu mengambil sebuah biscuit,”terima kasih..”, kata Saifu sambil tersenyum.



“ah ya..duduk bersama kami saja dilantai “,kata Daiki.



“eh?”, Saifu mengangguk lalu berjalan menghampiri para member dan ikut duduk dibawah, tepatnya disamping Yabu .



“Saifu, kenapa kau bersikeras menolak untuk dijodohkan? Pria itu munkin orang baik, Johnnys-san tak mungkin menjodohkanmu dengan orang sembarangan kan?”, kata Yabu.



“iya benar…”, kata Hikaru sambil mengunyah kripiknya.



“jangan-jangan kau menyukai seseorang, benar begitu?”, Tanya Yamada membuat wajah Saifu sedikit memerah.



“itu…”



“wajahmu memerah, jadi benar ada ya?”, Tanya Daiki.



Saifu hanya mengangguk.



“kenapa tak bilang saja pada Johnnys-san?mungkin dia akan setuju dengan pria yang kau sukai itu..”, kata Keito.



“muri…”, gumam Saifu.



“eh?kenapa?”, Tanya Inoo.



“Pria itu bahkan tak mengenalku, maksudku kami tak saling kenal…”, kata Saifu.



“memangnya dimana kalian bertemu? “, Tanya Hikaru.



“anou….aku bertemu dengannya di…”, Saifu ragu untuk mengatakannya.



“dimana?kalau kau tidak bisa memberitahukannya, tak apa…”,kata Yabu.




“bukannya begitu, rasanya memalukan kalau kuberitahu dimana tempat aku bertemu. Ah..bukan bertemu, lebih tepatnya aku melihatnya ,di gedung JE saat aku kebetulan kesana saat usiaku sepuluh tahun,hari itu aku hanya menemui Ojii-sama, tapi tak sengaja aku tersesat .”




Saifu mengingat-ingat kejadian sepuluh tahun lalu, saat dia pertama kali melihat laki-laki itu ,”aku tak sengaja masuk kesebuah ruang latihan, aku melihat banyak anak yang menari. Lalu diantara mereka, ada laki-laki manis…aku masih ingat, rambutnya lucu sekali , tanpa sadar aku terus memerhatikannya yang berlatih dengan semangatnya…”




“dia artis???”, seru para member kaget. Saifu kebali mengangguk ragu-ragu.



Saifu tersenyum lembut,”dirinya yang begitu bersemangat membuatku menyukainya,lalu aku melihat majalah dan dari situ aku tau nama dan di grup apa dia bergabung..”,jelas Saifu



“siapa dia? Dia masih  di JE kan?”, Tanya Yabu lagi.



Dan lagi-lagi Saifu mengangguk ragu-ragu.



“kalau begitu bukannya kau bisa dekat dengannya dengan mudah?”,Tanya Inoo.



“aku tak bisa..”, Saifu menunduk,”aku terlalu malu untuk mendekatinya,lagipula pengawalku sangat menganggu..”



“sou ne…”



“ah ya..hari ini kau akan menginap dirumahku, aku sudah menghubungi ibuku dan katanya kau boleh menginap..,kau bisa pakai baju kakakmu nanti . Ah…ya, ponselmu ,kau bawa ponselmu??”,Tanya Yabu.



Saiu menggeleng,”ponselku selalu dipegang oleh pengawal perempuanku , lagipula kalau aku bawa ponsel tempatku berada bisa dilacak dengan mudah , tapi aku juga tak punya uang sedikitpun…”jelas Saifu.



“kami akan membantumu, soal uang..kami akan pinjamkan “, kata Chinen.



“hontou ni arigatou gozaimasu..’,kata Saifu sedikit menundukkan kepalanya.



“douita..” jawab para member bersamaan.





“baikklah, jadi begini rencananya..Saifu akan berjalan ditengah kita,  pastikan tak ada yang menyadari kalau dia ini perempuan . Ah..ya bisa pinjamkan Saifu jacket dan topi?kurasa kita harus menutupi bentuk tububuhnya dan wajahnya..”kata Hikaru.



“ini,jacket dan topi ku .Pakai saja..”,kata Daiki .



“arigatou..”,kata Saifu sambil menguncir rambutnya yang panjang lalu menutupinya dengan topi , dan memakai jaket Daiki .



Daiki tersenyum,”douita..”



“nah ayo  jalan…”,kata Hikaru.



Mereka mulai berjalan menuju pintu keluar , Saifu merasa sedikt tegang dia sangat takut ketahuan.



“tenanglah…jangan ketakutan begitu..”,kata Inoo menenangkan.



Seperi yang sudah Saifu kira, para satpam berjaga dengan ketat di pintu keluar ,membuat Saifu semakin gelisah. Mereka terus berjalan , sambil pura –pura mengobrol , Daiki dan Yamada yang mengapit Saifu juga pura –pura mengobrol , Saifu sendiri hanya menunduk . 



Saifu melihat Din berada dipintu keluar bersama 3 penjaga lain, mereka tengah membicarakan sesuatu.



Mereka melewati penjaga tanpa ada yang curiga, lalu mobil khusus yang memang selalu mengantar mereka pulang pun menghampiri mereka. Ada 2 mobil (bayangain mobil  Jump yang pas TenJump 2010 :3 ) , Daiki, Yamada , Chinen, Yuto dan Yabu masuk kemobil pertama bersama Saifu sisanya masuk ke mobil kedua.



“antarkan kami kerumah Yabu-kun..”,kata Yamada member perintah pada sang supir, Saifu belum bisa membuka penyamarannya karena supir itu juga staff JE. Saifu duduk dibangku belakang bersama Yabu dan Yuto , sedangkan dibangku tengah ada Daiki, Yamada dan Chinen.



Mobil muali berjalan meninggalkan kawasan gedung JE, setelah keluar dari kawasan gedung JE itu tubuh Saifu yang tadinya tegang mulai relax.



Yuto dan Yabu yang menyadari itu terkekeh pelan.



“sudah kami bilang kan? Tenang saja…”,kata Yuto sambil terkekeh.



Saifu tersenyum,”un..arigatou….”



Akhirnya mereka sampai didepan rumah kediaman Yabu, mereka masih tetap waspada karena banyak wartawan yang mengawasi rumah mereka ditambah lagi para fans yang terkadang berbuat kelewatan pada mereka.



Mereka masuk sambil sedikit berlari memasuki rumah Yabu.



“tadaimaa…”, seru Yabu.



“ojamashimasu..”, seru member yang lain.



Sesosok wanita paruh baya yang merupakan ibu Yabu datang menghampiri mereka”okaeri...mana Suzuki –san?”,Tanya Ibu yabu.



Saifu membuka topinya,”Saya Suzuki Saifu..maaf merepotkan anda..”, kata Saifu sambil menundukan kepalanya.



“iie…kami senang bisa membantumu…”,kata Ibu Yabu  ramah.



“ayo keruang tamu,kita bicarakan rencana selanjutnya…”,kata Yabu, yang lainnya mengikuti Yabu keruang tamu rumahnya.



“ah ya Saifu..kau bisa lepas semua penyamaranmu, kau bisa pakai bajumu lagi.”,kata Yabu.



“ah..hai…”,jawab Saifu.



“mari kuantar ke toilet…”,kata Ibu Yabu, Saifu mengangguk lalu mengikuti Ibu Yabu ke toilet.





“Daiki..kenapa daritadi melihat kerah pintu sih?kita kan sedang bicara..”, keluh Yamada.



“eh?”, Daiki mengalihkan pndangannya dari pintu ruang tamu beralih menatap teman-temannya yang menatapnya,”ah..gomen..”



“jangan-jangan kau menyukai Saifu..”, tebak Yamada.



“HAH??”, seru member lain kaget.



“chi..chigau!bukannya begitu..”, elak Daiki.



“jadi kau tak menyukainya?”, goda Yuto.



“bukan begitu juga…hanya..”, Daiki merasa bingung ingin mengatakan apa.



“hanya apa..?”,goda Inoo.



“hanya saja dia manis sekali…hahaha, aku sampai agak berdebar saat melihatnya..”, aku Daiki dengan wajah salah tingkah.



Semua member tertawa mendengar pengakuan Daiki yang malah menutup wajahnya yang malu.



“dia memang manis sekali sih, kuakui juga.”,kata Yuto.


Tepat setelah itu pintu terbuka, Saifu masuk bersama Ibu Yabu membawa nampan berisi jus jeruk dan cemilan.



“Saifu-chan, terima kasih sudah membantu membawa minuman ya..maaf, pasti berat ya…”, kata Ibu Yabu sabil meletakkan minuman dan makanan ke meja.



Saifu menggeleng,”daijobu…”, 



“kalau begitu Ibu tinggal ya ..”,kata Ibu Yabu lalu meninggalkan ruang tamu.



“un..arigatou Oba-chan..”,kata para member .



“Saifu duduklah “,kata Yabu ,lalu Saifu duduk dibangku sebelah Daiki yang kosong. 



Para member tersenyum-senyum melihat Daiki sambil menatap Daiki dengan pandangan menggoda.



“apa sih???”, Tanya Daiki salah tingkah.



“nani mo na…”,jawab para member bersamaan.



“jadi setelah ini Saifu akan tinggal dirumah Daiki ya…”, kata Yabu taba-tiba.



“ehh??”, seru Daiki dan Saifu kaget lalu saling pandang sebentar saampai akhirnya mereka menatap Yabu lagi.



“kenapa Daiki?Saifu? kalian keberatan?”, Tanya Yabu.



“bukannya begitu..hanya saja..”, Daiki bukannya tak suka Saifu tinggal dirumahnya, dia hanya merasa takut jika harus menyukai Saifu , ditambah lagi ada kakaknya Daisuke yang suka mengangganggunya itu.



“kalau Arioka-san tak mengizinkan,tak apa kok..”,kata Saifu.



“bukan…bukannya begitu”, Daiki bingung harus berkata apa,”ah sudahlah, kau boleh tinggal dirumhaku.Aku hanya khawatir Daisuke akan menganggungnya..”,kata Daiki.



“masalah itu urusanmu, pokonya setelah tiga hari kau akan tinggal ditempat Daiki , setelah itu dirumah Yuto lalu Yamada ..setelah itu kita bicarakan lagi nanti…”,kata Yabu.



Saifu mengangguk, walaupun begitu entah mengapa dia merasa tegang karena setelah 3 hari dia akan tinggal dirumah Daiki. 



Saifu menoleh menatap Daiki yang menggaruk-garuk kepalanya bingung ,lalu tersenyum menatap wajah Daiki yang bingung itu.



“kawaii na..”, gumam Saifu .



“eh apa??”, Tanya para member yang mendengar gumaman Saifu itu.



“eh?”, Saifu menggeleng,”iie…”





Beberapa jam kemudian para member pulang , Saifu diantar Ibu Yabu ke kamar kakak perempuan Yabu yang sekarang tinggal di apartmen. Jadi sekarang kamar itu kososng tak ada yang menempati.



“kau bisa pakai baju punya Kakak perempuan Kou …”,kata Ibu Yabu.



“un..”, Saifu mengangguk,”arigatou gozaimasuu…Oba-sama..”,kata Saifu sambil menunduk sopan.



Ibu Yabu mengusap kepala Saifu pelan,”istirahatlah….kau pasti capek hari ini..”,kata Ibu Yabu.



Saifu mengngguk,”un..oyasumi….”,kata Saifu .



“oyasumi..”,kata Ibu Yabu sambil tersenyum lalu meninggalkan Saifu.





Yuto melirik Daiki yang duduk disampingnya, mereka ada di stasiun , emnunggu kereta yang akan membawa mereka pulang . Yuto nampak berfikir sampai akhirnya memanggil Daiki.



“Dai-chan…”panggil Yuto , Daiki yang berdiri disamping Yuto menoleh menatap Yuto.



“un?”



“sepertinya ….aku juga menyukai Saifu …”, aku Yuto, sontak membuat Daiki membulatkan matanya kaget.



“eh???”



“aku sungguh-sungguh…entah kenapa,aku juga tak mengerti …”,kata Yuto lagi sambil melihat kearah lain.




Tok Tok..



Saifu mendengar pintu kamarnya diketuk seseorang, dia bangkit dari kasurnya lalu membuka pintu. Mendapati Yabu Kouta berdiri di depannya sambil membawa nampan berisi cemilan dan teh hangat.



“boleh aku masuk?”,Tanya Yabu



Saifu mengangguk,lalu membuka pintu membiarkan Yabu masuk.



“dousta?”,Tanya Saifu .



“sebenarnya aku hanya penasaran tentang orang yang kau sukai…”, Yabu menuangkan the ke gelas Saifu ,”tapi,kalau kau  tak mau beritahu…aku mengerti..”,kata Yabu.



Saifu mengambil senbei lalu memakannya,”kau nampak penasaran sekali Yabu-san”,kata Saifu sambil terkekeh.



Yabu hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal,”dan..apa kau tau orang yang dijodohkan denganmu itu sebenarnya siapa?”,Tanya Yabu.


Saifu menggeleng”Ojii-sama tak pernah mengenalkannya padaku atau apa gitu…yang pasti aku takkan mau menerima perjodohan dengan orang yang bahkan tak aku kenal..”,kata Saifu .



“sou ne…,lalu bagaimana dengan orang yang kau sukai itu?” ,Yabu ikut mengambil sebuah senbei lalu mengunyahnya,”bukankah mungkin saja dia punya pacar atau orang yang dia suka?”,pertanyaan Yabu membuaat Saifu merasa bodoh.



“benar juga…lagipula,mana mau dia denganku?hahaha..bodohnya aku..”,kata Saifu sambil berusaha tersenyum.



“jangan merendahkan diri..kau cantik dan manis kupikir dia akan mau denganmu..”,kata Yabu.



“sou..”, Saifu nampak berfikir,”kalau orang kusukai itu Yabu-san,apa kau mau denganku?”,Tanya Saifu sambil menatap Yabu dengan tatapan serius.



“eh???”




Tsuzukuu~~~..yohooooo…ayo dikomen :3 mmaf yahh aneh banget ceritanya ^^ , tapi seneng banget kalo ada yg komen ^^

[HSJ] Wish You are My Love (story 1)


Tittle: Wish You are My Love (story 1 )

Author :Fukuzawa Saya
Type:Minichapter
Chapter : One
Genre: romance~
Fandom :JE
Starring : All Hey Say JUMP member`s ~ , Saifu Suzuki(OC) , Johnny Kitagawa(JE Owner), Dinchan (Oc)
Disclaimer : I don`t own all character , I suer ..hahahaha…Saifu Suzuki it`s my OC, Dinchan karakter kepunyaan mama saya ~.I love commend so please commend this story after you read , ne? thanks ^^ ~




“Ojii-sama yamete kudasai!!Aku sudah bilang, aku takkan mau dijodohkan oleh siapapun dan dengan siapapun!!”, Seru seorang gadis berambut hitam panjang yang terlihat sangat manis dengan kaus berwarna kulit dan rok selutut berwarna pink soft .


 gadis itu terlihat tak terima dengan kepututsan kakeknya untuk menjodohkannya.


“Nona!hentikan …anda tak sepantasnya berbicara kasar pada Kakek anda.”, seru seorang  gadis yang berpakaian sangat rapi yang merupakan pengawal Saifu, tak hanya perempuan itu Saifu sebenarnya mempunyai 4 pengawal. 3 pengawal laki laki dan 1 pengawal perempuan yaitu Din.


“Din-san, biarkan saja cucuku yang egois ini meraung marah, karena bagaimanapun keputusanku tak akan bisa diubah, kau akan dijodohkan . Suka ataupun tidak…”, tegas Johnny Kitagawa , kakek Saifu.


Saifu Suzuki cucu perempuan Kitagawa Johnny , Saifu adalah anak dari anak perempuan Johhny Kitagawa .itu mengapa Saifu bermarga Suzuki yang merupakan nama Ayahnya.


Ayah Saifu adalah direktur di perusahaan Suzuki , itu mengapa Saifu Suzuki bisa dibilang kaya dan tak pernah kekurangan apapun , itu juga yang membuatnya egois ditambah lagi dia anak tunggal .


Saifu adallah cucu kesayangan Johhny Kitagawa, karena Saifu adalah cucu perempuan pertama di keluarga besar mereka.


Saifu mungkin keras kepala, tapi dia juga sangat cengeng .


Johnny selalu menuruti apapun kemauan cucu kesayangannya yang tak pernah diizinkannya untuk menjadi artis ataupun terlalu diliput media itu, namun entah mengapa untuk urusan perjodohan ini Johnny bersikeras dengan keputusannya.


“Ojii-sama !!!”, seru Saifu lagi, gadis itu nampak begitu frustasi . Terlihat sekali dia ingin menangis.


“Din-san..bawa Saifu pergi dari sini, aku tak mau anak didikku melihat cucu ku ini..”, kata Johnny Kitagawa akhirnya menyuruh Din untuk membawa pergi Saifu dari gedung JE , Johhny tak mau pembicaraan mereka lebih didengar seseorang, karena mereka tengah berbicara di lorong gedung.


“Ojii-sama !!”, rengek Saifu yang sudah menangis, namun Johnny langsung bergegas pergi menaiki lift bersama 2 pengawalnya.


“Nona.., Ayo pergi..”, kata Dinchan lembut sambil menyentuh pundak Saifu yang tengah menangis sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.





“hari ini latihan sampai jam 3 kan?”, Tanya Yamada.


“hmm..ya sepertinya begitu..”, kata Daiki cuek sambil mengunyah pocky nya berjalan menuju ruang latihan mereka, member lain sudah lebih dulu berada disana.


Sedangkan Yamada menyempatkan diri menjemput Daiki yang takkan bisa bangun kalau tak dipaksa .


“aku masih ngantuk ..”, gumam Daiki sambil menguap.


“ya ampun Dai-chan…kau sudah tidur sampai jam 10 pagi masih juga mengantuk?”, Tanya Yamada tak percaya.


Namun Daiki tak menjawab.


“Nona Saifu!!”, seru beberapa orang berpakaian jas hitam rapi, sebuah earphone tertempel dikuping mereka.


“kalian berpencarlah..kita harus menemukannya.”, seru salah satu dari mereka, satu-satunya perempuan dari 4 orang itu.


“kita bisa dapat masalah kalau Nona Saifu tak ditemukan..”,kata Perempuan itu lagi, 3 orang lainnya langsung berpencar sesuai perintah perempuan itu.


Perempuan tadi berjalan menghampiri Yamada dan Daiki yang terlihat bingung,”maaf..apakah anda melihat seorang gadis berambut hitam panjang yang memakai kaos warna kulit dan rok selutut berwarna pink soft?”, Tanya perempuan itu.


“eh?”


“maaf…kami tak melihatnya..”, jawab Yamada sopan.


“ah..baiklah. Terima kasih …”, kata Din sambil sedikit membungkuk,lalu berbicara pada earphonenya,”Takada , Makoto, Nakamatsu cari di lantai 1 dan 3 aku akan terus mencari di lantai 2 ini , tutup akses Nona untuk kelur dari gedung ini . Perintahkan satpam gedung ini untuk menjaga jalan keluar..”, seru Din sambil berjalan , Yamada dan Daiki saling pandang.


“Saifu..rasanya aku pernah dengan nama itu..”, gumam Yamada sambil berfikir.


“Yama-chan..sudahlah, yuk…”, kata Daiki sambil menarik Ymada yang masih nampak berfikir,”aku mau ke toilet dulu ..”,kata Daiki lagi.


“aku juga mau ke toilet, tapi...Saifu rasanya aku sering dengar nama itu..”,gumam Yamada.


Daiki tak mempedulikan Yamada lagi,lalu berjalan menuju toilet .


“hiks…hiks..”


“are? “, Daiki yang sudah masuk duluan ke toilet mendengar suara perempuan menangis ,”YAM A-CHAN!!’,teriak Daiki membuat Yamada yang memang sudah akan masuk toilet berlari menghampiri Daiki.


“ada apa??”,Tanya Yamada bingung.


“hiks..uhmm…”,


“dengar itu??”, seru Daiki yang ketakutan.


“ti..tidak mungkin ha..hantu kan??”, seru Daiki lagi.


“chotto..suara tangisnya ditahan tahan, seperti tak ingin ada yang mendengarnya.Lagipula ini masih siang, masa hantu??”, kata Yamada.


“kalau begitu kau yang lihat sana…”, kata Daiki.


“eehh??? Aku???”,Tanya Yamada tak terima,”kau saja!”, kata Yamada.


Daiki menggeleng kuat,”tidak!!telpon yang lainnya saja..,kalau ramai hantu takut kan?”,kata Daiki.


“ide bagus..”, yamada mengambil poselnya, menekan cepat nomer Yabu lalu menyuruh member yang lain untuk ke toilet di lantai 2 . Tak beberapa lama member yang lain masuk kedalam Toilet.


“ada apa Yama-chan,memangnya kalian mendengar suara perempuan menangis?”,Tanya Yabu mewakili member yang lain.


“ah..hai”,jawab Yamada.


“di toilet yang mana?”, Tanya Chinen.


“yang no 2 itu,mau lihat bersama?”, Tanya Daiki.


“Aku gak ikut-ikutan!”, seru Inoo.


“sudahlah…ayo lihat”, kata Yuto yang mendadak jadi berani, dia berjalan duluan ke depan pintu toilet no 2 itu.


Yuto mengetuk pintu itu,”siapa didalam?”,Tanya Yuto.


Namun tak ada jawaban .


“hei!jawab atau kami dobrak..”, ancam Yuya.


Mendengar ancaman itu, pintu terbuka. Semua member mundur beberapa langkah namun langsung menatap gadis manis berwajah sembab yang melihat mereka takut takut.


“gomen ne..aku membuat kalian takut..”, lirih Gadis itu dengan suara serak habis menangis.


“ahh…gadis ini”, seru Yamada tiba-tiba sambil memperhatikan pakaian gadis itu,”kau Saifu? Beberapa orang tadi mencarinya..”, jelas Yamada.


“eh chotto..Saifu? cucu Jonhny-san??”,seru Yabu tak percaya.


“tolong jangan berbicara dengan suara keras, aku tak mau pengawalku menemukanku..”, lirih Saifu lagi.


“ah.ba..baik..”, jawab semua member.




“jadi…kau kabur saat sedang naik lift untuk pulang bersama pengawalmu?”,Tanya Yabu , semua member menatap Saifu yang duduk didepan mereka.


Saifu mengangguk,”saat pintu lift mau menutup aku langsung lari, untungnya aku tak terjepit pintu lift…”, jelas Saifu.


“kau nekat sekali..”, seru Daiki.


“lalu …apa kami akan dapat masalah karena tidak memberitahukan pengawalmu tentang kami yang menemukanmu?”, Tanya Yuto sambil menatap Saifu.


“aku akan pergi..tapi, bisa pinjamkan aku baju kalian?aku tak bisa keluar dengan berpakaian seperti ini . Para pengawalku bisa menangkapku dengan cepat “


“kau punya tempat untuk dituju?”, Tanya keito.


Saifu mengigit bibir,”aku tak tau…”, Saifu menunduk ,”tapi..aku tak mau pulang “, kata Saifu bersikeras.

“kau ada masalah?”, Tanya Daiki.


“Ojii-sama..bersikeras menjodohkanku, walaupun aku tak mau..”, kata gadis itu sambil menunduk.


Para member mengangguk angguk mengerti.


“tunggu, berapa usia-mu? “, Tanya Yuya.


“18 tahun…”, jawab Saifu.


“sou..,baiklah. Kami akan membantumu, Chinen bisa kau pinjami dia pakaian? Kurasa ukurannya tak jauh berbeda denganmu..”,kata Yabu mulai member perintah pada member yang lain.


“eh..tapi aku tak bawa baju lebih..”, kata Chinen .


“pakai punyaku saja,sedikit kebesaran tak apa kan?”, tawar Daiki.


Yabu mengangguk, Daiki bangkit dari duduknya lalu membuka tasnya mengambil sebuah kaos putih dan sebuah celana jeans panjang .


“ini, pakailah diruangan ganti…”,kata Daiki sambil memberikan baju itu ke Saifu yang menunduk.


“arigatou…”, kata Saifu pelan, Daiki hanya tak tahu Saifu menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah


“un..douita..”.





“begini Suzuki-san..”, kata Yabu memulai pembicaraan mereka lagi sehabis Saifu ganti baju.


“jangan panggil aku begitu, panggil dengan namaku seperti tadi saja..”,kata Saifu.


“baiklah, kami tau kau tak punya tujuan …kami tak mungkin membiarkanmu luntang-lantung dijalan. Jadi kami memutuskan akan  membiarkan kau tinggal dirumah kami secara bergilir , untuk mencegah ada sesuatu yang tak diingankan. Kami tak tau sampai kapan kau ingin lari, tapi kau harus tetap kembali kerumahmu secepatnya .Bagaimanapun kami akan dapat  masalah jika ketahuan ..kau mengerti?”, Tanya Yabu.


Saifu mengangguk.


“ah..bagaimana dengan sekolahmu?”, Tanya Chinen.


Saifu tersenyum,”daijobu…aku sejak kecil selalu belajar dirumah dengan guru yang disewa oleh orang tuaku , jadi tak masalah..”


“itu kenapa kau tak punya teman kan?”,kata –kata Daiki entah kenapa menampar telak Saifu.


“Dai-chan..kau tak sopan..”, tegur Yuto.


“ehh..maaf, bukan maksudku..”, kata Daiki salah tingkah.


Saifu tersenyum,”Daijobu…maukah kalian jadi temanku?”, Tanya Saifu .


Member yang lain tersenyum ,lalu mengangguk.


“ariagatou…”,kata Saifu sambil tersenyum.




Tsuzuku~..hahaha, aneh kah? Neh gak? Aneh kali ye? Tapi pelase leave some commend..:3, thanks for reading ~