japan fanfiction

Tampilkan postingan dengan label fukuzawa saya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fukuzawa saya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2011

ラブパレード (part 1)


Title    : ラブパレード (part 1)
English title : Love Parade  (part 1)
Author  : Fukuzawa Saya
Type : Multichapter (maybe xD)
Chara :Arioka Daiki (HSJ) , Arioka Saifu (OC) ,Arioka Yume( OC),Hashimoto ryo from Snow Prince Gasshoudan as  Arioka Reon ( OC) ,Yamada Ryosuke ( HSJ), Yamada Aoi (OC) ,Kuramoto Kaoru from Japan ni HI as Yamada Seiji ,Yamada Kineko (OC) , Morimoto Ryutaro (HSJ),Morimoto Saya (OC) , Nakamura reia as Morimoto Shouta , Morimoto Seira (OC)
Rating : PG
Genre: Family, romance , Freindship


Enjoy this fict minna…………



Kediaman Arioka.

‘’  YUME!!REON..HAYAKU..kalian bisa telat lagi…’’,seru Saifu dari arah ruang makan kepada keduaanaknya yang masih saja belum selesai bersiap untuk kesekolah, hampir setiap hari Saifu harus berteriak kepada anaknya yang memang  sulit bangun pagi itu kalau tidak mau mereka terlambat ,

‘’ iya..sebentarrrr ‘’ , seru Yume lalu tak berapa lama terdengar suara langkah kaki Yume berjalan menuruni tangga diikuti langkah kaki yang lebih kecil dibelakangnya yang tentu saja milik adiknya Reon.

‘’ohayouuu…’’seru Yume dan Reon bersamaan ,

‘’ohayou kodomotachi …’’ , balas sang ayah , Daiki yang sudah duduk di bangku meja makan walau terlihat sekali dia masih sangat mengantuk karena dia baru saja pulang jam 3 pagi tadi.

‘’Mama …aku mau bentouku ada sosis guritanya ya Mama ..’’ seru Reon yang kini berusia 9 tahun pada ibunya yang tengah menyiapkan bentou untuk Reon dan Yume , Saifu mengelus elus kepala Reon itu.

‘’un..matte ne..lalu Reon mau kroket juga?’’ Tanya Saifu sambil sediki membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak bungsunya itu.

‘’un…’’,kata  Reon sambil mengangguk

‘’hai…sudah jangan main di dapur ya, makan sarapanmu…’’ ,kata Saifu lalu sedikit mendorong tubuh anaknya itu dari Dapur.

‘’Yume..papa ngantuk…’’ , keluh Daiki sambil menaruh kepalanya di meja makan,

‘’makanya sudah kubilang kan?? Jangan menerima pekerjaan terlalu banayak …’’,kata Yume sedikit acuh tak acuh sambil memakan sarapannya ,

‘’ah..kau ini..aaa, Reon-chan…’’, kata Daiki sambil menarik Reon yang baru saja ingin duduk di bangku meja makannya kedalam pelukannya, memeluk anak bungsunya itu erat.

‘’papa!..lepasin ,aku mau makan…Mamaaaaaaa!!papa nih..``,seru Reon sambil menulet dipelukan Papa nya itu , Saifu hanya geleng geleng kepala dari dapur melihat kelakuan suaminya itu.

‘’Papa lepasin…mamaaaa!!’’ , seru Reon lagi.

‘’Papa..sudah lepasin, kita harus cepat berangkat..ayo Reon makan ‘’.kata Yume lalu membantu Reon melepaskan pelukan Papa nya tersebut lalu mulai memakan sarapannya.

‘’Saifu..mereka benar ankku kan??mereka ini dingin sekali…aku jadi sedih..’’,kata Daiki dengan nada sedikit merengek pada Saifu yang kini tengah menyusun bentou untuk anak anaknya di meja makan

‘’anata…sudahlah, cepat makan yah…kau masih mengantuk ? biar aku yang antar mereka ke sekolahnya..’’,kata Saifu sambil mengusap usap pipi suaminya tersebut.

‘’tidak usah..aku mau mengantar mereka..kalian juga mau diantar Papa kan?’’,kata Daiki sambil menatap anak anaknya,

‘’un…Reon mau diantar Papa..’’jawab Reon dengan suara manisnya, namun Yume masih saja memakan sarapannya tanpa menjawab perkataan Papa nya tersebut.

‘’waaa..Reon…’’ , seru Daiki sambil memeluk Reon yang balas memeluk Papa nya itu sambil tersenyum.

‘’Yume mau dipeluk Papa juga?’’ ,tawar Daiki.

Yume menatap Papa nya tersebut,’’ aku sudah besar Papa…’’,kata Yume vuek.

‘’eh…tapi Papa kan punya Yume…’’,kata Daiki yang lalu memeluk anak gadisnya itu yang Nampak suka tidak suka dengan kelakuannya itu.

‘’Papa aku juga mau dipeluk sama Nee-chan juga..’’kata Reon yang lalu dipeluk Daiki yang kini memeluk Yume dan Reon sekaligus, membuat Saifu yang sedari tadi melihat hal itu tersenyum senyum sendiri.

‘’PAPA!!sudah lepassss….!!``,kata Yume malu , namun Daiki malah mempererat pelukannya itu,membuat Yume mengulat ulat dipelukan Papap nya tersebut.

‘’eehhhhh..kalian terlambat!!!’’ , seru Saifu heboh ketika dia melihat jam di dinding ruang makannya sudah menunjukkan jam 8 kurang lima belas menit .

‘’Ittekimasssuuuuu!!’’seru Reon , Daiki dan Yume panic lalu buru buru keluar dari rumah .

‘’itterashaii..’’, seru Saifu sambil tertawa melihat tingkah keluarganya.



Kediaman Yamada


‘’ Nii-channnn!!cepatlah sedikit..kita bisa telat…!’’ seru Kineko pada Kakakanya yang belum juga selesai makan, Kineko Nampak tidak sabar menunggu kakaknya . Sang Ayah menarik Kineko lalu mendudukkannya di bangku tepat disampingnya.

‘’Kineko..sabar sebentar ya?Nii-chan kan sedang makan…’’, kata Ryosuke , ayah Kineko.


Kineko merenggut,ini hari pertamanya masuk SMP dan dia tak mau terlambat.


‘’apa karena ini hari pertamamu masuk SMP?’’ , tebak sang ayah ,yang tebakannya tentu saja benar..untuk anak yang tepat waktu seperti Kineko..terlambat di hari pertama menjadi murid baru adalah bencana baginya.

Kineko mengangguk, Ryosuke mengelus elus kepala anak perempuannya itu,
‘’ahh..otou-san punya hadiah untuk Kineko, hadiah masuk SMP.’’ ,kata Ryosuke lalu meroggoh kantung Hoddie merahnya ,lalu mengepalkan tangannya di depan Kineko yang Nampak bingung akan hadiah yang ada di genggaman ayahnya tersebut ,

‘’apa ini?’’,Tanya Kineko sambil menunjuk kepalan tangan ayahnya tersebut.

Ryosuke tersenyum ,lalu membuka kepalan tangannya..membuat sebuah kalung perak dengan bandul K, menjuntai dari tangannya.

‘’un..tukku?’’,Tanya Kineko tak percaya,

Ryosuke mengangguk,``tentu saja..semoga kau bisa mendapat masa SMP yang indah ya..lalu belajar yang pintar ne? ..’’kata ryosuke sambil memakaikan kalung tersebut di leher anaknya.

‘’kawaii ne..memang cantik di pakai olehmu..’’kata ryosuke sambil tersenyum.

‘’arigatouu otou-san..’’,kata Kineko sambil memeluk ayahnya yang juga balas memeluk ayahnya tersebut.

‘’ayo kalian berangkat..kalain hampir terlambat…’’.kata Aoi sang ibu yang sudah selesai menyiapkan bentou untuk Kineko dan Seiji dan sudah siap untuk kesekoalh Kineko menghadiri upacara murid baru disekolah Kineko., Seiji juga sudah selesai sarapan.

‘’ikou ikou..Kineko-chan…’’,kata Seiji sambil menarik narik tangan adiknya ke mobil ayahnya yang siap mengantar Kineko dan Seiji kesekolahnya. Ryosuke dan Aoi tertawa tawa melihat tingkah anaknya lalu mengikuti berjalan dibelakang mereka msuk ke mobil.



Kediaman Morimoto


‘’tidak..aku tak mau ada saus di atas omurice ku..’’,seru Seira sambil cemberut kepada kembarannya yang duduk tepat disampingnya sambil memegang sebuah botol saus.

‘’ demo..omurice dengan toping mayonnaise lebih enak kalau ditambah saus kan?,’’ kata Shouta ,sambil akan menuangkan saus ke atas piring Seira yang berisi omurice, Seiora dengan cepat menjauhkan botol saus itu dari depan piringnya.

‘’kau ini..terserahlah..’’,kata Shouta yang akhirnya menyerah lalu menunagkan saus tadi kedalam omuricenya , lalu mulai makan sedangkan Seira nampaknya sudah kehilangan selera makannya.

‘’kenapa tak makan?’’,Tanya Shouta heran melihat kembarannya hanya menatap piring omuricenya,

‘’aku tak lapar..’’

‘’anak anak..ini bentounya…’’, kata Saya sang ibu sambil memberikan kotak bentou kepada dua anak kembarnya itu.

‘’are? Kau tak makan Seira?’’,Tanya Saya heran anaknya ini tak makan sarapannya.

‘’dia tak lapar bu….’’,jawab Shouta.

‘’Seira..cepat makan, 10 menit lagi ibu kembali makanan itu harus sudah kau makan..ibu akan bangunkan ayah dulu..,’’

‘’hmmm…’’,
Seira menatap omuricenya malas, lalu mulai mengaduk aduknya dan mulai menyuap omuricenya kedalam mulutnya, namun tiba tiba saja Shouta menuangkan saus kedalam omurice Seira, Seira menatap Shouta kesal sedangkan Shouta tersenyum jahil.

‘’ Shou-chan..aku kan sudah bilang..’’

‘’nee-chan..cobalah dulu..nih aa…’’,kata Shouta lalu menyodorkan sendok berisi omurice didepan mulut Seira, Seira awalnya malas namun akhirnya memakan juga omurice tersebut.

‘’enak kan?’’,Tanya Shouta, Seira mengunyah omurice itu, ternyata apa yang dikatan Shouta memang benar..rasa omuricenya jadi lebih enak .

‘’enak kan’’, Tanya Shouta lagi sambil tersenyum membuat mau tak mau Seira ikut tersnyum.

Seira mengangguk, ‘’yah..ini enak kok…’’,kata Seira sambil tersenyum.


‘’anak anak..ayo berangkat..’’, kata Ryutaro yang baru saja keluar dari kemaranya diikuti Saya dibelakangnya ,

‘’Ittekimasuuu’’,seru Shouta dan Seira berbarengan .

‘’ittekimasu  saya..aku ada kerjaan siang nanti jadi kau belanja sendiri ya?’’,kata ryu setelah mencium pipi Saya sekilas

‘’baiklah..itterashaii..’’



‘’iya aku tau Papa…sudahlah..dadah Reon..’’,kata Yume lalu turun dari mobil Papa nya setelah mencium pipi Papa dan adikknya yang lalu langsung meninggalakan kawasan sekolahnya.Yume baru saja akan memasuki gerbang sekolahnya ketika dia mendengar seseorang..tidak, dua orang yang memanggil namanya membuatnya sontak menoleh melihat dua orang yang tadi memanggilanya..siapa lagi kalau bukan si kembar Morimoto yang buru buru keluar dari mobil ayahnya lalu berlari menghampiri Yume.

‘’Ohayou Yume..’’,sapa si Kembar Morimoto

Yume tersenyum menatap anak kemabr yang selalu bersama itu, ‘’ Ohayou Shou-chan, Seira-chan ‘’,kata Yume lalu mereka berjalan memasuki kawasan sekolah, baru beberapa meter melangkah..terdengar suara lain dibelakang mereka memanggil manggil nama mereka bertiga membuat mereka bertiga sontak menoleh dan menadapati Yamada Seiji tengah melambaikan tangan sambil berlari kearah mereka.

‘’ohayou minna…’’seru Seiji sambil tersenyum.

‘’ohayou sei-chan..’’, balas mereka bertiga berbarengan lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka yang memang sama, mereka selalu satu kelas dari sejak mereka SD sampai sekarang mereka kelas 2SMA.





‘’ohayou minna-san…’’,seru  miura sensei yang baru saja masuk kelas pagi ini untuk mengajar

‘’ohayou gozaimasu sensei…’’, seru murid serempak.

‘’oh ya minna-san..untuk pelajaran eigo hari ni saya akan membagikan menjadi beberapa kelompok..1 kelompok terdiri dari 2 orang, tugas kalian mencari sesuatu yang menurut kalin menarik ..’’kata Miura sensei ,lalu mulai melihat absen yang ada ditangannya.

‘’baiklah..saya akan mulai membagi kelompoknya, hmm..Yamada Seiji-san dengan Morimoto Seira-san ‘’

‘’ehhh..aku ingin dengan Shouta saja..’’,keluh Seira ,

‘’Seira-chan jangan begitu’’, kata Shouta sedikit berbisik pada kembarannya yang kini merenggut dibangku sebelahnya ,namun tak memprotes lagi keputusan Miura sensei itu.

Shouta tersenyum simpul ,lalu kembali melihat kea rah Miura sensei ..sedikit terkekeh melihat tingkah Yume yang sedikit lucu ,lalu Shouta benar benar kembali melihat kearah Miura sensei.

‘’Arioka Yume-san kau dengan..’’,kata Miura sensei sambil melihat absen siswa, entah kenapa Shouta sedikit waswas Yume akan berpasangan dengan siapa

‘’semoga bukan laki laki..’’, piker Shouta dalam hati.

‘’Morimoto Shouta-san kau berpasangan dengan Yume Arioka..’’,





Tsu~Zu~Ku


anehhhhhhhhh ih..hahaha

Kamis, 30 Juni 2011

Kimi to Boku no Future ( Two Love Story special Daiki side )

Tittle : Kimi to Boku no Future ( Two Love Story special Daiki side )
Chara : Arioka Daiki (HSJ) , Fukuzawa Saya (OC) and some other character from Two Love Story Chara and some other character *yang numpang lewat xD
Genre : romance..hahaha as always ever xD
Rating : PG ßpg tuh apa ya? *ditendang …guess it minna
Please enjoy this side


Merelakannya bersama yang lain memang berat..namun..bukan hal buruk juga kan ?


Daiki tersenyum memandang foto pernikahan Ryutaro dan saifu yang di pasang sebagai wallpaper di handphonenya . Dia menghela nafas,lalu menutup flip handphonenya itu. Sudah 1 tahun lebih sejak saifu menikah ..bahkan sekarang saifu tengah mengandung . usia kandungannya sekarang yang menginjak 2 bulan mengharuskannya lebih hati hati kalu tidak  mau ada hal buruk terjadi. Daiki teringat lagi saat upaca pernikahan saifu, entah karena dorongan apa . dia malah menghampiri saifu dan mengatakan dia mencintainya.tentu saja saifu pasti kaget,dan hanya tersenyum sambil memeluk tubuh daiki erat .

``arigatou daiki…``, kata saifu sambil tersenyum setelah melepaskan pelukannya di tubuh daiki .

Daiki mengangguk,lalu mencium pipi saifu lembut,``semoga kau bahagia..``,bisik daiki lembut.lalu setelah itu saifu masuk ke altar pernikahan bersama ayahnya menghampiri Ryutaro yang sudah berdiri menunggunya di depan pendeta . setelah janji itu diucapkan daiki pergi duluan keluar dari tempat pernikahan saifu,menenangkan dirinya.


``maaf arioka-san…``, kata seseorang yang menyadarkan lamunan daiki . wanita itu berjalan menghampiri daiki,lalu menaruh beberapa file di mejanya, daiki mengambil file itu…beberapa file tentang redaksi majalahnya, wanita itu adalah sekretarisnya Fukuzawa Saya. Daiki adalah manager di sebuah majalah remaja di jepang , saifu bekerja di tempat yang sama dengan daiki ini walau saifu bekerja sebagai desain cover majalah ini , daiki memang tidak bisa terlalu jauh dari saifu , namun dia sudah bahagia karena saifu juga bahagia sekarang dengan Ryutaro yang amat mencintai dan menjaganya ..itulah yang membuat daiki sedikit banyak lega akan keputusannya merelakan saifu dengan Ryutaro.
Daiki menanda tangai beberapa file ,lalu memberikan lagi file tadi kepada sekretarisnya itu yang langsung mengambil file tadi dari tangan daiki.
``arigatou arioka-san..``,kata saya ,lalu beranjak pergi dari ruangan daiki itu . daiki hanya tersenyum kearah saya yang mengatakan terima kasih tadi.

``daiki..kapan kau akan menikah?usiamu sudah 30 daiki..``,keluh ibu saifu yang sudah dianggap ibu sendiri oleh daiki, mereka sedang makan malam..dan ini sudah kali keberapa ibu saifu terus mendesak daiki untuk menikah mengingat usianya yang sudah masuk kepala 3.

Daiki mendesah,``oka-san..sudahlah..kalau aku bertemu wanita yang tepat..aku pasti akan menikahinya..``,kata daiki santai sambil melahap makan malamnya.

``kau selalu bilang begitu..tapi, kau tidak kunjung membawa gadis kerumah ini..``,keluh ibu saifu lagi .

``sudahlah bu….dia kan sudah besar.dia tau apa yang harus dia lakukan..ne daiki?``,kata ayah saifu kepada daiki yang mengangguk kearahnya.

Ibu saifu mendengus kesal,``dasar kalian berdua..``,katanya sedikit kesal lalu melanjutkan makannya.


Daiki sebenarnya terus memikirkan perkataan ibu saifu tadi , dia sebenarnya ingin saja cepat menikah. Cepat menemukan perempuan yang bisa menggantikan posisi saifu di hatinya, namun nampaknya itu terlalu sulit untuknya. Maka dari itu daiki hanya menunggu..menunggu masa depannya datang padanya.


``ya arioka-san..untuk rubric kali ini mungkin akan membahas NEWS..mereka akan datang pukul 3 sore nanti untuk pemotretan.``,kata saya menjelaskan sambil melihat kearah ipadnya.

Daiki mengangguk,``hai..wakatta..arigatou fukuzawa-san..``,kata daiki sambil tersenyum .

Sekretarisnya itu mengangguk sambil tersenyum juga,``kalau begitu saya permisi..``,kata saya .daiki mengangguk lalu menatap saya yang berjalan menjauh. Sebenarnya dia tidak sengaja bertemu saya waktu itu, saat dia sedang mencari sekretaris baru untuknya karena sekretarisnya waktu itu berhenti karena akan menikah. Tidak sengaja dia melihat saya yang sedang memeluk kakinya hampir menangis di dekat taman kantornya, waktu itu daiki yang bingung menghampiri saya itu ,lalu bertanya dia kenapa.

``aku harus cepat dapat pekerjaan…``,katanya sambil terisak pelan.

Daiki semakin bingung,``memangnya kenapa?``,Tanya daiki.

``kalau tidak..aku pasti akan mati kelaparan..``,jelas saya sambil terisak pelan.

``orang tuamu?``,Tanya daiki.

``mereka sudah tidak ada..``,lirih saya pelan .

Daiki yang merasa iba, akhirnya menyuruh saya datang ke kantornya untuk interview dan akhirnya dia menjadi sekretaris baru daiki . daiki melakukan ini semua karena dia merasa senasib dengan saya..orang tua mereka sama sama sudah tidak ada..dan lagi menurut cerita saya, tidak ada sanak saudaranya yang mau menanmpungnya di rumah mereka..maka selama ini saya tinggal berpindah pindah dari kontarakan 1 ke kontrakan 1 ..terus berpindah pindah karena dia tidak mampu membayar uang sewanya. Dia hanya baito menjadi waiters café ,gajinya tidak cukup untuk membiayai hidupnya..dan lagi dia yang waktu itu sedang menghadapi ujian kelulusan dari universitasnya membutuhkan uang banyak untuk membayar biaya ujiannya.


``fukuzawa-san..kau mau pulang?``, Tanya daiki dari dalam mobilnya saat melihat saya yang tengah berjalan melewati tempat parkir mobil . saya menoleh lalu mengangguk.

``sudah malam..mau kuantar?``,Tawar daiki ramah . sudah jam 9malam, jalanan sudah tidak aman apalagi untuk gadis berumur 25 tahun seperti saya . wajah saya terlihat ragu ,namun mengangguk juga.

``maaf merepotkan..``,kata saya tidak enak.

``daijobu…``,kata daiki lalu memacu mobilnya.

Daiki berkonsentrasi dengan jalalan di depannya, saya sedari tadi melihat keluar jendela..dia merasa gugup karena berada di dalam mobil berdua saja dengan daiki. Sebenarnya..saya memendam perasaan kepada daiki ,namun dia tidak berani untuk mengatakannya..dia merasa tidak pantas untuk daiki.

Tiba tiba daiki menepikan mobilnya, saya memandang daiki bingung.
``maaf sebentar…adikku menelpon..``,kata daiki lalu mengankat telpon dari saifu itu.

Saya menatap daiki yang tengah berbicara di telpon itu.

``hm..fu? dousta malam malam begini..eee…kau hanya ingin mengatakan oyasumi? Baka…hahaha..iya, jaga kesehatanmu ya…aku sedang dijalan pulang kok.iya..jya ne..``,kata daiki lalu menutup keitainya.dia diam sebentar ,tersenyum memandang keitainya .

``fukuzawa-san…mau menemani aku minum?``,Tanya daiki tiba tiba.

Saya sedikit bingung ,namun mengangguk juga.



``ukh..kau tau saya?uh….aku sangat mencintai saifu..dia memang adikku ..tapi kami toh cumasepupu..``,kata daiki yang sudah mabuk . saya tidak begitu bisa minum ,dia hanya meminum 1 gelas tadi..sedangkan daiki dia bahkan sudah sangat mabuk sekarang , saya harus memapah daiki masuk kedalam mobilnya.terpaksa dia yang mengemudi mobil daiki, bagaimana mungkin daiki mengemudikan mobilnya saat dia sedang mabuk berat. Saya sedikit terkejut saat daiki yang mabuk menceritakan tentang saifu,adik sepupunya..tentang perasaannya pada adiknya itu..tentang semuanya.

Saya sudah duduk di kursi pengemudi , daiki tertidur di jok belakang . saya yang baru saja akan menjalankan mobilnya teringat sesuatu.

``yabai…aku kan tidak tau rumah arioka-san..bagaiman ini..``,keluh saya.

Saya melihat ke jok belakang, wajah daiki yang memerah karena mabuk..dia masih bergumam gumam kecil walau sudah tertidur. Sya menghela nafas,lalu melajukan mobil daiki itu ke apartemennya. Dia tidak mungkin membiarkan daiki tidur di mobil .


Saya memapah tubuh daiki masuk kedalam kamar apartemennya,lalu merebahkan tubuh daiki ke kasurnya . baru dia akan berbalik ketika tangannya ditarik oleh daiki, daiki memeluknya erat..membuat detak jantung saya berdetak tidak karuan.

``saifu..aishiteru …``,gumam daiki pelan sambil memeluk tubuh saya. Saya sedikit kecewa,karena nama saifu lah yang digumamkan daiki.bukan namanya.

``fu…``,gumam daiki lalgi lalu menatap wajah saya yang berjarak sangat dekat dengannya.wajah saya sontak memerah ,namun detik berikutnya saya hanya bisa terpaku..karena bibir daiki sudah menempel di bibirnya..menciumnya dalam, saya membalas ciuman daiki itu walau sebenarnya ciuman itu bukanlah untuknya.



``ukhh…dimana ini…?``, gumam daiki pelan sambil memijat kepalanya yang sedikit sakit karena efek dia mabuk semalam . daiki sedikit bingung melihat dimana tempat dia berada sekarang.namun semakin bingung karena saat dia melihat tubuhnya..dia tidak sedang memakai apapun.dia telanjang di sebuah ranjang yang dia tidak tau dimana ia sekarang.daiki menoleh dan sontak kaget melihat saya yang tengah tertidur di sampingnya , dan dia juga sama polos dengan dirinya..dia melihat ke lantai..bajunya dan baju saya berserakan di lantai.

``jangan bilang aku melakukannya semalam…``, keluah daiki sambil mengacak rambutnya pelan.

Saya terbangun, menatap daiki.
``fukuzawa..kita melakukannya semalam?``, Tanya daiki tenang . wajah saya memerah ,lalu mengangguk.

Daiki menghela nafas,``maaf aku…``

``daijobu…alu tau kau menyukai saifu ..dan kita melakukannya tanpa sengaja..tapi aku menyukaimu..``,kata saya sambil menatap daiki.

``maaf..tapi aku….``

``daijobu daiki…panggil aku saya…aku bisa membantumu melupakan saifu…``,kata saya lembut. Daiki menatap saya, dia merasa ..mungkin saya adalah orang yang tepat walau dia sedikit ragu ..namun daiki tetap mengangguk.

``arigatou…``,kata saya lalu memeluk tubuh daiki yang juga balas memeluknya.


Mulai hari itu saya dan daiki resmi mulai pacaran ,walau daiki sedikit banyak berharap..saya bisa menggantikan posisi saifu di hatinya.



3 month later…


``dai-chan..ini desingin cover untuk majalah bulan ini..bagaimana?``,Tanya saifu sambil menyodorkan daiki sebuah deain cover yang tadi sudah dia print . daiki mengangguk.

``bagus …``,kata daiki. Saifu tersenyum.

``oh ya dai-chan..kudengar ..kau dan saya pacaran ya? Benar?``,Tanya saifu penasaran . daiki terkekeh lalu mengangguk.

``kau tau dari mana?``,Tanya daiki.

``banyak yang membicarakannya loh…jadi benar?``,Tanya saifu lagi. daiki mengangguk.

``yokatta na…kau cepat menikah saja dengannya kalau begitu..``kata saifu sambil tersenyum ,daiki terkekeh.

``lihat nanti saja…``,kata daiki , saifu mengangguk lalu beranjak pergi dari ruangan daiki itu. Bagaimanapun, daiki berfikir ..tidak mudah menggantikan saifu ..sebaik apapun saya.walau begitu, perasaannya terhadap saya..sedikit mulai sedikit mulai tumbuh.


``daiki..ini kubuatkan bentou..``,kata saya sambil memberikan daiki sekotak bentou . daiki tersenyum,lalu membuka bentou itu..isinya makkan siang sederhana dengan telur dan sosis gurita dan bebrapa hiasan yang membuat bentou itu terlihat lucu.

``arigatou na…``,kata daiki sambil tersenyum .saya tersenyum mengangguk.


``apa???``,Tanya daiki tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari ibu saifu itu.

``kau akan ikut perjodohan minggu besok..``,kata ibu saifu lagi.

``jangan bercanda…aku tidak mau..``,kata daiki kesal.
``kau ini..ibu sudah siapakan calon untukmu..bagaimanapun kau harus menemuinya..kevuali kau membawa seorang gadis dan ingin menikahinya sebelum minggu besok.``,kata ibu saifu . daiki menatap ibu saifu kesal.

``aku sudah punya pacar bu..nanti malam kubawa dia kemari..``,kata daiki lalu pergi mengambil kunci mobilnya pergi kerumah saya.

Ibu saifu terlihat senang ,lalu buru buru pergi ke dapur memasak makanan untuk pacar daiki yang akan datang nanti malam , tidak lupa dia menelpon suaminya agar cepat pulang karena mala mini akan ada makan malam special.


``daiki..dousta?``,Tanya saya bingung saat melihat daiki di depan pintu apartmennya.

Daiki terlihat sedikit ragu ,``begini..hmm..orang tuaku..maksudku..orangtua saifu ingin bertemu denganmu malam ini..kau bisa?``Tanya daiki . saya tersenyum,lalu menagguk.

``un tentu…aku akan siap siap…``,kata saya senang lalu menyuruh daiki menunggu di ruang tamu sedangkan dia mandi dan bersiap untuk makan malam dirumah daiki.



``kau manis sekali..sudah berapa lama pacaran dengan daiki?``,Tanya ibu saifu di sela sela makan mala mini . bahkan saifu dan ryu datang juga karena ibu saifu heboh menyurh saifu dan ryu untuk ikut juga makan malam .

``ano..3 bulan lebih..``,jawab saya sedikit malu . ibu saifu tersenyum.

``kalau begitu bagaimana kalau kelian menikah secepatnya?``,tawar ibu saifu lagi.

``eh?``

``ibu…jangan bercanda..kami baru pacaran selama 3 bulan..``, kata daiki .

``tapi kalian kan sudah saling kenal sejak 2 tahun lalu..``,sambung saifu .daiki menatap saifu sedikit kesal , saifu hanya terkekeh pelan melihat wajah daiki yang kesal.

``nah …kalau begitu..bagaiamana?saya ..kau mau kan?``,Tanya ibu saifu lagi.

``maaf..tapi, aku ..aku tidak punya apa apa..dan lagi..aku sudah tidak punya orang tua..apa tidak apa apa?``, Tanya saya sedikit ragu . ibu saifu tersenyum , megelus kepala saya lembut.

``kami semua keluargamu …``kata ibu saifu lembut. Saya terpaku memandang wajah ibu saifu .tersenyum.
``arigatou…``



``maaf ibuku terlalu mendesak..dia sudah sangat tidak sabar menunggu aku menikah..``, kata daiki. Saya menggeleng.

``daijobu…``

Hening , daiki masih berkonsentrasi dengan jalana di depannya.

``kau mau menikah denganku?``,Tanya saya sambil menatap daiki, daiki menoleh menatap saya.

``perasaanku belum sepenuhnya untukmu…daijobu ka?``, Tanya daiki sambil menatap saya serius sekilas lalu kembali melihat jalan di depannya.

``un..aku akan membuat dirimu untukku daiki…untuk masa depan kau dan aku..terdengar bodoh ?haha..``,kata saya sambil terkekh pelan.

Daiki tersenyum ,dia merasa sepertinya saya sudah mulai bisa menggantikan tempat saifu di hatinya.



Perniakahan daiki dilaksanakan 1 bulan kemudian , entah kenapa daiki inging cepat menikahi saya . ibu saifu sangat senang dan bahkan membelikan saya sebuah gaun pernikahan yang sangat cantik  , saya tersenyum ..dia senang akhirnya dia kembali mempunyai keluarga yang mau menerimanya.dan daiki yang sedikit demi sedikit mulai mencintainya ,walau terkadang saya sedikit sedih karena keitai daiki masih penih dngan foto saifu, namun sedikit demi sedikit..foto saya ada di dalam keitai daiki.dan perlahan mendominasi semua foto saifu yang ada di keitainya.

Hari ini saya dan daiki akan menjenguk saifu yang habis melahirkan anak kembarnya di rumah sakit, ada Aoi ,Yamada, Ryutaro dan tentu saja orang tua saifu disana.saifu tersenyum saat melihat daiki dan saya masuk ke ruang rawatnya.

``dai-chann…..saya –chan..kalian datang…``,seru saifu senang .

``tentu saja kami datang..hwaa..kawai..siapa namanya?``,Tanya saya sambil melihat anak kembar saifu dan ryu.yang 1 digendong saifu , satunya lagi digendong ryu, daiki tersenyum memandang saifu namun kini saya sudah mendominasi hatinya. Walau pertemuannya dengan saya hanyalah kebetulan, dan semua ini berawal dari sesuatu yang tidak dia sengaja..namun dia bersyukur. Karena dia bisa bertemu saya.

``dai-chan..kapan kau akan punya anak?``,Tanya saifu tiba tiba. Daiki merangkul pundak saya erat.

``secepatnya..ne saya?``,kata daiki. Wajah saya memerah malu,namun mengangguk juga.

Semua orang diruangan itu tertawa bahagi..karena pada akhirnya mereka semua dapat bertemu dengan masa depan mereka semua masing masing dab dapat berbahagia .

``aishiteru yo..saya…``, bisik daiki lalu mencium pipi saya lembut.

``aishiteru moo...``,kata saya sambil menatap daiki






OWARIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~ GAJEEE!!