japan fanfiction

Tampilkan postingan dengan label yamada ryosuke. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yamada ryosuke. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part6 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 6)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Waruiiiiiiiiiiiiiiiiii….hahahahah


  Daiki sudah hampiri 15 menit berdiri di depan pintu rumah keluarga Yamada, jarinya sebenranya sedari tadi sudah bersiap untuk memnecet bel rumah itu, namun dia masih ragu. Dia meremas pegangan kantung yang dia bawa, lalu akhirnya memencet bel rumah tersebut.

Ting Tong..

Rabu, 24 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part 5 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 5)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family , Agstßfav genre xD

Loh loh loh???makin aneh deshouuuuuuuuuuuuuuu

Part five ~` `~)o


Sejak hari itu Saifu tak pernah membalas e-mail dari Daiki, Daiki sendiri hampir setiap hari mengiriminya email..namun tak pernah digubrisnya.Saifu baru saja kelaur dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya, dia menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah, baru dia mengarahkan hair dryer itu ke kepalanya ketika dia mendengar sebuah email masuk kedalam keitainya.Saifu mengambil keitainya , melihat dari siapa email itu.

From : Arioka Daiki
Subject : hmm

Perasaanku atau apa ya?kok akhir akhir ini kau selalu menghindariku?apa aku salah padamu?atau apa?


Saifu mengigit bibir bawahnya, mengetik cepat balasan untuk email Daiki itu.

From: Saifu-chan
Subject : re : hmm

Iie…aku hanya ..hmm..sibuk. ahh..maaf, aku harus mengerjakan tugasku.
Oyasumi.


Setelah itu Saifu langsung men turn off keiatinya,terlalu mals untuk menanggapi balasan email dari Daiki lagi,Saifu merebahkan tubuhnya itu di kasurnya , menatp langit langit kamarnya. Enath apa yang dipikirkan oleh aifu yang pasti malam itu, dia terus memikirkan sesuatu didalam otaknya.




“Ryo..”,panggil Aoi sambil berlari kecil di lorong universitasnya menghampiri kekasihnya yang sontak menghentikan langkahnya dan menatap kekasihnya itu yang tengah berlari kearahnya.

“dousta?”,Tanya Ryosuke bingung.

“dari tadi aku terus memanggilmu..kenapa tidak dengar sih??”,Tanya Aoi kesal.

“ah..”, Ryosuke Nampak bersalah,”gomen..”kata Ryosuke .

Aoi menatap kekasihnya itu, “kau kurang tidur ya Ryo?apa yang terjadi..?”,Tanya Aoi.

Namun Ryosuke tak menjawab ,

“soal..Saifu dan Ryutaro lagi?”,Tanya Aoi.

“bukan..ini soal Daiki..”,kata Ryosuke membuat Aoi mengernyitkan dahinya bingung.

“Daiki??memangnya dia kenapa?”Tanya Aoi bingung.

“ayo kekantin..kuceritakan disana..”,kata Ryosuke lalu menarik lengan kekasihnya itu yang makin bingung dengan sikap Ryosuke.




“berhenti bersikap begitu Fu..”, kata Ryutaro sedikit jengkel pada Saifu yang terlalu protektif kepadanya itu, Ryutaro merasa kesal..bahkan hanya untuk membawa tumpukan buku yang harus dikembalikannya ke perpustakan sekolahnya saja Saifu memaksa membawa buku buku tersebut, dia merasa Saifu terlalu berlebihan .

“sudahlah..”,kata Saifu lalu masuk kedalam ruang perpustakan diikuti Ryutaro dibelakangnya.



“HAH??”, seru Aoi kaget setelah Ryosuke menceritakan tentang Daiki yang bersikeras mendekati adikknya walau dia tau Saifu sudah bersama Ryutaro.

“makanya ..aku pusing sekali, kau tau kan?dia itu seperti apa?”,kata Ryosuke jengah mengingat sikap Daiki yang keras kepala jika menginkan sesuatu.

“lalu bagaimana?”,Tanya Aoi,
“tak tau…aku sudah cukup pusing memikirkan adikku..”,kata Ryosuke sambil menatap kearah lain.



“pulang nanti kita main basket..ya?”tawar Ryutaro pada Saifu , sudah lama rasanya Ryutaro tidak bermain basket bersama Saifu, Saifu terlihat menimbang nimbang.

“kenapa??”,Tanya Ryutaro bingung karena tak biasanya Saifu berfikir dulu jika diajak main basket,”kau..khawatir aku akan tumabang kan?”,tebak Ryutaro.

Saifu menagngguk.

Ryutaro menghela nafas,”kau membuatku kesal setiap kali kau cemas berlebihan..Saifu..”, Ryutaro memegang kedua pipi Saifu menatap gadis itu,”aku ingin melihatmu yang ceria..aku rindu melihatmu yang sedang bermain basket..aku tak akan apa apa ne?”kata Ryutaro lembut.

Saifu tersenyum”baiklah..”



“Daiki..kau harus benar benar berhenti atau kau akan kuhajar..”,ancam Ryosuke saat lagi lagi Daiki dating kerumahnya, Aoi juga ikut untuk berjaga jaga jika Ryosuke lepas kendali.

“Ryo..aku gak macam macam kok..tenang saja..”,kata Daiki santai.

Ryosuke menatap Daiki , menghela nafas jengah.Mereka sedang duduk di sofa ruang tamu rumah Ryosuke,


“tadaima..”, seru Saifu yang baru saja pulang.

“Okaeri..” seru Ryosuke dari arah ruang tamu,

“ah..ada tamu ya..konnichiwa..”, sapa Saifu ramah sat melihat ada Daiki dan Aoi juga di ruang tamu rumahnya bersama dengan kakaknya.

“yo Fu-chan..kenapa tak pernah balas email ku?”,Tanya Daiki langsung.

“eh..gomen..”,hanya itu yang keluar dari mulut Saifu,”hmm..aku tinggal ya..”,kata Safu berbalik ingin kekamarnya , Ryutaro menunggunya untuk bermain basket bersama hari ini, namun tangan Daiki sudah menahan lengan Saifu yang sontak menatap Daiki.

“kau mengindariku kan?”,kata Daiki.

“ah..maaf..aku harus pergi..”,kata Saifu berusaha melepaskan cengkraman tangan Daiki itu.

“jawab aku…kau menghindariku kan? Kenapa??aku salah padamu?atau apa?”,seru Daiki dengan sedikit kesal.

“DAIKI!!”, benatk Ryosuke ,lalu melepaskan cengkraman tangan Daiki di lengan Saifu.

“KENAPA??!APA AKU SEJAHAT ITU ?HAH??jawab!!aku menyukai Adikkmu!!aku salah???”,bentak Daiki sambil menunjuk Saifu saat mengatakan dia menyukai Saifu, Saifu terbelalak kaget mendengar perkataan teman kakaknya tersebut.

Ryosuke menghantamkan pukulannya ke wajah Daiki itu,Daiki terdiam setelah wajahnya dipukul oleh Ryosuke.

“Aoi…bawa Saifu kekamarnya..”, perintah Ryosuke, Aoi yang masih shock melihat Ryosuke memukul Daiki terdiam Nampak tak mendengar perkataan Ryosuke”, AOI!!”,

Aoi tersadar , baru dia akan menghampiri Saifu..tapi Saifu malah berlari pergi kelua dari rumahnya.



Ryutaro sudah menunggu Saifu didepannya rumahnya, terkaget meihat Saifu yang keluar dari rumahnya dengan terburu buru, namun masih memakai seragamnya.

“Saifu?dousta?”,Tanya Ryutaro bingung.

Saifu menggeleng.wajahnya Nampak takut.

“Fu..kau kenapa?”,Tanya Ryutaro lagi.

“Fu-chan!”, seru Aoi memanggil Saifu, Ryutaro semakin bingung saja menatap kekasih Kakak Saifu itu yang berteriak memanggil Saifu tapi Saifu malah mengajak Ryutaro pergi dari depan rumahnya tersebut..Tak ada pilihan lain, Ryutaro mengikuti saja Saifu itu.





“Fu-chan sebenarnya kenapa?”,Tanya Ryutaro bingung,

“Ryu..teman kakak bialng..”, kata Saifu pelan.

“ya?”

“dia menyukaiku…”,kata Saifu lirih.

Ryutaro sedikit tercekat ,

“aku tak mau..aku tak mau kau salah paham, aku kira dia tak punya maksud lain padaku selain berteman..ternyata..”

Ryutaro menghela nafas..dia sudah mengira Daiki itu menyukai Saifu.

“maa ne..daijobu yo Fu-chan.dia bebas menyukaimu ne? jangan terlalu dipikrkan ya?”,kata Ryutaro.

“tadi..Nii-chan memukulnya..aku baru pertama kali melihat Nii-chan memukul orang, aku hanya kaget saja..”,jelas Saifu.

Ryutaro tersenyum , maa..kalau begitu ayo..”,kata Ryutaro sambil mengulurkan tangannya.

“kemana?”

“ikut saja yuk..”,kata Ryutaro lalu menggenggam tangan Saifu dan membawanya kesebuah tempat.


“maaf ..”,kata Ryosuke kepada Daiki yang sedang mengompress pipinya yang bengkak karena dipukul Ryosuke dengan Es.

“aku juga..aku lepas kendali tadi..”,kata Daiki.

“kau boleh menyukainya..tapi,jangan sekarang..tapi mungkin ..suatu hari nanti aku mungkin akan memohon padamu untuk menghibur adikku..”,kata Ryosuke sambil menunduk.

Daiki dan Aoi menatap Ryosuke yang tetap menunduk itu.




“Game center??”,kata Saifu bingung , Ryutaro membawanya kesebuah game center, Ryutaro tersenyum lalu menarik tangan Saifu masuk ke dalam game center.

Ryutaro membeli banyak koin untuk bermain game di game center itu,

“ayo main..”,ajak Ryutaro.

Saifu tersenyum ,lalu mengangguk. Mereka bermain berbagai macam permainan di game center itu, dan sekarang mereka berdiri disbuah game ..game memasukkan bola basket ke ringnya.

“mau bertandiing?”,tawar Saifu.

Ryutaro tersenyum ,”ayo..”,kata Ryutaro lalu tersenyum.

Koin dimasukkan, bola bola basket mulai keluar dari tempatnya..dengan sigap Ryutaro dan Saifu menshoot bola bola tersebut kedalam ringnya , beberapa masuk..bebarapa tidak.

“aku gak mau kalah..”,seru Saifu saat melihat poinnya hanya 30 sedangkan Ryu 50, Ryutaro terkekeh..lalu melanjtkan lagi memasukkan bola basketnya kedalam ring . Kepala Ryutaro tiba tiba pusing, dia memgang kepanya tersebut..Saifu yang sadar Ryutaro tak lagi melemparkan bolanya kedalam ringmenoleh menatap Ryutaro ,

“Ryu!!kau tak apa??”,seru Saifu panic.

“aku tak..apa ..” Darah segar mengalir dari hidung Ryutaro. Membuat Saifu semakin panic, dan orang orang di game center itu menatap kepada Ryutaro dan Saifu itu.

Ryu merasa kepalnaya benar benar sakit, ditambah lagi bau anyir yang keluar dari hidungnya itu..dengan setngah sadar dia menatap wajah Saifu itu yang terlihat panic.

“Ryu!!.Ryu!bertahanlah..!”, seru Saifu , Ryutaro merasa beberapa orang mulai mengerubuninya ..ribut menolongnya..setelah itu semuanya menjadi gelap.dan yang terakhir dilihat Ryutaro adalah wajah Saifu yang sedang menangis itu.




“Ryuu…sudah merasa lebih baik?”,Tanya Saifu begitu Ryutaro membuka matanya saat malam.Ryutaro mengerjap erjapkan matanya.

“doko?”,Tanya Ryutaro.

“byouin…”,jawab Saifu.

“sou..”,


Tiba tiba Ryutaro mendengar Suara isakan yang keluar dari mulut Saifuyang menunduk.

“kenapa …kau menangis?”,Tanya Ryutaro lirih.

“aku takut!!kau membuatku panic!!”,seru Saifu sambil terisak.

Ryutaro menatap Saifu lirih ,

“gomen ne..”,lirih Ryutaro.

Saifu mengusap air matanya, mendekat ke Ryutaro..lalu memeluk tubuh Ryutaro erat, dan Ryutaro membalas pelukan Saifu itu.

“kau harus selalu sehat Ryu..”, lirih Saifu kembali terisak.

Ryutaro tersenyum,”un..wakatta..”



Bulan demi bulan dilewati Ryutaro dirumah Sakit , demi menghambat atau menyembuhkan virus penyakitnya itu..Saifu setiap hari dating berkunjung..bahkan sekarang..saat liburan musim dingin yang seharusnya dihabiskan di tempat ski untuk bermain ski , snowboard atau hanya sekedar bermain bola saju atau pergi ketempat lainnya ..malah dihabiskan Saifu dan Ryutaro dirumah sakit. Ryutaro bilang, kalau Saifu ingin dia bisa pergi jalan jalan bersama teman temannya yang lain dan tak usah mengkhawatirkannya..tapi Saifu bilang, jangan bodoh ..mana mungkin aku bersenang senag tanpanya.

Ryutaro sedikit banyak bersyukur ada Saifu bersamanya, karena Saifu walau dia merasa kesakitan dia pasti akan berusaha tersenyum demi tidak membuat wajah gadis itu berubah cemas apalagi menagis.


“aku ingin main snowboard..”,keluh Ryutaro sambil melihat keluar jendela ruang rawatnya itu, salju turun tadi malam membuat halaman rumah sakit berubah putih karena tertumpuk salju. Saifu menatap Ryutaro.

“apa?”,Tanya Ryutaro bingung Saifu menatapnya begitu.

“tunggu sampai kau benar benar sehat..lalu kau boleh main snowboard sesukamu”,kata Saifu lalu mengupaskan sebuah apel untuk Ryu.

“kau ikut ya nanti?”,kata Ryutaro.

“muri!gak mungkin..”,kata Saifu.

Ryutaro mengernyitkan dahinya,”memangnya kenapa?”,Tanya Ryutaro.

Saifu menatap Ryutaro,”aku kan gak bisa main snowboard atau ski..”,jelas Saifu lalu kembali mengupas apel.

Ryutaro terkekeh pelan,”hmm..lalu..”,

“kenapa?”,Tanya Saifu.

“Ayo kencan denganku saat natal..”, ajak Ryutaro sambil tersenyum .


Saifu meniup telapak tangannya yang kedinginan, hari ini dia akan kencan dengan Ryutaro . sebenarnya bisa saja Saifu dan Ryutaro langsung saja pergi bersama, namun Ryutaro bilang dia ingin janjian bertemu saja..agar seperti orang pacaran sungguhan,  Ryutaro sebenarnya belum boleh meninggalkan rumah sakit, namun Ryutaro bersikeras..akhirnya orang tuanya mengizinkan.

Saifu menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri,namun belum juga menemukan sosok Ryutaro , Saifu mencoba bersabar..samapai tiba tiba sebuah tangan menutup matanya, membuatnya sontak menoleh dan mendapati Ryutaro tengah tersenyum kearahnya.

“sudah lama?maaf aku sedikit telat..”,kata Ryutaro meminta maaf.

Saifu menggeleng,”daijobu..aku pun baru dating..”,kata Saifu.

Ryutaro tersenyum, lalu menggenggam tangan Saifu yang dingin,”ah..kau tak pakai sarung tangan..”,kata Ryutaro,lalu melepaskan sarung tangan yang dipakainya di tangan kananya, lalu memakaikannya di tangan Saifu, sebalah tangan Saifu lagi digenggamnnya dan ditaruhnya dikantong jaketnya.

“begini jadi hangat kan?”,kata Ryutaro sambil tersenyum ,

Saifu tersenyum ,”arigatou ne..”

“un..nah ikou..”,kata Ryutaro ..lalu mereka memulai kencan mereka.




Tsu zu ku..

anehhhhhhhhhhhh!!HUWAHAHAHAHA ..*diculik Daiki. :*

Minnaaa.....yang kemaren abaikan aja..kemaren ada bag yg gak ke post T.T..udah ku post ulang nihhh :3

hope you like it however this is a fail Fict xD

Hatsu Koi no Omoide (part 4 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 4)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family , Agstßfav genre xD

Part four~


“hei kalian sudah dengar?”, seru sebuah suara dari arah segerombolan perempuan di pojokan kelas yang tengah  berbincang bincang, jam sudah menunjukkan jam pulang sekolah , namun ada beberapa anak yang belum juga pulang seperti segerombolan perempaun itu.

“ehhh..apa?”,Tanya sebuah suara lain.

“itu..Ryutaro ,katanya dia masuk rumah sakit karena leukemia…”, seru si perempuan tadi menjawab pertanyaan temannya.

“ehhhh??maji?”,seru teman teman perempaun tadi bersamaan.

“un..aku dengar saat tadi di ruang guru para guru tengah membicarakannya..kalau kau tak percaya, Tanya si Saifu saja..dia kan dekat sekali dengan Ryu..”,kata perempauan tadi sambil menggedikkan dagunya kearah Saifu yang baru saja ingin pulang, Saifu nampaknya mendengar hal itu dan malah mempercepat jalannya meninggalakn teman –teman sekelasnya itu dengan wajah kesal.



“dasar brisik!mau tau saja urusan orang..”, gumam Saifu kesal.




“hey Ryo..”, sapa Daiki yang berjalan menghampiri Ryosuke yang tengah duduk di salah satu bangku kantin kampusnya , di depannya es kopinya dibiarkannya saja , sampai es dalam kopinya mencair, meninggalakn jejak jejak air embun dari daam gelas es kopinya itu.

Ryosuke menoleh menatap Daiki, hanya tersenyum simpul kearah sahabatnya itu.

“kau kenapa? Hari ini kau aneh..”, kata Daiki sambil duduk disamping Ryosuke lalu membuka laptopnya , menatap layar laptopnya itu dengan serius Nampak tengah mengechek laporannya.

“betsuni..” ,kata Ryosuke pelan , membuat Daiki mengalihkan pandanganya itu kesahabtanya, lalu menutup laptopnya.

“kenapa sebenarnya..tak biasanya kau begini, ada sesuatu yang terjadi?”,Tanya Daiki penasaran.


Tak ada jawaban dari mulut Ryosuke itu, hanya diam saja .

“oh ya…bagaimana dengan adikmu?hari ini dia ada dirumah tidak?”,Tanya Daiki lagi, Ryosuke menatap sahabatnya itu.

“Daiki..yamerou,bisakan jangan bicarakan adikku terus??”, kata Ryosuke ketus.

“memangnya kenapa sih? Apa aku sejahat itu sampai sampai hanya dekat dengan adikmu saja aku tak boleh?”,kata Daiki kesal dengan sikap Ryosuke yang tau tau membentaknya,

“sudahlah..”, kata Ryosuke lalu beranjak pergi meninggalkan Daiki,

“dasar Ryo…”,kata Daiki ,”eh..ini kan keitai Ryo..”,kata Daiki saat melihat keitai Ryosuke yang tergeletak begitu saja di meja tempat tadi Ryosuke duduk.

“hmmm…”, Daiki menatap keitai Ryosuke itu, “aku minta email adikmu taka pa kan Ryo?”,gumam Daiki pada dirinya sendiri, lalu sambil tersenyum-senyum membuka daftar kontak di keitai Ryosuke itu, mencari nama Saifu di kontak Ryosuke.

“imotou-chan..ah, ini dia..”, gumam Daiki saat menemukan email Saifu dan nomer telpon Saifu juga, dengan cepat Daiki menyalin email dan no telpon Saifu itu.

“Saifu-chan..”,ketik Daiki di keitainya menamai no kontak Saifu ,lalu tersenyum memandang kontak Saifu yang kini berada di keitainya.

“DRTTTTTTTTT…”, Daiki sedikit terlonjak kaget saat tiba tiba saja keitai Ryosuke bergetar, tanda ada email masuk. Daiki tanpa sengaja memencet tombol di keitai Ryosuke samapi email itu terbuka ,dan ternyata email itu dari Saifu.

“eh..aduh..aku tak sengaja..”,gumam Daiki,”eh..Rumah sakit?”, kata Daiki sambil melihat isi email Saifu yang mengatakan hari ini dia akan kerumah sakit.
“siapa yang sakit ya? Apa..Saifu?”, gumam Daiki, lalu tanpa berfikir lagi dia pergi kerumah sakit, untung saja  di email  Saifu tadi dia  menuilskan nama rumah sakitnya .



“Ryu..”,panggil Saifu sambil berjalan menghampiri Ryutaro yang tengah bersender di kasur rawatnya sambil membaca sebuah buku, Ryu tersenyum kearah Saifu itu.

“Fu-chan…kau kemari?”,kata Ryutaro, Saifu duduk di bangku sisi kasur rawat Ryu.

“un..sudah merasa lebih baik?”,Tanya Saifu,

Ryutaro mengangguk,”un…”, Ryutaro mengangguk,”tak usah khawatir..ne?”, kata Ryutaro sambil tersenyum.

Saifu tersenyum,”Ryuu…”,panggil Saifu pelan.

“ya?”

“tentang ..ano…hmm, saat di bianglala itu..itu ..benar?”,Tanya Saifu ragu ragu.

Ryutaro tersenyum,”tentu saja..memangnya menurutmu aku bercanda?”,Tanya Ryutaro.

Saifu menggeleng cepat, “bukan begitu hanya saja..”

“tapi,,aku tak bisa terus menjagamu..maka dari itu, lupakan saja..”,

Saifu menatap Ryutaro,”apa maksudmu..”, Tanya Saifu dengan sedikit bergetar menatap Ryutaro yang menatap kearah luar jendela.

“aku tak akan bisa selalu bersamamu…”,lirih Ryutaro pelan.

PLAKK.

Ryutaro menatap Saifu yang berlinang air mata, sebuah tamparan mendarat di pipi Ryutaro .Saifu yang menamparnya.Ryutaro terperangah menatap Saifu itu,

“BAKA!!!janganbicara seperti itu!!kau akan sembuh !!dan kita akan terus bersama !!!jangan katakana hal bodoh lagi…”,kata Saifu sambil terisak .

Ryutaro tak tau harus berbicara apalagi, dia juga sebenarnya tak mau..tak pernah mau berpisah dengan Saifu dengan alas an apapun ,sekalipun dengan alas an penyakitnya itu, namun Ryutaro merasa tak berdaya..karena penyakitnya yang terus merusak tubuhnya itu.

“jangan bicara seperti itu lagi..onegai yo..”, lirih Saifu sambil terisak isak.

Ryutaro menatap Saifu, lalu menarik tubuh gadis itu kedalam peluaknnya..memeluk tubuh gadis itu erat.

“gomen…gomen ne..”, lirih Ryutaro .

Saifu terisak isak didalam pelukan Ryutaro yang sangat erat itu, seolah tak ingin melepaskan tubuh gadis itu.

“maaf…aku..akan selalu bersamamu..”lirih Ryutaro walau dia tak tau, apa dia akan menepati janjinya itu atau tidak. Hanya berharap ada keajaiban yang menghampirinya.
Daiki melangkahka kakinya memasuki sebuah gedung rumah sakit..sedikit bingung, dia berhasil sampai di gedung rumah sakit ini..tapi, dia kan tak tau kamar rawat Saifu atau siapapun yang membuat Saifu sekarang ada dalam gedung rumah sakit ini.

“biar kutanya resepsionis…”, gumam Daiki lalu melangkahkan kakinya kearah meja resepsionis.

“ano…”

“ada yang bisa saya bantu..?”,Tanya salah satu perempuan yang ada di resepsionis.

“maaf..saya mencari ruang rawat milik Yamada Saifu ..”, kata Daiki.

“maaf..anda siapanya ?”,Tanya resepsionis itu lagi.

“ah..aku teman pasien..”,jelas Daiki,

“ah baik..”,kata si resepsionis lalu mencari nama Saifu di dalam computer.

“maaf..nama yang anda cari tak ada disini..”kata si resepsionis.

“eh..benarkah?..kalau begitu, terimaksih..”,kata Daiki lalu meninggalkan meja resepsionis itu,


Daiki baru saja hendak berjalan keluar rumah sakit, ketika ia melihat sosok Ryosuke berjalan di lorong rumah sakit, berjalan kearah ruang rawat seseorang..Daiki akhirnya mengikuti Ryosuke itu,dan nampaknya Ryosuke tak sadar tengah dibuntuti oleh Daiki itu, Ryosuke berdiri didepan sebuah kamar rawat, Nampak tak jadi masuk sesaat setelah dia melihat kearah dalam lewat jendela yang ada di pintu, Ryosuke menoleh dan mengernyitkan dahinya melihat Daiki yang salah tingkah karena kepergok oleh Ryosuke itu.

“kenapa kau disini?”, Tanya Ryosuke sambil menatap Daiki tajam.

“ano..itu aku…”,kata Daiki salah tingkah.

“itu keitaiku kan?”,kata Ryosuke sambil menunjuk keitainya yang ada di tangan Daiki.

“eh..iya itu, aku ingin mengembalikan itu padamu..”,kata Daiki sambil memberikan keitai Ryosuke.

Ryosuke menyipitkan matanya menatap Daiki,lalu membuka keitainya dan melihat pesan masuk,”kau baca emailku??”,kata Ryosuke.

“eh..gomen itu..”

Ryosuke menghela nafas, lalu menarik tangan Daiki kedepan kamar rawat tampat dia berdiri tadi,”lihatlah..dan, jangan menganggunya lagi..”,kata Ryosuke membuat Daiki mengernyitkan dahinya bingung namun tetap melihat kearah dalam kamar rawat itu ,lalu kaget melihat Ryutaro dan Saifu yang tengah berpelukan erat itu.



“Ryu sakit…dia sakit parah, jadi..tolong jangan ganggu mereka..ne?aku benar benar memohon padamu..seperti yang kau lihat Daiki…mereka saling menyukai.jadi kuharap kau bisa mengerti..”,kata Ryosuke lagi.

“Ryu itu..sakit apa?”Tanya Daiki.

“leukemia…”,jawab Ryosuke singkat membuat Daiki sontak menatapnya .

“Maji??”

“un…”

Daiki menatap kearah ruang rawat itu lagi, mungkin jahat..tapi yang ada didalam pikirannya dia malah merasa punya harapan untuk bersama Saifu itu.



“Saifu sudah malam..pulanglah…”,kata Ryutaro.

Saifu Nampak enggan , namun Ryosuke sudah menunggunya diluar.

“aku akan kemari lagi besok…mata shita ne..”,kata Saifu lalu mencium pipi Ryutaro sebelum akhirnya keuar dari ruang rawat Ryutaro itu.

Ryutaro tersenyum , enatah sampai kapan dia bisa tetap meliaht wajah Saifu itu, Ryutaro menghela nafas..menatap langit malam yang terasa sangat kelam itu.





1 months later

“apa?kenapa kau tak mau kemo??”,Tanya Saifu bingung saat mengantar Ryutaro kerumah sakit, harusnya hari ini Ryutaro kemoterapi pertamanaya, namun Ryutaro menolak.

“Ryu!!jawab dong..ayo..cepat kau harus kemo..”,kata Saifu sedikit memaksa sambil menarik narik tangan Ryu.

“Fuu….aku tak mau..”, tolak Ryu.

“memangnya kenapa sih??”, Tanya Saifu heran

“aku akan botak..aku tak mau begitu..”,kata Ryutaro pelan.

“ha?”

Ryutaro menatap Saifu, “ingat?kau bilang kau benci laki laki yang botak kan?maka dari tiu ..aku tak mau ikut kemo yang bisa membuat aku botak..”.kata Ryutaro sambil memandang kearah lain.

Saifu sedikit tecengang mendengar alas an Ryutaro itu,

“hahahahaha..dasar bodoh..”, kata Saifu sambil terkekeh pelan.

“kenapa kau tertawa sih?”,Tanya Ryu bingung.

Saifu tersenyum ,lalu memegang kedua pipi Ryutaro itu dengan kedua tangannya,”Ryutaro-kun..aku akan suka pamu apapun yang terjadi..sekalipun kau botak..ne?lagipula..kau bisa pakai topi kan untuk menutupi kepala botakmu nanti.hahaha..”,kata Saifu sambil terkekeh kekeh pelan.
Ryuutaro cemberut,”tapi tetap saja aku..”

“Ryu..ini demi kesembuhanmu loh…ya.?ayolah..kumohon..”,kata Saifu setengah merengek.

Ryutaro menghela nafas, lalu mengangguk,”baiklah..”,kata Ryutaro.

“hahaha..ikou ikou..”,kata Saifu sambil menarik narik Ryu ke ruang kemoterapinya.Ryutaro tersenyum menata gadis yang tengah menarik tangannya itu, karena gadis itu..dia mempertahankan hidupnya..demi bisa terus melihat gadis itu dia harus menjalani semua ini.

Saifu menunggu Ryutaro sambil duduk di bangku rumah sakit, sambil memain mainkan keitainya..menatap inbox emailnya yang didominasi oleh nama Ryutaro itu..dan ada satu nama lagi yang mengisi sedikit ruang di kotak meilnya tersebut..kontak milik Daiki Ari ioka yang akhir akhir ini sering mengirimnya email.Saifu tak ingin berfikir aneh tentang teman kakanya yang akhir akhir ini sering mengirimnya email itu, dia menganggap Daiki itu hanya ingin bertmen dengannya tanpa ada maksud lain , karena dia sudah bersama Ryutaro sekarang.

Saifu hanya diam sambil menunggu Ryutaro di lobi rumahsakit, sampai seseorang menyentuh pipinya dengan sekaleng the dingin..membuatnya sontak menoleh dan mendapati Arioka Daiki tengah tersenyum kearahnya.

“Arioka-san..”

“yo Fu-chan..”,kata Daiki lalu duduk dibangku sebelah Saifu lalu memberikan The kaleng ke Saifu yang mengucapkan terima kasih .

“mengantar Ryu ya?”,Tanya Daiki

Saifu mengangguk sambil menegak The kalengnya, Daiki mengangguk angguk mengerti.
“biar kutemani..”,kata Daiki .

“eh..tapi ini akan lama sekali..aku sendiri menungggu Ryu juga taka pa kok..”,tolak Saifu karena merasa tak enak dengan Daiki.

Daiki menggeleng ,”iie..lagipula aku tak ada kerjaan ..lebih baik aku menemani mu kan?”,kata Daiki berbohong, sebenarnya hari ini dia harus baito tapi dia malah kerumah sakit untuk bertemu Saifu itu.

“hmm…”

“sudahlah tak apa..ne?”,kata Daiki sambil tersenyum.

“arigatou.,..”,kata Saifu sambil tersenyum,



Ryutaro berjalan menyusuri lorong rumah sakit, setelah kemoterapi tadi..dia merasa sangat lelah maka dari itu dia ingin cepat cepat pulang . Ryutaro terus berjalan , namun tiba tiba dia hanya berdiri di tempatnya memandang ke satu titik..ya, Ryutaro melihat Saifu dan seorang laki laki yang tak dikenalanya tengah berbincang bincang..entah kenapa, sesuatu didalam tubuh Ryu seperti terbakar..dia cemburu,dia tak mau Saifu didekati oleh laki laki itu..siapa pun dia. Ryutaro melanjutkan jalannya mengahampiri Saifu.

“Ryuu..kau sudah selelsai?bagaimana?”,Tanya Saifu sambil berjalan menghampiri Ryutaro sedangkan Daiki tetap dibangkunya memperhatikan gerak gerik Saifu yang berjalan menghampiri Ryutaro yang terus melihat kearah Daiki.

“dia..siapa?”,Tanya Ryutaro sambil menunjuk Daiki.

Saifu menoleh melihat siapa orang yang ditunjuk oleh Ryutaro itu, “oh..itu teman Nii-chan..Daiki Arioka..dia yang juga menolongmu saat kau pingsan dirumahku, ingat kan saat kita sedang mengerjakan tugas kita itu?”,kata Saifu .


“oh…”

Daiki kini berjalan menghampiri Saifu dan Ryutaro.

“Daiki Arioka desu…”,kata Daiki memperkenalkan diri.

“Ryutaro Morimoto desu..terima kasih sudah menolongku waktu itu..”,kata Ryutaro sopan ,namun Nampak waspada dengan Daiki ini karena dia mencium ada maksud lain Daiki ini mendekati Saifu.

“ah..tidak, sudah kewajibanku untuk menolongmu…”,kata Daiki .

“Ryuu..kau namapak lelah sekali…kita langsung pulang ya?”,kata Saifu.

Ryutaro mengangguk,

“kalau begitu..kami duluan ya Arioka-san..”,kata Saifu sopan,

Daiki mengangguk,”un..Mata ne..”,kata Daiki .

Saifu dan Ryutaro berjalan meninggalakn Daiki , Ryutaro menoleh melihat Daiki..mendapati Daiki yang juga tengah memandang kearahnya dengan tatapan yang susah diartikan.

“Saifu…”,panggil Ryutaro sesaat setelah mereka turun dari Taxi yang berhenti tepat didepan rumah mereka, Saifu yang baru saja akan masuk kedalam rumahnya menoleh menatap Ryu.

“kenapa?”,

“jangan dekat –dekat dengan Daiki..”,kata Ryutaro , membuat Saifu mengerutkan dahinya bingung.

“apa maksudmu?”.tanya Saifu bingung karena tiba tiba Ryutaro melarangnya dekat-dekat dengan sahabat kakaknya tersebut.Saifu merasa tak ada yang salah dengan sikap Daiki, tapi kenapa Ryutaro melarangnya dekat-dekat dengannya.

“hanya jangan mendekatinya saja..bisa kan?”,kata Ryutaro lalu masuk kedalam rumahnya tanpa mendegar perkataan Saifu lagi,Saifu menatap Ryutaro yang masuk kedalam rumahnya.

“dia itu..kenapa sih?”,gumam Saifu bingung.

:Saifu..ngapain kau berdiri diluar??masuk ..mau hujan tuh..”, seru Ryosuke dari pintu rumah , Saifu menoleh lalu buru buru masuk kedalam rumah sebelum hujan mulai turun.



“Saifu..makan yang benar dong…kenapa melamun terus sih?”,kata Ryosuke bingung karena sedari tadi adikknya itu memakan makan malamnya sambil melamun saja.

“betsuni..”,elak Saifu lalu melanjutkan lagi makannya.

“soal Ryuu ya?jangan terus difikirkan..nanti kau juga bisa sakit kalau terlalu keras memikirkannya..”,kata Ryosuke sdambil tersenyum.
Saifu menggeleng,”bukan itu..tapi..”

“tapi..apa?”,Tanya Ryosuke penasaran ,Saifu Nampak menimbang nimbang.

Ryosuke menatap Saifu sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya,”kau percaya padaku kan?ceritalah..”,kata Ryosuke.

Saifu menghela nfas, lalu menceritakan mulai dari Daiki yang menemaninya dirumah Sakit samapai Ryutaro yang melarang Saifu dekat dekat dengan Daiki ,Saifu merasa Daiki memang baik dan tak ada alas an dia harus menjauhinya.

“menurut nii-chan bagaimana?”,Tanya Saifu setlah dia selesai bercerita.

Ryutaro menatap adiknya itu,”masa kau gak ngerti?dia itu cemburu kan?”,kata Ryosuke walau dalam hati dia merutuki sahabatnya itu yang ternyata masih saja tak menyerah untuk mendekati adikknya.

“awas nanti si Daiki itu..”,gumam Ryosuke kesal dalam hati.

Saifu merona mendengar kata cemburu dari mulut kakanya itu,”cemburu?”

“iya ..apalagi?dan wajahmu tak usah memerah gitu …”,kata Ryosuke mengejek.

“dan..lebih baik kau turuti kata kata Ryutaro itu..ne?”,kata Ryosuke.

“hmm…baiklah..”.kata Saifu pelan.

“maa ne..”, Ryosuke mengusap usap kepala adikknya itu,”jadilah gadis yang baik …ne?”,kata Ryosuke lalu berjalan kekamarnya meninggalakan Saifu yang masih di meja makan.

“gadis yang baik ya…”,gumam Saifu pelan.









Bersambung ~..hahahahaha...indonesian normal language.. 


berasa boring banget gak sih nih fict????

Sabtu, 13 Agustus 2011

ラブパレード (part 1)


Title    : ラブパレード (part 1)
English title : Love Parade  (part 1)
Author  : Fukuzawa Saya
Type : Multichapter (maybe xD)
Chara :Arioka Daiki (HSJ) , Arioka Saifu (OC) ,Arioka Yume( OC),Hashimoto ryo from Snow Prince Gasshoudan as  Arioka Reon ( OC) ,Yamada Ryosuke ( HSJ), Yamada Aoi (OC) ,Kuramoto Kaoru from Japan ni HI as Yamada Seiji ,Yamada Kineko (OC) , Morimoto Ryutaro (HSJ),Morimoto Saya (OC) , Nakamura reia as Morimoto Shouta , Morimoto Seira (OC)
Rating : PG
Genre: Family, romance , Freindship


Enjoy this fict minna…………



Kediaman Arioka.

‘’  YUME!!REON..HAYAKU..kalian bisa telat lagi…’’,seru Saifu dari arah ruang makan kepada keduaanaknya yang masih saja belum selesai bersiap untuk kesekolah, hampir setiap hari Saifu harus berteriak kepada anaknya yang memang  sulit bangun pagi itu kalau tidak mau mereka terlambat ,

‘’ iya..sebentarrrr ‘’ , seru Yume lalu tak berapa lama terdengar suara langkah kaki Yume berjalan menuruni tangga diikuti langkah kaki yang lebih kecil dibelakangnya yang tentu saja milik adiknya Reon.

‘’ohayouuu…’’seru Yume dan Reon bersamaan ,

‘’ohayou kodomotachi …’’ , balas sang ayah , Daiki yang sudah duduk di bangku meja makan walau terlihat sekali dia masih sangat mengantuk karena dia baru saja pulang jam 3 pagi tadi.

‘’Mama …aku mau bentouku ada sosis guritanya ya Mama ..’’ seru Reon yang kini berusia 9 tahun pada ibunya yang tengah menyiapkan bentou untuk Reon dan Yume , Saifu mengelus elus kepala Reon itu.

‘’un..matte ne..lalu Reon mau kroket juga?’’ Tanya Saifu sambil sediki membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak bungsunya itu.

‘’un…’’,kata  Reon sambil mengangguk

‘’hai…sudah jangan main di dapur ya, makan sarapanmu…’’ ,kata Saifu lalu sedikit mendorong tubuh anaknya itu dari Dapur.

‘’Yume..papa ngantuk…’’ , keluh Daiki sambil menaruh kepalanya di meja makan,

‘’makanya sudah kubilang kan?? Jangan menerima pekerjaan terlalu banayak …’’,kata Yume sedikit acuh tak acuh sambil memakan sarapannya ,

‘’ah..kau ini..aaa, Reon-chan…’’, kata Daiki sambil menarik Reon yang baru saja ingin duduk di bangku meja makannya kedalam pelukannya, memeluk anak bungsunya itu erat.

‘’papa!..lepasin ,aku mau makan…Mamaaaaaaa!!papa nih..``,seru Reon sambil menulet dipelukan Papa nya itu , Saifu hanya geleng geleng kepala dari dapur melihat kelakuan suaminya itu.

‘’Papa lepasin…mamaaaa!!’’ , seru Reon lagi.

‘’Papa..sudah lepasin, kita harus cepat berangkat..ayo Reon makan ‘’.kata Yume lalu membantu Reon melepaskan pelukan Papa nya tersebut lalu mulai memakan sarapannya.

‘’Saifu..mereka benar ankku kan??mereka ini dingin sekali…aku jadi sedih..’’,kata Daiki dengan nada sedikit merengek pada Saifu yang kini tengah menyusun bentou untuk anak anaknya di meja makan

‘’anata…sudahlah, cepat makan yah…kau masih mengantuk ? biar aku yang antar mereka ke sekolahnya..’’,kata Saifu sambil mengusap usap pipi suaminya tersebut.

‘’tidak usah..aku mau mengantar mereka..kalian juga mau diantar Papa kan?’’,kata Daiki sambil menatap anak anaknya,

‘’un…Reon mau diantar Papa..’’jawab Reon dengan suara manisnya, namun Yume masih saja memakan sarapannya tanpa menjawab perkataan Papa nya tersebut.

‘’waaa..Reon…’’ , seru Daiki sambil memeluk Reon yang balas memeluk Papa nya itu sambil tersenyum.

‘’Yume mau dipeluk Papa juga?’’ ,tawar Daiki.

Yume menatap Papa nya tersebut,’’ aku sudah besar Papa…’’,kata Yume vuek.

‘’eh…tapi Papa kan punya Yume…’’,kata Daiki yang lalu memeluk anak gadisnya itu yang Nampak suka tidak suka dengan kelakuannya itu.

‘’Papa aku juga mau dipeluk sama Nee-chan juga..’’kata Reon yang lalu dipeluk Daiki yang kini memeluk Yume dan Reon sekaligus, membuat Saifu yang sedari tadi melihat hal itu tersenyum senyum sendiri.

‘’PAPA!!sudah lepassss….!!``,kata Yume malu , namun Daiki malah mempererat pelukannya itu,membuat Yume mengulat ulat dipelukan Papap nya tersebut.

‘’eehhhhh..kalian terlambat!!!’’ , seru Saifu heboh ketika dia melihat jam di dinding ruang makannya sudah menunjukkan jam 8 kurang lima belas menit .

‘’Ittekimasssuuuuu!!’’seru Reon , Daiki dan Yume panic lalu buru buru keluar dari rumah .

‘’itterashaii..’’, seru Saifu sambil tertawa melihat tingkah keluarganya.



Kediaman Yamada


‘’ Nii-channnn!!cepatlah sedikit..kita bisa telat…!’’ seru Kineko pada Kakakanya yang belum juga selesai makan, Kineko Nampak tidak sabar menunggu kakaknya . Sang Ayah menarik Kineko lalu mendudukkannya di bangku tepat disampingnya.

‘’Kineko..sabar sebentar ya?Nii-chan kan sedang makan…’’, kata Ryosuke , ayah Kineko.


Kineko merenggut,ini hari pertamanya masuk SMP dan dia tak mau terlambat.


‘’apa karena ini hari pertamamu masuk SMP?’’ , tebak sang ayah ,yang tebakannya tentu saja benar..untuk anak yang tepat waktu seperti Kineko..terlambat di hari pertama menjadi murid baru adalah bencana baginya.

Kineko mengangguk, Ryosuke mengelus elus kepala anak perempuannya itu,
‘’ahh..otou-san punya hadiah untuk Kineko, hadiah masuk SMP.’’ ,kata Ryosuke lalu meroggoh kantung Hoddie merahnya ,lalu mengepalkan tangannya di depan Kineko yang Nampak bingung akan hadiah yang ada di genggaman ayahnya tersebut ,

‘’apa ini?’’,Tanya Kineko sambil menunjuk kepalan tangan ayahnya tersebut.

Ryosuke tersenyum ,lalu membuka kepalan tangannya..membuat sebuah kalung perak dengan bandul K, menjuntai dari tangannya.

‘’un..tukku?’’,Tanya Kineko tak percaya,

Ryosuke mengangguk,``tentu saja..semoga kau bisa mendapat masa SMP yang indah ya..lalu belajar yang pintar ne? ..’’kata ryosuke sambil memakaikan kalung tersebut di leher anaknya.

‘’kawaii ne..memang cantik di pakai olehmu..’’kata ryosuke sambil tersenyum.

‘’arigatouu otou-san..’’,kata Kineko sambil memeluk ayahnya yang juga balas memeluk ayahnya tersebut.

‘’ayo kalian berangkat..kalain hampir terlambat…’’.kata Aoi sang ibu yang sudah selesai menyiapkan bentou untuk Kineko dan Seiji dan sudah siap untuk kesekoalh Kineko menghadiri upacara murid baru disekolah Kineko., Seiji juga sudah selesai sarapan.

‘’ikou ikou..Kineko-chan…’’,kata Seiji sambil menarik narik tangan adiknya ke mobil ayahnya yang siap mengantar Kineko dan Seiji kesekolahnya. Ryosuke dan Aoi tertawa tawa melihat tingkah anaknya lalu mengikuti berjalan dibelakang mereka msuk ke mobil.



Kediaman Morimoto


‘’tidak..aku tak mau ada saus di atas omurice ku..’’,seru Seira sambil cemberut kepada kembarannya yang duduk tepat disampingnya sambil memegang sebuah botol saus.

‘’ demo..omurice dengan toping mayonnaise lebih enak kalau ditambah saus kan?,’’ kata Shouta ,sambil akan menuangkan saus ke atas piring Seira yang berisi omurice, Seiora dengan cepat menjauhkan botol saus itu dari depan piringnya.

‘’kau ini..terserahlah..’’,kata Shouta yang akhirnya menyerah lalu menunagkan saus tadi kedalam omuricenya , lalu mulai makan sedangkan Seira nampaknya sudah kehilangan selera makannya.

‘’kenapa tak makan?’’,Tanya Shouta heran melihat kembarannya hanya menatap piring omuricenya,

‘’aku tak lapar..’’

‘’anak anak..ini bentounya…’’, kata Saya sang ibu sambil memberikan kotak bentou kepada dua anak kembarnya itu.

‘’are? Kau tak makan Seira?’’,Tanya Saya heran anaknya ini tak makan sarapannya.

‘’dia tak lapar bu….’’,jawab Shouta.

‘’Seira..cepat makan, 10 menit lagi ibu kembali makanan itu harus sudah kau makan..ibu akan bangunkan ayah dulu..,’’

‘’hmmm…’’,
Seira menatap omuricenya malas, lalu mulai mengaduk aduknya dan mulai menyuap omuricenya kedalam mulutnya, namun tiba tiba saja Shouta menuangkan saus kedalam omurice Seira, Seira menatap Shouta kesal sedangkan Shouta tersenyum jahil.

‘’ Shou-chan..aku kan sudah bilang..’’

‘’nee-chan..cobalah dulu..nih aa…’’,kata Shouta lalu menyodorkan sendok berisi omurice didepan mulut Seira, Seira awalnya malas namun akhirnya memakan juga omurice tersebut.

‘’enak kan?’’,Tanya Shouta, Seira mengunyah omurice itu, ternyata apa yang dikatan Shouta memang benar..rasa omuricenya jadi lebih enak .

‘’enak kan’’, Tanya Shouta lagi sambil tersenyum membuat mau tak mau Seira ikut tersnyum.

Seira mengangguk, ‘’yah..ini enak kok…’’,kata Seira sambil tersenyum.


‘’anak anak..ayo berangkat..’’, kata Ryutaro yang baru saja keluar dari kemaranya diikuti Saya dibelakangnya ,

‘’Ittekimasuuu’’,seru Shouta dan Seira berbarengan .

‘’ittekimasu  saya..aku ada kerjaan siang nanti jadi kau belanja sendiri ya?’’,kata ryu setelah mencium pipi Saya sekilas

‘’baiklah..itterashaii..’’



‘’iya aku tau Papa…sudahlah..dadah Reon..’’,kata Yume lalu turun dari mobil Papa nya setelah mencium pipi Papa dan adikknya yang lalu langsung meninggalakan kawasan sekolahnya.Yume baru saja akan memasuki gerbang sekolahnya ketika dia mendengar seseorang..tidak, dua orang yang memanggil namanya membuatnya sontak menoleh melihat dua orang yang tadi memanggilanya..siapa lagi kalau bukan si kembar Morimoto yang buru buru keluar dari mobil ayahnya lalu berlari menghampiri Yume.

‘’Ohayou Yume..’’,sapa si Kembar Morimoto

Yume tersenyum menatap anak kemabr yang selalu bersama itu, ‘’ Ohayou Shou-chan, Seira-chan ‘’,kata Yume lalu mereka berjalan memasuki kawasan sekolah, baru beberapa meter melangkah..terdengar suara lain dibelakang mereka memanggil manggil nama mereka bertiga membuat mereka bertiga sontak menoleh dan menadapati Yamada Seiji tengah melambaikan tangan sambil berlari kearah mereka.

‘’ohayou minna…’’seru Seiji sambil tersenyum.

‘’ohayou sei-chan..’’, balas mereka bertiga berbarengan lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka yang memang sama, mereka selalu satu kelas dari sejak mereka SD sampai sekarang mereka kelas 2SMA.





‘’ohayou minna-san…’’,seru  miura sensei yang baru saja masuk kelas pagi ini untuk mengajar

‘’ohayou gozaimasu sensei…’’, seru murid serempak.

‘’oh ya minna-san..untuk pelajaran eigo hari ni saya akan membagikan menjadi beberapa kelompok..1 kelompok terdiri dari 2 orang, tugas kalian mencari sesuatu yang menurut kalin menarik ..’’kata Miura sensei ,lalu mulai melihat absen yang ada ditangannya.

‘’baiklah..saya akan mulai membagi kelompoknya, hmm..Yamada Seiji-san dengan Morimoto Seira-san ‘’

‘’ehhh..aku ingin dengan Shouta saja..’’,keluh Seira ,

‘’Seira-chan jangan begitu’’, kata Shouta sedikit berbisik pada kembarannya yang kini merenggut dibangku sebelahnya ,namun tak memprotes lagi keputusan Miura sensei itu.

Shouta tersenyum simpul ,lalu kembali melihat kea rah Miura sensei ..sedikit terkekeh melihat tingkah Yume yang sedikit lucu ,lalu Shouta benar benar kembali melihat kearah Miura sensei.

‘’Arioka Yume-san kau dengan..’’,kata Miura sensei sambil melihat absen siswa, entah kenapa Shouta sedikit waswas Yume akan berpasangan dengan siapa

‘’semoga bukan laki laki..’’, piker Shouta dalam hati.

‘’Morimoto Shouta-san kau berpasangan dengan Yume Arioka..’’,





Tsu~Zu~Ku


anehhhhhhhhh ih..hahaha

Jumat, 05 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part 1)

Title: Hatsu Koi no Omoide (part 1 )
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family ,


Enjoy this fict minnaaaaaaaaaaaa……………………

``obaa-chan…``,panggil sebuah suara anak perempuan kecil yang berusia tak lebih dari 6 tahun ini kepada neneknya yang tengah duduk disampingnya sambil memgang sebuah album foto..album fotonya saat dia masih duduk di bangku SMA,mereka tengah duduk di bangku halaman rumah mereka yang menghadap langsung ke halaman rumah yang ditumbuhi berbagai macam bunga .

``obaa-chan..ini obaa-chan ya?``,Tanya gadis kecil itu lagi,sambil menunjuk sesosok gadis yang tengah tersenyum manis disebelah seorang laki laki yang juga tersenyum.

Neneknya terkekeh pelan, ``iya ..ini obaa-chan…``,jawab si nenek.

``hahahah,..obaa-chan cantik..lalu, laki laki ini siapa?``,Tanya gadis kecil itu lagi.

``dia?``,Tanya si nenek sambil melihat arah jari si cucu yang menunjukkan laki laki yang dimaksudnya.

Sejenak nenek itu tersenyum memandang foto si laki laki, lalu pandangannya jauh menerawang ke masa lalu.





``oyyyyyy!!!!!SAIFU !!SHOOTT!``, seru seorang laki laki berperawakan tinggi pada gadis berperawakan sedang yang sedari tadi sudah menggiring bola basketnya mendekati ring basket , dengan sekali lompatan dengan perhitungan gadis bernama yamada saifu itu men shoot bola basketnya kearah ring basket..dan dalam beberapa detik saja bola itu masuk kedalam ringnya membuat gadis itu melompat senang.

Laki laki berperawakan tinggi yang bernama Ryutaro Morimoto itu berjalan menghampiri gadia yang sudah kembali mengambil bola basketnya..dia nampaknya siap untuk kembali bermain.

``saifu…sudah sore..pulang saja, kau sudah berkeringat seperti itu.``,seru Ryutaro pada saifu, saifu memandang Ryutaro sambil cemberut..gadis ini kalau sudah main basket susah sekali untuk disuruh berhenti.

``maa..demo..aku masih mau main ryu..``,keluh gadis itu, Ryutaro itu menghampiri saifu lalu mengambil alih bola basket yang sedari tadi dipegang oleh saifu.

``kekkou desu..hari ini sudah dulu , kita sudah main selama 4 jam..aku tak mau dimarahi kakak mu lagi hanya karena kau pingsan karena terlalu lama bermain basket lagi..``,kata Ryutaro sambil menatap saifu.

``baiklah baiklah….``,kata saifu akhirnya , karena percuma saja memaksa Ryutaro ini..dia tak akan mendengarkan .

``ikou…``,kata Ryutaro lalu berjalan beriringan dengan saifu meninggalakan lapangan basket yang memang tak jauh dari rumah mereka.

Saifu dan Ryutaro..mereka teman sejak kecil, rumah mereka yang bertetangga membuat mereka bersahabat ..dan lagi mereka satu sekolah dan juga satu kelas..tak ada alasan mereka tak berteman.

``maa….besok main lagi ne? ``,kata saifu saat mereka tengah berjalan menyusuri jalanan pulang.

``saifu…besok hari senin loh, kau bisa ambruk kalo yang ada dipikiranmu hanya main basket``,

``kalau tak main basket..badanku bisa kaku..``,kata saifu.

``saifu..kau harus menjaga kesehatanmu..besok kau tak usah main basket, ingat itu nah..sana masuk kedalam rumahmu.``,kata yru saat mereka sudah berada di depan rumah saifu, rumah Ryutaro tepat di depan rumah saifu itu.

``baiklah..jya nee…``,kata saifu lalu masuk kedalam rumahnya sambil menenteng bola basket ditangannya.

Ryutaro tersenyum memandang saifu yang berjalan masuk kerumahnya,lalu berbalik dan masuk kedalam rumahnya juga.




``iya ryu…aku sudah kerjakan…maa..memangnya kenapa?``,kata saifu dengan Ryutaro yang ada disebrang telpon.

``saifu…makan dulu, tutup telponnya..``, seru ibu saifu dari dalam dapur, Nampak sedikit kesal anak gadisnya ini sedari tadi terus saja berbicara di telpon tanpa menyentuh makan malamnya.

``sebentar bu…nah ryu, aku sudah kerjakan bagianku..kau harus kerjakan bagianmu dengan cepat..``,kata saifu lagi memperingatkan ryu tentang tugas kelompok mereka.

``imoutou-chan~…``, seru kakak saifu, yamada ryosuke tepat di kuping adiknya itu yang sukses membuat adiknya itu kaget lalu menjauhkan keitainya dari kupingnya.

``ONII-CHAN!!BAKA!!``, seru saifu kesal pada kakanya yang hanya berbeda 3 tahun darinya. Ryosuke merebut keitai adiknya itu dari tangan adiknya lalu menempelkan keitai tersebut dikupingnya, membuat saifu berusaha merebut kembali keitainya namun nampaknya sedikit sulit karena kakaknya itu yang lebih tinggi lebih pintar berkelit dari tangannya yang terus berusaha merebut kembali keitainya.

``moshi moshi..ryu-kun..ryosuke desu..maa arigatou ne sudah menemani adikku main basket hari ini.ha? ya..hahahaha…dia disampingku kok..hai..adikku memang merepotkan .hahaha…hai,jya nee``, kata ryosuke sabil tertawa tawa. Saifu dengan cepat mengambil keitainya,membuat ryosuke tergelak sambil menepuk nepuk kepala saifu.

``hallo ryu?..``, seru saifu tapi telponnya sudah ditutup membuat saifu memandang kakaknya kesal.

``onii-chan baka…``, umpat saifu kesal.

``maa..kenapa? lagipula ryu itu bodoh sekali..mau maunya terus ditempel oleh gadis jelek sepertimu, hahahahaha…``, ejek ryosuke lagi membuat saifu tambah kesal saja.

``uruseee!!!``, seru saifu kesal sambil berusaha memukul kakanya namun kakaknya itu malah berlari menghindar.

``loh benar kan?kau kan tidak cantik..mau maunya ryu itu dekat dekat denganmu..``, ejek ryosuke lagi sambil memeletkan lidahnya ,

``ONII-CHANNN!!!``, seru saifu kesal sambil berlari mengejar kakaknya yang berlari sambil tertawa tawa di dalam rumah.

``saifu~..ryosuke~..jangan bercanda terus….``,seru ibu dari dapur,namun nampaknya tak digubris sama sekali oleh dua bersaudara itu.karena mereka masih sibuk berlarian di dalam rumah bahkan sampai kehalam rumah mereka.

``ONII-CHAN!!!YAMETEE!!!``, seru saifu kesal sambil berlari mengejar kakanya itu yang malah tertawa makin keras karena hari ini pun dia berhasil menjahili adik kesayangannya itu.



Ryutaro tersenyum sambil melihat pemandangan di luar kaca kamarnya, dia tersenyum melihat saifu dan ryosuke yang berlarian, dia terkekeh geli melihat wajah saifu yang terlihat kesal sedangkan ryosuke tertawa tawa sambil terus menghindar dari kejaran saifu itu.

Ryutaro terus memerhatikan kedua bersaudara itu sampai akhirnya sang ibu keluar dan memarahi mereka berdua yang akhirnya masuk kedalam rumah . Ryutaro memandang dinding kamarnya yang dihiasi oleh figura foto bersisi foto fotonya bersama saifu dari sejak kecil sampai fotonya saat penerimaan murid baru SMA.

Ryutaro terus tersenyum mengingat kenangan kenangannya bersama saifu juga saat pertama kali bertemu dengan saifu.



``hai..aku saifu ..yamada saifu desu…yoroshiku…``,kata saifu yang waktu itu berusia 5 tahun itu sambil tersenyum menatap Ryutaro yang nampaknya senang saifu mau menyapanya yang baru saja pindah tepat di depan rumah saifu itu.

``aku…ryu…``

``saifuu….``, seru suara lain dibelakang saifu yang tentu saja milik sang kakak yamada ryosuke yang Nampak waspada dengan Ryutaro yang baru saja dilihatnya hari ini, dan lagi dia Nampak berbicara dengan adik semata wayangnya.

Ryutaro memandang ryosuke takut takut karena ryosuke yang memandangnya sinis.

``onii-chan….dia baru pindah..kita berteman dengannya ya?``, kata saifu polos sambil menunjuk Ryutaro. Ryosuke menatap Ryutaro.

``yamada ryosuke desu…``

``aku…ryutaro morimoto desu…``, kata Ryutaro Nampak ragu menyebutkan namanya.

``ryu kita berteman yaaa….``, seru saifu sambil menggenggam tangan Ryutaro yang menatapnya yang tengah tersenyum itu. Entah kenapa sejak hari itu..ryu merasa senang telah bertemu dengan saifu.

Ryosuke sama seperti kakak laki laki lainnya ke adik perempuan yang baru saja mendapat teman baru..dia protektif, saat saifu bermain dengan ryu , ryosuke pasti ada disana..duduk mengawasi ..namun tahun berganti tahun..ryosuke mulai percaya pada Ryutaro itu ..dan tak mengawasi mereka yang selalu bermain di taman dekat rumah mereka.


Ryutaro tersenyum memandang salah satu foto saat mereka masih berumur 6 tahun…mereka memakai gaun dan jas layaknya sepasang kekasih yang akan menikah..waktu itu orang tua ryu yang memang sangat suka memmotret menyuruh saifu dan ryu untuk berpakain seperti itu dan memfoto mereka..ryutaro ingat saat itu ryosuke ,kakak saifu sempat mengira ryu akan mengambil saifu..tapi setelah dijelaskan dia hanya merenggut sambil melihat adiknya dan ryu yang tengah di foto dengan memakai gaun dan jas.

Lalu matanya beralih ke foto sebelahnya..saat mereka berfoto saat saifu dan team basket nya saat SMP memenangkan pertandingan basket antar SMP saat itu, ryutaro tersenyum memandang wajah saifu yang Nampak sangat senang..rambutnya yang panjang terurai sedikit berantakan..dari tahun ke tahun toh gaya rambut saifu masih saja seperti itu..panjang dan sedikit berantakan, dia memegang piala yang dimenangkannya dengan senang ..sedangkan dirinya berdiri disamping saifu sambil tersenyum.

Ryutaro tersenyum..entah kenapa..dia sangat senang hanya karena melihat saifu tersenyum. .senang karena setiap melihat saifu dadanya pasti berdetak tak karuan..senang karena saifu sangat senang bersamanya walaupun mereka bukanlah sepasang kekasih. . ryu tak bisa bilang dia tidak menyukai saifu. Dia mencintainya..namun dia belum berani mengatakannya pada saifu..dia masih terlalu malu dan lagi jika saifu tak menyukainya juga, dia takut..persahabatannya akan menjadi renggang.

Maka dari itu..untuk sekarang Ryutaro lebih memilih diam dan terus berada disamping saifu.



``saifuuuu!!!HAYAKU…KAU BISA TELATT!!, ryu sudah menunggumu diluar tuh!! ``, seru ryosuke dari arah ruang makan.

Saifu buru buru menyisir rambutnya , karena terburu buru rambutnya pun masih sedikit berantakan ..namun saifu tak perduli, langsung menuruni tangga rumahnnya dan mengambil bentou yang sudah disiapkan ibunya di meja makan…dia menegak susunya cepat dan menyambar roti selai strawberry yang baru saja akan dimakan oleh kakaknya.

``roti pangganggku!!``, seru ryosuke kesal pada adiknya yang balas menjulurkan lidahnya lalu terburu buru keluar dari rumah.

``ittekimasuuuu….``, seru saifu sambil berlai keluar dari rumahnya.

``itterashai….``
``huwa…ryu..gomen…``, seru saifu sambil berjalan menghampiri ryu yang berdiri di depan paggar rumahnya sambil tersenyum.

``daijobu..sa ikou…``, kata Ryutaro lalu mereka berjalan menyusuri jalan menuju stasiun kereta .

``kita lari saja yuk ryu..``ajak saifu , dia takut terl;ambat lagi sepertinya.

``baiklah..ikou…``, kata Ryutaro lalu menggenggam tangan saifu lalu berlari ke stasiun.



``heee……kau belum kerjakan??``, seru saifu pada ryu yang malah terus memakan bentounya, merka tengah makan siang  di kantin sekolah.

``iya..aku lupa…gomen..``, kata ryu meminta maaf karena dia belum mengerjakan bagiannya untuk kerja kelompok mereka.

``baka…!!!yasudah nanti pulan sekolah kerumahku ya..kita kerjakan..``, kata saifu sambil memakan bentounya.

``hai hai..``, jawab Ryutaro sambil tersenyum memandang wajah kesal saifu yang terus memakan bentounya.




``tadaimaa….``seru saifu sambil masuk kedalam rumahnya.

``ojamashimasu…``, seru ryu yang ada di belakang saifu.


``okaerinasai..are? ryu..kau masih saja mau dekat dekat dengan adikku yang jelek ini…``, kata ryosuke yang muncul dari dalam rumah.

``onii-chan..berhentilah menggodaku…oka-chan mana?``,Tanya saifu sambil melepaskan sepatunya.

``kaa-chan sedang belanja…kau kesini mau apa ryu?``,Tanya ryosuke pada Ryutaro,nampaknya ryosuke masih tetap saja waspada terhadap Ryutaro..mmengingat adiknya adalah seorang perempuan dan ryu itu laki laki.

``kami mau mengerjakan tugas …``, jawab saifu.

``di kamarmu?``,Tanya ryosuke

``dimana lagi?``,Tanya saifu heran pada kakanya ini.

``tidak boleh…``, kata ryosuke membuat saifu memandangnya kesal.

``apa sih..kami hanya mengerjakan tugas saja..apa yang salah?``, Tanya saifu bingung.

``kerjakan di ruang tamu saja..atau di meja halaman oke?``kata ryosuke lagi.

``tapi….``

``baiklah ryosuke-san…ikou fu-chan..``,kata Ryutaro.

``ryosuke..dimana kau meletakkan CD ku??``, Tanya sebuah suara dibelakang ryosuke yang milik seorang laki laki yang berperawakan tak jauh berbeda dari ryosuke..laki laki itu beberapa saat Nampak terpaku menatap saifu.

``ah..gome..itu ada dirumah yuto, daiki…``,kata ryosuke sambil menatap laki laki yang masih saja menatap saifu .

``hoi..daiki!!``, panggil ryosuke lagi menyadarkan lamunan daiki .

``eh..ah..maaf.``, kata daiki itu meminta maaf lalu sesekali menatap saifu yang lalu berjalan melewati ryosuke dan daiki menuju halaman belakang.

``jangan lihat lihat adikku…``, seru ryosuke pada daiki yang sedari tadi mengikuti langkah saifu dengan matanya.

Daiki tersentak,``eh..apa?``, Tanya daiki bingung

Ryosuke menyipitkan matanya.``jangan lihat adikku seperti itu…``, seru ryosuke mals.

``eh..ahaha..aku tak lihat adik mu kok..hahaha..``kata daiki sambil tertawa canggung .




``ryu..bukan begitu..kenapa warna biru ??daun kan warnanya hijau….``, seru saifu heboh melihat tugas menggambar mereka jadi sedikit aneh karena ryu malah mewarnai daun dengan warna biru.

``maa…kita kan btuh variasi..bosan kan melihat daun hanya berwarna hijau saja..``jawab ryu santai yang sukses mendapatkan tamparan di kepala ryu oleh saifu.

``baka!!!serius sedikitlah ryuuuuu~!!``, seru saifu kesal.

``sakit tau….gomen , ``,kata Ryutaro lalu mewarnai lagi gambarnya dengan benar .

``awas kalau kau aneh aneh lagi..``,peringat saifu lalu mulai mewarnai warna biru dengan gradasi putih dan beberapa warna biru lain di bagian langitnya.



``hallo aoi…kenapa? aku dirumah..sama daiki.iya..aku tau …hahaha..baiklah..jya ne…``, kata ryosuke lalu menutup telpon dari pacarnya  tersebut, lalku memandang daiki yang sedari tadi melihat kearah halaman belakang tempat saifu dan Ryutaro tengah mengerjakan tugas mereka dari balik kaca jendela kamar ryosuke yang ada di lantai 2.

``arioka daiki..kubilang jangan –lihat- adikku-- ``, kata ryosuke tepat ditelinga daiki membuat daiki tersentak kaget.

``aku tidak …``

``usotsuki….dia sudah ada yang punya…``, kata ryosuke santai.

``eh?? Hontou?? Dia pacarnya??maksudku laki laki yang sedang bersamanya itu..``,kata diaiki penasaran.

``makanya kubilang ..jangan lihat adikku…``,kata ryosuke.

``tapi..aku , adikku….aku tertarik padanya…``, kata daiki.

Ryosuke menatap daiki tajam,``lupakan …``,kata ryosuke singkat lalu sibuk membaca majalah otomotifnya , daiki mendesah menatap ryosuke lalu kembali menatap saifu dan Ryutaro yang masih berada di halaman belakang.



Ryutaro merasa pandangannya mengabur..kepalanya sedikit pusing,namun tetap berusaha focus dengan gambar di depannya ..dia tidak mau saifu marah marah lagi karena dia tidak serius mengerjakan tugas mereka.

``ryu…kenapa? kau sedikit pucat…``,kata saifu sambil menatap Ryutaro khawatir.

Ryu tersenyum simpul,``daijobu..aku hanya sedikit haus..``, elak Ryutaro.

``eh? Gomen..kuambilkan minum ya…chotto..``,kata saifu lalu berlari asuk kedalam rumahnya mengambilkan minuman untuk Ryutaro.


Ryutaro menatap saifu yang berlari masuk kerumahnya, Ryutaro memgangi kepalanya yang terasa benar benar pusing..sesaat kemudian dia bisa mencium aroma anyir darah di sekitar hidungnya..ryutaro mengusap hidungnya memastikan yang keluar dari dalam hidungnya itu darah atau bukan. Sedikit kaget karena sekarang tangannya dibasahi oleh darahnya.

``RYUUU!!!!``, seru saifu kaget sambil memegang gelas es jeruk ditangannya. Dengan panic saifu menghampiri Ryutaro dan menaruh gelas jjus jeruk tadi di meja..ryutaro terhuyung dengan sigap saifu menangkap tubuh ryu itu.

``ONII-CHANNN!!!ONII-CHANN…!!``, teriak saifu memanggil kakanya. Ryutaro merasa sangat lelah sampai akhirnya yang terlihat hanya gelap saja.






Ryutaro mengerjapkan matanya, dia tengah tertidur di kamarnya sekarang..ryutaro mendesah..palanya terasa aneh sekarang. Dia menatap kesekeliling..sepi. baru ryu akan kembali membaringkan tubuhnya ketika tiba tiba saifu masuk kedalam kamarnya, dibelakang saifu ada ryosuke yang melambaikan tangan kearahnya.

``ryuuuuu~!!``, seru saifu lalumemeluk tubuh Ryutaro yang langsung membeku karena saifu tiba tiba memeluknya.

``ryu?kau taka pa kan??``,Tanya saifu khawatir.

``ah..hai…taka pa, tak usah khawatir begitu…``,kata Ryutaro sambil tersenyum.

``ah ya..ibuku mana?~``,Tanya ryu.

``dia sedang bicara dengan dokter dibawah..``,jelas ryosuke.

``aa sou…``

``ryuu…tugasmu biar kukerjakan…kau istirahat saja ya..``, kata saifu.

``maa..kubilang aku tak apa apa..percayalah..wajahmu aneh sekali saat khawatir.haha..``, ejek ryu sambil mencubit hidung saifu.

``baka…pokoknya kau istirahat saja..``,kata saifu.

``baiklah baiklah…``,jawan Ryutaro akhirnya.







Ryutaro turun keruang bwah saat saifu dan ryosuke sudah pulang..ryu melihat dokter yang tadi memeriksanya baru saja keluar dari rumahnya, ryu langsung menghampiri ibunya untuk menanyakan tentang hasil pemeriksaan dokter tadi.

``oka-chan…aku taka pa apa kan?``,Tanya ryu, ibu ryu menoleh menatap ryu lalu memeluk tubuh ryu yang Nampak bingung dengan sikap ibunya tersebut.

``ryu..``, lirih ibu ryu sambil terisak , membuat ryu tegang.

``ibu…sebenarnya aku kenapa???kenapa kau menangis?``Tanya ryu bingung campur takut akan apa yang dikatan oleh ibunya.

Bukannya menjawab ibunya malah makin terisak.

``ibu..katakan..kumohon..``,lirih Ryutaro.

``leukemia…``

``eh??``

``kau kena leukemia ryu…``,lirih ibu ryu sambil terisak.

Saat itu ryu merasakan dunianya berputar begitu cepat..seolah olah ada lubang besar yang siap untuk melahapnya kapan saja.


Tsu~Zu~ku


aneh??? baiklahhhh~