japan fanfiction

Tampilkan postingan dengan label reon arioka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reon arioka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Agustus 2011

ラブパレード (part 1)


Title    : ラブパレード (part 1)
English title : Love Parade  (part 1)
Author  : Fukuzawa Saya
Type : Multichapter (maybe xD)
Chara :Arioka Daiki (HSJ) , Arioka Saifu (OC) ,Arioka Yume( OC),Hashimoto ryo from Snow Prince Gasshoudan as  Arioka Reon ( OC) ,Yamada Ryosuke ( HSJ), Yamada Aoi (OC) ,Kuramoto Kaoru from Japan ni HI as Yamada Seiji ,Yamada Kineko (OC) , Morimoto Ryutaro (HSJ),Morimoto Saya (OC) , Nakamura reia as Morimoto Shouta , Morimoto Seira (OC)
Rating : PG
Genre: Family, romance , Freindship


Enjoy this fict minna…………



Kediaman Arioka.

‘’  YUME!!REON..HAYAKU..kalian bisa telat lagi…’’,seru Saifu dari arah ruang makan kepada keduaanaknya yang masih saja belum selesai bersiap untuk kesekolah, hampir setiap hari Saifu harus berteriak kepada anaknya yang memang  sulit bangun pagi itu kalau tidak mau mereka terlambat ,

‘’ iya..sebentarrrr ‘’ , seru Yume lalu tak berapa lama terdengar suara langkah kaki Yume berjalan menuruni tangga diikuti langkah kaki yang lebih kecil dibelakangnya yang tentu saja milik adiknya Reon.

‘’ohayouuu…’’seru Yume dan Reon bersamaan ,

‘’ohayou kodomotachi …’’ , balas sang ayah , Daiki yang sudah duduk di bangku meja makan walau terlihat sekali dia masih sangat mengantuk karena dia baru saja pulang jam 3 pagi tadi.

‘’Mama …aku mau bentouku ada sosis guritanya ya Mama ..’’ seru Reon yang kini berusia 9 tahun pada ibunya yang tengah menyiapkan bentou untuk Reon dan Yume , Saifu mengelus elus kepala Reon itu.

‘’un..matte ne..lalu Reon mau kroket juga?’’ Tanya Saifu sambil sediki membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak bungsunya itu.

‘’un…’’,kata  Reon sambil mengangguk

‘’hai…sudah jangan main di dapur ya, makan sarapanmu…’’ ,kata Saifu lalu sedikit mendorong tubuh anaknya itu dari Dapur.

‘’Yume..papa ngantuk…’’ , keluh Daiki sambil menaruh kepalanya di meja makan,

‘’makanya sudah kubilang kan?? Jangan menerima pekerjaan terlalu banayak …’’,kata Yume sedikit acuh tak acuh sambil memakan sarapannya ,

‘’ah..kau ini..aaa, Reon-chan…’’, kata Daiki sambil menarik Reon yang baru saja ingin duduk di bangku meja makannya kedalam pelukannya, memeluk anak bungsunya itu erat.

‘’papa!..lepasin ,aku mau makan…Mamaaaaaaa!!papa nih..``,seru Reon sambil menulet dipelukan Papa nya itu , Saifu hanya geleng geleng kepala dari dapur melihat kelakuan suaminya itu.

‘’Papa lepasin…mamaaaa!!’’ , seru Reon lagi.

‘’Papa..sudah lepasin, kita harus cepat berangkat..ayo Reon makan ‘’.kata Yume lalu membantu Reon melepaskan pelukan Papa nya tersebut lalu mulai memakan sarapannya.

‘’Saifu..mereka benar ankku kan??mereka ini dingin sekali…aku jadi sedih..’’,kata Daiki dengan nada sedikit merengek pada Saifu yang kini tengah menyusun bentou untuk anak anaknya di meja makan

‘’anata…sudahlah, cepat makan yah…kau masih mengantuk ? biar aku yang antar mereka ke sekolahnya..’’,kata Saifu sambil mengusap usap pipi suaminya tersebut.

‘’tidak usah..aku mau mengantar mereka..kalian juga mau diantar Papa kan?’’,kata Daiki sambil menatap anak anaknya,

‘’un…Reon mau diantar Papa..’’jawab Reon dengan suara manisnya, namun Yume masih saja memakan sarapannya tanpa menjawab perkataan Papa nya tersebut.

‘’waaa..Reon…’’ , seru Daiki sambil memeluk Reon yang balas memeluk Papa nya itu sambil tersenyum.

‘’Yume mau dipeluk Papa juga?’’ ,tawar Daiki.

Yume menatap Papa nya tersebut,’’ aku sudah besar Papa…’’,kata Yume vuek.

‘’eh…tapi Papa kan punya Yume…’’,kata Daiki yang lalu memeluk anak gadisnya itu yang Nampak suka tidak suka dengan kelakuannya itu.

‘’Papa aku juga mau dipeluk sama Nee-chan juga..’’kata Reon yang lalu dipeluk Daiki yang kini memeluk Yume dan Reon sekaligus, membuat Saifu yang sedari tadi melihat hal itu tersenyum senyum sendiri.

‘’PAPA!!sudah lepassss….!!``,kata Yume malu , namun Daiki malah mempererat pelukannya itu,membuat Yume mengulat ulat dipelukan Papap nya tersebut.

‘’eehhhhh..kalian terlambat!!!’’ , seru Saifu heboh ketika dia melihat jam di dinding ruang makannya sudah menunjukkan jam 8 kurang lima belas menit .

‘’Ittekimasssuuuuu!!’’seru Reon , Daiki dan Yume panic lalu buru buru keluar dari rumah .

‘’itterashaii..’’, seru Saifu sambil tertawa melihat tingkah keluarganya.



Kediaman Yamada


‘’ Nii-channnn!!cepatlah sedikit..kita bisa telat…!’’ seru Kineko pada Kakakanya yang belum juga selesai makan, Kineko Nampak tidak sabar menunggu kakaknya . Sang Ayah menarik Kineko lalu mendudukkannya di bangku tepat disampingnya.

‘’Kineko..sabar sebentar ya?Nii-chan kan sedang makan…’’, kata Ryosuke , ayah Kineko.


Kineko merenggut,ini hari pertamanya masuk SMP dan dia tak mau terlambat.


‘’apa karena ini hari pertamamu masuk SMP?’’ , tebak sang ayah ,yang tebakannya tentu saja benar..untuk anak yang tepat waktu seperti Kineko..terlambat di hari pertama menjadi murid baru adalah bencana baginya.

Kineko mengangguk, Ryosuke mengelus elus kepala anak perempuannya itu,
‘’ahh..otou-san punya hadiah untuk Kineko, hadiah masuk SMP.’’ ,kata Ryosuke lalu meroggoh kantung Hoddie merahnya ,lalu mengepalkan tangannya di depan Kineko yang Nampak bingung akan hadiah yang ada di genggaman ayahnya tersebut ,

‘’apa ini?’’,Tanya Kineko sambil menunjuk kepalan tangan ayahnya tersebut.

Ryosuke tersenyum ,lalu membuka kepalan tangannya..membuat sebuah kalung perak dengan bandul K, menjuntai dari tangannya.

‘’un..tukku?’’,Tanya Kineko tak percaya,

Ryosuke mengangguk,``tentu saja..semoga kau bisa mendapat masa SMP yang indah ya..lalu belajar yang pintar ne? ..’’kata ryosuke sambil memakaikan kalung tersebut di leher anaknya.

‘’kawaii ne..memang cantik di pakai olehmu..’’kata ryosuke sambil tersenyum.

‘’arigatouu otou-san..’’,kata Kineko sambil memeluk ayahnya yang juga balas memeluk ayahnya tersebut.

‘’ayo kalian berangkat..kalain hampir terlambat…’’.kata Aoi sang ibu yang sudah selesai menyiapkan bentou untuk Kineko dan Seiji dan sudah siap untuk kesekoalh Kineko menghadiri upacara murid baru disekolah Kineko., Seiji juga sudah selesai sarapan.

‘’ikou ikou..Kineko-chan…’’,kata Seiji sambil menarik narik tangan adiknya ke mobil ayahnya yang siap mengantar Kineko dan Seiji kesekolahnya. Ryosuke dan Aoi tertawa tawa melihat tingkah anaknya lalu mengikuti berjalan dibelakang mereka msuk ke mobil.



Kediaman Morimoto


‘’tidak..aku tak mau ada saus di atas omurice ku..’’,seru Seira sambil cemberut kepada kembarannya yang duduk tepat disampingnya sambil memegang sebuah botol saus.

‘’ demo..omurice dengan toping mayonnaise lebih enak kalau ditambah saus kan?,’’ kata Shouta ,sambil akan menuangkan saus ke atas piring Seira yang berisi omurice, Seiora dengan cepat menjauhkan botol saus itu dari depan piringnya.

‘’kau ini..terserahlah..’’,kata Shouta yang akhirnya menyerah lalu menunagkan saus tadi kedalam omuricenya , lalu mulai makan sedangkan Seira nampaknya sudah kehilangan selera makannya.

‘’kenapa tak makan?’’,Tanya Shouta heran melihat kembarannya hanya menatap piring omuricenya,

‘’aku tak lapar..’’

‘’anak anak..ini bentounya…’’, kata Saya sang ibu sambil memberikan kotak bentou kepada dua anak kembarnya itu.

‘’are? Kau tak makan Seira?’’,Tanya Saya heran anaknya ini tak makan sarapannya.

‘’dia tak lapar bu….’’,jawab Shouta.

‘’Seira..cepat makan, 10 menit lagi ibu kembali makanan itu harus sudah kau makan..ibu akan bangunkan ayah dulu..,’’

‘’hmmm…’’,
Seira menatap omuricenya malas, lalu mulai mengaduk aduknya dan mulai menyuap omuricenya kedalam mulutnya, namun tiba tiba saja Shouta menuangkan saus kedalam omurice Seira, Seira menatap Shouta kesal sedangkan Shouta tersenyum jahil.

‘’ Shou-chan..aku kan sudah bilang..’’

‘’nee-chan..cobalah dulu..nih aa…’’,kata Shouta lalu menyodorkan sendok berisi omurice didepan mulut Seira, Seira awalnya malas namun akhirnya memakan juga omurice tersebut.

‘’enak kan?’’,Tanya Shouta, Seira mengunyah omurice itu, ternyata apa yang dikatan Shouta memang benar..rasa omuricenya jadi lebih enak .

‘’enak kan’’, Tanya Shouta lagi sambil tersenyum membuat mau tak mau Seira ikut tersnyum.

Seira mengangguk, ‘’yah..ini enak kok…’’,kata Seira sambil tersenyum.


‘’anak anak..ayo berangkat..’’, kata Ryutaro yang baru saja keluar dari kemaranya diikuti Saya dibelakangnya ,

‘’Ittekimasuuu’’,seru Shouta dan Seira berbarengan .

‘’ittekimasu  saya..aku ada kerjaan siang nanti jadi kau belanja sendiri ya?’’,kata ryu setelah mencium pipi Saya sekilas

‘’baiklah..itterashaii..’’



‘’iya aku tau Papa…sudahlah..dadah Reon..’’,kata Yume lalu turun dari mobil Papa nya setelah mencium pipi Papa dan adikknya yang lalu langsung meninggalakan kawasan sekolahnya.Yume baru saja akan memasuki gerbang sekolahnya ketika dia mendengar seseorang..tidak, dua orang yang memanggil namanya membuatnya sontak menoleh melihat dua orang yang tadi memanggilanya..siapa lagi kalau bukan si kembar Morimoto yang buru buru keluar dari mobil ayahnya lalu berlari menghampiri Yume.

‘’Ohayou Yume..’’,sapa si Kembar Morimoto

Yume tersenyum menatap anak kemabr yang selalu bersama itu, ‘’ Ohayou Shou-chan, Seira-chan ‘’,kata Yume lalu mereka berjalan memasuki kawasan sekolah, baru beberapa meter melangkah..terdengar suara lain dibelakang mereka memanggil manggil nama mereka bertiga membuat mereka bertiga sontak menoleh dan menadapati Yamada Seiji tengah melambaikan tangan sambil berlari kearah mereka.

‘’ohayou minna…’’seru Seiji sambil tersenyum.

‘’ohayou sei-chan..’’, balas mereka bertiga berbarengan lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka yang memang sama, mereka selalu satu kelas dari sejak mereka SD sampai sekarang mereka kelas 2SMA.





‘’ohayou minna-san…’’,seru  miura sensei yang baru saja masuk kelas pagi ini untuk mengajar

‘’ohayou gozaimasu sensei…’’, seru murid serempak.

‘’oh ya minna-san..untuk pelajaran eigo hari ni saya akan membagikan menjadi beberapa kelompok..1 kelompok terdiri dari 2 orang, tugas kalian mencari sesuatu yang menurut kalin menarik ..’’kata Miura sensei ,lalu mulai melihat absen yang ada ditangannya.

‘’baiklah..saya akan mulai membagi kelompoknya, hmm..Yamada Seiji-san dengan Morimoto Seira-san ‘’

‘’ehhh..aku ingin dengan Shouta saja..’’,keluh Seira ,

‘’Seira-chan jangan begitu’’, kata Shouta sedikit berbisik pada kembarannya yang kini merenggut dibangku sebelahnya ,namun tak memprotes lagi keputusan Miura sensei itu.

Shouta tersenyum simpul ,lalu kembali melihat kea rah Miura sensei ..sedikit terkekeh melihat tingkah Yume yang sedikit lucu ,lalu Shouta benar benar kembali melihat kearah Miura sensei.

‘’Arioka Yume-san kau dengan..’’,kata Miura sensei sambil melihat absen siswa, entah kenapa Shouta sedikit waswas Yume akan berpasangan dengan siapa

‘’semoga bukan laki laki..’’, piker Shouta dalam hati.

‘’Morimoto Shouta-san kau berpasangan dengan Yume Arioka..’’,





Tsu~Zu~Ku


anehhhhhhhhh ih..hahaha

Kamis, 09 Juni 2011

fanfict - yume no otoutou

Tittle: yume no ototou
Chara : Daiki Arioka (HSJ) , Saifu Arioka(OC) , yume Arioka (OC) , Reon Arioka (OC) .
Oneshot~
That`s the next part of yume no papa :D ..hahahaha….


``adik?``, Tanya yume dengan nada tidak percaya pada kedua orang tuanya yang tersenyum kearahnya. Mereka tengah sarapan pagi sekarang.
``un..yume mau adik tidak?``Tanya saifu pada yume yang kini tampak berfikir, untuk anak umur 7 tahun sepertinya mungkin berfikir adalah hal paling membosankan.
``tapi…``
``nanti yume bisa main sama adik yume..``kata daiki pada anak perempuan kecilnya yang kini wajahnya ditekuk.
``gak mau`` seru yume masih dengan wajah ditekuk.
``eh?kenapa??``Tanya daiki bingung.
``kan aku udah bilang..papa sama mama Cuma punya yume, kalau ada adik nanti papa sama mama lebih sayang sama adik ``, seru yume dengan wajah ditekuk dan dengan nada kesal . saifu beradu pandang dengan daiki. Saifu menggeleng kearah daiki, tapi daiki seakan berkata `oh ayolah..aku akan membujuknya..`, pada saifu yang lalu hanya menggedikan bahunya seolah mengatakan `terserahlah`.
``yume-chan..``
``papa!!!aku kan bilang gak mau!!ya berarti yume gak mau!!udah ah..aku mau berangkat, papa ayo cepet nyalain mobilnya.`` seru yume lalu langsung mengamit tas sekolahnya, daiki menghela nafas lalu menggandeng tangan yume masuk kemobilnnya dan mengantar yume pergi kesekolah.
``pokoknya yume gak mau adik!``seru yume sambil melipat tangannya di dada sambil cemberut duduk dijok mobil samping bangku kemudi , daiki menghela nafas tak ingin membuat anak perempuannya lebih kesal ..apalagi masih pagi hanya diam sambil menjalankan mobilnya kesekolah yume.


``kenapa lagi kau?``Tanya hikaru saat mereka tengah break latihan, daiki menghela nafas..member JUMP yang sudah duduk membentuk lingkaran siap mendengar cerita daiki.
``kenapa?yume lagi?``tebak yabu , daiki sedikit mengangguk.
``emangnnya yume-chan kenapa?``Tanya Ryutaro penasaran.
``itu..aku dan saifu ingin anak laki laki…tapi yume gak mau punya adik..lalu aku harus bagaimana?``kata daiki dengan nada pasrah , dia tau yume gampang marah seperti dirinya , daiki menghela nafas panjang sedangkan yang lain tampak berfikir.
``coba anakmu anak kembar laki laki dan perempuan seperti shouta sama seira…,pasti tidak akan repot begini ne ryu?``kata yabu pada Ryutaro yang hanya mangut manggut sambil tersenyum.
``shouta sama seira sekelas sama yume-chan kan ya?``Tanya yabu lagi , Ryutaro mengangguk.
``hei..kenapa malah ngomongin si kembar morimoto sih? Masalahku dulu dong…``protes daiki.yang lain terkekeh . yabu menepuk pudak daiki yang hanya diam dengan wajah berfikir.
``kalau kau ingin akan laki laki..buat saja. Kalau nanti sudah ada..yume pasti akan berbalik menyanyangi adiknya itu..percayalah``kata yabu sambil tersenyum.
``eh? Hontou? Kalau dia marah bagaimana?``Tanya daiki lagi.
``sudah tenag saja..dia pasti akan mengerti.``kata hikaru, seolah mendapat pencerahan daiki tersenyum senang .
``waa…arigatou minna..``kata daiki sambil tersenyum senang.
``ahahaha…yasudah ayo cepat latihan lagi``kata yabu lalu mereka mulai latihan lagi , walau yang ada dalam benak daiki adalah jika dia punya anak laki laki saja .


``yume-chan..benar gak mau punya adik?``Tanya saifu lagi pada yume , sekarang mereka sedang makan malam diruang makan rumah kediaman arioka tersebut..daiki menatap yume berharap jawabnnya akan berbeda dengan yang tadi pagi. Yume menaruh sumpitnya , cemberut mentap ibunya.
``mama..yume kan udah bilang gak mau..ya berarti aku gak mau!``seru yume lagi,lalu beranjak dari bangkunya dan dengan kesal masuk kedalam kamarnya dilantai 2. Saifu menghela nafas.
``sudahlah daiki…tunggu saja sampai dia benar benar setuju..``, kata saifu sambil mengangkat mangkuk nasi bekas yume dan beberapa piring lauk yang sudah kosong lalu memasukkannya kedalam bak cucian piring.
``mau sampai kapan??oh..ayolah fu…``, kata daiki membujuk saifu yang tengah mencuci piring.saifu tidak menjawab, lalu menaruh cucian terakhir piringnya kedalam rak piring lalu mengeringkan tangannya dengan handuk.
``aku tidak mau dia marah dai-chan..``kata saifu sambil duduk di bangku disamping daiki. Daiki mengenggam kedua tangan saifu,
``oh..ayolah fu…nantinya dia juga akan senang punya adik..yah..ayo..``bujuk daiki lagi , saifu tampak berfikir.daiki beranjak dari duduknya , lalu masuk ke kamarnya. Daiki marah. Saifu tau..daiki orang yang keras kepala, sekali dia ingin.. ya berarti itu harus didapatkannya. Saifu menghela nafas panjang.
``ah..merepotkan…``gumam saifu pelan, lalu memilih membiarkan saja dulu daiki sebentar.saifu membereskan meja makan ,mencucinya lalu beranjak masuk kekamarnya ..namun sebeleum itu dia masuk kedalam kamar yume..mendapati yume sudah tertidur pulas di kasurnya, saifu tersenyum..lalu keluar dari kamar yume . baru berbalik dia mendapati daiki tengah menatapnya , daiki menyudutkan saifu didinding.
``dai-chan…jangan…``kata saifu sambil mendorong tubuh daiki yang terlalu dekat dengannya , bukannya menjauh tubuh daiki malah main mendekat dengan tubuh saifu ..dengan kedua lengannya daiki menarik saifu kedalam pelukannya , sedikit menunduk mensejajarkan wajahnya dengan wajah saifu lalu daiki mencium saifu dalam.
``dai-chan..hen..``, belum sempat menyelesaikan kalimatnya daiki kembali mencium saifu dengan lebih bernafsu. Saifu berusaha mendorong tubuh daiki, namun daiki malah langsung mengangkat tubuhnya dan masuk kekamar mereka yang memang ada disamping kamar yume lalu daiki merebahkan tubuh saifu dikasur mereka..daiki tidak memberikan kesempatan saifu untuk melawannya, tangan daiki mem buka baju saifu.
``dai-chan!!yamette yo…``kata saifu yang kini hanya memakai pakaian dalamnya dengan posisi daiki berada diatasnya.daiki menatap saifu.
``fu..ayolah..aku yakin yume akan mengerti..yah..jadi kau diam saja.``kata daiki lalu mencium lagi bibir saifu.
``dai-chan..aku gak tanggung pokoknya kalau yume marah``kata saifu akhirnya, daiki tersenyum mengangguk.
``iya..wakatta…``kata daiki lalu menciumi leher saifu yang lalu menarik wajah daiki ..lalu mencium bibir daiki dalam.(gila gila!!!!!!saya makin erooo!!!xD)



2 month later

``tadaima…``seru yume sambil masuk kedalam rumahnya di belakangnya ada 2 temannya. Morimoto shouta dan morimoto seira.
``okaeri…eh, shouta? Seira?``jawab saifu lalu tersenyum kearah anaknnya dan 2 anak kembar teman yume.
``konnichiwa oba-chan…``seru si kembar manis.
``wa…kawaiii``seru saifu , si kembar hanya tersenyum manis kearah saifu.
``oka-chan..shouta sama seira mau disini dulu sampai mama atau papa nya datang jemput..soalnya dirumah mereka gak ada orang.mama mereka lagi ada kerjaan katanya..``jelas yume, saifu mengangguk angguk mengerti lalu mempersilahkan masuk si kembar anak Ryutaro morimoto , yang kebetulan seumuran dengan yume dan lagi mereka juga sekelas.
``kalian mau minum apa?``Tanya saifu ramah.
``apa ya? Seira-chan mau apa?``Tanya shouta kepada seira kakak kembarnya.
``emangnnya shou-chan mau apa?``Tanya seira balik kepada shouta.
``mama aku mau jus jeruk saja..shou-chan sama sei-chan jus jeruk aja yah..ayo ke kamarku..``kata yume yang lalu pergi kekamarnya diikuti oleh si kembar morimoto yang berjalan bergandengan tangan. Saifu tersenyum lalu pergi kedapur mengambil jus jeruk dan beberapa cemilan lalu mengantarkannya kekamar yume.


``tadaima…``seru daiki yang baru saja pulang.lalu masuk kedalam rumahnya .
``ojamashimasu…``seru suara lain dibelakang daiki.
``okaeri..ah..ryu, kau mau jemput anakmu?``Tanya safu , Ryutaro mengangguk.
``maaf merepotkan..Saya sedang ada pekerjaan..jadi tidak ada orang dirumah.``jelas Ryutaro , saifu mengangguk.
``daijobu daijobu…mereka sedang makan malam, kalian sudah makan?``Tanya saifu, Ryutaro dan daiki mengangguk.
``kita ngobrol dulu saja yuk ryu..``kata daiki , ryu hanya mengangguk lalu mereka mengobrol diruang tamu rumah daiki.


``papa!!``seru shouta dan seira berbarengan sambil berlari menghampiri ryu yang sedang duduk mengobrol dengan daiki.
``papa``seru si kembar lagi sambil meghambur kepelukan ryu yang tersenyum kearah mereka.
``aku mau pulang pa..ngantuk..``seru seira.
``iya..aku juga``sahut shouta , ryu mengangguk.
``kami pulang dulu ya..maaf merepotkan..dah yume-chan..``kata ryu sambil mengusap kepala yume yang tersenyum.
``dah yume-chan~..``seru si kembar berbarengan,lalu ryu dan anaknya beranjak pulang.
``tuh..lihat…emangnya yume gak mau punya adik kayak seira?``Tanya daiki, yume cemberut.
``ih..papa apaan sih?udah ah..yume mau tidur…``kata yume yang baru saja hendak berbalik mendengar suara sesuatu pecah dari arah dapur, daiki langsung menghampiri sumber suara itu dan menemukan saifu yang berjongkok di lantai sambil memegangi perutnya.
``ukhhh….``
``fu? Dousta?..fu ..fu..``anggil daiki , yume sudah menangis melihat ibunya yang terlihat kesakitan.
``fu..fu ,kau kenapa?``Tanya daiki dengan nada khawair sambil menatap saifu.
``aku mual…ukhh…``kata saifu yang lalu langsung berlari kekamar mandi. Daiki menyusul saifu kekamar mandi ,yume juga mengikuti daiki namun sambil menangis, daiki menusap usap leher saifu yang muntah muntah.
``sudah merasa lebih baik?``Tanya daiki saat saifu tengah membasuh mulutnya dengan air keran, saifu mengangguk. Daiki tersenyum, saifu hanya tersenyum simpul menatap daiki sedangkan yume masih saja menangis. Saifu menghampiri  yume yang menangis lalu memeluk yume yang lalu balas memeluknya.
``mama….``seru yume sambil terisak, saifu tersenyum.
``mama gak papa kok..hanya saja..``
``un?``
``yume akan punya adik…``kata saifu , tangis yume berhenti berganti dengan wajah bingung,
``ehhh????``



``huh!!yume kan udah bilang yume gak mau punya adik!!``seru yume kesal sambil melipat tangannya di depan dada saat mereka sekeluarga tengah sarapan pagi,saifu hanya tersenyum berslah kearah yume yang cemberut.
``gomen ne yume…``kata saifu dengan nada bersalah.
``huh…``
``yume..jangan marah ya..``kata daiki membujuk yume , yume menatap daiki.
``papa…``
``iya?``
``papa janji ya…papa tetep punya yume walaupun nanti yume punya adik``kata yume, daiki tersenyum mengangguk.
``hai..wakatta…``kata daiki sambil tersenyum, yume tersenyum lalu menghambur kepelukan ayahnya yang balas memeluknya.
``lalu kapan adiknya yume lahir pa?``Tanya yume polos, daiki dan saifu terkekeh.
``ya tunggu 9 bulan lagi yume..``kata daiki sambil mencubit pipi anaknya gemas.
``eh?kok lama banget?9 bulan tuh sampai kapan pa?``Tanya yume polos.daiki tersenyum.
``sabar ya…sekarang adik yume masih tidur di perut mama..``kata daiki sambil mengelus perut saifu yang tersenyum kearah daiki dan yume , yume mengusap usap perut ibunya lembut dengan wajah kagum.
``adik…cepat lahir ya…``kata yume sambil tersenyum , daiki dan saifu pun ikut tersenyum kearah yume yang masih mengusap usap perut saifu.






``reon~…``panggil yume sambil menusuk nusuk sesososk bayi yang tengah setengah tertidur dipelukan ibunya yang tengah duduk di kasur rawatnya, beberapa jam yang lalu saifu berjuang demi anak laki lakinya yang kini tengah setengah tertidur di pelukannya. Daiki tersenyum amat senang hari ini sembari mengelus lembut pipi anak laki laki kecilnya tersebut lalu mentap saifu sambil tersenyum.
``yume senang punya adik?``Tanya saifu, yume menagngguk senang.
``lucu…reon lucu``kata yume sambil mencium pipi adiknya yang mengulat di pelukan ibunya.
``sini kugendong fu…``kata daiki sambil merentangkan lengannya hendak mengambil alih tubuh reon dari pelukan saifu.
``JANGAN!!``seru yume tiba tiba.
``eh? Kenapa?``Tanya daiki bingung.
``reon punya yume..papa nanti aja gendongnnya..yume masih mau liat in reon kayak gini``kata yume , daiki terkekeh.
``loh? Katanya yume gak mau adik..berarti reon punya papa dong..``kata daiki.
``eh!!gak…papa kan punya yume..papa udah janji kan??``Tanya yume polos dan lagi lagi membuat daiki terkekeh pelan. Daiki mencium pipi yume dan reon bergantian.
``papa memang punya yume kok..dan sekrang…yume juga punya reon..``kata daiki, yume tersenyum lalu mengangguk.
``reon ..reon..cepat besar ya..agar nanti kita bisa bermain bersama..``kata yume dengan suara manisnya, daiki mengelus elus kepala yume sedangkan saifu hanya tersenyum bahgia menatap keluarganya yang kini sudah lengkap.
``reon wa..yume no otoutou ne..papa?``Tanya yume polos, daiki dan saifu mengangguk.yume tersenyum senang. Yume kini menjadi kakak ..keluarga arioka sudah lengkap dan nantinya yume dan adiknya reon akan menjaga satu sama lain  dan saling menyangi layaknya seorang kakak dan adik.




owariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii~..ahhh..ini gak bagus kayaknya :(..demo komen yaaa~