japan fanfiction

Tampilkan postingan dengan label aoi kujyou. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aoi kujyou. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

[FANFIC] After We Know Our Feelings (story 1)


Title : After We Know Our Feelings (story 1 )
Chapter : One
Rating : PG
Author : Fukuzawa Saya & Kujyou Aoi
Idea : Fukuzawa Saya & Kujyou Aoi
Type : Multichapter
Genre : Romance Freindship, high school life
Fandom : JE
Starring : Chinen Yuri (HSJ), Arioka Daiki (HSJ), Nakajima Yuto (HSJ), Suzuki Saifu (OC), Miura Aoi (OC), and some other chapter.


“Lagi-lagi peringkat 2”, keluh seorang gadis berambut panjang sambil menatap sebuah papan pengumuman peringkat tengah semester itu.

“Aoi! Ohayou . . eh? Kenapa cemberut gitu?” seru seorang gadis berambut ikal panjang yang baru saja berada di sampingnya, perempuan bernama Aoi itu mendesah.

 “Saifu . . . aku ke kelas dulu ya” kata Aoi yang baru saja akan beranjak pergi namun lengannya langsung di tahan oleh Saifu.

“Chotto . . aku lihat peringkatku dulu”, Saifu menatap papan pengumuman itu.

“ Tidak naik ataupun turun, tetap peringkat 4” gumam Saifu pelan.

“Ah . . tetap peringkat 3”, seru seseorang di belakang Saifu & Aoi membuat mereka sontak menoleh ke belakang dan mendapat Nakajima Yuto berdiri lengkap dengan senyumnya yang biasa.

“Ohayou . .  Fu-chan, Aoi-chan”, sapa Yuto sambil tersenyum

“Ohayou”

“Ah Daiki, ohayou . . “, sapa Yuto saat melihat sosok Daiki berjalan mendekati mereka sambil menguap malas.

“Ohayou minna”, sapa Daiki, lalu menatap sekilas papan pengumuman itu “Peringkat 5, tak buruk juga”, kata Daiki malas.

“Oh Chinen, ohayou”, seru Saifu saat melihat sosok Chinen yang tengah berjalan ke arah mereka.

“Ohayou minna” serunya ramah.

“Ohayou”

Chinen melihat papan pengumuman sekilas, lalu menatap ke empat temannya. “Kenapa diam disini? Ayo ke kelas!”, kata Chinen.

“Baiklah, ikou!”, kata Daiki. Lalu mereka berlima berjalan beriringan menuju kelas mereka.



Mereka berlima memasuki ruang kelas yang bisa di bilang luas dan mewah, kelas itu memang hanya dihuni oleh mereka berlima, mereka anak dari 5 orang terkaya di negeri mereka, yaitu Jepang.

 Mereka berlima memang khusus di didik untuk menjadi penerus perusahaan masing-masing keluarga.

 Ruang kelas di isi oleh 5 bangku untuk mereka berlima ditambah 1 meja guru, papan tulis, dan tentu saja di setiap meja di sediakan 1 buah laptop.

 Mereka tak hanya kaya, tapi juga pintar.

 Terbukti dengan nilai ujian mereka yang selalu masuk lima tertinggi di sekolah mereka, yang memang termasuk sekolah elit di Jepang.

“Hari ini kelas bahasa perancis ya?”, tanya Yuto pada Daiki yang duduk di sebelahnya, Daiki yang setengah tertidur itu menopang wajahnya dengan tangannya hanya bergumam malas menjawab pertanyaan Yuto.

“Bicara apa sih kau Dai-chan?”, keluh Yuto lalu menatap Chinen yang tampaknya sibuk dengan iPadnya, lalu menatap Aoi yang tampaknya juga sibuk dengan laptopnya, Yuto mendesah.

 Mereka memang selalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Mereka memang teman sejak kecil, tapi toh mereka tak seakrab kelihatannya, karena mereka sendiri sibuk mempersiapkan diri mereka untuk menjadi pewaris perusahaan orang tua mereka yang tentu saja terus bersaing untuk menjadi perusahaan nomor satu.


“Yuto-kun, nande?”, tanya Saifu sambil tersenyum menatap Yuto membuat Yuto tersadar dari lamunannya.

“eh? Ah . . iie”

“Hontou ka?” tanya Saifu lagi

Yuto mengangguk, “ Ehm . . anou . . Saifu”

“Ehm?”

“Habis ini bahasa perancis kan?” tanya Yuto

Saifu terkekeh pelan, mengangguk. “Un, kukira kau gelisah kenapa”, kata Saifu sambil terkekeh.

 Yuto tersenyum menatap Saifu.

Gadis yang sejak dulu entah kenapa meninggalkan kesan tersendiri, sejak pertama kali mereka bertemu di acara pesta di rumahnya saat dia berumur enam tahun, dan kebetulan ketika itu Saifu juga ada di pesta itu, bukan hanya Saifu, tapi juga Daiki, Aoi, dan Chinen.

Pesta itu awal dari pertemuan mereka berlima, tapi tidak bagi Saifu dan Daiki yang memang sudah kenal dari mereka masih sangat kecil, karena mereka bertetangga.

Yuto ingat bagaimana dulu dia hanya bisa tersenyum sambil berdiri di samping ayahnya yang menyambut para tamu. Yuto ingat saat pertama kali melihat seorang gadis umur 6 tahun dengan gaun putih panjangnya selutut, juga bando berpita putih kecil yang sangat pas di kenakannya, gadis ini berdiri di samping Daiki Arioka. Dengan sikap protektifnya berdiri di samping Saifu sambil memegang lengan gadis itu.

“Hajimemashite, Saifu Suzuki desu” seru Saifu sambil tersenyum manis.

“Wah . . Suzuki-san, anak perempuanmu manis sekali, dan itu anak laki-lakimu?” tanya ayah Yuto sambil menunjuk Daiki

 Daiki menggeleng “Arioka Daiki desu, aku di minta ayahku datang kemari karena otou-san sepertinya akan sedikit telat”, kata Daiki tenang

“Oh, anak Arioka-san, dia memang sibuk sekali ya, ah ini anak ku Nakajima Yuto, Yuto perkenalkan dirimu!” perintah ayah Yuto

“ Ah, hai”, seru Yuto malu, terlebih lagi Saifu menatapnya sambil tersenyum.

“Aku Nakajima Yuto desu, yoroshiku”, seru Yuto malu-malu

“Yoroshiku Yuto-kun”, seru Saifu

“Yoroshiku”, kata Daiki pelan.


“YUTO!!” teriakan Daiki sontak membuat Yuto tersadar dari lamunannya, yang lain menatap mereka berdua sekilas, lalu sibuk kembali kepada pekerjaan mereka masing-masing.

“Eh? Kenapa Dai-chan?”, tanya Yuto bingung

“Kau aneh sekali habisnya, kenapa melamun?”, tanya Daiki. Yuto menatap Saifu yang sedang mengetik sesuatu di handphonenya sekilas, tersenyum, lalu menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa kok”, kata Yuto singkat.

“Dasar aneh”,gumam Daiki pelan yang baru saja ingin melanjutkan tidurnya itu, namun guru bahasa perancis mereka sudah masuk kekelas, Daiki berdecak kesal, sedangkan yang lain nampak sudah siap menerima pelajaran hari ini. Yuto melirik Saifu lewat ekor matanya, lalu tersenyum menunduk.

“Mata ashita minna-san”, seru guru bahasa inggris yang mengajar jam terakhir di kelas.

“Mata ashita sensei’, seru yang lain bersamaan menjawab sapaan guru tersebut, lalu sibuk membereskanbarang mereka.
Yuto menatap teman-temannya yang nampak melihat jadwal mereka hari ini di iPad mereka, Yuto ingin mereka lebih dekat dan akrab, bukan hanya menjadi teman sejak kecil dan teman sekelas saja. Yuto ingin mereka berlima menjadi sahabat, Yuto tersenyum, lalu menatap teman-temannya yang baru saja akan beranjak meninggalkan kelas.

“Minna!”, seru Yuto, membuat empat orang temannya kini menatapnya bingung.

“Bagaimana kalau sekarang kita pergi, ke cafe atau ke manapun, main setelah pulang sekolah, bagaimana?”, tawar Yuto

“Eh?”

“Bagaimana?”, tanya Yuto lagi

“Gomen, aku harus les”, kata Aoi dengan wajah seakan meminta maaf pada yuto.

“Maaf ya, aku duluan aku hampir telat”, kata Aoi lalu bergegas pergi.

“Aoi . . chotto “, Yuto berusaha menahan Aoi, namun Aoi sudah berlari pergi.

“Aku juga tak bisa, aku harus ke perusahaan ayahku”, kata Chinen

“Lain kali mungkin, aku duluan”, kata Chinen lalu pergi meninggalkan kelas.

“Daiki?” Yuto menatap Daiki penuh dengan harap.

 Daiki menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, “Aku sih mau saja tapi, aku ada les kepribadian bersama Saifu hari ini”

“Ah hai, gomen ne Yuto-kun, lain kali aku dan Daiki pasti ikut”, kata Saifu

Yuto tersenyum miris,”Baikilah . .”, gumam Yuto dengan nada yang kecewa. Saifu tersenyum, menepuk pundak Yuto, Yuto menatap Saifu yang tersenyum ke arahnya.

“Jangan sedih ne? Lain kali aku janji, tapi sebelumnya kita janjian dulu ya? Jangan mendadak seperti ini”, kata Saifu

“Un wakatta”, kata Yuto mengangguk

“Saifu ayo! Kita tak mau dapat omelan karena telat lagikan?”, kata Daiki sambil melihat jam di tangannya.

“Ayo!”, seru Daiki sambil menarik lengan saifu

“Mata ashita Yuto . . “, kata Saifu sambil berlalu pergi bersamaan Daiki yang masih memegang lengannya erat.

Yuto sendiri menatap siluet gadis yang perlahan hilang menjauh dari pandangannya bersama seorang pemuda yang menggenggem erat lengan gadis itu.

Tsuzuku ~
HAHAHAHAHAHAHAAAHAAH
CHINEN YURI KEREEEEEEEENNN
YAMADA RYOSUKE JUGA KEREEEEEEEEEEEENNNNNNNN....... ß si Aoi Kujyou histeris sendiri - -

Mari dikomen minna, kalo jelek bilang ajah yaa~ <3 

Minggu, 08 Januari 2012

[FANFIC] Why Did I Fall In Love with you (story 1)


Title: Why did  I fall in Love with you?(Story 1 )
Author : Fukuzawa Saya
Type: Minichapter (maybe)
Chapter : One ~
Ratting :PG
Genre : Romance *^^*
Starring : Saifu Suzuki (OC), Baro (B1A4 ), Daiki Arioka (HSJ) , Aoi kujyou (OC) , Wazuka Arishima(OC), and some othe charcter
Diclaimer : I DON`T OWN ALL CHARACTER .hohohohohohoh….Oh ya, alur maju mundur nih,hahahahaha enjoy minna



“Fu..daijobu ka?”

Gadis bernama Saifu Suzuki yang sedari tadi duduk melamun sambil memangku kotak bentou di pangkuannya di atap sekolah mendongak , menatap kedua sahabatnya Wazuka dan Aoi yang menatapnya dengan pandangan cemas.

Saifu tersenyum simpul , “daijobu…”, gumamnya pelan sambil menunduk menatap kotak bentounya yang tak ia sentuh sama sekali.

Wazuka menyentuh pundak Saifu,”kau tak baik – baik saja kan? Tak usah berlagak kuat seperti itu Fu..”, kata Wazuka, Saifu tak bisa lagi berbohong .

Ditambah lagi hatinya yang begitu sakit, dia ingin sekali menangis . Tapi air matanya tak mau keluar , ya..Saifu memang type yang sangat sulit untuk menangis bahkan di saat dia ingin sekali menangis seperti sekarang.


Disaat dia baru saja berpisah  dari laki –laki yang sangat dia sayangi.





Saifu mengernyitkan dahinya , mencoba mencerna pelajaran bahasa Inggris siang ini. Pelajaran terakhir untuk hari ini, dan sumpah demi apapun Saifu benar-benar tak mengerti dengan materi yang disampaikan oleh Yamaguchi- sensei . Cara mengajarnya memang sulit dimengerti.

Wazuka yang duduk disamping Saifu sama saja, dia juga ta mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Yamaguchi –sensei, itu kenapa sedari tadi mereka hanya mencoret –coret buku mereka dengan gambar yang tak jelas.

“Wazuka…kau mengerti tidak ?”,Tanya Saifu sambill menatap Wazuka yang sibuk mencoret –coret bukunya tak jelas.

“hah? Apa?”, Wazuka menatap papan tulis,”maksudmu pelajarannya? “

Saifu mengangguk.

“jangan bercanda Saifu, kau tau kan aku sama sekali tak mengerti pelajaran bodoh ini”,kata Wazuka malas.

Saifu menggedikkan bahunya ,lalu hanya menopang kepalanya dengan tangannya sambil membolak-balik halaman buku bahasa inggriisnya.

“boleh aku duduk disini?”

Saifu dan Wazuka mendongak menatap seorang laki-laki, laki-laki yang baru saja pindah ke kelas mereka beberapa hari lalu. Dan dia sekarang meminta izin untuk duduk di bangku tepat di depan Saifu yang memang kebetulan kosong.

“silahkan saja..”,kata Saifu dan Wazuka cuek.

“Arigatou…”, kata Laki-laki itu lalu duduk dibangkunya,

“hai…aku Baro..”, laki laki bernama Baro itu menatap Saifu dan Wazuka ramah sambil mengulurkan tangannya.

“Saifu Suzuki desu..”, kata Saifu sambil menjabat tangan Baro.

“Wazuka Arishima desu…”, Wazuka bergantian menjabat tangan Baro yang tersenyum ramah .

“anou ne..boleh aku pinjam buku cetak Bahasa Inggrismu? “,Tanya Baro sopan, dia murid baru dan tentu saja tak punya buku cetak .

“un…”, Saifu memberikan buku cetaknya .

“Arigatou..apa tak apa aku pinjam buku ini?”,Tanya Baro lagi.

“yah..tak apa, lagipula aku bisa lihat punya Wazuka..”,kata Saifu santai.

“ah ya..nanti aku pinjam buku catatan bahasa ingrismu ya..”, kata Baro lagi.

“un..”

“oh ya..dimana rumah kalian?”

Saifu dan Wazuka saling pandang, lalu menyebutkan alamat mereka .

Baro mengangguk angguk mengerti, dia memutar tubuhnya kedepan , lalu tiba-tiba menghadap kebelakang lagi.

“dimana rumah kalian?”,tanyanya lagi .

“Ha??”

Hari itu Saifu dan Wazuka berfikir, pasti anak baru ini gila. Karena dia terus bertanya hal yang sama berkali kali ditambah lagi dia berkata bohong kepada Saifu dan Wazuka tentang dirinya.

“jangan sampai kita terlibat lebih jauh dengannya..”, bisik Saifu dikuping Wazuka.

“un..wakatta..”,jawab Aoi, sambil melirik Baro yang masih menatap mereka berdua sambil terkekeh pelan.

Bel pulang tak lama setelah itu berbunyi, Saifu dan Wazuka segera membereskan barang – barang mereka . Baru saja Saifu ingin berjalan keluar dari kelas dengan Wazuka, Baro  menahannya.

“kenapa?”, Tanya Saifu bingung.

“Mana buku catatan bahasa inggrismu, aku pinjam…”

“kenapa gak daritadi sih? “, Saifu terpaksa membuka lagi tas nya, dan mengambil buku catatan bahasa unggrisnya,” kore…jangan lupa dikembalikan, oh ya…kau sudah punya jadwal pelajaran?”

Baro menggeleng sambil memasukkan buku bahasa inggris Saifu ke dalam tasnya.

“Sebutkan nomer telponmu, nanti kukirimkan jadwal pelajaran..”, Kata Saifu sambil mengambil keitainya di saku bajunya.

“000-090- 234….”

Saifu memencet nomer Baro dikeitainya ,lalu memencet send,”sudah kukirim…aku duluan ya..jyaa..”

“un..jyaa…”,kata Baro sambil tersenyum kearah Saifu.



“Sudahlah Saifu ..jangan sedih lagi, aku yakin kau akan dapat yang lebih baik darinya…,kenapa kau tak kembali pada Daiki saja?”,kata Wazuka dari sebrang telpon.

Saifu menggosok gosok rambutnya yang basah sehabis mandi ,” wakatta , demo gak semudah itu…kenapa aku harus kembali pada Daiki? Kau tau kan..aku tak menyukainya.”, kata Saifu sambil menghela nafas.

“Saifu baka, Daiki sangat mencintaimu kau tau? Bukannya dia sangat menyukaimu, bahkan sejak kalian kecil kan? Bahkan waktu itu dia rela memutuskan pacarnya demi kembali padamu Saifu..tapi setelah itu kau malah memutuskannya lagi dengan alas an yang gak jelas gitu…”, kata Wazuka sedikit marah.

“mau gimana lagi? Aku gak bisa pacaran dengan orang yang gak aku cintai..”

“tapi dia sangat mencintaimu kan?”, kata –kata Wazuka seolah menghakimi Saifu.

“aku tak bisa Wazuka..sudahlah , ne? aku juga tak tau..kenapa aku bisa jatuh cinta den gan orang seperti dia..”,lirih Saifu.

“aku sampai sebal, padahal kau kan keras kepala dan egois …baru kali ini sejak kita berteman 2 tahun lalu, aku melihatmu menangis karena seorang laki-laki…”

“hahahahaha…kau kira aku tak punya hati Wazuka?”, kata Saifu Sambil terkekeh

“tapi tetap saja..ah sudahlah, aku mau makan . sudah ya Fu..jyaaa~..lupakan saja Playboy itu..”,kata Wazuka lalu menutup sambungan telponnya.

Saifu menghela nafas, entah kenapa hatinya bisa begitu sakit hanya karena seorang laki-laki yang bahkan mungkin sekarang tak peduli lagi padanya.

Hatinya sesak setiap kali mengingat orang itu, orang yang sudah mengajarinya banyak hal.

“….kenapa arah mata anginnya salah?..”



From :  Baro

Hai Saifu , jadwalnya terima kasih ya ^^

Saifu yang tengah tidur-tiduran di kasurnya sambil memeluk boneka pinguinnya  menatap pesan dari Baro itu, lalu mengetik balasannya.

From : Saifu

Douita …^^

From : Baro

Kau sedang apa?

From : Saifu

Hanya tidur-tiduran sambil memeluk boneka penguin ku ^^*

From : Baro
Wa..aku mau jadi boneka penguin mu , biar bisa dipeluk

From : Saifu
Apasih kau ini??

From: Baro
Hahahahaha….oh ya, mana yang akan kau pilih pergi ke tempat yang kau suka tapi dengan orang yang gak kau suka , atau pergi ke tempat yang biasa aja tapi sama aku?

From : Saifu
Hm…kalaupun pergi ketempat yang aku suka, tapi kalau dengan orang yang kau suka pasti jadinya gaenak juga. Jadi lebih baik pergi ke tempat yang biasa saja deh .

From: Baro
Sou ka..kalau begitu , lain kali mau jalan denganku?

From: Saifu
Hahahaha..tapi kau yang bayar semuanya.

From : Baro
Eh???curang.hahahahaha…tapi apa kau tak punya pacar?

From Saifu
Iimasen~..jangan jangan malah kau yang punya?nanti aku dibunuh pacarmu ~.~

From: Baro
Yatta~…aku juga gak punya kok

Semalaman itu Saifu entah kenapa merasa senang saling bertukar pesan dengan Baro, Saifu sendiri tak tahu apa maksud Baro . Yang dia tau entah kenapa hatinya terasa begitu senang.



“ kenapa kau maksa duduk bertiga bersama kami sih? Sempit kan?”, kata Wazuka sedikit sebal sambil menatap Baro yang akhir –akhir ini terus menempel pada Saifu.
“memangnya kenapa sih? Aku kan hanya ingin berteman..”,jawab Baro enteng.

Saifu sendiri nampak tak begitu peduli dan tetap memakan bekalnya,tiba –tiba sesuatu memegang pinggang Saifu

Dan itu ternyata adalah tangan Baro, Saifu menatap Baro bingung sedangkan Wazuka yang duduk di antara Baro dan Saifu menatap mereka berdua bergantian,”apa aku mengganggu kalian berdua?”, Tanya Wazuka.

“hah? Apa sih??”, wajah Saifu entah kenapa menjadi merah padam, sedangkan Baro hanya terkekeh kekeh pelan.

“awas kalau macam-macam sama Fu..”, ancam Wazuka.

“sip…”, jawab Baro enteng.

“apasih kalian berdua?”, Tanya Saifu malu . Tapi Baroo tak juga melepaskan rangkuannya dipinggang Saifu ,

“Fu..cium aku…”, kata Baro tiba-tiba

“ ha???”

“ih..jangan, enak saja kau…kalau kau jadi pacarnya baru kuiizinkan..”, kkata Wazuka

“eh? Kita kan memang sudah pacran kan Saifu?”, Tanya Baro sambil menatp Saifu.

“ ha? Sejak kapan?”,Saifu gelagapn,”dia bohong..”, seru Saifu

Membuat Wazuka dan Baro terkekeh pelan menatap wajah Saifu yang salah tingkah.







Tsuzuku..aneh banget setelah lama gak bkin FF ndiri .hahahaahaha
please leave a comend <3

Sabtu, 27 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part6 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 6)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Waruiiiiiiiiiiiiiiiiii….hahahahah


  Daiki sudah hampiri 15 menit berdiri di depan pintu rumah keluarga Yamada, jarinya sebenranya sedari tadi sudah bersiap untuk memnecet bel rumah itu, namun dia masih ragu. Dia meremas pegangan kantung yang dia bawa, lalu akhirnya memencet bel rumah tersebut.

Ting Tong..

Rabu, 24 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part 5 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 5)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family , Agstßfav genre xD

Loh loh loh???makin aneh deshouuuuuuuuuuuuuuu

Part five ~` `~)o


Sejak hari itu Saifu tak pernah membalas e-mail dari Daiki, Daiki sendiri hampir setiap hari mengiriminya email..namun tak pernah digubrisnya.Saifu baru saja kelaur dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya, dia menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah, baru dia mengarahkan hair dryer itu ke kepalanya ketika dia mendengar sebuah email masuk kedalam keitainya.Saifu mengambil keitainya , melihat dari siapa email itu.

From : Arioka Daiki
Subject : hmm

Perasaanku atau apa ya?kok akhir akhir ini kau selalu menghindariku?apa aku salah padamu?atau apa?


Saifu mengigit bibir bawahnya, mengetik cepat balasan untuk email Daiki itu.

From: Saifu-chan
Subject : re : hmm

Iie…aku hanya ..hmm..sibuk. ahh..maaf, aku harus mengerjakan tugasku.
Oyasumi.


Setelah itu Saifu langsung men turn off keiatinya,terlalu mals untuk menanggapi balasan email dari Daiki lagi,Saifu merebahkan tubuhnya itu di kasurnya , menatp langit langit kamarnya. Enath apa yang dipikirkan oleh aifu yang pasti malam itu, dia terus memikirkan sesuatu didalam otaknya.




“Ryo..”,panggil Aoi sambil berlari kecil di lorong universitasnya menghampiri kekasihnya yang sontak menghentikan langkahnya dan menatap kekasihnya itu yang tengah berlari kearahnya.

“dousta?”,Tanya Ryosuke bingung.

“dari tadi aku terus memanggilmu..kenapa tidak dengar sih??”,Tanya Aoi kesal.

“ah..”, Ryosuke Nampak bersalah,”gomen..”kata Ryosuke .

Aoi menatap kekasihnya itu, “kau kurang tidur ya Ryo?apa yang terjadi..?”,Tanya Aoi.

Namun Ryosuke tak menjawab ,

“soal..Saifu dan Ryutaro lagi?”,Tanya Aoi.

“bukan..ini soal Daiki..”,kata Ryosuke membuat Aoi mengernyitkan dahinya bingung.

“Daiki??memangnya dia kenapa?”Tanya Aoi bingung.

“ayo kekantin..kuceritakan disana..”,kata Ryosuke lalu menarik lengan kekasihnya itu yang makin bingung dengan sikap Ryosuke.




“berhenti bersikap begitu Fu..”, kata Ryutaro sedikit jengkel pada Saifu yang terlalu protektif kepadanya itu, Ryutaro merasa kesal..bahkan hanya untuk membawa tumpukan buku yang harus dikembalikannya ke perpustakan sekolahnya saja Saifu memaksa membawa buku buku tersebut, dia merasa Saifu terlalu berlebihan .

“sudahlah..”,kata Saifu lalu masuk kedalam ruang perpustakan diikuti Ryutaro dibelakangnya.



“HAH??”, seru Aoi kaget setelah Ryosuke menceritakan tentang Daiki yang bersikeras mendekati adikknya walau dia tau Saifu sudah bersama Ryutaro.

“makanya ..aku pusing sekali, kau tau kan?dia itu seperti apa?”,kata Ryosuke jengah mengingat sikap Daiki yang keras kepala jika menginkan sesuatu.

“lalu bagaimana?”,Tanya Aoi,
“tak tau…aku sudah cukup pusing memikirkan adikku..”,kata Ryosuke sambil menatap kearah lain.



“pulang nanti kita main basket..ya?”tawar Ryutaro pada Saifu , sudah lama rasanya Ryutaro tidak bermain basket bersama Saifu, Saifu terlihat menimbang nimbang.

“kenapa??”,Tanya Ryutaro bingung karena tak biasanya Saifu berfikir dulu jika diajak main basket,”kau..khawatir aku akan tumabang kan?”,tebak Ryutaro.

Saifu menagngguk.

Ryutaro menghela nafas,”kau membuatku kesal setiap kali kau cemas berlebihan..Saifu..”, Ryutaro memegang kedua pipi Saifu menatap gadis itu,”aku ingin melihatmu yang ceria..aku rindu melihatmu yang sedang bermain basket..aku tak akan apa apa ne?”kata Ryutaro lembut.

Saifu tersenyum”baiklah..”



“Daiki..kau harus benar benar berhenti atau kau akan kuhajar..”,ancam Ryosuke saat lagi lagi Daiki dating kerumahnya, Aoi juga ikut untuk berjaga jaga jika Ryosuke lepas kendali.

“Ryo..aku gak macam macam kok..tenang saja..”,kata Daiki santai.

Ryosuke menatap Daiki , menghela nafas jengah.Mereka sedang duduk di sofa ruang tamu rumah Ryosuke,


“tadaima..”, seru Saifu yang baru saja pulang.

“Okaeri..” seru Ryosuke dari arah ruang tamu,

“ah..ada tamu ya..konnichiwa..”, sapa Saifu ramah sat melihat ada Daiki dan Aoi juga di ruang tamu rumahnya bersama dengan kakaknya.

“yo Fu-chan..kenapa tak pernah balas email ku?”,Tanya Daiki langsung.

“eh..gomen..”,hanya itu yang keluar dari mulut Saifu,”hmm..aku tinggal ya..”,kata Safu berbalik ingin kekamarnya , Ryutaro menunggunya untuk bermain basket bersama hari ini, namun tangan Daiki sudah menahan lengan Saifu yang sontak menatap Daiki.

“kau mengindariku kan?”,kata Daiki.

“ah..maaf..aku harus pergi..”,kata Saifu berusaha melepaskan cengkraman tangan Daiki itu.

“jawab aku…kau menghindariku kan? Kenapa??aku salah padamu?atau apa?”,seru Daiki dengan sedikit kesal.

“DAIKI!!”, benatk Ryosuke ,lalu melepaskan cengkraman tangan Daiki di lengan Saifu.

“KENAPA??!APA AKU SEJAHAT ITU ?HAH??jawab!!aku menyukai Adikkmu!!aku salah???”,bentak Daiki sambil menunjuk Saifu saat mengatakan dia menyukai Saifu, Saifu terbelalak kaget mendengar perkataan teman kakaknya tersebut.

Ryosuke menghantamkan pukulannya ke wajah Daiki itu,Daiki terdiam setelah wajahnya dipukul oleh Ryosuke.

“Aoi…bawa Saifu kekamarnya..”, perintah Ryosuke, Aoi yang masih shock melihat Ryosuke memukul Daiki terdiam Nampak tak mendengar perkataan Ryosuke”, AOI!!”,

Aoi tersadar , baru dia akan menghampiri Saifu..tapi Saifu malah berlari pergi kelua dari rumahnya.



Ryutaro sudah menunggu Saifu didepannya rumahnya, terkaget meihat Saifu yang keluar dari rumahnya dengan terburu buru, namun masih memakai seragamnya.

“Saifu?dousta?”,Tanya Ryutaro bingung.

Saifu menggeleng.wajahnya Nampak takut.

“Fu..kau kenapa?”,Tanya Ryutaro lagi.

“Fu-chan!”, seru Aoi memanggil Saifu, Ryutaro semakin bingung saja menatap kekasih Kakak Saifu itu yang berteriak memanggil Saifu tapi Saifu malah mengajak Ryutaro pergi dari depan rumahnya tersebut..Tak ada pilihan lain, Ryutaro mengikuti saja Saifu itu.





“Fu-chan sebenarnya kenapa?”,Tanya Ryutaro bingung,

“Ryu..teman kakak bialng..”, kata Saifu pelan.

“ya?”

“dia menyukaiku…”,kata Saifu lirih.

Ryutaro sedikit tercekat ,

“aku tak mau..aku tak mau kau salah paham, aku kira dia tak punya maksud lain padaku selain berteman..ternyata..”

Ryutaro menghela nafas..dia sudah mengira Daiki itu menyukai Saifu.

“maa ne..daijobu yo Fu-chan.dia bebas menyukaimu ne? jangan terlalu dipikrkan ya?”,kata Ryutaro.

“tadi..Nii-chan memukulnya..aku baru pertama kali melihat Nii-chan memukul orang, aku hanya kaget saja..”,jelas Saifu.

Ryutaro tersenyum , maa..kalau begitu ayo..”,kata Ryutaro sambil mengulurkan tangannya.

“kemana?”

“ikut saja yuk..”,kata Ryutaro lalu menggenggam tangan Saifu dan membawanya kesebuah tempat.


“maaf ..”,kata Ryosuke kepada Daiki yang sedang mengompress pipinya yang bengkak karena dipukul Ryosuke dengan Es.

“aku juga..aku lepas kendali tadi..”,kata Daiki.

“kau boleh menyukainya..tapi,jangan sekarang..tapi mungkin ..suatu hari nanti aku mungkin akan memohon padamu untuk menghibur adikku..”,kata Ryosuke sambil menunduk.

Daiki dan Aoi menatap Ryosuke yang tetap menunduk itu.




“Game center??”,kata Saifu bingung , Ryutaro membawanya kesebuah game center, Ryutaro tersenyum lalu menarik tangan Saifu masuk ke dalam game center.

Ryutaro membeli banyak koin untuk bermain game di game center itu,

“ayo main..”,ajak Ryutaro.

Saifu tersenyum ,lalu mengangguk. Mereka bermain berbagai macam permainan di game center itu, dan sekarang mereka berdiri disbuah game ..game memasukkan bola basket ke ringnya.

“mau bertandiing?”,tawar Saifu.

Ryutaro tersenyum ,”ayo..”,kata Ryutaro lalu tersenyum.

Koin dimasukkan, bola bola basket mulai keluar dari tempatnya..dengan sigap Ryutaro dan Saifu menshoot bola bola tersebut kedalam ringnya , beberapa masuk..bebarapa tidak.

“aku gak mau kalah..”,seru Saifu saat melihat poinnya hanya 30 sedangkan Ryu 50, Ryutaro terkekeh..lalu melanjtkan lagi memasukkan bola basketnya kedalam ring . Kepala Ryutaro tiba tiba pusing, dia memgang kepanya tersebut..Saifu yang sadar Ryutaro tak lagi melemparkan bolanya kedalam ringmenoleh menatap Ryutaro ,

“Ryu!!kau tak apa??”,seru Saifu panic.

“aku tak..apa ..” Darah segar mengalir dari hidung Ryutaro. Membuat Saifu semakin panic, dan orang orang di game center itu menatap kepada Ryutaro dan Saifu itu.

Ryu merasa kepalnaya benar benar sakit, ditambah lagi bau anyir yang keluar dari hidungnya itu..dengan setngah sadar dia menatap wajah Saifu itu yang terlihat panic.

“Ryu!!.Ryu!bertahanlah..!”, seru Saifu , Ryutaro merasa beberapa orang mulai mengerubuninya ..ribut menolongnya..setelah itu semuanya menjadi gelap.dan yang terakhir dilihat Ryutaro adalah wajah Saifu yang sedang menangis itu.




“Ryuu…sudah merasa lebih baik?”,Tanya Saifu begitu Ryutaro membuka matanya saat malam.Ryutaro mengerjap erjapkan matanya.

“doko?”,Tanya Ryutaro.

“byouin…”,jawab Saifu.

“sou..”,


Tiba tiba Ryutaro mendengar Suara isakan yang keluar dari mulut Saifuyang menunduk.

“kenapa …kau menangis?”,Tanya Ryutaro lirih.

“aku takut!!kau membuatku panic!!”,seru Saifu sambil terisak.

Ryutaro menatap Saifu lirih ,

“gomen ne..”,lirih Ryutaro.

Saifu mengusap air matanya, mendekat ke Ryutaro..lalu memeluk tubuh Ryutaro erat, dan Ryutaro membalas pelukan Saifu itu.

“kau harus selalu sehat Ryu..”, lirih Saifu kembali terisak.

Ryutaro tersenyum,”un..wakatta..”



Bulan demi bulan dilewati Ryutaro dirumah Sakit , demi menghambat atau menyembuhkan virus penyakitnya itu..Saifu setiap hari dating berkunjung..bahkan sekarang..saat liburan musim dingin yang seharusnya dihabiskan di tempat ski untuk bermain ski , snowboard atau hanya sekedar bermain bola saju atau pergi ketempat lainnya ..malah dihabiskan Saifu dan Ryutaro dirumah sakit. Ryutaro bilang, kalau Saifu ingin dia bisa pergi jalan jalan bersama teman temannya yang lain dan tak usah mengkhawatirkannya..tapi Saifu bilang, jangan bodoh ..mana mungkin aku bersenang senag tanpanya.

Ryutaro sedikit banyak bersyukur ada Saifu bersamanya, karena Saifu walau dia merasa kesakitan dia pasti akan berusaha tersenyum demi tidak membuat wajah gadis itu berubah cemas apalagi menagis.


“aku ingin main snowboard..”,keluh Ryutaro sambil melihat keluar jendela ruang rawatnya itu, salju turun tadi malam membuat halaman rumah sakit berubah putih karena tertumpuk salju. Saifu menatap Ryutaro.

“apa?”,Tanya Ryutaro bingung Saifu menatapnya begitu.

“tunggu sampai kau benar benar sehat..lalu kau boleh main snowboard sesukamu”,kata Saifu lalu mengupaskan sebuah apel untuk Ryu.

“kau ikut ya nanti?”,kata Ryutaro.

“muri!gak mungkin..”,kata Saifu.

Ryutaro mengernyitkan dahinya,”memangnya kenapa?”,Tanya Ryutaro.

Saifu menatap Ryutaro,”aku kan gak bisa main snowboard atau ski..”,jelas Saifu lalu kembali mengupas apel.

Ryutaro terkekeh pelan,”hmm..lalu..”,

“kenapa?”,Tanya Saifu.

“Ayo kencan denganku saat natal..”, ajak Ryutaro sambil tersenyum .


Saifu meniup telapak tangannya yang kedinginan, hari ini dia akan kencan dengan Ryutaro . sebenarnya bisa saja Saifu dan Ryutaro langsung saja pergi bersama, namun Ryutaro bilang dia ingin janjian bertemu saja..agar seperti orang pacaran sungguhan,  Ryutaro sebenarnya belum boleh meninggalkan rumah sakit, namun Ryutaro bersikeras..akhirnya orang tuanya mengizinkan.

Saifu menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri,namun belum juga menemukan sosok Ryutaro , Saifu mencoba bersabar..samapai tiba tiba sebuah tangan menutup matanya, membuatnya sontak menoleh dan mendapati Ryutaro tengah tersenyum kearahnya.

“sudah lama?maaf aku sedikit telat..”,kata Ryutaro meminta maaf.

Saifu menggeleng,”daijobu..aku pun baru dating..”,kata Saifu.

Ryutaro tersenyum, lalu menggenggam tangan Saifu yang dingin,”ah..kau tak pakai sarung tangan..”,kata Ryutaro,lalu melepaskan sarung tangan yang dipakainya di tangan kananya, lalu memakaikannya di tangan Saifu, sebalah tangan Saifu lagi digenggamnnya dan ditaruhnya dikantong jaketnya.

“begini jadi hangat kan?”,kata Ryutaro sambil tersenyum ,

Saifu tersenyum ,”arigatou ne..”

“un..nah ikou..”,kata Ryutaro ..lalu mereka memulai kencan mereka.




Tsu zu ku..

anehhhhhhhhhhhh!!HUWAHAHAHAHA ..*diculik Daiki. :*

Minnaaa.....yang kemaren abaikan aja..kemaren ada bag yg gak ke post T.T..udah ku post ulang nihhh :3

hope you like it however this is a fail Fict xD

Hatsu Koi no Omoide (part 4 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 4)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family , Agstßfav genre xD

Part four~


“hei kalian sudah dengar?”, seru sebuah suara dari arah segerombolan perempuan di pojokan kelas yang tengah  berbincang bincang, jam sudah menunjukkan jam pulang sekolah , namun ada beberapa anak yang belum juga pulang seperti segerombolan perempaun itu.

“ehhh..apa?”,Tanya sebuah suara lain.

“itu..Ryutaro ,katanya dia masuk rumah sakit karena leukemia…”, seru si perempuan tadi menjawab pertanyaan temannya.

“ehhhh??maji?”,seru teman teman perempaun tadi bersamaan.

“un..aku dengar saat tadi di ruang guru para guru tengah membicarakannya..kalau kau tak percaya, Tanya si Saifu saja..dia kan dekat sekali dengan Ryu..”,kata perempauan tadi sambil menggedikkan dagunya kearah Saifu yang baru saja ingin pulang, Saifu nampaknya mendengar hal itu dan malah mempercepat jalannya meninggalakn teman –teman sekelasnya itu dengan wajah kesal.



“dasar brisik!mau tau saja urusan orang..”, gumam Saifu kesal.




“hey Ryo..”, sapa Daiki yang berjalan menghampiri Ryosuke yang tengah duduk di salah satu bangku kantin kampusnya , di depannya es kopinya dibiarkannya saja , sampai es dalam kopinya mencair, meninggalakn jejak jejak air embun dari daam gelas es kopinya itu.

Ryosuke menoleh menatap Daiki, hanya tersenyum simpul kearah sahabatnya itu.

“kau kenapa? Hari ini kau aneh..”, kata Daiki sambil duduk disamping Ryosuke lalu membuka laptopnya , menatap layar laptopnya itu dengan serius Nampak tengah mengechek laporannya.

“betsuni..” ,kata Ryosuke pelan , membuat Daiki mengalihkan pandanganya itu kesahabtanya, lalu menutup laptopnya.

“kenapa sebenarnya..tak biasanya kau begini, ada sesuatu yang terjadi?”,Tanya Daiki penasaran.


Tak ada jawaban dari mulut Ryosuke itu, hanya diam saja .

“oh ya…bagaimana dengan adikmu?hari ini dia ada dirumah tidak?”,Tanya Daiki lagi, Ryosuke menatap sahabatnya itu.

“Daiki..yamerou,bisakan jangan bicarakan adikku terus??”, kata Ryosuke ketus.

“memangnya kenapa sih? Apa aku sejahat itu sampai sampai hanya dekat dengan adikmu saja aku tak boleh?”,kata Daiki kesal dengan sikap Ryosuke yang tau tau membentaknya,

“sudahlah..”, kata Ryosuke lalu beranjak pergi meninggalkan Daiki,

“dasar Ryo…”,kata Daiki ,”eh..ini kan keitai Ryo..”,kata Daiki saat melihat keitai Ryosuke yang tergeletak begitu saja di meja tempat tadi Ryosuke duduk.

“hmmm…”, Daiki menatap keitai Ryosuke itu, “aku minta email adikmu taka pa kan Ryo?”,gumam Daiki pada dirinya sendiri, lalu sambil tersenyum-senyum membuka daftar kontak di keitai Ryosuke itu, mencari nama Saifu di kontak Ryosuke.

“imotou-chan..ah, ini dia..”, gumam Daiki saat menemukan email Saifu dan nomer telpon Saifu juga, dengan cepat Daiki menyalin email dan no telpon Saifu itu.

“Saifu-chan..”,ketik Daiki di keitainya menamai no kontak Saifu ,lalu tersenyum memandang kontak Saifu yang kini berada di keitainya.

“DRTTTTTTTTT…”, Daiki sedikit terlonjak kaget saat tiba tiba saja keitai Ryosuke bergetar, tanda ada email masuk. Daiki tanpa sengaja memencet tombol di keitai Ryosuke samapi email itu terbuka ,dan ternyata email itu dari Saifu.

“eh..aduh..aku tak sengaja..”,gumam Daiki,”eh..Rumah sakit?”, kata Daiki sambil melihat isi email Saifu yang mengatakan hari ini dia akan kerumah sakit.
“siapa yang sakit ya? Apa..Saifu?”, gumam Daiki, lalu tanpa berfikir lagi dia pergi kerumah sakit, untung saja  di email  Saifu tadi dia  menuilskan nama rumah sakitnya .



“Ryu..”,panggil Saifu sambil berjalan menghampiri Ryutaro yang tengah bersender di kasur rawatnya sambil membaca sebuah buku, Ryu tersenyum kearah Saifu itu.

“Fu-chan…kau kemari?”,kata Ryutaro, Saifu duduk di bangku sisi kasur rawat Ryu.

“un..sudah merasa lebih baik?”,Tanya Saifu,

Ryutaro mengangguk,”un…”, Ryutaro mengangguk,”tak usah khawatir..ne?”, kata Ryutaro sambil tersenyum.

Saifu tersenyum,”Ryuu…”,panggil Saifu pelan.

“ya?”

“tentang ..ano…hmm, saat di bianglala itu..itu ..benar?”,Tanya Saifu ragu ragu.

Ryutaro tersenyum,”tentu saja..memangnya menurutmu aku bercanda?”,Tanya Ryutaro.

Saifu menggeleng cepat, “bukan begitu hanya saja..”

“tapi,,aku tak bisa terus menjagamu..maka dari itu, lupakan saja..”,

Saifu menatap Ryutaro,”apa maksudmu..”, Tanya Saifu dengan sedikit bergetar menatap Ryutaro yang menatap kearah luar jendela.

“aku tak akan bisa selalu bersamamu…”,lirih Ryutaro pelan.

PLAKK.

Ryutaro menatap Saifu yang berlinang air mata, sebuah tamparan mendarat di pipi Ryutaro .Saifu yang menamparnya.Ryutaro terperangah menatap Saifu itu,

“BAKA!!!janganbicara seperti itu!!kau akan sembuh !!dan kita akan terus bersama !!!jangan katakana hal bodoh lagi…”,kata Saifu sambil terisak .

Ryutaro tak tau harus berbicara apalagi, dia juga sebenarnya tak mau..tak pernah mau berpisah dengan Saifu dengan alas an apapun ,sekalipun dengan alas an penyakitnya itu, namun Ryutaro merasa tak berdaya..karena penyakitnya yang terus merusak tubuhnya itu.

“jangan bicara seperti itu lagi..onegai yo..”, lirih Saifu sambil terisak isak.

Ryutaro menatap Saifu, lalu menarik tubuh gadis itu kedalam peluaknnya..memeluk tubuh gadis itu erat.

“gomen…gomen ne..”, lirih Ryutaro .

Saifu terisak isak didalam pelukan Ryutaro yang sangat erat itu, seolah tak ingin melepaskan tubuh gadis itu.

“maaf…aku..akan selalu bersamamu..”lirih Ryutaro walau dia tak tau, apa dia akan menepati janjinya itu atau tidak. Hanya berharap ada keajaiban yang menghampirinya.
Daiki melangkahka kakinya memasuki sebuah gedung rumah sakit..sedikit bingung, dia berhasil sampai di gedung rumah sakit ini..tapi, dia kan tak tau kamar rawat Saifu atau siapapun yang membuat Saifu sekarang ada dalam gedung rumah sakit ini.

“biar kutanya resepsionis…”, gumam Daiki lalu melangkahkan kakinya kearah meja resepsionis.

“ano…”

“ada yang bisa saya bantu..?”,Tanya salah satu perempuan yang ada di resepsionis.

“maaf..saya mencari ruang rawat milik Yamada Saifu ..”, kata Daiki.

“maaf..anda siapanya ?”,Tanya resepsionis itu lagi.

“ah..aku teman pasien..”,jelas Daiki,

“ah baik..”,kata si resepsionis lalu mencari nama Saifu di dalam computer.

“maaf..nama yang anda cari tak ada disini..”kata si resepsionis.

“eh..benarkah?..kalau begitu, terimaksih..”,kata Daiki lalu meninggalkan meja resepsionis itu,


Daiki baru saja hendak berjalan keluar rumah sakit, ketika ia melihat sosok Ryosuke berjalan di lorong rumah sakit, berjalan kearah ruang rawat seseorang..Daiki akhirnya mengikuti Ryosuke itu,dan nampaknya Ryosuke tak sadar tengah dibuntuti oleh Daiki itu, Ryosuke berdiri didepan sebuah kamar rawat, Nampak tak jadi masuk sesaat setelah dia melihat kearah dalam lewat jendela yang ada di pintu, Ryosuke menoleh dan mengernyitkan dahinya melihat Daiki yang salah tingkah karena kepergok oleh Ryosuke itu.

“kenapa kau disini?”, Tanya Ryosuke sambil menatap Daiki tajam.

“ano..itu aku…”,kata Daiki salah tingkah.

“itu keitaiku kan?”,kata Ryosuke sambil menunjuk keitainya yang ada di tangan Daiki.

“eh..iya itu, aku ingin mengembalikan itu padamu..”,kata Daiki sambil memberikan keitai Ryosuke.

Ryosuke menyipitkan matanya menatap Daiki,lalu membuka keitainya dan melihat pesan masuk,”kau baca emailku??”,kata Ryosuke.

“eh..gomen itu..”

Ryosuke menghela nafas, lalu menarik tangan Daiki kedepan kamar rawat tampat dia berdiri tadi,”lihatlah..dan, jangan menganggunya lagi..”,kata Ryosuke membuat Daiki mengernyitkan dahinya bingung namun tetap melihat kearah dalam kamar rawat itu ,lalu kaget melihat Ryutaro dan Saifu yang tengah berpelukan erat itu.



“Ryu sakit…dia sakit parah, jadi..tolong jangan ganggu mereka..ne?aku benar benar memohon padamu..seperti yang kau lihat Daiki…mereka saling menyukai.jadi kuharap kau bisa mengerti..”,kata Ryosuke lagi.

“Ryu itu..sakit apa?”Tanya Daiki.

“leukemia…”,jawab Ryosuke singkat membuat Daiki sontak menatapnya .

“Maji??”

“un…”

Daiki menatap kearah ruang rawat itu lagi, mungkin jahat..tapi yang ada didalam pikirannya dia malah merasa punya harapan untuk bersama Saifu itu.



“Saifu sudah malam..pulanglah…”,kata Ryutaro.

Saifu Nampak enggan , namun Ryosuke sudah menunggunya diluar.

“aku akan kemari lagi besok…mata shita ne..”,kata Saifu lalu mencium pipi Ryutaro sebelum akhirnya keuar dari ruang rawat Ryutaro itu.

Ryutaro tersenyum , enatah sampai kapan dia bisa tetap meliaht wajah Saifu itu, Ryutaro menghela nafas..menatap langit malam yang terasa sangat kelam itu.





1 months later

“apa?kenapa kau tak mau kemo??”,Tanya Saifu bingung saat mengantar Ryutaro kerumah sakit, harusnya hari ini Ryutaro kemoterapi pertamanaya, namun Ryutaro menolak.

“Ryu!!jawab dong..ayo..cepat kau harus kemo..”,kata Saifu sedikit memaksa sambil menarik narik tangan Ryu.

“Fuu….aku tak mau..”, tolak Ryu.

“memangnya kenapa sih??”, Tanya Saifu heran

“aku akan botak..aku tak mau begitu..”,kata Ryutaro pelan.

“ha?”

Ryutaro menatap Saifu, “ingat?kau bilang kau benci laki laki yang botak kan?maka dari tiu ..aku tak mau ikut kemo yang bisa membuat aku botak..”.kata Ryutaro sambil memandang kearah lain.

Saifu sedikit tecengang mendengar alas an Ryutaro itu,

“hahahahaha..dasar bodoh..”, kata Saifu sambil terkekeh pelan.

“kenapa kau tertawa sih?”,Tanya Ryu bingung.

Saifu tersenyum ,lalu memegang kedua pipi Ryutaro itu dengan kedua tangannya,”Ryutaro-kun..aku akan suka pamu apapun yang terjadi..sekalipun kau botak..ne?lagipula..kau bisa pakai topi kan untuk menutupi kepala botakmu nanti.hahaha..”,kata Saifu sambil terkekeh kekeh pelan.
Ryuutaro cemberut,”tapi tetap saja aku..”

“Ryu..ini demi kesembuhanmu loh…ya.?ayolah..kumohon..”,kata Saifu setengah merengek.

Ryutaro menghela nafas, lalu mengangguk,”baiklah..”,kata Ryutaro.

“hahaha..ikou ikou..”,kata Saifu sambil menarik narik Ryu ke ruang kemoterapinya.Ryutaro tersenyum menata gadis yang tengah menarik tangannya itu, karena gadis itu..dia mempertahankan hidupnya..demi bisa terus melihat gadis itu dia harus menjalani semua ini.

Saifu menunggu Ryutaro sambil duduk di bangku rumah sakit, sambil memain mainkan keitainya..menatap inbox emailnya yang didominasi oleh nama Ryutaro itu..dan ada satu nama lagi yang mengisi sedikit ruang di kotak meilnya tersebut..kontak milik Daiki Ari ioka yang akhir akhir ini sering mengirimnya email.Saifu tak ingin berfikir aneh tentang teman kakanya yang akhir akhir ini sering mengirimnya email itu, dia menganggap Daiki itu hanya ingin bertmen dengannya tanpa ada maksud lain , karena dia sudah bersama Ryutaro sekarang.

Saifu hanya diam sambil menunggu Ryutaro di lobi rumahsakit, sampai seseorang menyentuh pipinya dengan sekaleng the dingin..membuatnya sontak menoleh dan mendapati Arioka Daiki tengah tersenyum kearahnya.

“Arioka-san..”

“yo Fu-chan..”,kata Daiki lalu duduk dibangku sebelah Saifu lalu memberikan The kaleng ke Saifu yang mengucapkan terima kasih .

“mengantar Ryu ya?”,Tanya Daiki

Saifu mengangguk sambil menegak The kalengnya, Daiki mengangguk angguk mengerti.
“biar kutemani..”,kata Daiki .

“eh..tapi ini akan lama sekali..aku sendiri menungggu Ryu juga taka pa kok..”,tolak Saifu karena merasa tak enak dengan Daiki.

Daiki menggeleng ,”iie..lagipula aku tak ada kerjaan ..lebih baik aku menemani mu kan?”,kata Daiki berbohong, sebenarnya hari ini dia harus baito tapi dia malah kerumah sakit untuk bertemu Saifu itu.

“hmm…”

“sudahlah tak apa..ne?”,kata Daiki sambil tersenyum.

“arigatou.,..”,kata Saifu sambil tersenyum,



Ryutaro berjalan menyusuri lorong rumah sakit, setelah kemoterapi tadi..dia merasa sangat lelah maka dari itu dia ingin cepat cepat pulang . Ryutaro terus berjalan , namun tiba tiba dia hanya berdiri di tempatnya memandang ke satu titik..ya, Ryutaro melihat Saifu dan seorang laki laki yang tak dikenalanya tengah berbincang bincang..entah kenapa, sesuatu didalam tubuh Ryu seperti terbakar..dia cemburu,dia tak mau Saifu didekati oleh laki laki itu..siapa pun dia. Ryutaro melanjutkan jalannya mengahampiri Saifu.

“Ryuu..kau sudah selelsai?bagaimana?”,Tanya Saifu sambil berjalan menghampiri Ryutaro sedangkan Daiki tetap dibangkunya memperhatikan gerak gerik Saifu yang berjalan menghampiri Ryutaro yang terus melihat kearah Daiki.

“dia..siapa?”,Tanya Ryutaro sambil menunjuk Daiki.

Saifu menoleh melihat siapa orang yang ditunjuk oleh Ryutaro itu, “oh..itu teman Nii-chan..Daiki Arioka..dia yang juga menolongmu saat kau pingsan dirumahku, ingat kan saat kita sedang mengerjakan tugas kita itu?”,kata Saifu .


“oh…”

Daiki kini berjalan menghampiri Saifu dan Ryutaro.

“Daiki Arioka desu…”,kata Daiki memperkenalkan diri.

“Ryutaro Morimoto desu..terima kasih sudah menolongku waktu itu..”,kata Ryutaro sopan ,namun Nampak waspada dengan Daiki ini karena dia mencium ada maksud lain Daiki ini mendekati Saifu.

“ah..tidak, sudah kewajibanku untuk menolongmu…”,kata Daiki .

“Ryuu..kau namapak lelah sekali…kita langsung pulang ya?”,kata Saifu.

Ryutaro mengangguk,

“kalau begitu..kami duluan ya Arioka-san..”,kata Saifu sopan,

Daiki mengangguk,”un..Mata ne..”,kata Daiki .

Saifu dan Ryutaro berjalan meninggalakn Daiki , Ryutaro menoleh melihat Daiki..mendapati Daiki yang juga tengah memandang kearahnya dengan tatapan yang susah diartikan.

“Saifu…”,panggil Ryutaro sesaat setelah mereka turun dari Taxi yang berhenti tepat didepan rumah mereka, Saifu yang baru saja akan masuk kedalam rumahnya menoleh menatap Ryu.

“kenapa?”,

“jangan dekat –dekat dengan Daiki..”,kata Ryutaro , membuat Saifu mengerutkan dahinya bingung.

“apa maksudmu?”.tanya Saifu bingung karena tiba tiba Ryutaro melarangnya dekat-dekat dengan sahabat kakaknya tersebut.Saifu merasa tak ada yang salah dengan sikap Daiki, tapi kenapa Ryutaro melarangnya dekat-dekat dengannya.

“hanya jangan mendekatinya saja..bisa kan?”,kata Ryutaro lalu masuk kedalam rumahnya tanpa mendegar perkataan Saifu lagi,Saifu menatap Ryutaro yang masuk kedalam rumahnya.

“dia itu..kenapa sih?”,gumam Saifu bingung.

:Saifu..ngapain kau berdiri diluar??masuk ..mau hujan tuh..”, seru Ryosuke dari pintu rumah , Saifu menoleh lalu buru buru masuk kedalam rumah sebelum hujan mulai turun.



“Saifu..makan yang benar dong…kenapa melamun terus sih?”,kata Ryosuke bingung karena sedari tadi adikknya itu memakan makan malamnya sambil melamun saja.

“betsuni..”,elak Saifu lalu melanjutkan lagi makannya.

“soal Ryuu ya?jangan terus difikirkan..nanti kau juga bisa sakit kalau terlalu keras memikirkannya..”,kata Ryosuke sdambil tersenyum.
Saifu menggeleng,”bukan itu..tapi..”

“tapi..apa?”,Tanya Ryosuke penasaran ,Saifu Nampak menimbang nimbang.

Ryosuke menatap Saifu sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya,”kau percaya padaku kan?ceritalah..”,kata Ryosuke.

Saifu menghela nfas, lalu menceritakan mulai dari Daiki yang menemaninya dirumah Sakit samapai Ryutaro yang melarang Saifu dekat dekat dengan Daiki ,Saifu merasa Daiki memang baik dan tak ada alas an dia harus menjauhinya.

“menurut nii-chan bagaimana?”,Tanya Saifu setlah dia selesai bercerita.

Ryutaro menatap adiknya itu,”masa kau gak ngerti?dia itu cemburu kan?”,kata Ryosuke walau dalam hati dia merutuki sahabatnya itu yang ternyata masih saja tak menyerah untuk mendekati adikknya.

“awas nanti si Daiki itu..”,gumam Ryosuke kesal dalam hati.

Saifu merona mendengar kata cemburu dari mulut kakanya itu,”cemburu?”

“iya ..apalagi?dan wajahmu tak usah memerah gitu …”,kata Ryosuke mengejek.

“dan..lebih baik kau turuti kata kata Ryutaro itu..ne?”,kata Ryosuke.

“hmm…baiklah..”.kata Saifu pelan.

“maa ne..”, Ryosuke mengusap usap kepala adikknya itu,”jadilah gadis yang baik …ne?”,kata Ryosuke lalu berjalan kekamarnya meninggalakan Saifu yang masih di meja makan.

“gadis yang baik ya…”,gumam Saifu pelan.









Bersambung ~..hahahahaha...indonesian normal language.. 


berasa boring banget gak sih nih fict????