japan fanfiction

Tampilkan postingan dengan label ryutaro morimoto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ryutaro morimoto. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part6 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 6)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Waruiiiiiiiiiiiiiiiiii….hahahahah


  Daiki sudah hampiri 15 menit berdiri di depan pintu rumah keluarga Yamada, jarinya sebenranya sedari tadi sudah bersiap untuk memnecet bel rumah itu, namun dia masih ragu. Dia meremas pegangan kantung yang dia bawa, lalu akhirnya memencet bel rumah tersebut.

Ting Tong..

Rabu, 24 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part 5 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 5)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family , Agstßfav genre xD

Loh loh loh???makin aneh deshouuuuuuuuuuuuuuu

Part five ~` `~)o


Sejak hari itu Saifu tak pernah membalas e-mail dari Daiki, Daiki sendiri hampir setiap hari mengiriminya email..namun tak pernah digubrisnya.Saifu baru saja kelaur dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya, dia menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah, baru dia mengarahkan hair dryer itu ke kepalanya ketika dia mendengar sebuah email masuk kedalam keitainya.Saifu mengambil keitainya , melihat dari siapa email itu.

From : Arioka Daiki
Subject : hmm

Perasaanku atau apa ya?kok akhir akhir ini kau selalu menghindariku?apa aku salah padamu?atau apa?


Saifu mengigit bibir bawahnya, mengetik cepat balasan untuk email Daiki itu.

From: Saifu-chan
Subject : re : hmm

Iie…aku hanya ..hmm..sibuk. ahh..maaf, aku harus mengerjakan tugasku.
Oyasumi.


Setelah itu Saifu langsung men turn off keiatinya,terlalu mals untuk menanggapi balasan email dari Daiki lagi,Saifu merebahkan tubuhnya itu di kasurnya , menatp langit langit kamarnya. Enath apa yang dipikirkan oleh aifu yang pasti malam itu, dia terus memikirkan sesuatu didalam otaknya.




“Ryo..”,panggil Aoi sambil berlari kecil di lorong universitasnya menghampiri kekasihnya yang sontak menghentikan langkahnya dan menatap kekasihnya itu yang tengah berlari kearahnya.

“dousta?”,Tanya Ryosuke bingung.

“dari tadi aku terus memanggilmu..kenapa tidak dengar sih??”,Tanya Aoi kesal.

“ah..”, Ryosuke Nampak bersalah,”gomen..”kata Ryosuke .

Aoi menatap kekasihnya itu, “kau kurang tidur ya Ryo?apa yang terjadi..?”,Tanya Aoi.

Namun Ryosuke tak menjawab ,

“soal..Saifu dan Ryutaro lagi?”,Tanya Aoi.

“bukan..ini soal Daiki..”,kata Ryosuke membuat Aoi mengernyitkan dahinya bingung.

“Daiki??memangnya dia kenapa?”Tanya Aoi bingung.

“ayo kekantin..kuceritakan disana..”,kata Ryosuke lalu menarik lengan kekasihnya itu yang makin bingung dengan sikap Ryosuke.




“berhenti bersikap begitu Fu..”, kata Ryutaro sedikit jengkel pada Saifu yang terlalu protektif kepadanya itu, Ryutaro merasa kesal..bahkan hanya untuk membawa tumpukan buku yang harus dikembalikannya ke perpustakan sekolahnya saja Saifu memaksa membawa buku buku tersebut, dia merasa Saifu terlalu berlebihan .

“sudahlah..”,kata Saifu lalu masuk kedalam ruang perpustakan diikuti Ryutaro dibelakangnya.



“HAH??”, seru Aoi kaget setelah Ryosuke menceritakan tentang Daiki yang bersikeras mendekati adikknya walau dia tau Saifu sudah bersama Ryutaro.

“makanya ..aku pusing sekali, kau tau kan?dia itu seperti apa?”,kata Ryosuke jengah mengingat sikap Daiki yang keras kepala jika menginkan sesuatu.

“lalu bagaimana?”,Tanya Aoi,
“tak tau…aku sudah cukup pusing memikirkan adikku..”,kata Ryosuke sambil menatap kearah lain.



“pulang nanti kita main basket..ya?”tawar Ryutaro pada Saifu , sudah lama rasanya Ryutaro tidak bermain basket bersama Saifu, Saifu terlihat menimbang nimbang.

“kenapa??”,Tanya Ryutaro bingung karena tak biasanya Saifu berfikir dulu jika diajak main basket,”kau..khawatir aku akan tumabang kan?”,tebak Ryutaro.

Saifu menagngguk.

Ryutaro menghela nafas,”kau membuatku kesal setiap kali kau cemas berlebihan..Saifu..”, Ryutaro memegang kedua pipi Saifu menatap gadis itu,”aku ingin melihatmu yang ceria..aku rindu melihatmu yang sedang bermain basket..aku tak akan apa apa ne?”kata Ryutaro lembut.

Saifu tersenyum”baiklah..”



“Daiki..kau harus benar benar berhenti atau kau akan kuhajar..”,ancam Ryosuke saat lagi lagi Daiki dating kerumahnya, Aoi juga ikut untuk berjaga jaga jika Ryosuke lepas kendali.

“Ryo..aku gak macam macam kok..tenang saja..”,kata Daiki santai.

Ryosuke menatap Daiki , menghela nafas jengah.Mereka sedang duduk di sofa ruang tamu rumah Ryosuke,


“tadaima..”, seru Saifu yang baru saja pulang.

“Okaeri..” seru Ryosuke dari arah ruang tamu,

“ah..ada tamu ya..konnichiwa..”, sapa Saifu ramah sat melihat ada Daiki dan Aoi juga di ruang tamu rumahnya bersama dengan kakaknya.

“yo Fu-chan..kenapa tak pernah balas email ku?”,Tanya Daiki langsung.

“eh..gomen..”,hanya itu yang keluar dari mulut Saifu,”hmm..aku tinggal ya..”,kata Safu berbalik ingin kekamarnya , Ryutaro menunggunya untuk bermain basket bersama hari ini, namun tangan Daiki sudah menahan lengan Saifu yang sontak menatap Daiki.

“kau mengindariku kan?”,kata Daiki.

“ah..maaf..aku harus pergi..”,kata Saifu berusaha melepaskan cengkraman tangan Daiki itu.

“jawab aku…kau menghindariku kan? Kenapa??aku salah padamu?atau apa?”,seru Daiki dengan sedikit kesal.

“DAIKI!!”, benatk Ryosuke ,lalu melepaskan cengkraman tangan Daiki di lengan Saifu.

“KENAPA??!APA AKU SEJAHAT ITU ?HAH??jawab!!aku menyukai Adikkmu!!aku salah???”,bentak Daiki sambil menunjuk Saifu saat mengatakan dia menyukai Saifu, Saifu terbelalak kaget mendengar perkataan teman kakaknya tersebut.

Ryosuke menghantamkan pukulannya ke wajah Daiki itu,Daiki terdiam setelah wajahnya dipukul oleh Ryosuke.

“Aoi…bawa Saifu kekamarnya..”, perintah Ryosuke, Aoi yang masih shock melihat Ryosuke memukul Daiki terdiam Nampak tak mendengar perkataan Ryosuke”, AOI!!”,

Aoi tersadar , baru dia akan menghampiri Saifu..tapi Saifu malah berlari pergi kelua dari rumahnya.



Ryutaro sudah menunggu Saifu didepannya rumahnya, terkaget meihat Saifu yang keluar dari rumahnya dengan terburu buru, namun masih memakai seragamnya.

“Saifu?dousta?”,Tanya Ryutaro bingung.

Saifu menggeleng.wajahnya Nampak takut.

“Fu..kau kenapa?”,Tanya Ryutaro lagi.

“Fu-chan!”, seru Aoi memanggil Saifu, Ryutaro semakin bingung saja menatap kekasih Kakak Saifu itu yang berteriak memanggil Saifu tapi Saifu malah mengajak Ryutaro pergi dari depan rumahnya tersebut..Tak ada pilihan lain, Ryutaro mengikuti saja Saifu itu.





“Fu-chan sebenarnya kenapa?”,Tanya Ryutaro bingung,

“Ryu..teman kakak bialng..”, kata Saifu pelan.

“ya?”

“dia menyukaiku…”,kata Saifu lirih.

Ryutaro sedikit tercekat ,

“aku tak mau..aku tak mau kau salah paham, aku kira dia tak punya maksud lain padaku selain berteman..ternyata..”

Ryutaro menghela nafas..dia sudah mengira Daiki itu menyukai Saifu.

“maa ne..daijobu yo Fu-chan.dia bebas menyukaimu ne? jangan terlalu dipikrkan ya?”,kata Ryutaro.

“tadi..Nii-chan memukulnya..aku baru pertama kali melihat Nii-chan memukul orang, aku hanya kaget saja..”,jelas Saifu.

Ryutaro tersenyum , maa..kalau begitu ayo..”,kata Ryutaro sambil mengulurkan tangannya.

“kemana?”

“ikut saja yuk..”,kata Ryutaro lalu menggenggam tangan Saifu dan membawanya kesebuah tempat.


“maaf ..”,kata Ryosuke kepada Daiki yang sedang mengompress pipinya yang bengkak karena dipukul Ryosuke dengan Es.

“aku juga..aku lepas kendali tadi..”,kata Daiki.

“kau boleh menyukainya..tapi,jangan sekarang..tapi mungkin ..suatu hari nanti aku mungkin akan memohon padamu untuk menghibur adikku..”,kata Ryosuke sambil menunduk.

Daiki dan Aoi menatap Ryosuke yang tetap menunduk itu.




“Game center??”,kata Saifu bingung , Ryutaro membawanya kesebuah game center, Ryutaro tersenyum lalu menarik tangan Saifu masuk ke dalam game center.

Ryutaro membeli banyak koin untuk bermain game di game center itu,

“ayo main..”,ajak Ryutaro.

Saifu tersenyum ,lalu mengangguk. Mereka bermain berbagai macam permainan di game center itu, dan sekarang mereka berdiri disbuah game ..game memasukkan bola basket ke ringnya.

“mau bertandiing?”,tawar Saifu.

Ryutaro tersenyum ,”ayo..”,kata Ryutaro lalu tersenyum.

Koin dimasukkan, bola bola basket mulai keluar dari tempatnya..dengan sigap Ryutaro dan Saifu menshoot bola bola tersebut kedalam ringnya , beberapa masuk..bebarapa tidak.

“aku gak mau kalah..”,seru Saifu saat melihat poinnya hanya 30 sedangkan Ryu 50, Ryutaro terkekeh..lalu melanjtkan lagi memasukkan bola basketnya kedalam ring . Kepala Ryutaro tiba tiba pusing, dia memgang kepanya tersebut..Saifu yang sadar Ryutaro tak lagi melemparkan bolanya kedalam ringmenoleh menatap Ryutaro ,

“Ryu!!kau tak apa??”,seru Saifu panic.

“aku tak..apa ..” Darah segar mengalir dari hidung Ryutaro. Membuat Saifu semakin panic, dan orang orang di game center itu menatap kepada Ryutaro dan Saifu itu.

Ryu merasa kepalnaya benar benar sakit, ditambah lagi bau anyir yang keluar dari hidungnya itu..dengan setngah sadar dia menatap wajah Saifu itu yang terlihat panic.

“Ryu!!.Ryu!bertahanlah..!”, seru Saifu , Ryutaro merasa beberapa orang mulai mengerubuninya ..ribut menolongnya..setelah itu semuanya menjadi gelap.dan yang terakhir dilihat Ryutaro adalah wajah Saifu yang sedang menangis itu.




“Ryuu…sudah merasa lebih baik?”,Tanya Saifu begitu Ryutaro membuka matanya saat malam.Ryutaro mengerjap erjapkan matanya.

“doko?”,Tanya Ryutaro.

“byouin…”,jawab Saifu.

“sou..”,


Tiba tiba Ryutaro mendengar Suara isakan yang keluar dari mulut Saifuyang menunduk.

“kenapa …kau menangis?”,Tanya Ryutaro lirih.

“aku takut!!kau membuatku panic!!”,seru Saifu sambil terisak.

Ryutaro menatap Saifu lirih ,

“gomen ne..”,lirih Ryutaro.

Saifu mengusap air matanya, mendekat ke Ryutaro..lalu memeluk tubuh Ryutaro erat, dan Ryutaro membalas pelukan Saifu itu.

“kau harus selalu sehat Ryu..”, lirih Saifu kembali terisak.

Ryutaro tersenyum,”un..wakatta..”



Bulan demi bulan dilewati Ryutaro dirumah Sakit , demi menghambat atau menyembuhkan virus penyakitnya itu..Saifu setiap hari dating berkunjung..bahkan sekarang..saat liburan musim dingin yang seharusnya dihabiskan di tempat ski untuk bermain ski , snowboard atau hanya sekedar bermain bola saju atau pergi ketempat lainnya ..malah dihabiskan Saifu dan Ryutaro dirumah sakit. Ryutaro bilang, kalau Saifu ingin dia bisa pergi jalan jalan bersama teman temannya yang lain dan tak usah mengkhawatirkannya..tapi Saifu bilang, jangan bodoh ..mana mungkin aku bersenang senag tanpanya.

Ryutaro sedikit banyak bersyukur ada Saifu bersamanya, karena Saifu walau dia merasa kesakitan dia pasti akan berusaha tersenyum demi tidak membuat wajah gadis itu berubah cemas apalagi menagis.


“aku ingin main snowboard..”,keluh Ryutaro sambil melihat keluar jendela ruang rawatnya itu, salju turun tadi malam membuat halaman rumah sakit berubah putih karena tertumpuk salju. Saifu menatap Ryutaro.

“apa?”,Tanya Ryutaro bingung Saifu menatapnya begitu.

“tunggu sampai kau benar benar sehat..lalu kau boleh main snowboard sesukamu”,kata Saifu lalu mengupaskan sebuah apel untuk Ryu.

“kau ikut ya nanti?”,kata Ryutaro.

“muri!gak mungkin..”,kata Saifu.

Ryutaro mengernyitkan dahinya,”memangnya kenapa?”,Tanya Ryutaro.

Saifu menatap Ryutaro,”aku kan gak bisa main snowboard atau ski..”,jelas Saifu lalu kembali mengupas apel.

Ryutaro terkekeh pelan,”hmm..lalu..”,

“kenapa?”,Tanya Saifu.

“Ayo kencan denganku saat natal..”, ajak Ryutaro sambil tersenyum .


Saifu meniup telapak tangannya yang kedinginan, hari ini dia akan kencan dengan Ryutaro . sebenarnya bisa saja Saifu dan Ryutaro langsung saja pergi bersama, namun Ryutaro bilang dia ingin janjian bertemu saja..agar seperti orang pacaran sungguhan,  Ryutaro sebenarnya belum boleh meninggalkan rumah sakit, namun Ryutaro bersikeras..akhirnya orang tuanya mengizinkan.

Saifu menolehkan kepalanya kekanan dan kekiri,namun belum juga menemukan sosok Ryutaro , Saifu mencoba bersabar..samapai tiba tiba sebuah tangan menutup matanya, membuatnya sontak menoleh dan mendapati Ryutaro tengah tersenyum kearahnya.

“sudah lama?maaf aku sedikit telat..”,kata Ryutaro meminta maaf.

Saifu menggeleng,”daijobu..aku pun baru dating..”,kata Saifu.

Ryutaro tersenyum, lalu menggenggam tangan Saifu yang dingin,”ah..kau tak pakai sarung tangan..”,kata Ryutaro,lalu melepaskan sarung tangan yang dipakainya di tangan kananya, lalu memakaikannya di tangan Saifu, sebalah tangan Saifu lagi digenggamnnya dan ditaruhnya dikantong jaketnya.

“begini jadi hangat kan?”,kata Ryutaro sambil tersenyum ,

Saifu tersenyum ,”arigatou ne..”

“un..nah ikou..”,kata Ryutaro ..lalu mereka memulai kencan mereka.




Tsu zu ku..

anehhhhhhhhhhhh!!HUWAHAHAHAHA ..*diculik Daiki. :*

Minnaaa.....yang kemaren abaikan aja..kemaren ada bag yg gak ke post T.T..udah ku post ulang nihhh :3

hope you like it however this is a fail Fict xD

Hatsu Koi no Omoide (part 4 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 4)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family , Agstßfav genre xD

Part four~


“hei kalian sudah dengar?”, seru sebuah suara dari arah segerombolan perempuan di pojokan kelas yang tengah  berbincang bincang, jam sudah menunjukkan jam pulang sekolah , namun ada beberapa anak yang belum juga pulang seperti segerombolan perempaun itu.

“ehhh..apa?”,Tanya sebuah suara lain.

“itu..Ryutaro ,katanya dia masuk rumah sakit karena leukemia…”, seru si perempuan tadi menjawab pertanyaan temannya.

“ehhhh??maji?”,seru teman teman perempaun tadi bersamaan.

“un..aku dengar saat tadi di ruang guru para guru tengah membicarakannya..kalau kau tak percaya, Tanya si Saifu saja..dia kan dekat sekali dengan Ryu..”,kata perempauan tadi sambil menggedikkan dagunya kearah Saifu yang baru saja ingin pulang, Saifu nampaknya mendengar hal itu dan malah mempercepat jalannya meninggalakn teman –teman sekelasnya itu dengan wajah kesal.



“dasar brisik!mau tau saja urusan orang..”, gumam Saifu kesal.




“hey Ryo..”, sapa Daiki yang berjalan menghampiri Ryosuke yang tengah duduk di salah satu bangku kantin kampusnya , di depannya es kopinya dibiarkannya saja , sampai es dalam kopinya mencair, meninggalakn jejak jejak air embun dari daam gelas es kopinya itu.

Ryosuke menoleh menatap Daiki, hanya tersenyum simpul kearah sahabatnya itu.

“kau kenapa? Hari ini kau aneh..”, kata Daiki sambil duduk disamping Ryosuke lalu membuka laptopnya , menatap layar laptopnya itu dengan serius Nampak tengah mengechek laporannya.

“betsuni..” ,kata Ryosuke pelan , membuat Daiki mengalihkan pandanganya itu kesahabtanya, lalu menutup laptopnya.

“kenapa sebenarnya..tak biasanya kau begini, ada sesuatu yang terjadi?”,Tanya Daiki penasaran.


Tak ada jawaban dari mulut Ryosuke itu, hanya diam saja .

“oh ya…bagaimana dengan adikmu?hari ini dia ada dirumah tidak?”,Tanya Daiki lagi, Ryosuke menatap sahabatnya itu.

“Daiki..yamerou,bisakan jangan bicarakan adikku terus??”, kata Ryosuke ketus.

“memangnya kenapa sih? Apa aku sejahat itu sampai sampai hanya dekat dengan adikmu saja aku tak boleh?”,kata Daiki kesal dengan sikap Ryosuke yang tau tau membentaknya,

“sudahlah..”, kata Ryosuke lalu beranjak pergi meninggalkan Daiki,

“dasar Ryo…”,kata Daiki ,”eh..ini kan keitai Ryo..”,kata Daiki saat melihat keitai Ryosuke yang tergeletak begitu saja di meja tempat tadi Ryosuke duduk.

“hmmm…”, Daiki menatap keitai Ryosuke itu, “aku minta email adikmu taka pa kan Ryo?”,gumam Daiki pada dirinya sendiri, lalu sambil tersenyum-senyum membuka daftar kontak di keitai Ryosuke itu, mencari nama Saifu di kontak Ryosuke.

“imotou-chan..ah, ini dia..”, gumam Daiki saat menemukan email Saifu dan nomer telpon Saifu juga, dengan cepat Daiki menyalin email dan no telpon Saifu itu.

“Saifu-chan..”,ketik Daiki di keitainya menamai no kontak Saifu ,lalu tersenyum memandang kontak Saifu yang kini berada di keitainya.

“DRTTTTTTTTT…”, Daiki sedikit terlonjak kaget saat tiba tiba saja keitai Ryosuke bergetar, tanda ada email masuk. Daiki tanpa sengaja memencet tombol di keitai Ryosuke samapi email itu terbuka ,dan ternyata email itu dari Saifu.

“eh..aduh..aku tak sengaja..”,gumam Daiki,”eh..Rumah sakit?”, kata Daiki sambil melihat isi email Saifu yang mengatakan hari ini dia akan kerumah sakit.
“siapa yang sakit ya? Apa..Saifu?”, gumam Daiki, lalu tanpa berfikir lagi dia pergi kerumah sakit, untung saja  di email  Saifu tadi dia  menuilskan nama rumah sakitnya .



“Ryu..”,panggil Saifu sambil berjalan menghampiri Ryutaro yang tengah bersender di kasur rawatnya sambil membaca sebuah buku, Ryu tersenyum kearah Saifu itu.

“Fu-chan…kau kemari?”,kata Ryutaro, Saifu duduk di bangku sisi kasur rawat Ryu.

“un..sudah merasa lebih baik?”,Tanya Saifu,

Ryutaro mengangguk,”un…”, Ryutaro mengangguk,”tak usah khawatir..ne?”, kata Ryutaro sambil tersenyum.

Saifu tersenyum,”Ryuu…”,panggil Saifu pelan.

“ya?”

“tentang ..ano…hmm, saat di bianglala itu..itu ..benar?”,Tanya Saifu ragu ragu.

Ryutaro tersenyum,”tentu saja..memangnya menurutmu aku bercanda?”,Tanya Ryutaro.

Saifu menggeleng cepat, “bukan begitu hanya saja..”

“tapi,,aku tak bisa terus menjagamu..maka dari itu, lupakan saja..”,

Saifu menatap Ryutaro,”apa maksudmu..”, Tanya Saifu dengan sedikit bergetar menatap Ryutaro yang menatap kearah luar jendela.

“aku tak akan bisa selalu bersamamu…”,lirih Ryutaro pelan.

PLAKK.

Ryutaro menatap Saifu yang berlinang air mata, sebuah tamparan mendarat di pipi Ryutaro .Saifu yang menamparnya.Ryutaro terperangah menatap Saifu itu,

“BAKA!!!janganbicara seperti itu!!kau akan sembuh !!dan kita akan terus bersama !!!jangan katakana hal bodoh lagi…”,kata Saifu sambil terisak .

Ryutaro tak tau harus berbicara apalagi, dia juga sebenarnya tak mau..tak pernah mau berpisah dengan Saifu dengan alas an apapun ,sekalipun dengan alas an penyakitnya itu, namun Ryutaro merasa tak berdaya..karena penyakitnya yang terus merusak tubuhnya itu.

“jangan bicara seperti itu lagi..onegai yo..”, lirih Saifu sambil terisak isak.

Ryutaro menatap Saifu, lalu menarik tubuh gadis itu kedalam peluaknnya..memeluk tubuh gadis itu erat.

“gomen…gomen ne..”, lirih Ryutaro .

Saifu terisak isak didalam pelukan Ryutaro yang sangat erat itu, seolah tak ingin melepaskan tubuh gadis itu.

“maaf…aku..akan selalu bersamamu..”lirih Ryutaro walau dia tak tau, apa dia akan menepati janjinya itu atau tidak. Hanya berharap ada keajaiban yang menghampirinya.
Daiki melangkahka kakinya memasuki sebuah gedung rumah sakit..sedikit bingung, dia berhasil sampai di gedung rumah sakit ini..tapi, dia kan tak tau kamar rawat Saifu atau siapapun yang membuat Saifu sekarang ada dalam gedung rumah sakit ini.

“biar kutanya resepsionis…”, gumam Daiki lalu melangkahkan kakinya kearah meja resepsionis.

“ano…”

“ada yang bisa saya bantu..?”,Tanya salah satu perempuan yang ada di resepsionis.

“maaf..saya mencari ruang rawat milik Yamada Saifu ..”, kata Daiki.

“maaf..anda siapanya ?”,Tanya resepsionis itu lagi.

“ah..aku teman pasien..”,jelas Daiki,

“ah baik..”,kata si resepsionis lalu mencari nama Saifu di dalam computer.

“maaf..nama yang anda cari tak ada disini..”kata si resepsionis.

“eh..benarkah?..kalau begitu, terimaksih..”,kata Daiki lalu meninggalkan meja resepsionis itu,


Daiki baru saja hendak berjalan keluar rumah sakit, ketika ia melihat sosok Ryosuke berjalan di lorong rumah sakit, berjalan kearah ruang rawat seseorang..Daiki akhirnya mengikuti Ryosuke itu,dan nampaknya Ryosuke tak sadar tengah dibuntuti oleh Daiki itu, Ryosuke berdiri didepan sebuah kamar rawat, Nampak tak jadi masuk sesaat setelah dia melihat kearah dalam lewat jendela yang ada di pintu, Ryosuke menoleh dan mengernyitkan dahinya melihat Daiki yang salah tingkah karena kepergok oleh Ryosuke itu.

“kenapa kau disini?”, Tanya Ryosuke sambil menatap Daiki tajam.

“ano..itu aku…”,kata Daiki salah tingkah.

“itu keitaiku kan?”,kata Ryosuke sambil menunjuk keitainya yang ada di tangan Daiki.

“eh..iya itu, aku ingin mengembalikan itu padamu..”,kata Daiki sambil memberikan keitai Ryosuke.

Ryosuke menyipitkan matanya menatap Daiki,lalu membuka keitainya dan melihat pesan masuk,”kau baca emailku??”,kata Ryosuke.

“eh..gomen itu..”

Ryosuke menghela nafas, lalu menarik tangan Daiki kedepan kamar rawat tampat dia berdiri tadi,”lihatlah..dan, jangan menganggunya lagi..”,kata Ryosuke membuat Daiki mengernyitkan dahinya bingung namun tetap melihat kearah dalam kamar rawat itu ,lalu kaget melihat Ryutaro dan Saifu yang tengah berpelukan erat itu.



“Ryu sakit…dia sakit parah, jadi..tolong jangan ganggu mereka..ne?aku benar benar memohon padamu..seperti yang kau lihat Daiki…mereka saling menyukai.jadi kuharap kau bisa mengerti..”,kata Ryosuke lagi.

“Ryu itu..sakit apa?”Tanya Daiki.

“leukemia…”,jawab Ryosuke singkat membuat Daiki sontak menatapnya .

“Maji??”

“un…”

Daiki menatap kearah ruang rawat itu lagi, mungkin jahat..tapi yang ada didalam pikirannya dia malah merasa punya harapan untuk bersama Saifu itu.



“Saifu sudah malam..pulanglah…”,kata Ryutaro.

Saifu Nampak enggan , namun Ryosuke sudah menunggunya diluar.

“aku akan kemari lagi besok…mata shita ne..”,kata Saifu lalu mencium pipi Ryutaro sebelum akhirnya keuar dari ruang rawat Ryutaro itu.

Ryutaro tersenyum , enatah sampai kapan dia bisa tetap meliaht wajah Saifu itu, Ryutaro menghela nafas..menatap langit malam yang terasa sangat kelam itu.





1 months later

“apa?kenapa kau tak mau kemo??”,Tanya Saifu bingung saat mengantar Ryutaro kerumah sakit, harusnya hari ini Ryutaro kemoterapi pertamanaya, namun Ryutaro menolak.

“Ryu!!jawab dong..ayo..cepat kau harus kemo..”,kata Saifu sedikit memaksa sambil menarik narik tangan Ryu.

“Fuu….aku tak mau..”, tolak Ryu.

“memangnya kenapa sih??”, Tanya Saifu heran

“aku akan botak..aku tak mau begitu..”,kata Ryutaro pelan.

“ha?”

Ryutaro menatap Saifu, “ingat?kau bilang kau benci laki laki yang botak kan?maka dari tiu ..aku tak mau ikut kemo yang bisa membuat aku botak..”.kata Ryutaro sambil memandang kearah lain.

Saifu sedikit tecengang mendengar alas an Ryutaro itu,

“hahahahaha..dasar bodoh..”, kata Saifu sambil terkekeh pelan.

“kenapa kau tertawa sih?”,Tanya Ryu bingung.

Saifu tersenyum ,lalu memegang kedua pipi Ryutaro itu dengan kedua tangannya,”Ryutaro-kun..aku akan suka pamu apapun yang terjadi..sekalipun kau botak..ne?lagipula..kau bisa pakai topi kan untuk menutupi kepala botakmu nanti.hahaha..”,kata Saifu sambil terkekeh kekeh pelan.
Ryuutaro cemberut,”tapi tetap saja aku..”

“Ryu..ini demi kesembuhanmu loh…ya.?ayolah..kumohon..”,kata Saifu setengah merengek.

Ryutaro menghela nafas, lalu mengangguk,”baiklah..”,kata Ryutaro.

“hahaha..ikou ikou..”,kata Saifu sambil menarik narik Ryu ke ruang kemoterapinya.Ryutaro tersenyum menata gadis yang tengah menarik tangannya itu, karena gadis itu..dia mempertahankan hidupnya..demi bisa terus melihat gadis itu dia harus menjalani semua ini.

Saifu menunggu Ryutaro sambil duduk di bangku rumah sakit, sambil memain mainkan keitainya..menatap inbox emailnya yang didominasi oleh nama Ryutaro itu..dan ada satu nama lagi yang mengisi sedikit ruang di kotak meilnya tersebut..kontak milik Daiki Ari ioka yang akhir akhir ini sering mengirimnya email.Saifu tak ingin berfikir aneh tentang teman kakanya yang akhir akhir ini sering mengirimnya email itu, dia menganggap Daiki itu hanya ingin bertmen dengannya tanpa ada maksud lain , karena dia sudah bersama Ryutaro sekarang.

Saifu hanya diam sambil menunggu Ryutaro di lobi rumahsakit, sampai seseorang menyentuh pipinya dengan sekaleng the dingin..membuatnya sontak menoleh dan mendapati Arioka Daiki tengah tersenyum kearahnya.

“Arioka-san..”

“yo Fu-chan..”,kata Daiki lalu duduk dibangku sebelah Saifu lalu memberikan The kaleng ke Saifu yang mengucapkan terima kasih .

“mengantar Ryu ya?”,Tanya Daiki

Saifu mengangguk sambil menegak The kalengnya, Daiki mengangguk angguk mengerti.
“biar kutemani..”,kata Daiki .

“eh..tapi ini akan lama sekali..aku sendiri menungggu Ryu juga taka pa kok..”,tolak Saifu karena merasa tak enak dengan Daiki.

Daiki menggeleng ,”iie..lagipula aku tak ada kerjaan ..lebih baik aku menemani mu kan?”,kata Daiki berbohong, sebenarnya hari ini dia harus baito tapi dia malah kerumah sakit untuk bertemu Saifu itu.

“hmm…”

“sudahlah tak apa..ne?”,kata Daiki sambil tersenyum.

“arigatou.,..”,kata Saifu sambil tersenyum,



Ryutaro berjalan menyusuri lorong rumah sakit, setelah kemoterapi tadi..dia merasa sangat lelah maka dari itu dia ingin cepat cepat pulang . Ryutaro terus berjalan , namun tiba tiba dia hanya berdiri di tempatnya memandang ke satu titik..ya, Ryutaro melihat Saifu dan seorang laki laki yang tak dikenalanya tengah berbincang bincang..entah kenapa, sesuatu didalam tubuh Ryu seperti terbakar..dia cemburu,dia tak mau Saifu didekati oleh laki laki itu..siapa pun dia. Ryutaro melanjutkan jalannya mengahampiri Saifu.

“Ryuu..kau sudah selelsai?bagaimana?”,Tanya Saifu sambil berjalan menghampiri Ryutaro sedangkan Daiki tetap dibangkunya memperhatikan gerak gerik Saifu yang berjalan menghampiri Ryutaro yang terus melihat kearah Daiki.

“dia..siapa?”,Tanya Ryutaro sambil menunjuk Daiki.

Saifu menoleh melihat siapa orang yang ditunjuk oleh Ryutaro itu, “oh..itu teman Nii-chan..Daiki Arioka..dia yang juga menolongmu saat kau pingsan dirumahku, ingat kan saat kita sedang mengerjakan tugas kita itu?”,kata Saifu .


“oh…”

Daiki kini berjalan menghampiri Saifu dan Ryutaro.

“Daiki Arioka desu…”,kata Daiki memperkenalkan diri.

“Ryutaro Morimoto desu..terima kasih sudah menolongku waktu itu..”,kata Ryutaro sopan ,namun Nampak waspada dengan Daiki ini karena dia mencium ada maksud lain Daiki ini mendekati Saifu.

“ah..tidak, sudah kewajibanku untuk menolongmu…”,kata Daiki .

“Ryuu..kau namapak lelah sekali…kita langsung pulang ya?”,kata Saifu.

Ryutaro mengangguk,

“kalau begitu..kami duluan ya Arioka-san..”,kata Saifu sopan,

Daiki mengangguk,”un..Mata ne..”,kata Daiki .

Saifu dan Ryutaro berjalan meninggalakn Daiki , Ryutaro menoleh melihat Daiki..mendapati Daiki yang juga tengah memandang kearahnya dengan tatapan yang susah diartikan.

“Saifu…”,panggil Ryutaro sesaat setelah mereka turun dari Taxi yang berhenti tepat didepan rumah mereka, Saifu yang baru saja akan masuk kedalam rumahnya menoleh menatap Ryu.

“kenapa?”,

“jangan dekat –dekat dengan Daiki..”,kata Ryutaro , membuat Saifu mengerutkan dahinya bingung.

“apa maksudmu?”.tanya Saifu bingung karena tiba tiba Ryutaro melarangnya dekat-dekat dengan sahabat kakaknya tersebut.Saifu merasa tak ada yang salah dengan sikap Daiki, tapi kenapa Ryutaro melarangnya dekat-dekat dengannya.

“hanya jangan mendekatinya saja..bisa kan?”,kata Ryutaro lalu masuk kedalam rumahnya tanpa mendegar perkataan Saifu lagi,Saifu menatap Ryutaro yang masuk kedalam rumahnya.

“dia itu..kenapa sih?”,gumam Saifu bingung.

:Saifu..ngapain kau berdiri diluar??masuk ..mau hujan tuh..”, seru Ryosuke dari pintu rumah , Saifu menoleh lalu buru buru masuk kedalam rumah sebelum hujan mulai turun.



“Saifu..makan yang benar dong…kenapa melamun terus sih?”,kata Ryosuke bingung karena sedari tadi adikknya itu memakan makan malamnya sambil melamun saja.

“betsuni..”,elak Saifu lalu melanjutkan lagi makannya.

“soal Ryuu ya?jangan terus difikirkan..nanti kau juga bisa sakit kalau terlalu keras memikirkannya..”,kata Ryosuke sdambil tersenyum.
Saifu menggeleng,”bukan itu..tapi..”

“tapi..apa?”,Tanya Ryosuke penasaran ,Saifu Nampak menimbang nimbang.

Ryosuke menatap Saifu sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya,”kau percaya padaku kan?ceritalah..”,kata Ryosuke.

Saifu menghela nfas, lalu menceritakan mulai dari Daiki yang menemaninya dirumah Sakit samapai Ryutaro yang melarang Saifu dekat dekat dengan Daiki ,Saifu merasa Daiki memang baik dan tak ada alas an dia harus menjauhinya.

“menurut nii-chan bagaimana?”,Tanya Saifu setlah dia selesai bercerita.

Ryutaro menatap adiknya itu,”masa kau gak ngerti?dia itu cemburu kan?”,kata Ryosuke walau dalam hati dia merutuki sahabatnya itu yang ternyata masih saja tak menyerah untuk mendekati adikknya.

“awas nanti si Daiki itu..”,gumam Ryosuke kesal dalam hati.

Saifu merona mendengar kata cemburu dari mulut kakanya itu,”cemburu?”

“iya ..apalagi?dan wajahmu tak usah memerah gitu …”,kata Ryosuke mengejek.

“dan..lebih baik kau turuti kata kata Ryutaro itu..ne?”,kata Ryosuke.

“hmm…baiklah..”.kata Saifu pelan.

“maa ne..”, Ryosuke mengusap usap kepala adikknya itu,”jadilah gadis yang baik …ne?”,kata Ryosuke lalu berjalan kekamarnya meninggalakan Saifu yang masih di meja makan.

“gadis yang baik ya…”,gumam Saifu pelan.









Bersambung ~..hahahahaha...indonesian normal language.. 


berasa boring banget gak sih nih fict????

Selasa, 16 Agustus 2011

Hatsu Koi no Omoide (part 3)


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 3)
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family ,


Part 3


‘’kenapa melihat seperti itu?’’,Tanya Saifu bingung sambil menatap kakanya yang pagi ini terus memperhatikannya.

“ betsuni..” ,

“aneh..”,gumam Saifu lalu melanjutkan makan paginya, walau dalam hatinya dia terus bingung bagaimana dia harus bersikap di depan Ryu setelah kejadian ciuman kemarin.


“Saifu..Ryu sudah ada di depan , ayo cepat habiskan makananmu..”, seru Ibu , Saifu buru buru membereskan bajunya ,lalu meminum susunya dalam sekali tegak, membuat Ryosuke menatap adikknya itu dengan sedikit sinis, dan Saifu menyadari itu.

“apa sih?”, Tanya Saifu bingung.

“kau belum boleh pacaran..”,kata Ryosuke sambil menatap Saifu membuat semburat merah muncul di pipi Saifu tanpa Saifu sadari,membuat Ryosuke menatapnya makin tajam.

“a..apa sih? Ittekimassuu..”,kata Saifu lalu langsung pergi keluar dari rumah.

“dasar..”, gumam Ryosuke pelan.



Saifu berjalan sedikit ragu menghampiri Ryutaro yang tengah berdiri didepan rumahnya, Ryutaro menatap kearah lain..sedetik kemudian dia menoleh lalu tersenyum kearah Saifu yang juga balas tersenyum kearahnya dengan sedikit canggung.

“ohayou…”, sapa Ryutaro.

Saifu tersenyum canggung, “o..ohayou…”



“hari ini kau lebih banyak diam ya? Tak seperti biasanya..hahaha”,kata Ryutaro sambil terkekeh saat mereka sedang berjalan pulang seusai sekolah , Saifu hanya tersenyum canggung menanggapi perkataan Ryutaro itu, sebenarnya Ryutaro tau..Saifu pasti malu campur bingung karena kemarin dia mencium Saifu.

“haha..begitu ya?”,Tanya Saifu sedikit canggung tanpa menoleh kearah Ryu.


Ryutaro terkekeh pelan, “Fu-chan..”,panggil Ryutaro.
“un..?”

“sabtu besok..ayo pergi denganku ..”,





Ryutaro masuk kekamarnya, menaruh tasnya di meja belajarnya..baru dia akan membaringkan tubuhnya yang lelah itu di kasurnya, dia mendengar keitainya berbunyi , dengan sedikit mlas dia mengambil keitainya yang ditaruhnya di meja belajarnya itu, lalu membuka flip keitainya, mendapati sebuah pesan dari Yamada Ryosuke.


From : Ryou nii-chan

Subject : > : [

Kau apakan adikku?kau menciumnnya kan?


Ryutaro sedikit kaget membaca pesan singkat dari kakak Saifu itu, sedikit bingung dari mana dia bisa tau tentang hal ini.Sangt tidak mungkin kalau Saifu yang memberitahukannya, tak lagi banyak berfikir Ryutaro membalas pesan Ryosuke itu.



From : Ryutaro

Subject : re:  > :[

Ehe..gomen..aku tak sengaja..aku mengajaknya kencan sabtu ini.


Tak menunggu lama , karena pesan Ryutaro segera dibalas oleh Ryosuke itu.

From : Ryou nii-chan
Subject : kuso = =

Dasar kau Ryu!!memangnya aku mengizinkanmu menciumnya!kuso!kecan segala…dasar menyebalkan.


Ryutaro lagi lagi tak bisa menahan tawanya itu, Ryosuke itu selalu saja terlalu protektif ke adikknya yang bahkan sudah bisa menjaga dirinya itu sendiri, dia sudah besar ..sudah 16 tahun bahkan hamper 17.


From : Ryutaro

Subject : re : kuso

Ma nee..percayalah padaku ..ne?


Ryosuke mencibir kearah keitainya, dia menghela nafas.mencoba mempercayai Ryu itu.


From : Ryou nii-chan

Subject : - -

Baiklah..terserah kau saja.


Ryutaro tersenyum , dia tak membalas email terakhir Ryosuke itu, lalu membaringkan tubuhnya dikasurnya, menatap langit langit kamarnya..mungkin nanti dia akan sangt merindukan langit langit kamarnya ini , merindukan lapangan basket dekat rumahnya, merindukan Saifu yang selalu bersemangat saat bermain basket , Ryutaro menutup matanya..mencoba menghilangkan sesuatu yang mengganjal didadanya yang kini terasa sesak oleh berbagai macam perasaan. Tanpa sadar air matanya turun , dia hanya tak bisa membayangkan ..tak bisa membayangkan tak bisa melihat wajah Saifu lagi, dia ketakutan dengan hal itu.



Hari Sabtu, sejak semalam Saifu tak bisa tidur memikirkan kencannya nanti dengan Ryutaro , sudah sejak pagi Saifu bersiap padahal biasanya pada hari libur seperti ini dia baru akan bangun siang nanti . Saifu hanya memakai pakaian yang biasa dia pakai, terlalu bingung memilih baju yang akan dia kenakan akhirnya menyerah dengan gaya yang biasa dia pakai, hanya baju terusan dengan jaket dan celana jins , Saifu mematut dirinya di depan cermin.

“hmm..tak terlalu buruk…”, gumam Saifu pelan.

“mau pergi ya?”,Tanya Ryosuke yang sudah bersandar di depan pintu kamar Saifu , Saifu yang kaget langsung memasang wajah kesal.
“bisa ketuk pintu kan??”, seru Saifu kesal,namun tak digubrris sama sekali oleh Ryosuke

“anou…”

“apa?”,Tanya Saifu bingung melihat kakaknya yang sedikit aneh.

“dousta nii-chan?”,Tanya Saifu lagi,

“aa..iie…”,kata Ryosuke

“kalau terjadi sesuatau ..segera hubungi aku ya..”,kata Ryosuke singkat lalu keluar dari kamar Saifu , Saifu mengernyitkan dahinya bingung. Bingung dengan maksud perkataan kakanya tadi.


Saifu melirik jam tangannya, dia datng 30 menit lebih cepat dari waktu janjian. Dia dan Ryu janjian di depan pintu masuk Dreamland, namun karena takut terlambat..Saifu malah berangkat lebih awal..alhasil dia malah datang 30 menit lebih cepat, namun Saifu tetap menunggu Ryu itu.Saifu sedikit gugup ,karena ini adalah kencan pertamanya dan lagi dengan Ryu, Saifu tak pernah membayangkan ini sebelumnya.



“chotto..”, seru Ryu sambil berjalan kearah pintu, ada seseorang yang memencet bel rumahnya maka dari itu dia hendak membukakan pintu dan melihat siapa orang yang mememncet bel rumahnya.

“ryou nii..”,

“hai Ryu..chotto ii ka?” ,Tanya Ryosuke.
Ryutaro mengangguk lalu mempersilahkan Ryosuke masuk, Ryosuke duduk di sofa ruang tengah Ryu, Ryu di dapur mengambil sekaleng teh untuk Ryou

“ah..arigatou…”,kata Ryosuke sambil menerima sekaleng teh yang diberikan Ryutaro itu, Ryutaro duduk di hadapan Ryosuke yang Nampak berfikir sebelum akhirnya bicara.

“anoo ne…kau akan kencan dengan Saifu kan?apa ..”, Ryosuke sedikit ragu mengatakan hal yang dikatakannya, dan Ryutaro nampaknya dapat membaca maksud Ryosuke itu.

“nii-chan..aku hendak menyatakan perasaanku padanya..aku,..mungkin akan memberitahunya tentang penyakitku..”,kata Ryutaro tenang ,mmebuat Ryosuke menatapnya.

“kau yakin sekarang waktu yang tepat?”,Tanya Ryosuke.

“aku tak bisa mengulur terlalu lama..cepat atau lambat dia harus tau .”, jelas Ryutaro.

“wakatta”,Ryosuke mengangguk,”semoga berhasil..”,kata Ryosuke sambil menepuk pundak Ryutaro yang tersenyum kearahnya , sedikit khawatir melihat wajah Ryutaro yang pucat.




Saifu melirik jam tangannya lagi, sudah tepat waktu janjian..namun Ryu belum juga terlihat.

“mungkin akan sedikit telat ya..”, gumam Saifu pelan ,lalu menoleh ke kanan ke kiri mencoba menemukan sosok Ryu diantara kerubunan orang..namun entah kenapa, perasaannya hari ini kurang enak, namun Saifu tak begitu mengubrisnya, berharap tak ada hal buruk yang terjadi.


“moshi moshi..Ryosuke desu, Aoi? Bisa temani aku?un..kita ketemuan di stasiun saja.., iya..”,kata Ryosuke lalu menutup sambungan telponnya itu, entah kenapa dia khawatir sekali hari ini, akhirnya dia memutuskan untuk membuntutui Ryutaro dan Saifu. Ryosuke sedikit mengintip dari jendela rumahnya, menemukan sosok Ryutaro yang baru saja keluar dari dalam rumahnya ..lalu berjalan pergi, Ryosuke dengan segera berjalan membuntuti Ryutaro itu yang Nampak tidak sadar tengah dibuntuti.


15 menit lewat, Saifu mulai bosan. Dia benci menunggu seseorang, namun berusaha bersabar , walau sesekali dia melirik jam tangannya dengan tidak sabar.



“Ryou-chan..kita mau kemana?”, Tanya Aoi bingung sambil menatap kekasihnya itu yang sedikit menyembunyikan wajahnya diantara orang orang yang tengah naik kereta, sesekali melihat Ryutaro yang hanya diam sambil duduk di bangku kereta, sesaat kemudian Ryutaro memegang kepalanya Nampak kesakitan. Ryosuke menjadi panic ,namun belum mau menghampiri Ryutaro ,sedangkan Aoi yang duduk di sampingnya semakin bingung saja melihat tingkah Ryosuke itu.

“Ryoo..kita mau kemana???”,Tanya Aoi mulai tak sabar.

“gomen ne..kujelaskan nanti, sekarang ikuti saja aku ya?”, kata Ryosuke sambil menatap Aoi, Aoi menghela nafas lalu memutuskan menuruti saja keinginan kekasihnya tersebut.


“KYAAA!!”, teriak seorang perempuan yang duduk disamping Ryutaro, menatap takut kearah Ryutaro yang memagang kepalnya dan darah yang keluar dari hidungnya, tanpa berfikir lagi Ryosuke menghampiri Ryutaro itu ,Aoi tentu saja mengikuti Ryosuke menghampiri Ryutaro itu.


“Ryuu!!Ryuu!!kau tak apa??”,panggil Ryosuke sambil menatap Ryutaro khawatir, seluruh orang didalam kereta melihat kearah Ryutaro dan Ryosuke itu.

“Ryou nii…aku tak apa apa…”, kata Ryutaro sambil tersenyum simpul lalu mengeluarkan sapu tanga dari saku celananya dan mengelap darah yang mengalir di hidungnya, sedangkan Aoi hanya bisa memandang Ryutaro dan Ryosuke tanpa melakukan apapun.

“ baka Ryuu!!ayo kerumah sakit..!” , seru Ryosuke panic sambil hendak memapah Ryuu, namun Ryuu menahan tangan Ryosuke itu , Ryosuke menatap Ryutaro bingung.

“jangan..Saifu menungguku..”,kata Ryutaro.

“tapi..”

“Ryou nii….aku sudah janji dengannya, sudahlah..aku akan baik baik saja..”,kata Ryutaro lagi.

“tapi Ryuu…kau..”

“sudahlah Ryou nii..aku tak bisa membatalkan janjiku begitu saja dengan Saifu…”,kata Ryutaro “dia menungguku sekarang”

Ryosuke menghela nafas , akhirnya Ryu tak jadi dibawanya kerumah sakit..Ryutaro tetap ke Dreamland menepati janjinya dengan Saidu itu, dan Ryosuke tetap ikut mengawasi dari tempat yang lumayan jauh dengan Aoi yang Nampak mengerti dengan kekhawatiran kekasihnya tersebut.



“Fu..gomen ,aku telat..”,kata Ryuu lemah namun tetap berusaha terlihat sehat, walau dia merasa kepalanya sakit.

Saifu mengernyitkan dahinya menatap Ryu,”kau pucat sekali..daijobu ka?” ,Tanya Saifu khawatir

Ryutaro mengangguk, “aku baik baik saja..ikou..”,kata Ryutaro lalu mengenggam tangan Saifu masuk kedalam Dreamland itu.




Saifu yang Nampak khawatir dengan keadaan Ryu hanya mengajak Ryu naik ke wahana yang biasa dimainkan oleh anak anak saja , Saifu khawatir dengan Ryuu..39 menit lewat Saifu memutuskan menyudahi saja acara bermainnya dan memutuskan mengajak Ryuu memakan bentou yang sudah dibuatnya hari ini, mereka makan dibangku yang memang disediakan taman bermain untuk orang orang yang ingin makan bekal yang mereka bawa.wajah Ryuu Nampak semakin pucat saja, Saifu merasa tubuh Ryuu sedikit lebih kurus dari sebelumnya.

“kenapa Fu-chan?” , Tanya Ryutaro pada Saifu yang sedari tadi memperhatikannya.

Saifu buru buru menggeleng, “iie…ah,aku buat banyak makanan..makan ya..”,kata Saifu lalu membuka kotak bentounya.

Ryutaro tersenyum,lalu mulai memakan bentou sederhana buatan Saifu itu..”totemo oishi ne…”, seru Ryu sambil tersenyum.

Saifu tersenyum senang karena Ryu suka dengan bentou yang dibuatnya,namun juga khawatir dengan Ryu yang Nampak pucat itu, Ryutaro memandang kearah sebuah bianglala besar di Dreamland ini,

“Fu-chan…ayo naik itu..”,kata Ryutaro sambil menunjuk biang lala yang tadi dilihatnya.

Saifu Nampak berfikir ,lalu mengangguk.



“waaaa…..semuanya terlihat kecil ya dari atas sini..”, seru Ryutaro sambil melihat kearah luar bianglala dari jendela yang ada di bianglala yang tengah dia naiki bersama Saifu.

“un…itu karena kita ada di tempat yang tinggi, semuanya jadi Nampak lebih kecil.hahha”,kata Saifu sambil terkekeh pelan, Ryutaro kembali duduk di bangkunya yang tepat menghadap Saifu yang masih memperhatikan keluar bianglala . Ryutaro menatap Saifu,

Saifu lalu duduk kembali dibangkunya sedikit kaget melihat mata Ryutaro yang menatapnya lekat ,

“ke..napa?”,Tanya Saifu bingung.

Ryutaro tersenyum,” Daisuki….Saifu, aku mencintaimu..”, kata Ryutaro .

“eh??”

“dai..suki..”,kata Ryutaro sampai akhirnya tubuhnya terhuyung kedepan, dia tak mampu lagi menahan sakit dikepalanya..dan Saifu dapat mencium bau anyir darah yang keluar dari hidung Ryuu.Saifu semakin panic,

“Ryuu!!Ryuu!!”, seru Saifu memanggil manggil Ryuu, tapi tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Ryuu itu.




Di ruang rawat rumah sakit, suara isakan yang keluar dari mulut Saifu terus terdengar..Saifu terus memandangi Ryutaro yang tengah tertidur dikasur rawatnya.dibelakang Saigu Ryosuke dan Aoi memandang nanar pada Saifu yang terus terisak , saat di taman bermain tadi..Ryutaro ambruk ..kondisi badannya melemah, Saifu yang tadi panic menelpon Ryosuke yang langsung menghampiri Saifu yang turun dari biang lala, dan staf taman bermain itu menghubungi ambulance dan segera membawa Ryuu kerumah sakit, sepanjang perjalanan Saifu terus mendesak Ryosuke memberitahu tentang penyakit Ryuu itu , Ryosuke enggan namun Saifu terus mendesak.

“Ryuu..”,lirih Saifu sambil terisak.

“Saifu..berhentilah menangis..”, lirih Ryosuke yang memagang pundak Saifu.

“kenapa..kenapa??”seru Saifu sambil terisak.

“maafkan aku…Ryuu tak membiarkan aku memberitahumu..”,kata Ryosuke lirih,

“harusnya kakak beritahu aku hal sepenting ini!!kenapa kau tak beritahu tentang penyakit Ryuu!!kau harusnya tak begitu!”seru Saifu lagi sambil terisak.

“Saifu-chan..bukannya kakakmu tak ingin memberitahumu tapi..”

“tapi tetap saja..!!”seru Saifu ,”kenapa aku tak diberitahu..”,lirih Saifu pelan masih sambil terisak.

Ryosuke menatap nanar pada adiknya yang terus terisak itu, ini hal yang tak diinginkannya..melihat adiknya menangis, Ryosuke tau Saifu pasti sakit mengetahui penyakit Ryuu itu,

“gomen..gomen ne..”, lirih Ryosuke , namun Saifu taki mengubrisnya..dia tetap terisak sambil menggenggam tangan Ryutaro yang masih terlelap itu.


Ryosuke keluar dari ruang rawat Ryutaro,Aoi mengikuti Ryosuke itu ..Ryosuke menyenderkan di dinding depan kamar rawat Ryutaro itu ,

“Ryou..ini bukan salahmu..kau kan hanya”

“tidak Aoi..harusnya aku tak pernah tau tentang penyakit Ryuu itu..agar aku tak punya hal yang harus kujaga…”, kata Ryosuke plan.

Aoi menatap Ryosuke itu,memagang pundaknya.

“jangan salahkan dirimu Ryou..”

“demo…aku tak tega melihat Saifu…”,lirih Ryosuke.

Aoi tersenyum, dia tau Ryosuke sangat menyangi adik semata wayangnya itu.

“ne Ryou…saat ini Saifu hanya sedang emosi..jadi biarkan saja dulu samapi dia agak tenang..”,kata Aoi.

Tak ada jawaban dari mulut Ryosuke, hanya keheningan yang tercipta disepanjang lorong rumah sakit ini.





“Ryuu…kita akan selalu bersama kan?”, kata Saifu sambil mengenggam tangan Ryutaro yang hanya diam terlelap.