japan fanfiction

Tampilkan postingan dengan label chinen yurii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label chinen yurii. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

[FANFIC] After We Know Our Feelings (story 1)


Title : After We Know Our Feelings (story 1 )
Chapter : One
Rating : PG
Author : Fukuzawa Saya & Kujyou Aoi
Idea : Fukuzawa Saya & Kujyou Aoi
Type : Multichapter
Genre : Romance Freindship, high school life
Fandom : JE
Starring : Chinen Yuri (HSJ), Arioka Daiki (HSJ), Nakajima Yuto (HSJ), Suzuki Saifu (OC), Miura Aoi (OC), and some other chapter.


“Lagi-lagi peringkat 2”, keluh seorang gadis berambut panjang sambil menatap sebuah papan pengumuman peringkat tengah semester itu.

“Aoi! Ohayou . . eh? Kenapa cemberut gitu?” seru seorang gadis berambut ikal panjang yang baru saja berada di sampingnya, perempuan bernama Aoi itu mendesah.

 “Saifu . . . aku ke kelas dulu ya” kata Aoi yang baru saja akan beranjak pergi namun lengannya langsung di tahan oleh Saifu.

“Chotto . . aku lihat peringkatku dulu”, Saifu menatap papan pengumuman itu.

“ Tidak naik ataupun turun, tetap peringkat 4” gumam Saifu pelan.

“Ah . . tetap peringkat 3”, seru seseorang di belakang Saifu & Aoi membuat mereka sontak menoleh ke belakang dan mendapat Nakajima Yuto berdiri lengkap dengan senyumnya yang biasa.

“Ohayou . .  Fu-chan, Aoi-chan”, sapa Yuto sambil tersenyum

“Ohayou”

“Ah Daiki, ohayou . . “, sapa Yuto saat melihat sosok Daiki berjalan mendekati mereka sambil menguap malas.

“Ohayou minna”, sapa Daiki, lalu menatap sekilas papan pengumuman itu “Peringkat 5, tak buruk juga”, kata Daiki malas.

“Oh Chinen, ohayou”, seru Saifu saat melihat sosok Chinen yang tengah berjalan ke arah mereka.

“Ohayou minna” serunya ramah.

“Ohayou”

Chinen melihat papan pengumuman sekilas, lalu menatap ke empat temannya. “Kenapa diam disini? Ayo ke kelas!”, kata Chinen.

“Baiklah, ikou!”, kata Daiki. Lalu mereka berlima berjalan beriringan menuju kelas mereka.



Mereka berlima memasuki ruang kelas yang bisa di bilang luas dan mewah, kelas itu memang hanya dihuni oleh mereka berlima, mereka anak dari 5 orang terkaya di negeri mereka, yaitu Jepang.

 Mereka berlima memang khusus di didik untuk menjadi penerus perusahaan masing-masing keluarga.

 Ruang kelas di isi oleh 5 bangku untuk mereka berlima ditambah 1 meja guru, papan tulis, dan tentu saja di setiap meja di sediakan 1 buah laptop.

 Mereka tak hanya kaya, tapi juga pintar.

 Terbukti dengan nilai ujian mereka yang selalu masuk lima tertinggi di sekolah mereka, yang memang termasuk sekolah elit di Jepang.

“Hari ini kelas bahasa perancis ya?”, tanya Yuto pada Daiki yang duduk di sebelahnya, Daiki yang setengah tertidur itu menopang wajahnya dengan tangannya hanya bergumam malas menjawab pertanyaan Yuto.

“Bicara apa sih kau Dai-chan?”, keluh Yuto lalu menatap Chinen yang tampaknya sibuk dengan iPadnya, lalu menatap Aoi yang tampaknya juga sibuk dengan laptopnya, Yuto mendesah.

 Mereka memang selalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Mereka memang teman sejak kecil, tapi toh mereka tak seakrab kelihatannya, karena mereka sendiri sibuk mempersiapkan diri mereka untuk menjadi pewaris perusahaan orang tua mereka yang tentu saja terus bersaing untuk menjadi perusahaan nomor satu.


“Yuto-kun, nande?”, tanya Saifu sambil tersenyum menatap Yuto membuat Yuto tersadar dari lamunannya.

“eh? Ah . . iie”

“Hontou ka?” tanya Saifu lagi

Yuto mengangguk, “ Ehm . . anou . . Saifu”

“Ehm?”

“Habis ini bahasa perancis kan?” tanya Yuto

Saifu terkekeh pelan, mengangguk. “Un, kukira kau gelisah kenapa”, kata Saifu sambil terkekeh.

 Yuto tersenyum menatap Saifu.

Gadis yang sejak dulu entah kenapa meninggalkan kesan tersendiri, sejak pertama kali mereka bertemu di acara pesta di rumahnya saat dia berumur enam tahun, dan kebetulan ketika itu Saifu juga ada di pesta itu, bukan hanya Saifu, tapi juga Daiki, Aoi, dan Chinen.

Pesta itu awal dari pertemuan mereka berlima, tapi tidak bagi Saifu dan Daiki yang memang sudah kenal dari mereka masih sangat kecil, karena mereka bertetangga.

Yuto ingat bagaimana dulu dia hanya bisa tersenyum sambil berdiri di samping ayahnya yang menyambut para tamu. Yuto ingat saat pertama kali melihat seorang gadis umur 6 tahun dengan gaun putih panjangnya selutut, juga bando berpita putih kecil yang sangat pas di kenakannya, gadis ini berdiri di samping Daiki Arioka. Dengan sikap protektifnya berdiri di samping Saifu sambil memegang lengan gadis itu.

“Hajimemashite, Saifu Suzuki desu” seru Saifu sambil tersenyum manis.

“Wah . . Suzuki-san, anak perempuanmu manis sekali, dan itu anak laki-lakimu?” tanya ayah Yuto sambil menunjuk Daiki

 Daiki menggeleng “Arioka Daiki desu, aku di minta ayahku datang kemari karena otou-san sepertinya akan sedikit telat”, kata Daiki tenang

“Oh, anak Arioka-san, dia memang sibuk sekali ya, ah ini anak ku Nakajima Yuto, Yuto perkenalkan dirimu!” perintah ayah Yuto

“ Ah, hai”, seru Yuto malu, terlebih lagi Saifu menatapnya sambil tersenyum.

“Aku Nakajima Yuto desu, yoroshiku”, seru Yuto malu-malu

“Yoroshiku Yuto-kun”, seru Saifu

“Yoroshiku”, kata Daiki pelan.


“YUTO!!” teriakan Daiki sontak membuat Yuto tersadar dari lamunannya, yang lain menatap mereka berdua sekilas, lalu sibuk kembali kepada pekerjaan mereka masing-masing.

“Eh? Kenapa Dai-chan?”, tanya Yuto bingung

“Kau aneh sekali habisnya, kenapa melamun?”, tanya Daiki. Yuto menatap Saifu yang sedang mengetik sesuatu di handphonenya sekilas, tersenyum, lalu menggeleng pelan.

“Tidak apa-apa kok”, kata Yuto singkat.

“Dasar aneh”,gumam Daiki pelan yang baru saja ingin melanjutkan tidurnya itu, namun guru bahasa perancis mereka sudah masuk kekelas, Daiki berdecak kesal, sedangkan yang lain nampak sudah siap menerima pelajaran hari ini. Yuto melirik Saifu lewat ekor matanya, lalu tersenyum menunduk.

“Mata ashita minna-san”, seru guru bahasa inggris yang mengajar jam terakhir di kelas.

“Mata ashita sensei’, seru yang lain bersamaan menjawab sapaan guru tersebut, lalu sibuk membereskanbarang mereka.
Yuto menatap teman-temannya yang nampak melihat jadwal mereka hari ini di iPad mereka, Yuto ingin mereka lebih dekat dan akrab, bukan hanya menjadi teman sejak kecil dan teman sekelas saja. Yuto ingin mereka berlima menjadi sahabat, Yuto tersenyum, lalu menatap teman-temannya yang baru saja akan beranjak meninggalkan kelas.

“Minna!”, seru Yuto, membuat empat orang temannya kini menatapnya bingung.

“Bagaimana kalau sekarang kita pergi, ke cafe atau ke manapun, main setelah pulang sekolah, bagaimana?”, tawar Yuto

“Eh?”

“Bagaimana?”, tanya Yuto lagi

“Gomen, aku harus les”, kata Aoi dengan wajah seakan meminta maaf pada yuto.

“Maaf ya, aku duluan aku hampir telat”, kata Aoi lalu bergegas pergi.

“Aoi . . chotto “, Yuto berusaha menahan Aoi, namun Aoi sudah berlari pergi.

“Aku juga tak bisa, aku harus ke perusahaan ayahku”, kata Chinen

“Lain kali mungkin, aku duluan”, kata Chinen lalu pergi meninggalkan kelas.

“Daiki?” Yuto menatap Daiki penuh dengan harap.

 Daiki menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu, “Aku sih mau saja tapi, aku ada les kepribadian bersama Saifu hari ini”

“Ah hai, gomen ne Yuto-kun, lain kali aku dan Daiki pasti ikut”, kata Saifu

Yuto tersenyum miris,”Baikilah . .”, gumam Yuto dengan nada yang kecewa. Saifu tersenyum, menepuk pundak Yuto, Yuto menatap Saifu yang tersenyum ke arahnya.

“Jangan sedih ne? Lain kali aku janji, tapi sebelumnya kita janjian dulu ya? Jangan mendadak seperti ini”, kata Saifu

“Un wakatta”, kata Yuto mengangguk

“Saifu ayo! Kita tak mau dapat omelan karena telat lagikan?”, kata Daiki sambil melihat jam di tangannya.

“Ayo!”, seru Daiki sambil menarik lengan saifu

“Mata ashita Yuto . . “, kata Saifu sambil berlalu pergi bersamaan Daiki yang masih memegang lengannya erat.

Yuto sendiri menatap siluet gadis yang perlahan hilang menjauh dari pandangannya bersama seorang pemuda yang menggenggem erat lengan gadis itu.

Tsuzuku ~
HAHAHAHAHAHAHAAAHAAH
CHINEN YURI KEREEEEEEEENNN
YAMADA RYOSUKE JUGA KEREEEEEEEEEEEENNNNNNNN....... ß si Aoi Kujyou histeris sendiri - -

Mari dikomen minna, kalo jelek bilang ajah yaa~ <3 

Kamis, 30 Juni 2011

Two Love Story (part 9 ending)

Title        : Two Love Story (part 9 endind)
Chara     :  Yamada Ryosuke (HSJ ), Ryutaro morimoto ( HSJ ),  Chinen Yurii (HSJ),Saifu Suzuki (OC) , Aoi Kujyou (OC) , Kimura Mineko (OC) , dan segelintir orang yang bakal lewat ( a.k.a figuran xD .wahahahahahaha)
Author   :Saifu
Story Idea: Aoi
Genre : Romance  ...

Ehhhh????beneran ending di part 9 nih???




Aoi mengerjap erjapkan matanya bingung,``dimana ini?``,pikirnya bingung.

Seingatnya tadi dia ada di stasiun..dan, dan dia tadi mengejar chinen..tapi,..tapi kenapa dia malah ada di ruangan ini , dia melirik tangannya..sebuah jarum infuse tertancap tepat di lengannya. Aoi menghela nafas.

``rumah sakit?kenapa aku ada disini….perutku rasanya aneh sekali``,gumam aoi pelan.



Yamada masuk kedalam ruangan dokter dengan sedikit was was dan sedikit takut dengan apa yang akan dia dengar nanti.saat dia masuk dokter itu tersenyum simpul lalu menyuruh yamada langsung duduk di bangku tepat di depannya.

``bagaimana?``, tanya yamada dengan wajah khawatir, dok ter yang ada di hadapannya mendesah.

``maafkan saya...saya harus menyampaikan ini..anda siap mendengarnya?``,tanya dokter itu.
Yamada semakin teganag saja, namun mengangguk.

Dokter itu menghela nafas ,``maaf..istri anda keguguran...``, kata dokter itu akhirnya.

Yamada tercekat,``do..dokter..apa tidak salah??tolong periksa lagi.``, kata yamada panik sambil menatap dokter itu dengan pandangan tidak percaya.

``maafkan saya yamada-san....``,kata dokter itu , yamada menghempaskan tubuhnya di bangkunya, Dia mengerang keras.yamada menjambak rambutnya sesndiri sambil mengerang , air matanya bahkan sudah membasahi pipinya.

``maafkan saya yamada-san..``, kata dokter itu lagi. Yamada langsung keluar dari ruangan dokter itu sambil menangis , saifu dan ryutaro yang sedari tadi menunggu yamada di luar ruangan dokter itu langusng menghampiri yamada yang menangis .
Saifu dan ryutaro sudah menebak pasti ada hal buruk yang terjadi ,

Ryutaro menghampiri yamada,``yamada..bagaimana?``,tanya ryutaro sambil menatap yamada yang menunduk , saifu yang juga was was menunggu perkataan yamada juga menatapnya.

``aoi...aoi keguguran...``lirih yamada.

``eh??``

``AGRRHHHH!!!``,erang yamada keras sambil menendang bangku  yang berada tepat di hadapannya.orang orang yang kebetulan ada dirumah sakit itu menatap yamada bingung namun berusaha tidakpeduli karena toh mereka juga punya banyak hal yang harus mereka urus.




Saifu masih terisak , ryutaro yang disampingnnya mengusap usap punggungnya , menenangkannya . yamada masih duduk menunduk di bangku tepat di depan kamar rawat Aoi .

``kalian masuk saja duluan..``,kata yamada pelan.

Ryutaro menepuk pundak yamada pelan lalu masuk ke kamar rawat aoi .
Yamada menunduk , bahkan karena masalah lama ini...anaknya sampai menjadi korban, bagaimanapun dia menganggap ini memang awalnya adalah salahnya,
Yamada mendesah..,``chinen...gomen ne...``, gumamanya pelan.






``AOI!!``,seru saifu yang tiba tiba masuk kedalam ruangan itu, ada Ryutaro dibelakangnya, wajah saifu sembab .

``kau kenapa ?``,Tanya aoi . saifu malah memukul lengan aoi cukup keras.

``BAKA!!``,bentak saifu keras lalu menangis sambil memeluk tubuh aoi erat , sedangkan aoi memandang Ryutaro bingung , Ryutaro hanya tersenyum simpul memandang aoi yang tampak bingung.

Tak berapa lama yamada masuk kedalam ruangan itu, wajahnya susah ditebak ..campuran antara sedih, kecewa, kesal…ryutaro menepuk pundak yamada yang hanya tersenyum simpul kearahnya.

Aoi memandang yamada,``ryo ..? kenapa?``,Tanya aoi bingung . saifu yang menangis hanya bisa memandang wajah aoi tanpa bisa menjelaskan apa yang sudah terjadi pada dirinya.

``aoi..ano, ryu..saifu..tinggalkan kami berdua ya…``,kata yamada sambil tersenyum simpul kerah saifu dan Ryutaro .saifu mengangguk ,lalu berjalan sambil terisak isak kearah ryu yang mengusap usap pundaknya pelan lalu keluar dari ruangan itu.

Yamada duduk di bangku samping ranjang aoi , menghela nafas.berat untuknya untuk menceritakan ini.

``ryo…kau tau? Aku melihat chinen di stasiun..lalu aku mengejarnya ..tapi, tiba tiba saja saat aku membuka mata..aku sudah ada disini..ini rumah sakit ya?``,Tanya aoi .

Yamada memandang wajah aoi,``iya ..ini rumah sakit``,jawabnya singkat . wajahnya Nampak berfikir keras, berfikir bagaimana cara dia menyampaikan hal ini ke Aoi..ini sangat berat untuknya..dan untuk Aoi juga.

Aoi yang bisa membaca raut wajah sulit yamada memegang tangan yamada, menggengamnya.yamada mendongak menatap Aoi yang tersenyum kearahnya.

``ryo..dousta? apa ada yang terjadi?``,Tanya aoi lembut.

Yamada mendesah,``kandunganmu…``

Aoi mengernyitkan dahinya bingung,``kandunganku memang kenapa?``,Tanya aoi bingung.

``kau keguguran aoi…``, kata yamada dengan nada berat.aoi tercekat ,yamada mendesah sambil menunduk.yamada berat menyampaikan ini, namun cepat atau lambat aoi pasti akan tau tentang hal ini.

Aoi menggencang bahu yamada yang menunduk dengan keras, ``ryo!!kau bohong kan???ryo!!``,bentak aoi keras, air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya itu.

``gomen aoi....``,lirih yamada pelan.

``bagaimana bisa...``, lirih aoi sambil terisak isak.

``ingat saat kkau mengejar chinen itu..kau berlari terlalu kencang..dan..`` ,yamada seolah tidak kuat untuk meneruskan ceritanya itu, hanya menunduk .

Aoi tercekat . ingatannya kembali pada saat di stasiun ..saat dia melihat sosok chinen,lalu dia yang langsung berlari kencang menuju chinen itu. Dan..aoi ingat,
Tidak sengaja dia tersandung dan jatuh saat mengejar sosok chinen itu , dan setelah itu dia lupa semuanya ..bangun bangun dia sudah ada di kasur rumah sakit ini.

``lalu....saifu yang katanya kebetun sedang ada di stasiun melihat kerubunan orang dan katanya dia melihatmu..dia menamgis sambil menelponku..``,jelas yamada lagi,dia menunduk..tidak menatap aoi yang terisak isak.


``Maaf... maafkan aku`` lirih aoi itu  sambil menangis.

``Tak apa Aoi, yang penting kau baik-baik saja`` kata yamada lalu memeluk aoi yang tengah menangis itu.

``bagaimana ryu?``, tanya saifu, ryu memejamkan matanya.mereka tengah duduk di kantin rumah sakit.

``entahlah..walau aku sudah menemui orang itu..tapi, kurasa aku harus ketempat itu..``,jelas ryutaro.

``aku ikut.``,kata saifu tegas .ryutaro berdecak,menatap saifu yang memandangnnya  tegas .

``tidak fu..aku tidak mau kau samapai seperti aoi..``,kata ryu sambil menatap saifu yang mendesah.

``oh..ayolah...aku akan baik baik saja. Aku ikut yah?``desak saifu sambil mengguncang guncang tubuh ryu yang menatapnya.

``saifu dengarkan kata kataku sekali saja kenapa sih..``, keluh ryu sambil menatap saifu kesal.

Saifu berdecak,``aku hanya ikut,aku akan di mobil..sungguh kok..yah``,pinta saifu.

``saifu..``

``ryu!!!aku ikut dengan atau tanpa kau..aku bisa naik kereta kalau kau tidak mengajakku..``,kata saifu dengan wajah kesal.

Ryu berdecak,``terserah kau saja..keras kepala``.,kata ryu sambil menyeruput es kopinya.

Saifu ahanya tersenyum ,``arigatou.....`` ,kata saifu lembut, ryu hanya tersenyum simpul sambil menatap saifu.



Esoknya saifu dan ryutaro bersiap pergi ke tempat itu , menemui orang itu..untuk menyelesaikan semua masalah ini .namun sebelum itu, mereka akan kerumah sakit..menemui Aoi.


``yakin akan ikut? Dirumah saja yah..``, kata ryutaro saat mereka baru saja akan berangkat kerumah sakit .

Saifu memandang ryutaro,``sudah samapi sini..tidak mungkin aku mundur kan? Ikou..``,kata saifu sambil tersenyum memandang ryutaro , ryutaro tersenyum simpul lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit.




``aoi makanlah..jangan hanya melamun...``,kata yamada, sedari tadi aoi tidak menggubris sama sekali makanan yang ada di hadapannya, hanya menunduk sedih.

``gomen..kalau saja aku tidak berlari terlalu kencang...ini semua tidak akan terjadi..gomen...``, lirih aoi pelan.

Yamada hanya tersenyum simpul, ``daijobu....yang penting kau tak apa..sekarang makan dulu yah?``, kata yamada . aoi menatap yamada sendu , dia tau yamada pasti sangat sedih..bagaimanapun ini anak pertama mereka .

``gomen....arigatou...``




``aoi...sudah merasa baik?``,tanya saifu saat baru saja masuk kedalam ruang rawat aoi . aoi yang baru saja selesai makan hanya tersenyum simpul memandang saifu yang berjalan kearahnya, dibelakangnya ada ryu yanng langsung menghampiri yamada tampak berbicara dengan yamada di sudut ruangan.


``aku dan saifu akan kesana sekarang..``, kata ryutaro sedikit berbisik.

``saifu ikut??daijobu ka?aku hanya tidak ingin dia seperti aoi..``, kata yamada sambil meirik kearah saifu dan aoi  yang tengah ngobrol.

Ryutaro berdecak,``aku sudah melarangnya..namun dia bersikeras..apa boleh buat..``, kata ryutaro .
``baiklah..kabari aku langsung jika sudah bertemu dengannya..ok?dan saifu..kau kunci saja dia di dalam mobil.hahahaha...``,kata yamada sambil terkekeh pelan.

Ryutaro menepuk lengan yamada pelan,``sembarangan kau..yasudah..kami pergi ya.``, kata ryutaro sambil tersenyum. Yamada mengangguk.

``saifu...ikou..``, panggil ryutaro.

Saifu yang tengah menobrol menoleh ,``aku pergi dulu aoi..nanti aku akan kesini lagi``,kata saifu .

Aoi mengangguk,``kau mau kemana? Kenapa terburu buru?``,tanya aoi bingung.

Saifu tersenyum,``menemui seseorang yang akan mengakhiri ini semua..``,kata saifu sambil tersenyum .

``hah??``

``aku pergi..jyaa~``,,kata saifu sambil berlari kecil menghampiri ryutaro.

``jangan berlari saifu!!!``, bentak ryutaro . yamada dan aoi terkekeh melihat ryutaro dan saifu yang lalu pergi meninggalkan runagan itu.

Yamada menghampiri aoi,lalu duduk di bangku samping ranjang aoi.

``ano..apa ada yang kalain bertiga sembunyikan?``, tanya aoi penasaran,

Yamada hanya tersenyum simpul memandang aoi yang semakin bingung karena pertanyaannya hanya di jawab dengan senyum simpul oleh suaminya.





``jangan membantahku nanti...dengar perkataanku pokoknya..``,kata ryutaro selama perjalanan menuju tempat itu, saifu hanya memutar matanya malas.

``yah yah...``

``saifu!!jangan bercanda..``,kata ryutaro kesal.

``diamlah..dan perhatikan jalan.aku tau apa yang harus aku lakukan...``,kata saifu sambil melihat keluar jendela. Ryutaro menatap saifu sekilas lalu fokus lagi pada jalanan di depannya , yang ada di dalam pikirannya masalah ini harus cepat selesai..secepatnya.


Aoi sudah tertidur di kasur rawatnya, 2 hari lagi dia akan keluar dari rumah sakit ini . yamada memandang jauh keluar jendela.

``kami-sama..kumohon...``,gumamnya pelan ,lalu menatap wajah aooi yang tengah tertidur.




``ini alamtnya?``,tanya saifu saat mereka berhenti di depan sebuah rumah ..mereka sedang di perfektur shizuoka . tempat orang itu berada.rumah itu lumayan besar dengan gaya khas rumah traditional jepang, terlihat mewah dibanding rumah rumah yang tadi mereka lihat.

Ryutaro meliohat kertas yang ada di tangannya ,lalu melihat papan nama rumah itu , tertulis `Chinen` , di papan nama keluarga itu . saifu beradu pandang dengan ryutaro ,lalu mengangguk.

Ryutaro turun dari mobilnya, saifu mengikuti turun dari mobil itu.

Ryutaro mengernyitkan dahinya memandang saifu.

``kenapa diam? Ayo masuk..``kata saifu.

``kau bilang hanya di mobil...kenapa turun?masuk lagi..``,kata ryutaro yang sudah membukakan saifu pintu, saifu malah mentup pintu itu.

``sudahlah..ikou..``,kata saifu lalu menarik lengan ryutaro yang berdecak kesal.




``shitsureishimasu...``, seru saifu dan ryutaro bersamaan , mereka sudah memencet bel rumah itu namun belum juga ada yang membukakan pintu.

``kok tidak ada yang membuka pintu ya?``, keluh saifu. Ryutaro menggedikkan bahunya tanda tidak tahu.

``kita cari penginapan saja..bagaimana?``,tanya ryutaro . saifu sedikit berfikir ,lalu mengangguk . baru mereka akan pergi dari depan rumah itu, ketika mereka mendengar suara pintu rumah itu dibuka seserang . saifu dan ryutaro menoleh , seorang wanita paruh baya berdiri di ambang pintu , menatap saifu dan ryutaro bingung ,tampaknya wanita itu tidak mengenal ryutaro dan saifu.

``maaf..kalian siapa?``, tanya wanita itu.saifu dan ryutaro tersenyum sambil menghampiri wanita itu.

``morimoto saifu desu..lalu dia ryutaro morimoto..suami saya..begini..``

Belum sempat saifu menyelesaikan kalimatnya, sesosok laki laki berdiri dibelakang wanita paruh baya itu.

``oka-san..ada apa? Eh...kau yang kemarin kan?``, kata laki laki itu sambil menunjuk ryu . ryu mengangguk.

``chi...CHINEN???!!``,seru saifu tidak percaya memandang laki laki itu.ryutaro mengenggam sebelah tangan saifu itu yang lalu memandangnya bingung.

``bisa kita biicara..soal kemarin itu..``, kata ryutaro.laki laki itu mengangguk , wanita paruh baya itu masih tampak bingung , namun laki laki itu membisikkan sesuatu kepada wanita itu, seolah nampak mengerti ..wanita itu menatap ryu dan saifu sambil tersenyum.

``silahkan masuk...``, kata wanita itu.pandangannya terlihat sayu ,lalu masuk duluan kedalam rumah , saifu bisa melihat wanita itu menangis.

Ryutaro menarik tangan saifu yang masih memandang laki laki itu bingung , yang ada di dalam pikirannya ``itu..itu chinen kan??tapi kenapa???``, ryutaro memandang saifu yang masih tampak berfikir keras sambil menarik tangannya masuk kedalam rumah itu kalau tidak pasti saifu hanya akan diam berfikir di tempat dia berdiri .


``silahkan....``,kata wanita itu , setelah menaruh teh dan beberapa makanan untuk saifu dan ryutaro . mereka memutuskan untuk membicarakan ini di ruang tamu keluarga ini , saifu menatap lurus kepada laki laki tadi yang tampak risih saifu menatapnya . wanita paruh baya tadi masuk sambil membawa nampan berisi teh dan beberapa makanan,lalu menaruhnya di meja .

``arigatou....``, kata saifu dan ryutaro sambil memandang wanita itu yang lalu pergi dari ruang tamu rumah ini.

``saifu..jangan memandangnya begitu...``,kata ryu sedikit berbisik . saifu menatap ryutaro ,

``ryu..itu chinen kan? Kenapa dia seperti tidak mengenalku..``,kata saifu sambil mengguncang bahu ryu . ryu menggenggam tangan saifu ,

``kau yakin mau mendengar ini?jangan kaget..tapi, dia yang akan menceritakan semuanya...``,kata ryutaro sambil memandang saifu yang lalu mengangguk.


``chinen yuki-san ...silahkan...``, kata ryutaro. Laki laki yang dibilang chinen yuki itu mengangguk , saifu semakin bingung.

`yuki chinen????` , pikirnya bingung.

``baiklah morimoto-san...tentang kakakku..``

``hah????kakak??``, seru saifuu kaget .

``tenanglah..dengarkan dulu...``, kata ryutaro sambil memandang saifu yang menatap yuki semakin bingung.

``sebenarnya..dia sudah tiada...``, kata yuki memulai ceritanya.

Saifu tercekat, ``HAH????``, seru saifu tidak percaya, ryutaro mengenggam tangan saifu semakin erat.

``kalau kau tidak yakin..pergi ke mobil saja...``, kata ryutaro, saifu menggeleng.

``lanjutkan saja..``, kata saifu . ryutaro tersenyum simpul.

``dia meninggal 7 tahun lalu....``,lanjut yuki sambil menatap altar, disana ada foto chinen yang tersenyum dupan didepannya bahkan baaru saja dibakar sepertinya. Saifu dan ryutaro melihat juga altar itu , altar yang bahkan sejak tadi ada disana, namun mereka tidak menyadarinya.

Saifu semakin tercekat, dia mencoba menahan tangisnya.





``apa??pindah??jangan bercanda chinen!!``, seru ayah chinen kesal setelah mendengar chinen minta pindah dari sekolahnya, padalah dia akan menghadapi ujian kenaikan kelasnya beberapa minggu lagi. Chinen menatap ayahnya.

``aku serius otou-san..``,kata chinen tegas .

``YURI!!``, bentak ayah chinen kesal , dia tidak habis fikir dengan anak sulungnya ini.hal apa yang membuatnya ingin pindah dari sekolahnya itu.

Yuki yang saat itu baru saja masuk SMP hanya bisa menatap kakaknya itu bingung , ibunya pun hanya duduk diam disamping yuki .

``otou-san...onegaishimasu...``,kata chinen sambil menundukkan kepalanya. Ayah chinen tau , chinen yuri adalah anak yang keras kepala, maka akhirnya dia menuruti juga keinginan anaknya itu . mereka sekeluarga pindak ke kampung halaman chinen di shizuoka....semuanya berjalan baik awalnya. . namun etelah 1 tahun , ayahh chinen memutuskan kembali ke tokyo karena dia kerepotan bulak balik tokyo-shizuoka untuk mengurus perusahaannya. Chinen menolak dengan keras keputusan ayahnya itu.

``aku tidak mau kembali ke tokyo.!!``, seru chinen kesal sambil membanting pintu kamarnya keras.

Akhirnya ayah dan ibu chinen saja yang kembali ke tokyo dan setiap akhir pekan menengok chinen dan adiknya di shizuoka.


``kakak...kau tau dimana ..``, pertanyaan yuki terhenti kerika melihat kakanya tengah duduk di meja belajarnya sambil menatap keitainya serius.

Seolah sadar ada yang memerhatikannya, chinen menoleh menatap adiknya yang berdiri di ambang pintu menatapnya .``oh..yuki..dousta?``, tanya chinen sambil menutup flip keitanya.

``itu..oni-chan tau dimana sepatu bolaku?``, tanya yuki .

``oh..itu ..kemarin aku pinjam, ada di bawah tangga.``, kata chinen. Yuki mengangguk ,lalu pergi dari depan kamar chinen walau dia masih penasaran dengan apa yang ada di keitai kakaknya itu.




Yuki terus penasaran , sampai suatu malam dia minta kakanya menceritakan semuanya. Tentang alasan kenapa dia minta pindah dari sekolahnya..tentang apa yang ada di keitainya. Awalnya chinen enggan untuk menceritakannya, namun akhirnya menceritakannya karena yuki terus mendesaknya. Selesai menceritakan alasan dia pindah kepada adiknya, dia memperlihatkan foto seorang gadis yang ada di keitainya, foto yang diambilnya diam diam

``siapa dia?``, tanya yuki sambil memndang foto gadis yang ada di keitai kakanya itu.

``aoi..namanya aoi kujyou...``,kata chinen sambil tersnyum.

Yuki mengangguk angguk mengerti .

``nii-chan belum mau memaafkannya?``, tanya yuki . chinen mendesah pelan.

``sebenarnya..aku sudah memaafkan mereka..``,gumam chinen pelan.

``lalu?``

``lalu apa?``, tanya chinen bingung.

``kau sudah bilang kalau kau memaafkannya ? ``, tanya yuki. Chinen menggelng.

``nii-chan..kau tidak seharusnya begitu kkan? Temui mereka...``,kata yuki.

Chinen memandang yuki,``aku...aku...``

``kakak...temui mereka...besok kau libur 3 hari kan? Pergilah ke tokyo..``, kata yuki sambil menepuk bahu chinen . chinen tampak berfikir,lalu mengangguk.

``arigatou yuki...``, kata chinen . yuki mengangguk.




Saifu masih tercekat mendengar cerita yuki , yuki menunduk .

``la..lalu bagiamna bisa dia...dia meninggal...?``, tanya saifu .

Yuki menghela nafas,``ini semua salahku...``,gumamnya pelan.




``nii-chan...semoga berhasil ya...``,kata yuki saat mengantar chinen ke stasiun . chinen tersenyum, mengangguk pada adiknya itu ..adiknya yang wajahnya bahkan sangat mirip dengannya.

``arigatou..aku pergi ya...jga rumah dengan baik,kalau ada apa apa hubungi aku ya..ittekimasu...``, kata chinen sambil masuk kedalam kereta.

Yuki mengangguk,``itterashai....hati hati,,``,kata yuki sambil melambaikan tangan pada chinen yang balas melambai dari dalam kereta yang tengah melaju , sampai akhirnya menjauh dari stasiun itu.




Yuki terdiam , saifu dan ryutaro masih memandang yuki yang lalu menghela nafa sebelum melanjutkan ceritanya.

``kalian tau apa yang terjadi?``,tanya yuki kepada saifu dan ryutaro yang menggeleng.

``kereta yang dditumpangi kakak ku mengalami kecelakaan...``, kata yuki ..saifu dan ryutaro bisa melihat mata yuki yang menerawang jauh ke kejadian itu.air mata yuki tak terbendungkan..dia terisak pelan.

``gomen...``,kata yuki .

``daijobu...``,kata saifu dan ryutaro sambil tersenyum simpul , yuki lalu meneruskan ceritanya.

``saat itu...2 jam setelah aku mengantar kakak ..aku yang baru selesai makan ..mendapat telpon..dan..``, yuki menggantung kalimatnya.

Saifu sudah dapat menebak apa yang akan dikatakan yuki itu.

``aku mendapat kabar..kereta yang kakak tumpangi mengalami kecelakaan...dengan panik aku langsung pergi kerumah sakit tempat kakak ku dirawat..aku tidak bisa berfikir apa apa lagi kecuali tentang kakak ku saat itu``.

Saifu memandang yuki yang terlihat berat menceritakan ini semua.



Yuki berlari ,mencari kakaknya diantara korban korban itu, lalu dia menemukan sosok kakaknya yang tengah dibalut perban dan jarum infus tertancap di lengannya serta alat alat lain. Yuki segera menghampiri sosok kakaknya itu, dia bahkan sudah menangis.

``onii-chan...onii-chan!!!``, seru yuki sambil berurai air mata . chinen yang setengah sadar menatap adiknya itu.

``yuki..gomen..aku belum bertemu mereka...``,kata chinen .yuki menggeleng,

``kakak..jangan bicara dulu...``,,kata yuki sambil terisak isak.

``kertas..``

``eh?apa?``,tanya yuki bingung,

``ambilkan aku kertas dan pulpen..onegai...``,kata chinen.

``eh?untuk apa?``, tanya yuki bingung.

``cepatt..``,kata chinen sambil mengerang kesakitan , yuki langsung berlari mencari pulpen dan kertas dan mendapatkannya dari resepsionis..dan dengan segera menghampiri kakaknya itu.

Chinen berusaha menulis sesuatu di kertas itu, yuki hanya dapat menatap kakaknya bingung.



``kore....ini surat untuk orang yang bernama aoi dan yamada..``,kata yuki sambil memberikan saifu sebuah kertas..kertas itu sudah sedikit menguning dan sedikit lecak dan kotor , saifu membukanya..mencoba membaca tulisan yang sedikit susah dibaca itu , saifu tidak bisa membendung tangisnya lagi  setelah membaca surat itu , dia menangis terisa isak.


To : yamada dan Aoi


Aoi apa kabar? Kau baik? Bagaimana dengan kau yama-chan?
Maafkan aku soal masalah..kau tau apa? Hahaha..maafkan keegoisanku. Dan..yama-chan tolong jaga aoi..aku akan senang jika kalian bahagia ..walau mungkin saat kalian membaca surat ini..aku sudah tidak ada bersama kalian.haha..tapi aku akan bahagia. Arigatou na...untuk semuanya.


                                                                              From : Yuri chinen


Saifu masih terisak isak sambil, ryutaro memeluk saifu yang masih menangis.
``ryu...chinen..``, lirih saifu sambil terisak isak.

Yuki menunduk, melanjutkan ceritanya,``setelah itu..kondisi kakak memburuk...entah .kata dokter terjadi komplikasi dan infeksi ..aku tidak begitu mngerti..lalu malamnya..kakak menghembuskan nafas terakhirnya...``, kata yuki, dia terpaksa menceritakan ini semua ..karena memang selama 7 tahun ini..dia berusaha mencari aoi dan yamada.dan sekarang...semuanya akan selesai. Luka ini tidak akan dia buka lagi, cerita tentang kakanya yang menyakitkan ini.
Saifu semakin terisak saja,

``gomen...ini semua salahku..kalau saja aku tidak mendesak kakak untuk bercerita..kalau saja aku tidak menyuruhnya ke tokyo..kalau saja dia dia tidak naik kereta itu..semua itu tidak akan terjadi...gomen....``, kata yuki sambil terisak isak.

Ibu chinen yang sedari tadi mendengarkan dibalik tembok sudah menagis terisak isak mengingat anak sulungnya itu, anak sulunganya yang keras kepala. Yang walau sering membuatnya kesal namun tetap disayanginya , bahkan ayah chinen sering sakit sakitan semenjak anak kesayangnnya itu meninggal.meninggalkan keluarganya yang amat mencintainya itu.

``gomen ne...``, kata yuki lagi sambil mengusap air matanya .
``tidak..aku yang harusnya minta maaf karena mengingatkanmu akan hal ini...``,kata ryu sambil memandang yuki .
``tolong sampaikan surat itu...``,kata yuki.
Ryutaro mengangguk,``pasti...kalau begitu kami pamit...``,kata ryutaro.

``tunggu...sudah sore...sebaiknya kalian menginap dulu..besok pagi kalian baru kembali ke tokyo..kasihan istrimu .dia tengah mengandung kan?``, kata ibu chinen yang tiba tiba muncul di ruang tamu keluarga itu.
``eh?``
``ayo..kamarnya diatas...``,kata ibu chinen sambil tersenyum ramah. Akhirnya saifu dan ryutaro mengangguk menerima tawaran ibu chinen itum bagaimanapun mereka tidak enak menolak permintaan ibu chinen itu.

``chinen itu..anak yang baik, walau keras kepala..namun, keluarga ini tanpa dia..sungguh...``, kata kata ibu chinen terhenti dia bahkan tidak tau apa yang harus dia katakan lagi tentang anaknya yang sangat dia rindukan itu , makan malam dirumah chinen itu terasa berat malam ini..karena cerita yang kembali diceritakan lagi itu , saifu mengusap punggung ibu chinen itu.

Ibu chinen tersenyum memandang saifu.``terima kssih sudah menjadi teman chinen...arigatou...``,kata ibu chinen itu, saifu tersenyum simpul menganggukk memandang ibu chinen itu. Yuki dan ryutaro hanya dapat memandang ibu chinen dan saifu .

``bagaimana kita menyampaikan ini kepada aoi?``,tanya saifu sambil duduk dippinggir ranjang . ryutaro yang tengah mengganti bajunya memandang saifu ,
``aku akan bicarakan dengan yamada nanti..``, kata ryutaro sambil menghampiri saifu,lalu menggenggam tangan saifu.
``aku tidak percaya chinen sudah...``
``sudahlah...malam ini tidur saja yah..``,kata ryutaro, saifu mengangguk.


``terima kasih ..kami pergi dulu ya..sampai jumpa..``,kata ryutaro dan saifu.
Yuki dan ibu chinen mengangguk,``hati hati..kemari lagi ya...``,kata ibu chinen dan yuki . saifu dan ryutaro mengangguk lalu melajukan mobiilnya pergi meninggallkan rumah chinen itu.


``aku sudah boleh pulang?bukannya baru 2 hari lagi?``,tanya aoi bingung namun membereskan juga baju bajunya.
Yamada mengangguk,``yah..sudah boleh kok...nah sudah selesai..aku akan ke resepsionis..kau tunggu di mobil saja yah..``kata yamada lalu berjalan pergi .


Sudah jam 7 malam , saifu dan ryutaro hampir sampai kerumah yamada. Ryutaro dan saifu ingin langsung menyampaikan ini, semuanya. Tak berapa lama mobil ryu berhenti di depan rumah yamada, mereka diam dulu sebentar di mobil itu sampai akhirnya turun.

``ya..sebentar..``,kata aoi sambil membukakan pintu rumahnya.

``saifu..ryu..ada apa?malam malam begini...``,kata aoi namun mempersilahkan juga saifu dan ryutaro masuk .

``mau minum sesuatu...?``,tanya aoi pada saifu dan ryu yang sudah duduk di ruang tamunya .saifu dan ryutaro menggeleng.

``sou ka..kenapa wajah kalian tegang sekali?``,tanya aoi bingung, saifu menggeleng.

``ryu...``,panggil yamada yang tengah berjalan menuruni tangga lalu menghampiri ryutaro . yamada membawa ryutaro sedikit menjauh ,lalu ryu bercerita dengan sedikit berbisik ..aoi memandang mereka berdua bingung.

``saifu..apa terjadi sesuatu?``,tanya aoi , saifu hanya tersenyum simpul kearah aoi.

Yamada dan ryutaro kembali, wajah yamada terlihat kaget dan tidak percaya.

``ryo? Kau kenapa?``,tanya aoi bingung sambil menghampiri yamada.

``aoi..duduklah..ada yang harus kami ceritakan...``, kata ryutaro . saifu memndang ryutaro ,aoi nampak bingung namun duduk juga disamping saifu .yamada duduj disamping ryutaro, yang lalu menghela nafas sebelum mengatak hal ini.

``ada apa?``tanya aoi.

``tentang chinen...``,sambung saifu. Aoi tercekat, dia langsung memandang saifu ,

``chinen?..kalian..kalian bertemu dengannya??~``, tanya aoi kalut ,

``tepatnya..aku dan saifu,``kata ryutaro , aoi menatap saifu dan ryutaro bergantian.

``kau siap mendengar semuanya?``,tanya ryutyaro , aoi memandang yamada yang juga menatapnya sendu.

Aoi mengangguk.

Ryutaro menghela nafas,lalu memulai ceritanya. Aoi hanya bisa tercengan selama ryu menceritakan..yamada hanya menunduk seolah tak mampu mengatakan apapun..saifu terisak isak kecil ..aoi pun tidak bisa membendung tangisnya saat saifu memberikannya surat.surat dari chinen untuknya dan yamada.yamada duduk disamping aoi , saifu pindah kesamping Ryutaro yang memeluknya yang tengah terisak.
Pelan pelan aoi membuka kertas itu, surat dari chinen untuknya dan yamada.


To : yamada dan Aoi


Aoi apa kabar? Kau baik? Bagaimana dengan kau yama-chan?
Maafkan aku soal masalah..kau tau apa? Hahaha..maafkan keegoisanku. Dan..yama-chan tolong jaga aoi..aku akan senang jika kalian bahagia ..walau mungkin saat kalian membaca surat ini..aku sudah tidak ada bersama kalian.haha..tapi aku akan bahagia. Arigatou na...untuk semuanya.


                                                                              From : Yuri chinen


Aoi terisak kuat setelah membaca surat itu.yamada pun juga menangis.

``ryo..chinen…ini bohong kan?``,lirih aoi sambil terisak isak menatap yamada yang juga menatapnya sambil menangis.
Yamada menggeleng,``aku juga berharap begitu..tapi ini benar..``,kata yamada sambil terisak isak. Aoi menagis semakin kencang saj, yamada memeluk tubuh aoi yang menangis di pundaknya.
``chinen…``,lirih aoi sambil terisak. Bagaimanapun dia tidak menyangka ..chinen yang selama ini terus dicarinya..ternyata, sudah tiada,,dan mungkin saja,selama ini..chinen terus berada di sekitarnya.



2 hari setelah segalanya menjadi jelas, setelah aoi dan yamada siap.mereka berdua pergi ke shizuoka, Ryutaro dan saifu tidak bisa ikut..saifu harus pergi check up kandunganya ke dokter ,hanya menitipkan salam kepada keluarga chinen..mereka menemui keluarga chinen . bertemu yuki dan ibu chinen .aoi dan chinen tidak bisa membendung tangis mereka begitu mereka berdiri di depan altar chinen .

``ano…kalian mau ke makam kakak?``, Tanya yuki yang tengah berdiri di belakang aoi dan yamada yang baru saja selesai berdoa di depan altar chinen . aoi dan yamada bertukar pandang ,lalu mengangguk.

Aoi, yamada dan yukie berjalan ke tempat pemakaman tak jauh dari rumah chinen itu, hanya berjarak sekitar 250m dari rumah chinen . aoi sedikit ragu sesaat sebelum masuk ke area pemakaman itu, namun akhirnya masuk juga.
Aoi bisa merasakan keberadaan chinen disekitarnya, membuatnya sedikit rindu padanya. Sampai akhirnya mereka bertiga berdiri di depan makan keluarga chinen. Tertulis chinen yuri disana, aoi berlutut, berdoa di depan makam chinen ,yamada dan yuki mengikuti aoi.
``chinen..gomen ne…``,lirih aoi . yamada menatap aoi yang sudah hampir menangis.
``chinen..gomen …``,kata yamada juga. Yuki berjalan menjauh , dia merasa pembicaraan ini hanya untuk mereka bertiga.

``bagaimanapun..terima kasih..untuk semuanya..untuk penorbananmu..kau baik kan?terima kasih suratnya..aku suka…``,kata aoi ,lalu mengusap air matanya yang sudah jatuh.
Yamada menatap aoi lirih.

``arigatou…arigatou….``,kata aoi sambil terisak namun tersenyum kemakam chinen .

Setelah itu yamada aoi pun pergi meninggalkan area pemakaman itu, yuki tersenyum memandang aoi dan yamada yang juga tersenyum sambil berjalan kearahnya. Bagaimanapun, chinen pasti tersenyum dari`sana`, memandang cmereka semua dari atas sana. Dan mungkin saja..sekarang dia sedang tersenyum memandang mereka semua.






O~WA~RIIIIII


aneh kan? tapi sudah berakhirrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...hahahaha
keave some komen minna..see you at next fict

nanti bakal ada side nya daiki

Two Love Story (part 8)

Two Love Story (part 8 )

oleh Fukuzawa Saya pada 27 Juni 2011 jam 15:57
Title        : Two Love Story (part 8)
Chara     :  Yamada Ryosuke (HSJ ), Ryutaro morimoto ( HSJ ),  Chinen Yurii (HSJ),Saifu Suzuki (OC) , Aoi Kujyou (OC) , Kimura Mineko (OC) , dan segelintir orang yang bakal lewat ( a.k.a figuran xD .wahahahahahaha)
Author   :Saifu
Story Idea: Aoi
Genre : Romance  ...



  Mengetahui kabar chinen pindah dari sekolah itu, yamada dan aoi tidak diam saja. sepulang sekolah mereka berdua pergi kerumah chinen..nihil . rumah itu pun sudah ditinggal oleh penghuninya. Jejak chinen tidak terendus lagi . yamada merutuki dirinya sendiri ,bagaimanapun ini salahnya juga . yamada mengambil keitainya, mencoba menghubungi chinen..sama saja nihil . tidak ada jawaban .

``ini salahku…``, gumam yamada .

Aoi mengusap punggung yamada,``daijobu…aku tahu,nanti dia pasti akan mengerti..dan akan memaafkan kita..``, kata aoi menyemangati , yamada tersenyum memandang aoi . entah kenapa dia sangat tidak ingin kehilangan wanita ini, wanita yang dulu hanya dianggapnya teman biasa..malah menjadi sumber  renggangnnya persahabtannya dengan chinen. Namun yamada tidak dapat berbuat apa apa lagi..ini masalah hati , dan lagi aoi juga menyukainya, dan hanya menganggap chinen teman.

``ikou..kita pulang..sudah sore,``kata aoi . yamada mengangguk lalu berjalan di samping aoi.



8 years later…..


Aoi PoV


Sudah 8 tahun sejak itu.  Keberadaan chinen tetap saja susah dicari , walau aku dan ryo terus mencarinya namun tetap saja tidak membuahkan hasil , pernah kami hampir berhasil menemukannya,namun saat kami pergi ke alamat yang disuga rumahnya..chinen telah pindah lagi seolah malarikan diri dariku dan yamada.

Aku dan yamada sudah menikah 1 tahun yang lalu , saifu dan Ryutaro pun juga sudah menikah. Saifu yang bekerja sebagai desainer grafis untuk majalah kini sedang cuti karena tengah mengandung 7 bulan , Ryutaro yang bekerja sebagai seorang manager di sebuah perusahaan asing melarang saifu bekerja saat usia kandungannya sudah memasuki 7 bulan, dan saifu menuruti saja perkataan Ryutaro itu, dan daiki…dia sedang mempersiapkan pernikahannya dengan pacaranya fukuzawa saya , dan aku sangat kaget ketika saifu bercerita bahwa sebelum dia masuk ke altar pernikahan , daiki menghampiri saifu dan bilang bahwa daiki mencintainya ,namun dia akan bahagia kalau saifu menikah dengan Ryutaro , saifu yang waktu itu kaget hanya bisa tersenyum dan memeluk daiki erat  bagaimanapun dia tidak menyangka daiki mencintainya bahkan sejak dia kecil. . aku yang juga tengah mengandung 4 bulan pun juga dilarang bekerja oleh ryo.


Dia bilang,``aoi..berhenti berkutat dengan kertas kertas dan gambar gambar itu..kasian bayi kita.istirahatlah.``,kata yamada.

Setidaknya kami bahagia sekarang , namun tetap saja ada yang menganjal karena chinen belum juga ..hmm..kurasa mungkin belum memaafkan kami.


Drtttt…

Aku merasakan keitaiku bergetar , saifu menelponku.

``moshi moshii…``jawabku.

``hallo ? aoi ? kau dimana ?..temani aku dirumah..ryu lagi lagi pergi kerja..padahala sekarang kan hari minggu , menyebalkan sekali..kita belanja yuk?aku harus belanja..persediaan makananku sudah habis``, oceh saifu panjang lebar dari seberang telpon.

``hai hai..aku sedang di toko buku kok…aku tunggu di depan departemen store biasa ya?cepat datang..``,kataku . ryu kadang terlalu sibuk bahkan hari minggu pun dia bekerja , itulah kadang yang membuat aoi repot mendengar ocehan kesal saifu yang kesal terhadap Ryutaro.

``apa? Kau lihat buku arsitektur lagi?kau tidak boleh bekerja kan?``,Tanya saifu disebrang telpon.

``hanya melihat ..sudah cepat , aku sedang di toko buku dekat department store..``,kataku lalu memutuskan sambungan telpon saifu.



Aku berdiri di depan pintu departemen store, sudah 15 menit lebih..saifu belum juga datang  . ini membuatku bosan , menunggu seseorang ..aku mengedarkan pandanganku kesekeliling .

Eh?

Itu…chinen kan?

Aku menyipitkan mataku melihat sesososk laki laki yang tengah berdiri di pinggir jalan sebrang departemen store.

``CHINEN!!```, teriakku . semua orang memandangku bingung . baru saja aku ingin mengejar chinen yang naik kedalam bis kalau saja tangan seseorang tidak mencengkram lenganku ,aku menoleh untuk melihat siapa yang mencengkram lenganku itu.

``saifu?``

``aoi ? dousta? Kau pucat…``,kata saifu dengan muka cemas. Aku langsung melihat ke seberang jalan tadi , tempat aku meliahat  chinen. Sudah tidak ada.chinen sudah tidak ada.

``aoi?``

``chinen..tadi aku lihat chinen…``,kataku kalut sambil memandang wajah saifu yang tampak bingung.

``aoi? Kau yakin ? sudah  tahun lewat…ka uterus memikirkan chinen..aku rasa dia sudah memaafkanmu..percayalah…``,kata saifu sambil tersenyum simpul.

Aku menghela nafas,``mungkin kau bnar..tapi, aku tidak bisa tenang kalau tidak memastikan sendiri``,kataku.

``aku dan ryu juga akan bantu mencari chinen lagi ..tenang saja..nah..ikou , aku harus memasak makan malam..``,kata saifu sambil menggandeng lenganku.



``tadaima…``, seruku saat memasuki rumah.

``okaeri..dari mana saja?``,Tanya ryo yang berjalan menghampiriku , aku tersenyum kearahnya.

``ini..aku menemani saifu belanja persediaan makanan…lalu aku jadi belanja juga ..``,jelasku , ryosuke menghampiriku lalu mengambil alih kantung kantung belanjaan yang aku pegang lalu kami berjalan ke dapur.

``memangnya ryu kemana? Bukannya biasanya mereka belanja bersama?``,Tanya ryo sambil membantuku menyusun makanan di kulkas.

``kata saifu dia sibuk di perusahaan…saifu bahkan terus mengelus selama belanja tadi..dia memang aneh..``,kataku.

Ryo terkekeh,``sudahlah..kau mandi saja..biar aku yang siapakan makan malam``,kata ryo . aku mengangguk . yanh ryosuke memang kadang suka menggantikanku memasak makan malam namuan sejak aku mengandung dia lebih sering lagi membantuku ..bukan hanya memasak, namun juga pekerjaan ruah lainnya.



``itadakimasu…``, seruku dan ryo berbarengan lalu mulai menyantap makan malam kami.

``ryo…``,panggilku.

Ryo yang tengah mengunyah nasinya mentapku,``hmm?``

``kurasa..tadi aku melihat chinen ..``,kataku , ryo langsung tersedak nasinya..dia memandangku dengan raut wajah serius.

``hontou?? Dimana? Dimana kau melihatnya?``,Tanya ryo dengan wajah panic.

``tadi saat aku menunggu saifu di depan departemen store..lalu aku melihat seseorang..kurasa dia chinen..saat aku ingin menghampirinya..saifu menarikku dan saat aku menoleh dia sudah hilang..entahlah..kurasa itu benar chinen.``,kataku.

Ryosuke  menghela nafas, menaruh mangkuk dan sumpitnya di meja makan.

``aku benar benar tidak tenang hidup begini..``, gumam ryo pelan namun aku masih bisa mendengarnya.

``gomen..ini salahku juga..``,kataku sambil menatap ryo yang hanya tersenyum simpul kearahku.




 Aouthor PoV


``ryu…``,panggil saifu . ryu yang tengah mencuci piring bekasnya dan saifu makan malam menoleh.

``hmm?``

``tadi..aoi bilang..dia seperti melihat chinen di jalan depan departemen store..``,kata saifu.

Ryu menoleh, mengelap tangannya yang bsaha lalu duduk disamping saifu ,``dia yakin itu benar benar chinen? Sudah 8 tahun lewat..apapun bisa terjadi..wajahnya mungkin saja berubah drastic ..``,kata ryu sambil memandang saifu.

Saifu menghela nafas,``aku juga tidak tahu…``,kata saifu.

Ryu mengelus perut saifu yang membuncit karena ada anak kembarnya disana,``kumohon saifu..jangan terlalu memikirkan masalah lama ini dulu..aku takut kandunganmu …aku tidak mau ada hal buruk terjadi pada anak kita hanya karena masalah lama ini..``,kata ryu memperingatkan. Saifu mengangguk.

Ryu tersenyum lalu memeluk tubuh saifu yang juga balas memeluknya.





``iya..aku tau saifu..kau cerewet sekali. Aku mengerti .ryu khawatir,jadi kau tidak usah membantuku dulu tentang masalah itu..iya..aku tau…un .jya,``kata aoi lalu memutuskan sambungan telpon saifu. Saifu memberitahu aoi kalau ryu melarangnnya untuk membantu aoi dulu..tentang masalah chinen maksudnya, ryu khawatir..ryu juga menitipkan pesan utnuk aoi agar dia juga jangan terlalu memikirkan masalah itu, karena usia kandungannya yang masih muda.


Aoi baru saja pulang dari minimarket,dia habis membeli strawberry . padahal seingatnya baru kemarin dia membeli sekotak strawberry , namun begitu dia ingin memakannya siang tadi. Strawberry itu sudah lenyap dari kulkas.

``pasti ryo yang menghabiskannya…``,tebak aoi.dan tentu saja tebakannya benar, karena hanya ada dia dan ryo yang ada dirumah itu.

Aoi hendak masuk kedalam kereta yang akan dia tumpangi ketika dia melihat sosok chinen yang berada di sebrang kereta, aoi tidak mau kehilangan jejak chinen lagi , dengan sekuat tenaga dia berlari. Berlari mengejar sosok itu..sosok yang terus membuatnya merasa bersalah selama 8 tahun terakhir ini.




hyaaa..gaje..udah mau tamat minna...sankyuu yang masih aja setia baca dan nuggu ini fict....*depply bow

Two Love Story (part 7)

itle        : Two Love Story (part 7)
Chara     :  Yamada Ryosuke (HSJ ), Ryutaro morimoto ( HSJ ),  Chinen Yurii (HSJ),Saifu Suzuki (OC) , Aoi Kujyou (OC) , Kimura Mineko (OC) , dan segelintir orang yang bakal lewat ( a.k.a figuran xD .wahahahahahaha)
Author   :Saifu
Story Idea: Aoi
Genre : Romance  ...

Yuhuuuu~..part 7..ahahah xD



``dai-chan..apa sih yang kau lihat?``,Tanya saifu bingung . mereka sedang di dalam mobil daiki, daiki sedang menjemput saifu ..sedari tadi daiki memperhatikan arah gerbang sekolah saifu, dan kini dia menemukan sosok yang sedari tadi ingin dilihatnya. Ya..sosok ryu yang tengah berjalan keluar dari gerbang sekolah itu.

Seolah mengerti saifu langsung menatap daiki , ``dai-chan..sudahlah..yah?``kata saifu memohon. Daiki menghela nafas ,menepuk nepuk kepala saifu pelan.

``gomen ne..yasudah kita pulang…``,kata daiki lalu mulai menyalakan mobilnya,namun sebelum menginjak pedal gas mobilnya ,dia melihat tempat dimana tadi dia melihat ryu..dan ryu masih disana mentap kesal kepadanya, daiki tersenyum sinis ..lalu menginjak pedal gas mobilnya ..pergi dari depan sekolah ini.




Ryutaro menatap mobil daiki yang berjalan menjauh , menunduk ..dia mengepalkan tangannya kuat sampai sampai buku buku jarinya memutih. Ryu menghela nafas..entah..dia terlalu bingung apa yang harus dia lakukan agar saifu mau melihatnya lagi.




``ayah..ibu..daisuke….`` , lirih seseorang . asap yang ditimbulkan mobil yang baru saja mengalami kecelakaan itu membuat pandangan orang itu terganggu..belum lagi darah yang bercucuran dari kening dan sikunya..namun dia terus menyeret tubuhnya.

``ayah..ibu..daisuke…``,lirih laki laki itu lagi. dia mendongak kedalam mobil yang terbalik itu , terbelalak melihat ayah , ibu dan kakaknya bersimbah darah di dalam mobil itu . laki laki itu berusaha menarik tubuh kakaknya itu ..namun dia tidak kuat..setelah itu,pandangannya gelap.
``iya..kasihan daiki..sekarang dia sendiri di rumah ini..``,kata seseorang. Daiki sedari tadi terus menangis di depan altar ayah , ibu dan kakaknya. 3 hari sejak kecelakaan yang merenggut nyawa anggota keluargannya , daiki yang koma selama 2 hari itu, baru mengetahui kalau ayah, ibu dan kakanya meninggal dalam kecelakaan 3 hari yang lalu . 3 hari yang lalu , mereka sekeluarga akan merayakan kelulusan daiki dan merayakan daiki yang akan masuk SMA , namun saat perjalanan daiki dan keluargannya ,mobil yang ditum pangi keluarga daiki mengalami kecelakaan. Dan kini karena kecelkaan itu daiki yang masih terpukul terus menangis di depan altar keluarganya.

``kenapa kalian tidak membawa aku juga..ayah..ibu..daisuke..``,kata daiki sambil terisak isak. Para pelayat memandang nanar daiki. Mereka kasihan pada daiki yang kini sendiri.

``dai-chan!!``,seru seorang gadis berusia sekitar 12 tahunan yang baru saja datang kerumah daiki ini. Dia terengah engah . daiki menoleh menatap gadis itu, gadis itu berlari menghampiri daiki.

``dai-chan…``,panggil gadis itu lirih.

Daiki memandang gadis itu ,``saifu…``,lirihnya masih sambil terisak isak.

Gadis bernama saifu itu memeluk tubuh daiki yang lebih besar darinya itu , daiki membalas pelukan saifu itu .menangis dipundak gadis itu .

``saifu..aku..``,lirih daiki sambil terisak isak.

``dai-chan..dai-chan gak sendiri..ada aku..mulai sekarang kita terus bersama yaa?...dai-chan jangan nangis lagi..`` kata saifu lembut. Daiki memandang gadis itu ..saifu sepupunya. Dia menyukainya..yah. saifu gadis yang sangat baik , daiki sudah mengenalnya bahkan sejak dia kecil. Perbedaan umur mereka hanya 3 tahun ,daiki memeluk erat tubuh saifu.

``saifu…arigatou..``,kata daiki lirih walau masih terisak isak kecil.

Saifu tersenyum ,menghampus jejak jejak air mata daiki dengan tangannya,

``un..dai-chan..waratte ne…``,kata saifu sambil tersenyum . daiki mencoba tersenyum walau dia masih menangis. Saifu memluk lagi tubuh daiki yang juga balas memeluknya.


Ayah dan ibu saifu memutuskan membawa daiki kerumah mereka di Tokyo..merawatnya . ini semua atas permintaan saifu yang ingin daiki tinggal bersama dengannya, ayah dan ibu saifu mengabulkan permintaan saifu karena mereka juga tidak tega membiarkan daiki sendiri , maka sejak saat itu daiki tiggal bersama keluarga saifu itu. Daiki yang mulai saat itu tambah menyukai saifu..mencintainya. karena saifu lah..satu satunya orang yang bisa membuatnya tersenyum di saat dia tengah menangis.


Daiki tersenyum mengingat kisahnya dulu..alasan dia sangat mencintai saifu . dia menoleh memandangi  saifu yang tengah menonton Tv sambil memakan sebuah snack .gadis itu…gadis yang bisa mengobati rasa sakit kehilangan keluarganya dengan senyumannya..alasan kenapa dia bertahan hidup ..karena entah kalau tidak ada saifu mungkin dia sudah bunuh diri atau hal buruk lainnya.saifu..malaikatnya, setidaknya itu julukan yang diberikan daiki pada saifu.

``dai-chan..ayo temani aku nonton``,panggil saifu yang duduk di sofa depan Tv sambil memandangnnya.

Daiki tersenyum,``hai hai..``,katanya lalu berjalan menghampiri saifu lalu duduk disampingnya.

``dai-chan …wajahmu lucu..hahaha..waratte ne..dai-chan..``,kata saifu sambil tersenyum.

Daiki terkekeh ,lalu tersenyum. bagaimanapun dia tidak akan membiarkan senyum `malaikat`nya di renggut oleh siapapun. Olh orang yang `malaikatnya` cintai sekalipun.





From : Aoi

Subject : (no subject)

Konbanwa…chinen.kau masih marah??hontou nig omen ne..demo,aku harap kau bisa mengerti.

Chinen melempar keitainya sembarangan setelah membaca email dari Aoi itu. `Maaf..maaf.apa hanya itu yang bisa mereka katakan?`pikir chinen kesal.bagaimanapun chinen merasa dikhianati oleh sahabtanya sendiri..dan tidak semudah itu dia bisa memaafkannya.tidak semudah itu.




``hmm..yah.aku sudah mengiriminya email..tapi tidak dibalas.aku tau..hm..jyaa``,kata Aoi memutuskan sambungan telpon yamada. Mereka sudah sedikit putus asa..sudah seminggu sejak chinen mengetahui hubungan mereka,aoi menghela nafas panjang sebelum akhirnya merebahkan tubuhnya dikasurnya.


Yamada memandangi keitainya..dia menghela nafas. Dia sudah jengah menunggu chinen memaafkannya.





``Suzuki…``,panggil Miura sensei . sekarang tengah pelajaran bahasa inggris dan setiap pelajaran ini saifu terus saja gugup karena Miura sensei terus menanyainya alasan dia tidak bisa mengajari Ryutaro bahsa inggris lagi.

``ya sensei ?...``,jawab saifu.

Miura sensei menarik nafas,``begini..saya tidak akan memaksa lagi ..jadi kau tidak usah tegang setiap pelajaran saya.``,kata miura sensei,

Saifu tersenyum tidak enak,``gomen sensei..``,kata saifu pelan sambil menunduk.

``daijobu…selanjutnya Ryutaro kau harus serius memahami materi yang saya berikan berhubung nilaimu sudah membaik di mata pelajaran saya``,kata miura sensei.

Ryutaro yang sedari tadi diam mengangguk,``hai..wakkatta..``,jawab ryu sambil memandang saifu yang masih menunduk.





``saifu matte….``,panggil ryu . saifu yang tengah berjalan menyusuri lorong untuk pulang menoleh , dia terdiam memandang ryu yang kini ada dihadapannya.

Ryu berjalan mendekati saifu , entah karena apa ryu malah menarik tubuh saifu kedalam pelukannya. Saifu yang kaget hanya mampu diam tanpa berkata apa apa. Ryu memeluk erat tubuh saifu, dia merindukan saifu..merindukan saifu yang dulu ceria dan tersenyum kearahnya.dia tidak mau kehilangan saifu..tidak mau daiki itu mengambilnya darinya, maka dari itu dia memberanikan diri berbuat begini.

``morimoto…?``,panggil saifu bingung,namun tak dapat dipungkiri dia juga merindukan Ryutaro yang dulu tesenyum kearahnya setiap kali dia menyapanya di pagi hari.

``gomen….``,lirih ryu. Beruntung sekolah sudah sepi ,kalau tidak mereka pasti akan menjadi bahan tontonan anak anak sekolah ini.
Saifu tersenyum dalam pelukan Ryutaro ,memeluk juga tubuh ryu itu.






Daiki yang sedari tadi bersembunyi dibalik pilar sekolah tersenyum memandangi saifu dan Ryutaro . daiki menghela nafas…ini  berat untuknya.membiarkan saifu dengan laki laki lain.

``sono egaou…mamoru tame ni…``, gumam daiki pelan ,lalu pergi dari sekolah itu.



``chinen..gomen…``,kata aoi meminta maaf . aoi, yamada, dan chinen tengah berada di atap sekolah..pulang sekolah tadi aoi dan yamada meminta chinen berbicara dengan mereka, chinen mengikuti saja aoi dan yamada dengan ogah ogahan.

``hmm?``,jawab chinen sekenanya tanpa melihat yamada dan aoi.

Yamada berlutu di depan chinen ,``baiklah..kau boleh memukulku lagi asal kau tidak marah lagi padaku..``,kata yamada sambil menatap chinen dengan wajah serius.

Chinen menatap yamada garang,``aku bahkan inging membunuhmu``,geram chinen kesal sambil menatap yamada.

Aoi dan yamada mengkeret melihat wajah chinen itu.

``chinen..mengertilah..``,kata aoi sambil mengenggam tangan chinen.


Tidak menjawab, chinen malah berjalan meninggalakan aoi dan yamada berdua di atap yang memandang punggung chinen yang berjalan menjauh dengan nanar.



``tadaima…``,seru Ryutaro sambil masuk kedalam rumahnya yang sederhana  dibelakangnya ada saifu.

``ojamashimasu…``, seru saifu pelan , Ryutaro menoleh memandang saifu, tersenyum.

``okaeri ryu..eh? siapa dia?``,Tanya ibu ryu yang datang dari arah dapur, dia tersenyum ramah kearah saifu yang juga balas tersenyum.

``saifu Suzuki desu..ohisashiburi..``,kata saifu sambil tersenyum.

``eh? Kau saifu yang itu? Kau sudah besar ya…silahkan masuk.``,kata ibu ryu mempersilahkan saifu masuk . terang saja ibu ryu mengebal saifu, dulu kan ryu sering bermain bersama saifu di taman kanak kanak..tentu saja dia mengenal saifu.

``sudah lama sekali aku tidak melihatmu ..kau sehat?``,Tanya ibu ryu, mereka tengah berbincang bincang di ruang tamu rumah ryu.

Saifu tersenyum,``aku sehat..oba-chan bagaimana?oba-chan terlihat lebih kurus dari yang dulu.``,kata saifu sambil menyentuh tangan ibu ryu yang tersenyum kearahnya.

``daijobu yo…kau tmabah dewasa ya..``,kata ibu ryu . saifu tersenyum.

``tadaima….``,seru seseorang dari depan pintu . ibu ryu bangkit menyambut orang itu masuk.

Saifu melihat sesosok anak laki laki yang memakai baju SMP dan seorang gadis yang memakai topi SD masuk bersama dengan ibu ryu.

``fu-chan..ingat shintaro?``,Tanya ibu ryu . saifu tampak berfikir,lalu menutup mulutnya yang kaget .

``eh?? Shintaro?hontou??``,Tanya saifu tidak percaya. Shintaro terlihat salah  tingkah memandang saifu yang kaget karena melihatnya, dia tidak ingat dengan saifu .

``hmm..shintaro morimoto desu..``, kata shintaro sambil membungkuk.

``ryu.,.dia sudah besar sekali ya?``,kata saifu kepada ryu yang tersenyum.

``ya…besar dan menyebalkan..``,kata Ryutaro sambil terkekeh pelan sedangkan shintaro mencibir kearahnya.

``hmm..lalu, gadis ini pasti…natsume…benar kan?``,tebak saifu, natsume yang berdiri disamping shintaro mengangguk canggung , dia juga tidak mengingan saifu.

``dia tidak mengingatmu kurasa..``,kata ryu. Saifu hanya tersenyum.

``sou ka na….suzuki saifu desu..yoroshiku..shintaro..natsume``,kata saifu. Shintaro dan natsume tersenyum.

``yoroshiku saifu nee-chan..``,kata shintaro dan natsume berbarengan.


``mereka sudah besar sekali..padahal seingatku dulu…shintaro itu masih 4 tahun dan natsume 3tahun ne? sekarang mereka sudah besar…hahaha``,kata saifu sambil terkekeh pelan. Sudah jam 7 tapi saifu belum pulang dari rumah Ryutaro ,sehabis makan malam tadi ryu dan saifu mengobrol di teras belakang.

``cara bicaramu mirip nenek umur 70tahunan..tentu saja mereka tambah besar..kau juga kan?``,kata ryu sambil menatap saifu.

``yah..walau begitu..kau tinggi sekali sekarang.``kata saifu sambil tersenyum.

Ryutaro tersenyum, ryu mengumpulkan keberaniannya, ``saifu…``,panggil ryu. Saifu menoleh menatap ryu.

``hmm?``

``ehmm..tidak…``, kata ryu, keberaniannya hilang setelah melihat wajah saifu barusan . ryu merutuki dirinya yang masih saja jadi pengecut, saifu tersenyum.

``ryu..kau mau menjagaku ?``,Tanya saifu . ryu menoleh kearah saifu , dia kaget mendengar perkataan saifu.

``eh?``

``maukah kau menjagaku ?``,Tanya saifu lagi.

Ryu memandang saifu, ``Beginilah aku, keluargaku, kehidupanku.. apa kau masih mau padaku yang tidak punya apa-apa ini?``kata Ryu pada Saifu yang duduk di sampingnya. Saifu  tersenyum, mengangguk.
``hai.. suki dakara``kata Saifu sambil tersenyum, Ryu tersenyum. Menggenggam sebelah tangan Saifu yang tampak kaget tiba-tiba ryu menggenggam tangannya, lalu tersenyum menatap Ryu yang juga tengah tersenyum ke arahnya.

``Arigatou Fu`` ,kata ryu sambil memeluk saifu yang juga balas memeluknya.








Saifu berlari kencang menyusuri koridor sekolahnya, dia langsung menghampiri Aoi yang tengah memandangnya bingung.

``kau kenapa?``,Tanya aoi bingung.

Saifu mengatur nafasnya, ``AOI!!CHINEN!!``seru saifu.

``dia ekanap??~``,Tanya aoi kalut.

``DIA PINDAH!!``,seru safu lagi. yamada yang juga berada dalam ruang kelas itu juga mendengar seruan saifu I itu , dia bertukar pandang dengan yamada yang menatapnya dengan wajah kaget.







tsu~zu~ku

oww....so shortt~....haha...komen minaaaaaaaaaaaaaa

Jumat, 24 Juni 2011

Two Love Story (part 6)

Title        : Two Love Story (part 6)
Chara     :  Yamada Ryosuke (HSJ ), Ryutaro morimoto ( HSJ ),  Chinen Yurii (HSJ),Saifu Suzuki (OC) , Aoi Kujyou (OC) , Kimura Mineko (OC) , dan segelintir orang yang bakal lewat ( a.k.a figuran xD .wahahahahahaha)
Author   :Saifu
Story Idea: Aoi
Genre : Romance  ...

Yasumiii wa sutatoooooooooooooooooo~~~..yoshhhaaaa…..saya akan ngetik fict selama liburan :3 ,kalo mood gak ilang.hahahahah





Sore itu Aoi pergi ke kamar mandi dulu sebelum pulang ke rumahnya , saifu tengah mengajarkan Ryutaro bahsa inggris karena disuruh oleh Miura sensei . Aoi berjalan menuju wastafel hendak mencuci tangannya, tiba tiba sebuah tangan menarik lengannya lalu mendorong tubuhnya ke sduut tembok kamar mandi itu .Aoi yang kesakitan menegadah melihat siapa yang tiba tiba mendorongnnya itu .

``mi..mineko???apa apaan kau??``,seru Aoi sedikit kesal kepada mineko yang dengan alas an yang tidak jelas tau tau mendorongnnya. Wajah mineko tampak kesal .

``KAU!!kau tidak boleh bersama chinen!!!``, bentak mineko . aoi hanya dpat tercengang mendengar hardikan Mineko.

``kau bicara apa sih??``,kata aoi bingung. Mineko memandang aoi dengan wajah kesalnya,lalu menampar aoi.

``kau!!chinen menyukaimu!!!kau tau??!!!aku benci kau!!aku menyukai chinen!!tapi malh gadis sepertimu yang disukainya,aku lebih cantik darimu!!kau!!``,seru mineko kesal sambil terus memukul mukul aoi yang dengan sekuat tenaga menangkis semua serangan mineko.

``mineko!!!yamette!!``,seru aoi kesal sambil masih mempertahankan dirinya dari serangan mineko.mineko memandang wajah aoi.

``kau!!kalau tidak ada kau!!``,seru mineko , tanagnnya yang bebas baru saj akan menampar wajah aoi kalau saja sebuah tangan tidak menahannya.mineko dan aoi melihat siapa yang menahan tangan mineko itu.

``yamada??``, seru aoi kaget. Yamda mengibaskan tangan mineko.

``jangan ikut campur urusanku!!``, seru mineko kesal.

Yamada memandang mineko,``tidak kusangka kau orang yang seperti itu.. tidak seharusnya kau bersikap seperti ini hanya karenaorang yang kau sukai menyukai orang lain!!``, seru yamada , matanya memancarkan kekecewaan enatah karena apa..yang pasti aoi hanya menangkap kesan itu.

``berisik kau!!``, seru mineko kesal,lalu mencengkram kerah baju aoi.

``kau!!``seru mineko kesal , sebelum sempat melakukan apapun , aoi sudah ditarik duluan oleh yamda yang menatap mineko.

``kau!!``, seru yamada kesal sambil menunjuk wajah mineko dengan telunjuknnya,menatap mineko yang juga balas menatapnya tepat di pupil matanya, lalu segera mengibaskan telujukannya.

``ayo pergi..``,kata yamada lalu menarik pergi aoi keluar dari kamar mandi . Mineko mendengus kesal ,menendang pintu kamar mandi yang berada tepat di depannya.

``SIALAN!!``serunya kesal.




``maaf..kalau bukan karena aku yang memberitahu kalau chinen menyukaimu..ini tidak akan terjadi..``,kata yamada meminta maaf . mereka tengah di taman dekat stasiun, tak banyak orang di taman ini hanya ada beberapa orang yang tengah hanya duduk duduk atau sekedar bermain dengan anjing mereka.

Aoi menggeleng,``un..daijobu…tapi,aku tidak percaya kalau chinen menyukaiku.``,kata aoi. Yamada tersenyum.

``tapi ini benar..``,kata yamada.

``tapi..anggap saja kau tidak tau kalau chinen menyukaimu ,apalagi kalau dia tahu kau tahu dariku.aku bisa dihabisinya.``,kata yamada sambil terkekeh pelan.

Aoi terkekeh,``baiklah…dan,bukannya kau suka..mineko?``,Tanya aoi.

Yamada menunduk,menhela nafas .,``yah..aku memang menyukainya..tapi sikapnya tadi membuatku berbalik membencinya kurasa..bagaimana bisa dia bersikap seperti tadi?egois sekali dia..``,kata yamada . aoi mengangguk angguk.

``tapi..,kita tidak bisa juga menyalahkan sikapnya.toh dia kan hanya terbawa emosi…karena perempuan itu bukan seperti laki laki yang bisa memaksa kepada laki laki yang disukainya agar dia mau meneriamanya..perempuan itu hanya dapat berusaha agar laki laki yang disukainya..juga menyukainya, dan akhirnya mereka bisa bersama..ne?yamada?``,kata aoi sambil tersnyum kearah yamada . yamada terdiam mendengar perkataan aoi .

Yamada tersenyum,``yah..kau benar``.


Bebarapa minggu setelah itu..mineko pindah dari sekolah itu . yamada hanya diam saja walau aoi tampak sedikit bersalah pada mineko, bagaimanapun ini salahnya juga. Walau begitu,Sejak saat itu yamada entah mengapa jadi tertarik dengan aoi , selain karena dia jujur..dia juga sangat baik .namun dia berusaha tidak menunjukkan ketertarikannya kepada Aoi jika ada chinen.namun…entah mengapa sore itu..entah karena dorongan apa. Yamada malah meminta aoi menjadi pacaranya. Dan tanpa ia duga. Aoi juga mau..namun mereka menutupi hubungan mereka dari chinen walau yamada resah memikirkan apa yang akan dia katakan jika chinen tau tentang hal ini.



Chinen masih hanya terdiam setelah mendengar cerita aoi tadi, dia merasa dikhianati oleh sahabtanya sendiri . orang yang paling dia percaya…tapi malah menusuknya dari belakang . mengkhianatinya.

``chinen..maaf.aku….``,aoi tidak tau apa yang bisa dia katakana lagi. menunggu reaksi chinen selanjutnya.

``chinen..?``,panggil aoi lagi .

Bukannya menjawab chinen malah melihat kearah bis yang akan dia tumpangi sudah datang , dia bernajak dar bangkunya.

``ayo..pulang.``,kata chinen tanpa melihat wajah aoi lalu langsung masuk kedalam bisa mendahului aoi yang lalu mengikutinya masuk kedalam bis.aoi mendesah pelan, dia tau chinen marah… dia tidak mau membuat chinen tambah marah padanya dan yamada, memutuskan hanya diam saja selama perjalan ini.menunggu chinen memaafkan mereka berdua.




From: aoi

Subject : (no subject )

Chinen sudah tau tentang kita.


Yamada yang tengah memakan es creamnya sambil hendak berjalan ke kamarnya terpaku ditempatnya , es creamnya bahkan jatuh di lantai . membuat lantainya kotor . yamada terpaku melihat email dari aoi itu ..cepat atau lambat chinen pasti akan tau tentang hubungannya dengan aoi..tapi tetap saja ini membuat yamada gugup dan was was.


Ting Tongg.

Yamada tersadar dari lamunan , sedikit mengekeret mendengar bel rumahnya dipencet seseorang.yamada menarik nafas panjang sebelum akhirnya berjalan kearah pintu , lalu membukanya.seseorang yang sudah diduganya berdiri di hadapannya..matanya menyiratkan kekecewaan .

``chinen..aku ..maaf.bukan maksudku.``, kaya yamada meminta maaf. Chinen tidak mau dengar, dia langsung menerjang tubuh yamada ,dan memukulinya ..yamada berusaha melawan.namun chinen kuat juga ternyata.

``brengsek kau!!!!``, seru chinen kesal masih sambil menghajar wajah yamada yang sudah pasrah sahabatnya ini memukulinya, dia rasa dia memang pantas mendapatkannya. Wajah chinen benar benar memerah marah, belum perbah yamada melihat chinen begini.

``penkhianat!!!``, seru chinen sambil melayangkan pukulan terakhirnya . chinen berdiri,menatap wajah babak belur yamada yang masih tergeletak di lantai rumahnya.beruntung hanya ada yamada dirumahnya hari ini,kalau tidak ..pasti ibu yamada akan menjerit histeris melihat anaknya dipukuli.

Yamada bangkit,``gomen chinen…``,kata yamada lirih.

Chinen memandang yamada bengis,``maaf??maaf??kau tidak akan..pernah ku maafkan!!ingat itu!!PENGKHIANAT!``, seru chinen kesal , lalu berbalik menendang into rumah yamada sebelum akhrinya pergi meninggalkan rumah yamada. Yamada hanya bisa menatap chinen.dia menyesal..tapi, entah kenapa.hatinya tidak membiarkannya melepaskan aoi.




``ohayou..ehhh????yamada-kun kau kenapa??``,Tanya saifu saat dia baru saja masuk kedalam kelas,kaget melihat wajah babak belur yamada. Yamada menggeleng

``daijobu yo..``,kata yamada. Saifu mengernyitkan dahinya.

``apa terjadi sesuatu ?``,Tanya saifu lagi .

Yamada tersenyum,``daijobu ..``.

``baiklah…``,kata saifu lalu berjalan meninggalkan yamada menuju bangkunya.

Yamada melirik bangku chinen, dia belum datang. Yamada menghela nafas . ini salahnya…entah bagaiman caranya agr chinen mau meaafkannya, hanya dapat menunggu hingga chinen bersedia untuk memaafkannya.



``ehhhh???????``, sru saifu kaget setelah aoi menceritakan tentang dia yang berpacaran dengan yamada, tentang chinen yang menyukainya. Tentang semuanya.aoi menceritakannya semua pada saifu di atap sekolah saat istirahat siang.

``kenapa kau baru mengatakannya padaku?``,Tanya saifu lagi.

Aoi menghela nafas,``maaf..hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk menceritakannya padamu..gomen ne.``,kata aoi meminta maaf.

Saifu mendesah pelan``daijobu..pantas saja hari ini chinen aneh.``,kata saifu .

Aoi menengadah menatap langit,``aku harap dia bisa mengerti..``.gumam aoi . saifu hanya tersenyum simpul menatap aoi.




Daiki mengabil kunci mobilnya yang ada di atas meja kamarnya. Hari ini dia akan menjemput saifu lagi, sudah beberapa minggu ini daiki terus mengantar jemput saifu , walau kadang saifu menolak dan mneyuruh daiki istirahat saja dirumah namun daiki tetap berkeras untuk menjemput saifu . daiki memacu mobilnya melewati jaan ke sekolah ryu, memarkirkan mobilnya tepat di depan gerbang sekolah itu, dia menunggu saifu di dalam mobilnya.tujuan daiki kesekolah saifu hari ini sebenarnya untuk melihat ryu.tak berapa lama daiki melihat anak anak keluar dari sekolah itu,lalu menemukan sosok saifu yang tengah melambaikan tangannya pada beberapa temannya ,lalu berjalan menuju ke mobilnya.

``dai-chan..sudah lama?``, Tanya saifu sambil masuk kedalam mobil daiki.

Daiki tersenyum,``aku baru saja samapi kok..ono fu..``

``hmm?``

``aku ingin bertemu ryu..``,kata daiki.
Saifu menatap daiki,``ha? Untuk apa?``,Tanya saifu bingung.

``tidak..aku hanya ingin melihat dia itu orang seperti apa..``,kata daiki.

Saifu melihat keluar jendela mobil ,lalu menunjuk sesosok laki laki dengan pakaian sedikit berantakan tengah berjalan bersama teman temannya.
``itu ryu…``,kata saifu sambil menunjuk ryu ,mata saifu menatap kosong pada sosok ryu .

Daiki tampak menimbang nimbang,``baiklah…ayo pulang``,kata daiki.

``hanya begitu?``,Tanya saifu.

Daiki mengangguk, ``ayo pulang``,kata daiki lalu memacu mobilnya pergi dari sekolah itu, saifu melihat keluar jendela ,,enatah kenapa baying ryu terus muncul dibenakanya..sebesar apapun usahanya melupakan ryu..tapi baying ryu malah makin kuat dibenaknya.



From: daiki_arioka@yahoo.co.jpg

Subject : (no subject )

konbanwa..aku daiki arioka. Bisa bertemu? Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.
Aku tunggu di café heisei .

Ryutaro mengernyitkan dahinya bingung , dia tidak tau siapa itu daiki arioka. Dia tengah berjalan pulang dari tempatnya kerja sambilan.  ryu membalas pesan itu hanya untuk memastikan daiki arioka itu tidak salah kirim email.

To: daiki_arioka@yahoo.co.jpg

Subject : dare?

Kau siapa? Kau tidak salah kirim email ?aku tidak mengenalmu.


Tak berapa lama pesan ryu dibalas, buru buru ryu membuka email itu.

From : daiki_arioka@yahoo.co.jpg

Subject : : - )

Tidak.aku tau..kau Ryutaro morimoto kan?kutunggu kau ya. Aku ingin bicara hal penting.

Ryu menghela nafas. Namun akhirnya berjalan juga menuju café yang disuruh di email tadi oleh seseorang bernama arioka daiki yang tidak dia kenal.


``fu..aku pergi dulu ya.``,kata daiki  . saifu menuruni tangga rumahnya.

``kau mau kemana?``,Tanya saifu.

Daiki tersenyum,``sebentar saja kok..ne? kunci pintu ..aku tidak lama kok``,kata daiki.

Saifu mengangguk,``un…cepat pulang yah.``,kata saifu.

Daiki mengangguk lalu pergi bersama mobilnya menuju café itu.



Ryu berjalan mengikuti seorang pelayang toko menunjukkannya bangku yang dipesan oleh seseorang yang bernama arioka daiki. Ryu sedikit terpaku melihat laki laki yang tengah tersenyum kearahnya..`laki laki itu..dia kan yang bersama saifu itu.` ,pikir ryu.

``hai..silahkan duduk``,kata daiki ramah. Ryu mengangguk ,lalu duduk di bangku tepat dihadapan daiki.

``maaf menyuruhmu menemuiku malam malam begini..mau minum sesuatu?``,tawar daiki ramah.

Ryutaro menggeleng.``langsung saja…apa yang ingin kau bicarakan?``,Tanya ryu , dia sedikit malas melihat wajah orang ini..wajahnya membuatnya terus teringat saifu.

Daiki tersenyum,``namaku daiki arioka..aku sudah tau kau siapa jadi tidak usah perkenalkan namamu..``,kata daiki sambil menatap ryu ..bukan dengan tatap ramah seperti tadi.

``kau ini..siapanya saifu?``,Tanya ryu , enatah kenapa pertanyaan itu meluncur dengan sendirinya dari mulutnya.

Daiki terkekeh,``aku siapa? Tebaklah…``,kata daiki sambil tersenyum sinis.

Ryutaro terlihat kesal,``jangan membuang waktu..alangsung saja..apa maumu?``,tanay ryu kesal.

``yang aku mau?aku mau..kau tidak mendekati saifu kalau hanya untuk menyakitnya saja..``
``apa maksudmu?``,Tanya ryu sambil menatap daiki denagn sorot mata tajam.

``aku membencimu..kau hanya membuat saifu sedih!!jauhi dia jika kau hanya menyakitinya!!``,seru daiki dengan nada menekan.

Ryutaro menatap daiki bengis,``bukan urusanmu.``kata ryu.

Daiki tertawa sinis,``ini urusanku!karena aku menyukai saifu..``,kata daiki

Ryu menatap daiki,``kau siapa??``, Tanya ryu geram.

Daiki beranjak dari bangkunya,mencondingkan tubuhnya kearah ryu..beruntung bangku daiki berada sedikit dipojok café dan lagi setiap bangku tertutup sekat untuk privasi setiap tamu café ini.

``aku..aku yang akan merebut saifu darimu dan membuatmu menyesal!!~``, seru daiki sambil menatap ryu sinis. Ryu terpaku menatap wajah daiki.

``baiklah aku pergi…aku harus pulang, saifu menungguu..``,kata daiki sambil melihat  ryu yang menatapnya kaget sekilas dengan wajah sinis ,lalu beranjak pergi dari café ini.

Ryutaro masih terpaku,siapa dia? Kenapa dia serumah dengan saifu??apa hubungan mereka..bagaimana bisa?? ..pertanyaan pertanyaan itu terus berseliweran di benak ryu . dia tidak mau saifu diambil oleh daiki itu..tap apa yang harus dia lakukan?




``tadaima…``, seru daiki sambil masuk kedalam rumah saifu. Tadi dia sudah melakukan sesuatu yang hebat pikirnya..selanjutnya dia hanya akan menunggu hasil yang dia lakukan mala mini.apa akan sesuai dengan harapannya atau malah sebaliknya.

``dai-chan..dari mana saja kau? Lama sekali..``,kata saifu yang tengah berdiri di tangga sambil berkecak pinggang menatapnnya.

Daiki tersenyum menatap sosok itu.``gomen ne..kenapa tidak tidur? Sudah jam 12malam loh..``,kata daiki.

Saifu berjalan menghampiri daiki,``aku tidak tenang kalau kau belum pulang dai-chan…aku takut tidur sendiri,mala mini tidur bersama ya?``,kata saifu sambil tersenyum. daiki mengelus kepala saifu pelan.

``hai hai…aku ganti baju dulu``,kata daiki lalu masuk kekamarnya mengganti bajunya dengan piyama. Lalu merebahkan tubuhnya di samping saifu yang sudah setengah tertidur dikasurnya.

Daiki menatap wajah polos saifu yang tertidur..entah rencananya ini akan membuatnya lega atau malah sakit nantinya.namun yang ada dipikirannya sekarang adalah..bagaimana caranya saifu dapat berbahagia dengan orang yang dicintainya. Daiki tersenyum ,lalu menatap langit langit kamarnya ..malam itu terasa lebih berat bagi daiki, tapi dia tersenyum ..karena membayangkan wajah tersenyum senang saifu nantinya.





TBC...aneh kan makin lama nih cerita.huahahah xD