japan fanfiction

Sabtu, 13 Agustus 2011

ラブパレード (part 1)


Title    : ラブパレード (part 1)
English title : Love Parade  (part 1)
Author  : Fukuzawa Saya
Type : Multichapter (maybe xD)
Chara :Arioka Daiki (HSJ) , Arioka Saifu (OC) ,Arioka Yume( OC),Hashimoto ryo from Snow Prince Gasshoudan as  Arioka Reon ( OC) ,Yamada Ryosuke ( HSJ), Yamada Aoi (OC) ,Kuramoto Kaoru from Japan ni HI as Yamada Seiji ,Yamada Kineko (OC) , Morimoto Ryutaro (HSJ),Morimoto Saya (OC) , Nakamura reia as Morimoto Shouta , Morimoto Seira (OC)
Rating : PG
Genre: Family, romance , Freindship


Enjoy this fict minna…………



Kediaman Arioka.

‘’  YUME!!REON..HAYAKU..kalian bisa telat lagi…’’,seru Saifu dari arah ruang makan kepada keduaanaknya yang masih saja belum selesai bersiap untuk kesekolah, hampir setiap hari Saifu harus berteriak kepada anaknya yang memang  sulit bangun pagi itu kalau tidak mau mereka terlambat ,

‘’ iya..sebentarrrr ‘’ , seru Yume lalu tak berapa lama terdengar suara langkah kaki Yume berjalan menuruni tangga diikuti langkah kaki yang lebih kecil dibelakangnya yang tentu saja milik adiknya Reon.

‘’ohayouuu…’’seru Yume dan Reon bersamaan ,

‘’ohayou kodomotachi …’’ , balas sang ayah , Daiki yang sudah duduk di bangku meja makan walau terlihat sekali dia masih sangat mengantuk karena dia baru saja pulang jam 3 pagi tadi.

‘’Mama …aku mau bentouku ada sosis guritanya ya Mama ..’’ seru Reon yang kini berusia 9 tahun pada ibunya yang tengah menyiapkan bentou untuk Reon dan Yume , Saifu mengelus elus kepala Reon itu.

‘’un..matte ne..lalu Reon mau kroket juga?’’ Tanya Saifu sambil sediki membungkuk mensejajarkan wajahnya dengan wajah anak bungsunya itu.

‘’un…’’,kata  Reon sambil mengangguk

‘’hai…sudah jangan main di dapur ya, makan sarapanmu…’’ ,kata Saifu lalu sedikit mendorong tubuh anaknya itu dari Dapur.

‘’Yume..papa ngantuk…’’ , keluh Daiki sambil menaruh kepalanya di meja makan,

‘’makanya sudah kubilang kan?? Jangan menerima pekerjaan terlalu banayak …’’,kata Yume sedikit acuh tak acuh sambil memakan sarapannya ,

‘’ah..kau ini..aaa, Reon-chan…’’, kata Daiki sambil menarik Reon yang baru saja ingin duduk di bangku meja makannya kedalam pelukannya, memeluk anak bungsunya itu erat.

‘’papa!..lepasin ,aku mau makan…Mamaaaaaaa!!papa nih..``,seru Reon sambil menulet dipelukan Papa nya itu , Saifu hanya geleng geleng kepala dari dapur melihat kelakuan suaminya itu.

‘’Papa lepasin…mamaaaa!!’’ , seru Reon lagi.

‘’Papa..sudah lepasin, kita harus cepat berangkat..ayo Reon makan ‘’.kata Yume lalu membantu Reon melepaskan pelukan Papa nya tersebut lalu mulai memakan sarapannya.

‘’Saifu..mereka benar ankku kan??mereka ini dingin sekali…aku jadi sedih..’’,kata Daiki dengan nada sedikit merengek pada Saifu yang kini tengah menyusun bentou untuk anak anaknya di meja makan

‘’anata…sudahlah, cepat makan yah…kau masih mengantuk ? biar aku yang antar mereka ke sekolahnya..’’,kata Saifu sambil mengusap usap pipi suaminya tersebut.

‘’tidak usah..aku mau mengantar mereka..kalian juga mau diantar Papa kan?’’,kata Daiki sambil menatap anak anaknya,

‘’un…Reon mau diantar Papa..’’jawab Reon dengan suara manisnya, namun Yume masih saja memakan sarapannya tanpa menjawab perkataan Papa nya tersebut.

‘’waaa..Reon…’’ , seru Daiki sambil memeluk Reon yang balas memeluk Papa nya itu sambil tersenyum.

‘’Yume mau dipeluk Papa juga?’’ ,tawar Daiki.

Yume menatap Papa nya tersebut,’’ aku sudah besar Papa…’’,kata Yume vuek.

‘’eh…tapi Papa kan punya Yume…’’,kata Daiki yang lalu memeluk anak gadisnya itu yang Nampak suka tidak suka dengan kelakuannya itu.

‘’Papa aku juga mau dipeluk sama Nee-chan juga..’’kata Reon yang lalu dipeluk Daiki yang kini memeluk Yume dan Reon sekaligus, membuat Saifu yang sedari tadi melihat hal itu tersenyum senyum sendiri.

‘’PAPA!!sudah lepassss….!!``,kata Yume malu , namun Daiki malah mempererat pelukannya itu,membuat Yume mengulat ulat dipelukan Papap nya tersebut.

‘’eehhhhh..kalian terlambat!!!’’ , seru Saifu heboh ketika dia melihat jam di dinding ruang makannya sudah menunjukkan jam 8 kurang lima belas menit .

‘’Ittekimasssuuuuu!!’’seru Reon , Daiki dan Yume panic lalu buru buru keluar dari rumah .

‘’itterashaii..’’, seru Saifu sambil tertawa melihat tingkah keluarganya.



Kediaman Yamada


‘’ Nii-channnn!!cepatlah sedikit..kita bisa telat…!’’ seru Kineko pada Kakakanya yang belum juga selesai makan, Kineko Nampak tidak sabar menunggu kakaknya . Sang Ayah menarik Kineko lalu mendudukkannya di bangku tepat disampingnya.

‘’Kineko..sabar sebentar ya?Nii-chan kan sedang makan…’’, kata Ryosuke , ayah Kineko.


Kineko merenggut,ini hari pertamanya masuk SMP dan dia tak mau terlambat.


‘’apa karena ini hari pertamamu masuk SMP?’’ , tebak sang ayah ,yang tebakannya tentu saja benar..untuk anak yang tepat waktu seperti Kineko..terlambat di hari pertama menjadi murid baru adalah bencana baginya.

Kineko mengangguk, Ryosuke mengelus elus kepala anak perempuannya itu,
‘’ahh..otou-san punya hadiah untuk Kineko, hadiah masuk SMP.’’ ,kata Ryosuke lalu meroggoh kantung Hoddie merahnya ,lalu mengepalkan tangannya di depan Kineko yang Nampak bingung akan hadiah yang ada di genggaman ayahnya tersebut ,

‘’apa ini?’’,Tanya Kineko sambil menunjuk kepalan tangan ayahnya tersebut.

Ryosuke tersenyum ,lalu membuka kepalan tangannya..membuat sebuah kalung perak dengan bandul K, menjuntai dari tangannya.

‘’un..tukku?’’,Tanya Kineko tak percaya,

Ryosuke mengangguk,``tentu saja..semoga kau bisa mendapat masa SMP yang indah ya..lalu belajar yang pintar ne? ..’’kata ryosuke sambil memakaikan kalung tersebut di leher anaknya.

‘’kawaii ne..memang cantik di pakai olehmu..’’kata ryosuke sambil tersenyum.

‘’arigatouu otou-san..’’,kata Kineko sambil memeluk ayahnya yang juga balas memeluk ayahnya tersebut.

‘’ayo kalian berangkat..kalain hampir terlambat…’’.kata Aoi sang ibu yang sudah selesai menyiapkan bentou untuk Kineko dan Seiji dan sudah siap untuk kesekoalh Kineko menghadiri upacara murid baru disekolah Kineko., Seiji juga sudah selesai sarapan.

‘’ikou ikou..Kineko-chan…’’,kata Seiji sambil menarik narik tangan adiknya ke mobil ayahnya yang siap mengantar Kineko dan Seiji kesekolahnya. Ryosuke dan Aoi tertawa tawa melihat tingkah anaknya lalu mengikuti berjalan dibelakang mereka msuk ke mobil.



Kediaman Morimoto


‘’tidak..aku tak mau ada saus di atas omurice ku..’’,seru Seira sambil cemberut kepada kembarannya yang duduk tepat disampingnya sambil memegang sebuah botol saus.

‘’ demo..omurice dengan toping mayonnaise lebih enak kalau ditambah saus kan?,’’ kata Shouta ,sambil akan menuangkan saus ke atas piring Seira yang berisi omurice, Seiora dengan cepat menjauhkan botol saus itu dari depan piringnya.

‘’kau ini..terserahlah..’’,kata Shouta yang akhirnya menyerah lalu menunagkan saus tadi kedalam omuricenya , lalu mulai makan sedangkan Seira nampaknya sudah kehilangan selera makannya.

‘’kenapa tak makan?’’,Tanya Shouta heran melihat kembarannya hanya menatap piring omuricenya,

‘’aku tak lapar..’’

‘’anak anak..ini bentounya…’’, kata Saya sang ibu sambil memberikan kotak bentou kepada dua anak kembarnya itu.

‘’are? Kau tak makan Seira?’’,Tanya Saya heran anaknya ini tak makan sarapannya.

‘’dia tak lapar bu….’’,jawab Shouta.

‘’Seira..cepat makan, 10 menit lagi ibu kembali makanan itu harus sudah kau makan..ibu akan bangunkan ayah dulu..,’’

‘’hmmm…’’,
Seira menatap omuricenya malas, lalu mulai mengaduk aduknya dan mulai menyuap omuricenya kedalam mulutnya, namun tiba tiba saja Shouta menuangkan saus kedalam omurice Seira, Seira menatap Shouta kesal sedangkan Shouta tersenyum jahil.

‘’ Shou-chan..aku kan sudah bilang..’’

‘’nee-chan..cobalah dulu..nih aa…’’,kata Shouta lalu menyodorkan sendok berisi omurice didepan mulut Seira, Seira awalnya malas namun akhirnya memakan juga omurice tersebut.

‘’enak kan?’’,Tanya Shouta, Seira mengunyah omurice itu, ternyata apa yang dikatan Shouta memang benar..rasa omuricenya jadi lebih enak .

‘’enak kan’’, Tanya Shouta lagi sambil tersenyum membuat mau tak mau Seira ikut tersnyum.

Seira mengangguk, ‘’yah..ini enak kok…’’,kata Seira sambil tersenyum.


‘’anak anak..ayo berangkat..’’, kata Ryutaro yang baru saja keluar dari kemaranya diikuti Saya dibelakangnya ,

‘’Ittekimasuuu’’,seru Shouta dan Seira berbarengan .

‘’ittekimasu  saya..aku ada kerjaan siang nanti jadi kau belanja sendiri ya?’’,kata ryu setelah mencium pipi Saya sekilas

‘’baiklah..itterashaii..’’



‘’iya aku tau Papa…sudahlah..dadah Reon..’’,kata Yume lalu turun dari mobil Papa nya setelah mencium pipi Papa dan adikknya yang lalu langsung meninggalakan kawasan sekolahnya.Yume baru saja akan memasuki gerbang sekolahnya ketika dia mendengar seseorang..tidak, dua orang yang memanggil namanya membuatnya sontak menoleh melihat dua orang yang tadi memanggilanya..siapa lagi kalau bukan si kembar Morimoto yang buru buru keluar dari mobil ayahnya lalu berlari menghampiri Yume.

‘’Ohayou Yume..’’,sapa si Kembar Morimoto

Yume tersenyum menatap anak kemabr yang selalu bersama itu, ‘’ Ohayou Shou-chan, Seira-chan ‘’,kata Yume lalu mereka berjalan memasuki kawasan sekolah, baru beberapa meter melangkah..terdengar suara lain dibelakang mereka memanggil manggil nama mereka bertiga membuat mereka bertiga sontak menoleh dan menadapati Yamada Seiji tengah melambaikan tangan sambil berlari kearah mereka.

‘’ohayou minna…’’seru Seiji sambil tersenyum.

‘’ohayou sei-chan..’’, balas mereka bertiga berbarengan lalu mereka berjalan beriringan menuju kelas mereka yang memang sama, mereka selalu satu kelas dari sejak mereka SD sampai sekarang mereka kelas 2SMA.





‘’ohayou minna-san…’’,seru  miura sensei yang baru saja masuk kelas pagi ini untuk mengajar

‘’ohayou gozaimasu sensei…’’, seru murid serempak.

‘’oh ya minna-san..untuk pelajaran eigo hari ni saya akan membagikan menjadi beberapa kelompok..1 kelompok terdiri dari 2 orang, tugas kalian mencari sesuatu yang menurut kalin menarik ..’’kata Miura sensei ,lalu mulai melihat absen yang ada ditangannya.

‘’baiklah..saya akan mulai membagi kelompoknya, hmm..Yamada Seiji-san dengan Morimoto Seira-san ‘’

‘’ehhh..aku ingin dengan Shouta saja..’’,keluh Seira ,

‘’Seira-chan jangan begitu’’, kata Shouta sedikit berbisik pada kembarannya yang kini merenggut dibangku sebelahnya ,namun tak memprotes lagi keputusan Miura sensei itu.

Shouta tersenyum simpul ,lalu kembali melihat kea rah Miura sensei ..sedikit terkekeh melihat tingkah Yume yang sedikit lucu ,lalu Shouta benar benar kembali melihat kearah Miura sensei.

‘’Arioka Yume-san kau dengan..’’,kata Miura sensei sambil melihat absen siswa, entah kenapa Shouta sedikit waswas Yume akan berpasangan dengan siapa

‘’semoga bukan laki laki..’’, piker Shouta dalam hati.

‘’Morimoto Shouta-san kau berpasangan dengan Yume Arioka..’’,





Tsu~Zu~Ku


anehhhhhhhhh ih..hahaha

Jumat, 05 Agustus 2011

Love at the Tv Show (part 4)

Tittle : Love at the TV Show (part 4 )
Chara : Arioka Daiki (HSJ ) , Saifu Suzuki (OC),and Hey Say JUMP!!
Genre: romance~
Ok…i`m so like japan because Hey Say JUMP and my lovely boy daiki arioka and yutaro morimoto I like yuto nakajima too..hahahaha..so read this fict if you want and please leave some comment J
Note: daiki umur 26 tahun

Eh? Sudah part 4 ya?? Cepat ya…~o~ )/


Saifu melihat punggung daiki yang berjalan menjauh dari depan pintu apartemenynnya, setelah sosok daiki menghilang di belokan , saifu masuk kedalam apartemennya . dia menghela nafas, lalu panjang . dia melangkah kea rah dapur, membereskan sisa sisa makan malam dan membereskan me makan. Saifu melirik jam dindingnnya , sudah jam 8 malam .
``tidur saja ah..``,gumam saifu pelan. Hari ini dia sudah tidak ada pekerjaan untuk dikerjakan lagi, makanya dia bisa santai dan lebih awal tidur . saifu baru saja akan masuk ke kamarnya, ketika dia melirik pintu `itu` , dia kini berdiri di depan pintu itu . memasukkan kunci kedalam konepnya,lalu memutarnya perlahan..saifu memegang gagang pintu kamar itu, perlahan membukanya.

Saifu tersenyum melihat pemandangan di dalam kamar itu . kamar yang penuh dengan poster dan berbagai hal tentang orang yang disukainya . orang yang amat dia sukai walau orang itu tidak tau tentang perasaan saifu , saifu menggumamkan nama laki laki itu pelan..lalu keluar dari kamar itu. Dan tidak lupa dia menguncinya kembali.




``apa ya yang ada di dalam kamar itu?``, gumam daiki pelan pada dirinya sendiri . dia membulak balikkan badannya di ksurnya dengan idak nyaman karena dia penasaran dengan isi kamar itu, dan lagi samapai saifu membentaknya tadi karena tidak sengaja ingin membuka pintu kamar itu walau dia tidak sengaja .dia masih ingat bagaimana ekspresi panic saifu saat dia akan membuka pintu itu.

``ahh…mukatsuku…``, gumam daiki pelan sambil masih terus memikirkan saifu.



Yuto mondar mandir tidak tenang dikamarnya, dia merasa kalah oleh daiki. Dia tidak mau samapai kalah dan kehilangan saifu, tapi kalau saifu sendiri yang mengatakan dia hanya menganggap yuto teman sih , mungkin yuto akan menerimanya . tapi untuk saat ini, yuto mau terus berusaha.

Ryutaro sudah memikirkan rencananya besok , daiki besok kalau tidak salah ada pekerjaan dan yang lainnya akan libur. Maka dari itu tadi Ryutaro meminta alamat saifu dari para staff berdalih ingin menjenguk saifu yang kakinya sakit. Dan para staff percaya saja dan langsung memberikan alamat saifu itu. Ryutaro tersenyum memandang sebuah kertas bertuliskan alamat apartemen saifu .

``yoshhaa….``, seru Ryutaro senang sambil tersenyum.


Daiki mengemudikan mobilnya dengan santai melewati jalanan yang lumayan lenggang  , masih jam 10 pagi tapi daiki harus pergi ke sebuah acara TV . daiki sedikit malas , selain karena dia masih ngantuk..dia juga ingin ke apartemen saifu . mengingat di stasiun Tv yang dia tuju tidak ada saifu , daiki ingin melihat wajah saifu. Maka daiki berencana selesai syuting dia akan pergi ke apartemen saifu itu .

``iya..sebentar…``, seru saifu sambil berjalan ke pintu apartemennya walau dengan sedikit tertatih mengingat kakinya yang masih terkilir.
``ohayou..``, sapa Ryutaro ramah . saifu sedikit kaget melihat Ryutaro di depan pintu apartemennya ,namun tetap memasang senyum dan mempersilahkan Ryutaro masuk .

``maaf menganggu..aku ingin menjengukmu..kakimu sudah tak apa?``,Tanya Ryutaro langsung saat dia sudah duduk di sofa ruang tamu apartemen saifu . saifu kembali dari dapur sambil membawa the kaaleng dingin ,lalu memberikan 1 untuk ryu.

``daijobu…un,kurasa dalam beberapa hari akan sembuh ..``,jawab saifu ramah walau sebenarnya dia sedikit canggung karena belum terlalu akrab dengan Ryutaro namun saifu tetap menyambut baik Ryutaro.

Ryutaro sebenarnya juga sedikit gugup, selain dia yang sok akrab dengan saifu dia juga gugup berbicara berdua hanya dengan saifu itu.

``ah..iya..ini untukmu..``,kata Ryutaro lalu memberikan saifu kotak berisi ccheesecake ,ryutato sengaja membawa kue itu karena dia tau saifu sangat suka cake itu dari majalah yang membahas tentang saifu saat kecil .

Saifu tersenyum ,``wa..arigatouuuu…``,kata saifu sambil tersenyum senang ,lalu dia beranjak ke dapur..kembali membawa 2 buah piring dan 2 garpu cake. Saifu membuka kotak kue itu, dengan hati hati menaruh cake itu di piringnya dan piring Ryutaro.

``douzou…``, kata saifu sambil menyuap potongan cheesecake itu kedalam mulutnya,

``ah hai…``,kata Ryutaro lalu juga mulai memakan cakenya.

``oishiiiii…``,seru Ryutaro dan saifu berbarengan sambil memegang pipi mereka yang masih mengunyah cake tersebut. Ryutaro dan saifu saling pandang,lalu tertawa tawa .

``ini enak sekali..``,seru saifu sambil melanjutkan makannya.

Ryutaro mengangguk,``iya enak sekali…``,kata Ryutaro sambil memakan juga cakenya yang sudah hampir habis.

``iya ya..cheese cake memang yang terbaik..tapi aku lebih suka kalau topingnnya coklat. Bukan strawberry ..aku tidak begitu strawberry sih..sedikit asam.``,kata saifu sambil melahap potongan terakhir cakenya. Ryutaro mengangguk angguk ,dia tidak menyangka ternyata saifu banya bicara juga.

``bagaimana kalau kita beli cake lagi?~``,tawar Ryutaro . dalam hati Ryutaro berharap saifu mau,dan mereka akan berkeliling toko cake. Saifu Nampak berfikir,

``boleh..tapi aku mungkin sedikit merepotkan..kakiku masih sedikit sakit..daijobu ka?``,Tanya saifu . Ryutaro tersenyum senang , lalu menggeleng.

``daijobu..aku akan membantumu berjalan..``,kata Ryutaro sambil tersenyum.

Saifu tersenyum ,lalu bangkit berdiri,``matte ne..aku ganti baju dulu``,kata saifu lalu berjalan masuk kedalam kamarnya. Sedankan Ryutaro berusaha menyembunyika rasa senangnya ,walau sedari tadi dia tidak bisa berhenti tersenyum.


Daiki Nampak bosan di acara TV ini, karena syutingnya baru akan dilakukan setengah jam lagi. daiki menopang wajahnya malas . dia ingin menghubungi saifu atau mengiriminya email..tapi dia kan tidak punya no telpon dan email saifu.

``aa..saifu…``, gumam daiki pelan sambil memasang wajah bosan.


``raiya..nii-chan mau pergi beli cake…mau titip sesuatu?``,Tanya yuto sambil memakai sepatunya. Tak lama dia mendengar suara langkah kaki raiya yang menuruni tangga,

``aku ikut ya..``,Tanya raiya . raiya nampaknya tidak mau sendirian dirumah, walau dia sudah kelas 1 SMA tapi tetap saja ..dia tetap manja pada nii-channya ini.

``baiklah..ikou…``,kata yuto . raiya langsung mengambil sepatunya dan berjalan beriringan disamping kakanya yang lengkap dengan penyamarannya dia pun memakai topi yang hampir menutupi sebagian wajahnya.



``nah ini toko cake yang biasa aku datangi bersama member JUMP yang lain…disini cake nya enak enak loh…``,kata Ryutaro saat mereka sudah duduk disalah satu bangku toko cake itu, bangku ini sedikit di belakang dan tidak begitu terlihat orang orang.

``cake apa yang terbaik?``,Tanya saifu . Ryutaro Nampak berfikir,

``ah..biar kupesankan…aku akan kembali, oh ya..kau mau mnum apa?``Tanya Ryutaro yang sudah beranjak dari bangkunya hendak pergi ke stand cake .

``aku ingin teh olong dingin saja..``kata sata saifu sambil tersenyum kearah Ryutaro yang mengangguk lalu berjalan menuju stand cake .



``raiya..mau makan dirumah saja cake nya atau mau makan disini?``,Tanya yuto saat mereka baru saja akan masuk kedalam toko kue.raiya Nampak menimbang nimbang

``bagaimana kalau makan disini saja…dirumah bosan juga..``,kata raiya, yuto mengacak mencubit pipi adiknya itu pelan sambil terkekeh.

``baiklah baiklah…``,kata yuto sambil terkekeh kearah raiya yang mencibir kakaknya karena malu kakanya mencubit pipinya, dia kan bukan anak kecil lagi. tentu saja dia malu.



``hm..aku mau éclair ini..cake choclace yang itu dan..ah cake ini..``,kata ryutaro kepada seorang pegawai toko cake ini. Pelayan itu mengambilkan pesanan ryu lalu menaruhnya dipiring .

``ada lagi?``,Tanya pelayan toko itu.

``teh olong dingin dua..dan..``, kata Ryutaro sambil melihat lihat lagi cake cake yang dipajang , Nampak menimbang nimbang .

``raiya kau mau yang mana?``,Tanya seseorang yang suaranya amat Ryutaro kenal . Ryutaro membelalakkan mata melihat yuto yang tengah melihat lihat cake dengan raiya , `untung aku pakai masker dan  topi..kuharap mereka tidak mengenaliku.`, pikir Ryutaro dalam hati.

``maaf..ada yang lain?``,Tanya pelayan toko tadi menyadarkan lamunan ryu. Ryu menggeleng .

``ti tidak…tolong cepat.``,kata Ryutaro sedikit gugup karena yuto dan raiya semakin mendekat kearahnya.

``semuanya jadi 2500 yen…``,kata pelayan toko itu.ryu memberikan uangannya ,lalu langsung menngambil namapan berisi cake dan teh olong dingin yang dia pesan.lalu langsung berbalik berjalan ke bangkunya .
`semoga yuto tak melihatku..`,gumam ryu dalam hati.



``mau duduk dimana?~``,Tanya yuto sambil membawa nampan berisi cakenya dan raiya juga es kopinya dan raiya.

``disitu saja..``,kata raiya sambil berjalan kesebuh meja kosong yang juga sediki ada di belakang. Yuto mengikuti langkah raiya, namun sedikit kaget melihat saifu tengah memakan cake dengan wajah senang dan tampak berbicara dengan seseorang . orang itu duduk membelakangi yuto .

``eclaire ini enak sekali..``kata saifu sambil mengunyah eclairenya .saifu menoleh mendapati yuto tengah memandangnnya,

``eh? Nakajima-san?``,kata saifu . yuto tampak salah tingkah hanya mampu tersenyum canggung kearah saifu yang melambaikan tangan kepadanya sambil tersenyum.

``kenalanmu kak?``, Tanya raiya sambil menatap yuto dengan bingung . beruntung toko cake ini tidak terlalu ramai,kalau ramai begitu tadi saifu menyapa yuto dengan marganya pasti semua orang di toko cake itu menatap yuto.

Yuto mengangguk. Raiya mengangguk angguk mengerti.

``nakajima-san….ayo duduk bersama kami..tak apa kan morimoto-san?``,Tanya saifu . Ryutaro mengangguk canggung.

`Ryutaro?`, gumam yuto dalam hati.
` dia bersama saifu?`,pikir yuto lagi.

``kakak mau duduk bersama mereka?``,Tanya raiya sedikit berbisik.

Tanpa menjwab yuto langsung berjalan menghampiri meja saifu yang tersenyum kearahnya, yuto duduk disamping saifu sedangkan raiya duduk di samping kakanya.meja ini membundar ,

Yuto menatap ryu yang tersenyum kearahnya sedikit canggung.

``eh..ini adikmu ya? Nakajima raiya ne?``,kata saifu sambil menatap raiya.

``hai..nakajima raiya desu…``,kata raiya sambil menundukkan kepalanya dengan sopan . saifu tersenyum.

``Suzuki saifu desu…``,kata saifu memperkenalkan diri .

Setelah itu mereka makan cake mereka dengan santai , saifu mengobrol dengan raiya tentang kue mana yang paling enak dan mana yang paling manis . Ryutaro dan yuto jadi sedikit canggung , mereka hanya makan dengan diam sesekali tersenyum jika saifu atau raiya meminta pendapat mereka tentang cake yang mereka makan.

``raiya ay kita pulang..``,kata yuto akhirnya karena dia tiduk suka dengan situasi ini , raiya memandang kakanya .

``eh? Sekarang?``,Tanya raiya , nampaknya dia masih menikmati perbincangannya dengan saifu tentang cake.

``iya..ikou..kami duluan ya..saifu-san..ryu``,kata yuto sambil menekankan kata katanya di bagian `ryu`,lalu dia beranjak pergi diikuti raiya dibelakangnya.

``dah saifu-neechan…berbicara denganmu asik sekali..jya..``,ata raiya sambil melambaikan tangannya sambil tersenyum karah saifu yang juga tersenyum sambil melambaikan tangan kepadanya sampai raiya akhirnya menghilang di balik pintu keluar/masuk toko cake ini.

Ryutaro tau pasti yuto sedikit cemburu padanya, mau apalagi..dia kan juga menyukai saifu itu.dia juga tidak mau yuto atau daiki merebut saifu, tapi dia juga tidak mau kehilangan yuto atau daiki hanya karena saifu . Ryutaro menghela nafas panjang, dia sedikit capek dengan semua ini.

``morimoto….morimoto.``,panggil saifu menyadarkan lamunan Ryutaro.

Ryutaro menatap saifu ``oh ya..apa?~``,Tanya ryu.

``kau melamun ya?``,Tanya saifu .

Ryu menggeleng, ``iie…kau sudah selesai?bagaimana cakenya?``,Tanya ryu, saifu tersenyum.

``aku paliang suka coklat cake disini..enak sekali…``,kata saifu .

Ryutaro tersenyum,``kalau begitu aku akan sring membawakanmu cake itu..hahaha..``,kata Ryutaro sambil terkekeh pelan.

``arigatou…``,kata saifu sambil tersenyum memandang Ryutaro yang juga tersenyum memandangnnya .tanpa mereka sadari jepretan kamera sang pencari berita membidik mereka yang sedari tadi asik dengan perbincangan mereka dan cake mereka.

``nii-chan..daritadi ka uterus melamun..kenapa?``,Tanya raiya kepada kakanya yang sedari tadi melamun saja tamapak idak menggubris tv yang masih menyala didepannya. Yuto tersdar dari lamunannya, lalu menopang kepalanya dengan tangannya tampak berusaha berkonsentrasi dengan TV di depannya.

``oh ya..saifu nee-chan itu pacarnya ryu nii-chan ya?~``,Tanya raiya yang duduk di samping yuto.

``CHIGAU!!MEREKA GAK PACARAN!``,kata yuto sambil menatap raiya garang.

Raiya menatap kakanyanya bingung campur kaget.tidak pernah dia lihat kakanya marah seperti itu, padahal kan dia hanya berbicara seperti itu. Yuto langsung mengusap usap mukanya dengan kedua telapak tangannya, mengacak rambutnya.

``gomen raiya..aku hanya…``

``nii-chan suka saifu nee-chan..kan?``,Tanya raiya sambil menatap yuto , yuto balas menatap raiya.

``bukan hanya aku..tapi ryu dan daiki juga..``,kata yuto sambil duduk kembali disamping raiya yang terlihat kaget.

``ehhh?? Hontou??``Tanya raiya tidak percaya. Yuto mengangguk.

``karena itulah…tadi ryu sangat canggung saat tau aku bertemu mereka yang sedang kencan..``,gumam yuto pelan. Raiya menepuk nepuk pundak kakanya itu.

``ganbatte ne nii-chan..aku mendukungmu…aku suka saifu nee-chan..dia baik dan jujur.``,
Yuto tersenyum memandang adiknya itu.

``semoga berhasil..``,kata raiya lagi . yuto mengangguk ,lalu memeluk raiya.

``arigatou…``,kata yuto yang masih memeluk raiya.



Daiki terpakasa membatalkan rencananya pergi kerumah saifu, karena dia baru saja pulang jam 10 malam hari ini. Dan daiki tidak mau menganggu saifu yang mungkin saja sudah tidur. Maka dari itu dia langsung pulang ke apartemennya saja,daiki sedikit beruntung karena saat dia bertanya pada staff yang mengenal saifu .dia tau email dan nomer saifu dan memberikannya pada daiki ,membuat daiki senang dan terus memandang nomer dan email saifu yang da di keitainya.


Ryutaro berjalan santai menaiki tangga menuju tempat latihannya JUMP di gedung J.E…baru saja dia masuk , sedikit bingung karena mata mata staff dan teman temannya menatapnya sambil berbisik bisik . sedangkan daiki yang sudah ada disana menatapnya serius,dan yuto Nampak enggan melihatnya hanya menatap kearah lain. Daiki menghampiri Ryutaro yang terlihat bingung sambil membawa sebuah tabloid.

Daiki menatap Ryutaro keal, ``APA INI??!!``, seru daiki kesal sambil membanting tabloid itu ke lantai , Ryutaro mengernyitkan dahinya bingung..membungkuk mengambil tabloid itu.

``memangnnya ada apa deng….``, belum semapt Ryutaro menyelesaikan kata katanya dia sudah kaget melihat headline tabloid itu.

Fotonya bersama saifu yang sedang di toko cake kemarin , dengan tulisan dibawahnya.
``RYUTARO MORIMOTO BERKENCAN DENGAN SAIFU SUZUKI SI MANTAN AKTRIS CILIK``,

``kau!!``, kata daiki sambil menunjuk wajah Ryutaro kesal.

``kenapa?kau bukan siapa siapanya kan???!!jangan menunjuk mukaku!``,kata Ryutaro balas menatap daiki kesal, daiki semakin kesal saja dengan bentakan ryu.

``KAU!!``, seru daiki.

``Morimoto…kau dipanggil manager-san..``,kata salah satu staff yang tiba tiba masuk kedalam ruangan itu. Daiki dan Ryutaro menoleh menatap staff itu, daiki terus menatap kesal Ryutaro yang berjalan pergi mengikuti staff itu .

Member JUMP yang lin berbisik bisik tentang hal ini, maksudnya yang tidak tau tentang hal ini.yabu dan hikaru bertukar pandang.

``keributan dimulai….``,gumam hikaru pasrah .


Ryutaro keluar dari ruangan managernya dengan santai , managernya hanya bertanya Tanya sedikit tentang saifu dan hubungan mereka,ryukan sudah 21 tahun jadi pihak agencynya mengizinkan ryu untuk berpacara hanya saja, Nanti mereka akan mengadakn konferensi pers tentang berita ini ,

Daiki masih menatap ryu kesal saat Ryutaro masuk kedalam ruang latihan JUMP sedangkan yuto tampak tidak peduli . ryutaro mengamit tasnya,

``mau kemana kau?``,Tanya yabu bingung menatap Ryutaro yang beranjak pergi dari ruangan itu,padahal mereka bahkan belum mulai latihan dance.

``aku harus konferensi pers ..tentang berita dimajalah itu…``,kata Ryutaro.

Yabu terlihat makin cemas,``jangan bicara macam macam nanti ryu…``,kata yabu memperingatkan.

Ryutaro menatap daiki dan yuto sekilas,``hm..aku tidak janji..``,kata ryu lalu berbalik pergi.

``dasar ryu sial!!``, umpat daiki kesal.

Yuto beranjak dari bangkunya, mengamit tasnya juga.

``kau mau kemana?``,Tanya hikaru was was.

``pulang..aku tidak mood..jya ne…``,kata yuto lalu langsung pergi .

Hikaru dan yabu menarik nafas kesal,``perpecahan dimulai kurasa…semuanya jadi kacau seperti ini,``keluuh hikaru.

``aku akan bicara pada saifu kalau begitu..``,kata yabu,karena dia berfikir bicara dengan saifu adalah yang terbaik..agar tidak ada keributan lagi.


Ruang tempat diadakan konferensi pers telihat ramai , penuh dengan para pencari berita dan kru kru tv yang meliput acara ini . Ryutaro bersiap,lalu saat dia masuk keruangan itu..kamera kamera itu langsung membidiknya mambuatnya silau karena lampu lampu blizt kamera mereka mengarah langsung ke wajahnya. Ryutaro duduk di bangku yang sudah disediakan , berdehem kecil sebelum mulai bicara.

``konnichiwa minna-san..ryutaro morimoto desu…soal berita di tabloid itu..aku dan saifu. Untuk saat ini kami hanya berteman saja…tapi, aku berniat menjadikannya milikku…``,kata Ryutaro tenang . kamera kamera dan para jurnalis berita terus mencatat kata kata ryu dan memotret dirinya.

``dan kami dengar 2 member JUMP juga ada yang menyukai saifu ..dan katanya kalian bertiga bertengkar..apa itu benar morimoto-san..``,Tanya salah seorag pencari berita itu.

Ryutaro tersenyum ,``ya benar..``,jawab Ryutaro.

``siapa kedua member itu…``,Tanya orang tadi lagi.

``aku tidak bisa engatakannya..terima kasih untuk hari ini.``,kata Ryutaro sambiil beranjak dari bangkunya sambil berjalan keluar dari ruangan itu walau kamera kamera sang pencari berita terus membidiknya sampai akhirnya dia yang keluar dari ruangan itu tidak terlihat lagi.




ehh?? udah bersambung lagi xD..hahah tambah gajelas nih fanfict ..xD

Love at the Tv Show (part 3)

Tittle : Love at the TV Show (part 3 )
Chara : Arioka Daiki (HSJ ) , Saifu Suzuki (OC),and Hey Say JUMP!!
Genre: romance~
Ok…i`m so like japan because Hey Say JUMP and my lovely boy daiki arioka and yutaro morimoto I like yuto nakajima too..hahahaha..so read this fict if you want and please leave some comment J
Note: daiki umur 26 tahun


``daiki benar benar tidak terima sepertinya…``gumam yuto pelan.

Ryutaro mendesah pelan,``mau bagaimana lagi..lebih baik dia tau kan?``, kata Ryutaro dengan nada pasrah.

Hikaru dan yabu bertukar pandang , setelah pembicaraan tadi daiki marah dan langsung pulang tanpa bicara apapun lagi.
``aku harap kalian tidak berfikiran sempit hanya karena satu gadis saja..``,kata hikaru dengan wajah serius .
Yuto dan Ryutaro mengangguk pasrah.
``kalau begitu..aku pulang dulu ya..``,kata yuto . yabu dan hikaru mengangguk, Ryutaro ikut beranjak mengikuti langkah yuto yang mulai meninggalkan ruang tamu rumah hikaru ini.
``aku juga duluan..jya..``,kata Ryutaro lalu beranjak pergi.

Hikaru dan yabu bertukar pandang ,lalu menghela nafas.
``cepat atau lambat pasti aka nada perselisihan..ne? hikaru..``,kata yabu sambil mengambil gitarnya yang sedari tadi disandarkannya di dinding ,lalu mulai memetiknya ..membuat untaian nada .

Hikaru mengangguk,``dan semuanya pasti akan repot..``,kata hikaru sambil terkekeh pelan.lalu mengambil kertas dan mulai menulis lyric lagu . yabu menggedikkan bahu lalu mereka berdua asik sendiri dengan kegiatan mereka berdua.


``sial!!kenapa juga ??memangnnya mereka berdua tidak bisa cari gadi lain apa??``,umpat daiki kesal sambil merebahkan tubuhnya di kasurnya sambil mendecak decak kesal. Daiki sebenarnya tidak bisa juga menyalahkan Ryutaro dan yuto..toh ini kan masalah perasaan ..semua orang mana mungkin bisa mengendalikannya. Daiki menarik nafas panjang ,
``agrhhh….``,erang daiki pelan sambil mengacak rambutnya.


Yuto melirik sebuah figura foto yang lumayan besar yang tergantung di dindidng kamarnya , figura itu berisi banyak foto fotonya bersama member JUMP, dia melihat satu foto..fotonya bersama daiki dan ryutaro . yuto memandang foto itu lama …yuto tidak mau persahabatnnya yang sudah lama dibangun hancur hanya karena seorang gadis yang mereka sukai..namun hatinya juga tidak mengizinkannya untuk melepaskan gadis itu.
Yuto mendesah pelan,``apa yang harus kulakukan…``,gumam yuto pelan.


Ryutaro tiduran dengan tidak nyaman di kasurnya..dia masih terus kepikiran tentang bagaimana sikap daiki besok..apa dia akan merah padanya dan yuto , atau akan bersikap dewasa dengan membiarkannya bersaing untuk mendapatkan saifu itu. Ryutaro terus berharap..daiki akan bersikap dewasa. Ryutaro memndang keitainya..tersenyum ,memandang foto kecil saifu yang dia dapatkan dari internet yang dia pasang sebagai wallpaper di handphonennya.
``daisuki….``,gumam Ryutaro pelan sambil tersenyum kearah keitainya.


``daiki belum datng?``,bisik yuto kepada hikaru yang duduk disebalahnya. Hari ini mereka akan pemotretan lagi, namun daiki belum juga menampakkan batang hidungnya.

Hikaru menggedikkan bahunya,``mungkin telat seperti biasa..sudah jangan terlalu dipikirkan..dia pasti akan baik lagi kok..tenang saja..``,kata hikaru menenangkan. Yuto hanya tersenyum canggung menanggapi perkataan hikaru, siapa pun juga tau kalau daiki itu keras kepala dan mau menang sendiri . yuto mendesah , sedangkan Ryutaro tampak tidak peduli seperti biasa walau sebenarnya dia was was juga dengan sikap daiki nanti.

``arioka-san belum datng ya?``, Tanya salah seorang staff karena mereka sudah akan mulai pemotretan.

``mungkin dia telat..``,sahut yabu . staff itu mengangguk lalu Nampak berbicara di airphonennya.

``baiklah ..kalau begitu..kita mulai satu satu dulu..yabu-kun kau pertama..ikou..``,kata staff itu lalu yabu beranjak mengikuti staff itu sedikit membetulkan make up nya sebnetar ,lalu dia mulai berpose di depan sang fotografer . yang lainnya mulai sibuk juga membeteulkan make up mereka.

Yuto melirik jam nya dengan tidak sabar, pemotretan akan segera berakhir namun daiki belum juga datang .staff mulai sibuk menghubungi daiki. Dan mereka bilang daiki sedang di jalan kemari , tak berapa lama daiki datng . dia tidak sendiri masuk keruangan itu..dia bersama saifu yang hari ini tetap tanpa make up , wajahnya masih polos tanpa make up..dandanan nya oun seperti biasa ..sederhana dan terlihat manis.namun hari ini saifu sedikit tertaih saat berjalan dan lagi kakinya sedikit di perban ,membuat ryu dan yuto melihatnya dengan pandangan cemas dan bingung.

Yuto dan Ryutaro sedikit kaget melihat daiki datang bersama saifu,namun langsung mengalihkan pandangan mereka begitu daiki menatap mereka berdua tajam.

``maaf aku terlambat…``,kata daiki .para staff langsung menyuruh daiki untuk berganti pakaian dan ber make up .sedangkan saifu hanya tersenyum kearah para staff yang melihatnya dengaan pandangan cemas.

``tidak apa kok..kakikiriku  hanya sedikit terkilir saat aku turun dari tangga..untung aku berpegangan pada pegangan tangga  di jembatan ..kalau tidak mungkin aku akan terguling kebawah..dan untung arioka-san kebetulan lewat..dan dia mengantarkan aku ke klinik …jadi arioka-san terlambat karena aku..hehe…``,jelas saifu sambil terkekeh pelan.para staff yang lain geleng geleng kepala mendengar cerita saifu,

``makanya hati hati..kau yakin tidak apa?``,Tanya salah satu staff.

Saifu mengangguk,``un..daijobu ..``,kata saifu sambil tersenyum kearah para staff.

``baiklah lain kali hati hati ya…ayo semua kembali ketempat masing masing..kita sibuk ..``,kata staff yang paling tua lalu mereka semua kembali ke pekerjaan mereka masing masing . yuto dn Ryutaro memandang saifu cemas sedankan saifu tampak sibuk sendiri dengan layar computer di depannya.


1 jam kemudian pemotretan selesai, yamada chinen ,keito yuya dan inoo sudah pulang duluan kerumah mereka masing masing . sedangkan 5 member lainnya masih berada di dalam gedung pemotretan ini, mereka sedang berbicara di sudut ruangnya sambil duduk di sofa . para staff masih sibuk memberesakan barang barang yang habis diapakai pemotretan jadi mereka tidak terlalu menggubris 5 idol yang masih berada di ruangan ini.

Daiki menghela nafas,lalu memulai berbicara karena sedari tadi yuto, ryu , hikaru dan yabu hanya diam saja tanpa bicara sesuatu.
``begini..``,mulai daiki . yang lainnya langsung memerhatikan daiki dengan sedikit tegang menantikan apa yang akan dikatakan oleh daiki.

``soal saifu..``,kata daiki sambil melirik saifu yang tampaknya hampir selesai dengan pekerjaannya hari ini,maka dari itu daiki mempercepat kata katanya karena dia berniat mengantarkan saifu pulang nanti .

Ryutaro dan yuto memandang daiki serius.

``maaf kemarin aku bersikap egois..tapi, kalian tau kan? Aku susah menyukai seseorang..dan lagu hal seperti ini..hmm, maksudku.kita bertiga ,aku ,ryu dan yuto menyukai orang yang sama..aku tidak pernah memikirkan ini…jadi..kalian mau bersaing denganku?``,Tanya daiki sambil menatap ryu dan yuto serius. Yabu dan hikaru diam saja karena mereka merasa pembicaraan ini hanya untuk mereka bertiga dan mereka tidak bisa member komentar atau apapun.

``mau bersaing secara adil?``,Tanya yuto.

``aku ikut..``,sambung Ryutaro . daiki menatap ryu yang juga balas menatapnya serius.

``baiklah..tapi ingat..tidak semudah itu…``,kata daiki lalu beranjak menghampiri saifu sambil memandang ryu dasn yuto tajam sekilas lalu langsung menghampiri saifu dengan tersenyum.


``kalian bertiga seperti orang bodoh yang memperebutkan 1 putri…apa tidak ada tuan putrid lain? Aku cemas..``,kata hikaru sambil memandang ryu dan yuto yang juga menatapnya.

``kurasa tidak…``,sahut ryu.

``belum tentu..daiki itu pangeran yang ditakdirkan oleh sang putrid…belum tentu dia pangerannya..masih banyak pangeran lain hikaru-kun..``,sambung yuto. Hikaru mendesah ,dia dan yabu mengamit tas mereka masing masing.
``sesuka kalian..tapi ingat..aku akan membenci kalian kalau kalian samapai terpecah belah hanya karena saifu itu…``,kata hikaru lalu beranjak pergi.

``aku akan menghancurkan saifu sekalian saja nanti..kalau kalian sampai terpecah belah ``,kata yabu sambil memandang ryu dan yuto serius lalu mengikuti hikaru yang berjalan di depannya.


``ah..maaf merepotkanmu arioka-san..aku bisa naik taxi kok…``,kata saifu tak enak , daiki tadi memaksanya mengantarnya pulang .walau saifu menolak..namun daiki tetap bersikeras, maka dari itu saifu pasrah dan mengikuti saja kemauan daiki itu.

``daijobu daijobu…``,kata daiki lalu mulai melajukan mobilnya, menyusuri jalan yang sedikit ramai .saifu sibuk memainkan keitainya, nampaknya dia sedang mengetik email untuk seseorang , daiki sedikit penasaran saifu mengirim email ke siapa, namun berusaha focus ke jalanan di depannya. Tak berapa lama mobil daiki itu masuk ke sebuah area apartemen , dia memakirkan mobilnya di parkiran apartemen itu.

``kau bisa berjalan?``,Tanya daiki , saifu membuka seatbelt nya.dia tersenyum memandang daiki.

``un..aku bisa kok..tenang saja..``, kata saifu ,lalu membuka pintu mobil daiki hendak turun . daiki buru buru turun dari mobilnya..membantu saifu turun ,

``..daijobu yo arioka-san..aku bisa sendiri kok..``,kata saifu pada daiki yang tengah memgang lengannya erat .

``aku cemas..kuantar samapai depan kamar apartemenmu ya?``,tawar daiki.

``eh..jangan.kau repot nanti…``,kata saifu menolak karena tak enak menyusahkan daiki.

Daiki menggeleng,``tidak repot kok…ikou..hati hati..``kata daiki lalu memapah tubuh saifu naik ke apartemennya,walau apartemen saifu dilengkapi lift..namun tetap saja daiki cemas kalau saifu berjalan sendiri dengan kakinya yang sedang terkilir.

``ah..arigatou arioka-san…``,kata saifu saat mereka sudah berada di depan pintu apartemen saifu. Daiki tersenyum senang karena dia sudah selangkah lebih maju dibandng Ryutaro dan yuto..dia bahkan sudah mengantar saifu dengan mobilnya dan sudah tau dimana apartemnnya.

``un..douita..kalau begitu aku pulang..``,kata daiki .

``chotto…mau masuk dulu? Aku akan buatkan teh..``,kata saifu sambil tersenyum ramah.

Daiki yang tentu saja sangat senang sengan tawaran saifu langsung mengangguk, saifu mempersilahkan daiki masuk..daiki duduk di ruang tamu apartemen saifu yang sangat rapi, warna warna putih dan warna pastel mendominasi warna apartemen saifu ini, membuat saifu makin terlihat manis dimata daiki.

``silahkan…``,kata saifu sambil menyuguhkan daiki secangkir the dan beberapa cemilan.

``ah..terima kasih…ano..boleh aku bertanya?``,Tanya daiki karena dia merasa janggal ..di ruangan ini sama sekali tidak ada foto saifu atau foto keluarganya di pajang.

``ya?``

``diaman keluargamu…maksudku..orang tuamu…``,Tanya daiki dengan suara pelan ..takut saifu kesal atau apa yang tidak daiki inginkan.

Saifu tersenyum ,``aku juga tidak tahu…kau tau aku berasal darimana?``,Tanya saifu balik sambil tersenyum ramah.
Daiki menggeleng.

``aku dari panti asuhan..yang aku ingat selain ibu pantiku yang sudah tidak ada paling..hiro-chan..yuki-chan..momoko…hmm..aku tidak begitu ingat..itu sudah lama sekali..``,jelas saifu sambil tersenum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi.

Daiki tersenyum tidak enak,``maaf aku…``

``daijobu..itu sudah lama kok..lagipula waktu itu aku tidak sengaja bertemu pencari bakat saat aku kabur dari panti asuhan saat umurku masih 6 tahun..eh?apa 5 tahun ya?..``kata saifu sambil mengingat ingat masa lalunya.

Daiki makin terkesan saja pada saifu yang tegar dan mandiri ini.

``ah..sudahlah..itu kan cerita lama…yang jelas aku jadi artis karena tidak disengaja.,hahah,,beda dengamu kan?arioka-san?``,kata saifu sambil memandang daiki.

``yah kau benar..dan…``

``hm?``

``panggil aku daiki saja…aku akan memanggilmu saifu..atau fu-chan saja..kau biasa dipanggil begitu kan?``,Tanya daiki sambil tersenyum. saifu terkekeh,lalu menagguk.

``hai..wakarimassuta…``,kata saifu sambil tersenyum

Daiki tersenyum memandang saifu yang tampak membicarakan lagi tentang dia yang tidak sengaja jadi artis, daiki yang mengetahui saifu hanya sendiri di jeoang ini..malah makin ingin menjaga saifu..dan daiki, tidak akan membiarkan saifu direbt siapapun oleh sahabatnya sekalipun , setidaknya itu yang daiki pikirkan sekarang.

``maaf…boleh aku pinjam kamar mandimu?``,Tanya daiki. Saifu mengangguk,

``pintu kedua dari kanan..aku akan buatkan makan malam..sudah jam 7 .kalau bercerita semua jadi tidak terasa ya..tau tau sudah malam..hahah..``,kata saifu lalu beranjak ke dapurnya. Daiki tersenyum ,dia merasa seperti saifu sudah miliknya..bahkan makan malam bersama diapartemen saifu.

Daiki mengernyitkan matanya bingung,di depannya ada 2 pintu.

``yang mana kamar mandi ya?``,gumam daiki pelan.

Daiki baru saja akn membuka salah satu pintu ketika saifu tiba tiba menahan tangannya. Daiki menatap saifu bingung , sedangkan saifu menatpnya dengan tatapan sedikit panic.

``jangan buka pintu ini!!``,kata saifu sedikit membentak membuat daiki sedikit kaget ,dan melangkah mundur beberapa langkah.

``gomen..``

Saifu mendesah,``ah..maaf…aku tidak bermakdud membentakmu..maaf..``,kata saifu sambil mengigit bibir bawahnya.

Daiki masih sedikit terpaku namun menggeleng,``tidak..aku yang sembarangan..maafkan aku..``,kata daiki tidak enak walau dia penasaran apa yang ada di dalam pintu itu.

``kamar mandinya yang ini…``,kata saifu sambil membuka pintu yang ada di sebelah pintu itu. Daiki mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi ,daiki melihat saifu mengunci pintu `itu`,sesaat sebelum dia masuk kedalam kamar mandi.

Makam malam itu sedikit canggung, selain karena saifu hanya diam…daiki terus penasaran dengan apa yang ada di dalam pintu itu.


``terima kasih daiki..``,kata saifu sambil tersenyum , daiki yang tengah berdiri di depan pintu apartemen saifu mengangguk.

``terima kasih juga the dan makan malamnya..maskaanmu enak sekali..``,kata daiki sambil tersenyum ,

Saifu tersenyum,``arigatou..oyasumi ``,kata saifu sambil tersenyum

Daiki mengangguk lalu berjalan pergi dari depan apartemen saifu itu.





T~B~C


aneh pan ya? hahahaha..gaje choi..but leave somecoment minna

Hatsu Koi no Omoide (part 1)

Title: Hatsu Koi no Omoide (part 1 )
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (OC) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family ,


Enjoy this fict minnaaaaaaaaaaaa……………………

``obaa-chan…``,panggil sebuah suara anak perempuan kecil yang berusia tak lebih dari 6 tahun ini kepada neneknya yang tengah duduk disampingnya sambil memgang sebuah album foto..album fotonya saat dia masih duduk di bangku SMA,mereka tengah duduk di bangku halaman rumah mereka yang menghadap langsung ke halaman rumah yang ditumbuhi berbagai macam bunga .

``obaa-chan..ini obaa-chan ya?``,Tanya gadis kecil itu lagi,sambil menunjuk sesosok gadis yang tengah tersenyum manis disebelah seorang laki laki yang juga tersenyum.

Neneknya terkekeh pelan, ``iya ..ini obaa-chan…``,jawab si nenek.

``hahahah,..obaa-chan cantik..lalu, laki laki ini siapa?``,Tanya gadis kecil itu lagi.

``dia?``,Tanya si nenek sambil melihat arah jari si cucu yang menunjukkan laki laki yang dimaksudnya.

Sejenak nenek itu tersenyum memandang foto si laki laki, lalu pandangannya jauh menerawang ke masa lalu.





``oyyyyyy!!!!!SAIFU !!SHOOTT!``, seru seorang laki laki berperawakan tinggi pada gadis berperawakan sedang yang sedari tadi sudah menggiring bola basketnya mendekati ring basket , dengan sekali lompatan dengan perhitungan gadis bernama yamada saifu itu men shoot bola basketnya kearah ring basket..dan dalam beberapa detik saja bola itu masuk kedalam ringnya membuat gadis itu melompat senang.

Laki laki berperawakan tinggi yang bernama Ryutaro Morimoto itu berjalan menghampiri gadia yang sudah kembali mengambil bola basketnya..dia nampaknya siap untuk kembali bermain.

``saifu…sudah sore..pulang saja, kau sudah berkeringat seperti itu.``,seru Ryutaro pada saifu, saifu memandang Ryutaro sambil cemberut..gadis ini kalau sudah main basket susah sekali untuk disuruh berhenti.

``maa..demo..aku masih mau main ryu..``,keluh gadis itu, Ryutaro itu menghampiri saifu lalu mengambil alih bola basket yang sedari tadi dipegang oleh saifu.

``kekkou desu..hari ini sudah dulu , kita sudah main selama 4 jam..aku tak mau dimarahi kakak mu lagi hanya karena kau pingsan karena terlalu lama bermain basket lagi..``,kata Ryutaro sambil menatap saifu.

``baiklah baiklah….``,kata saifu akhirnya , karena percuma saja memaksa Ryutaro ini..dia tak akan mendengarkan .

``ikou…``,kata Ryutaro lalu berjalan beriringan dengan saifu meninggalakan lapangan basket yang memang tak jauh dari rumah mereka.

Saifu dan Ryutaro..mereka teman sejak kecil, rumah mereka yang bertetangga membuat mereka bersahabat ..dan lagi mereka satu sekolah dan juga satu kelas..tak ada alasan mereka tak berteman.

``maa….besok main lagi ne? ``,kata saifu saat mereka tengah berjalan menyusuri jalanan pulang.

``saifu…besok hari senin loh, kau bisa ambruk kalo yang ada dipikiranmu hanya main basket``,

``kalau tak main basket..badanku bisa kaku..``,kata saifu.

``saifu..kau harus menjaga kesehatanmu..besok kau tak usah main basket, ingat itu nah..sana masuk kedalam rumahmu.``,kata yru saat mereka sudah berada di depan rumah saifu, rumah Ryutaro tepat di depan rumah saifu itu.

``baiklah..jya nee…``,kata saifu lalu masuk kedalam rumahnya sambil menenteng bola basket ditangannya.

Ryutaro tersenyum memandang saifu yang berjalan masuk kerumahnya,lalu berbalik dan masuk kedalam rumahnya juga.




``iya ryu…aku sudah kerjakan…maa..memangnya kenapa?``,kata saifu dengan Ryutaro yang ada disebrang telpon.

``saifu…makan dulu, tutup telponnya..``, seru ibu saifu dari dalam dapur, Nampak sedikit kesal anak gadisnya ini sedari tadi terus saja berbicara di telpon tanpa menyentuh makan malamnya.

``sebentar bu…nah ryu, aku sudah kerjakan bagianku..kau harus kerjakan bagianmu dengan cepat..``,kata saifu lagi memperingatkan ryu tentang tugas kelompok mereka.

``imoutou-chan~…``, seru kakak saifu, yamada ryosuke tepat di kuping adiknya itu yang sukses membuat adiknya itu kaget lalu menjauhkan keitainya dari kupingnya.

``ONII-CHAN!!BAKA!!``, seru saifu kesal pada kakanya yang hanya berbeda 3 tahun darinya. Ryosuke merebut keitai adiknya itu dari tangan adiknya lalu menempelkan keitai tersebut dikupingnya, membuat saifu berusaha merebut kembali keitainya namun nampaknya sedikit sulit karena kakaknya itu yang lebih tinggi lebih pintar berkelit dari tangannya yang terus berusaha merebut kembali keitainya.

``moshi moshi..ryu-kun..ryosuke desu..maa arigatou ne sudah menemani adikku main basket hari ini.ha? ya..hahahaha…dia disampingku kok..hai..adikku memang merepotkan .hahaha…hai,jya nee``, kata ryosuke sabil tertawa tawa. Saifu dengan cepat mengambil keitainya,membuat ryosuke tergelak sambil menepuk nepuk kepala saifu.

``hallo ryu?..``, seru saifu tapi telponnya sudah ditutup membuat saifu memandang kakaknya kesal.

``onii-chan baka…``, umpat saifu kesal.

``maa..kenapa? lagipula ryu itu bodoh sekali..mau maunya terus ditempel oleh gadis jelek sepertimu, hahahahaha…``, ejek ryosuke lagi membuat saifu tambah kesal saja.

``uruseee!!!``, seru saifu kesal sambil berusaha memukul kakanya namun kakaknya itu malah berlari menghindar.

``loh benar kan?kau kan tidak cantik..mau maunya ryu itu dekat dekat denganmu..``, ejek ryosuke lagi sambil memeletkan lidahnya ,

``ONII-CHANNN!!!``, seru saifu kesal sambil berlari mengejar kakaknya yang berlari sambil tertawa tawa di dalam rumah.

``saifu~..ryosuke~..jangan bercanda terus….``,seru ibu dari dapur,namun nampaknya tak digubris sama sekali oleh dua bersaudara itu.karena mereka masih sibuk berlarian di dalam rumah bahkan sampai kehalam rumah mereka.

``ONII-CHAN!!!YAMETEE!!!``, seru saifu kesal sambil berlari mengejar kakanya itu yang malah tertawa makin keras karena hari ini pun dia berhasil menjahili adik kesayangannya itu.



Ryutaro tersenyum sambil melihat pemandangan di luar kaca kamarnya, dia tersenyum melihat saifu dan ryosuke yang berlarian, dia terkekeh geli melihat wajah saifu yang terlihat kesal sedangkan ryosuke tertawa tawa sambil terus menghindar dari kejaran saifu itu.

Ryutaro terus memerhatikan kedua bersaudara itu sampai akhirnya sang ibu keluar dan memarahi mereka berdua yang akhirnya masuk kedalam rumah . Ryutaro memandang dinding kamarnya yang dihiasi oleh figura foto bersisi foto fotonya bersama saifu dari sejak kecil sampai fotonya saat penerimaan murid baru SMA.

Ryutaro terus tersenyum mengingat kenangan kenangannya bersama saifu juga saat pertama kali bertemu dengan saifu.



``hai..aku saifu ..yamada saifu desu…yoroshiku…``,kata saifu yang waktu itu berusia 5 tahun itu sambil tersenyum menatap Ryutaro yang nampaknya senang saifu mau menyapanya yang baru saja pindah tepat di depan rumah saifu itu.

``aku…ryu…``

``saifuu….``, seru suara lain dibelakang saifu yang tentu saja milik sang kakak yamada ryosuke yang Nampak waspada dengan Ryutaro yang baru saja dilihatnya hari ini, dan lagi dia Nampak berbicara dengan adik semata wayangnya.

Ryutaro memandang ryosuke takut takut karena ryosuke yang memandangnya sinis.

``onii-chan….dia baru pindah..kita berteman dengannya ya?``, kata saifu polos sambil menunjuk Ryutaro. Ryosuke menatap Ryutaro.

``yamada ryosuke desu…``

``aku…ryutaro morimoto desu…``, kata Ryutaro Nampak ragu menyebutkan namanya.

``ryu kita berteman yaaa….``, seru saifu sambil menggenggam tangan Ryutaro yang menatapnya yang tengah tersenyum itu. Entah kenapa sejak hari itu..ryu merasa senang telah bertemu dengan saifu.

Ryosuke sama seperti kakak laki laki lainnya ke adik perempuan yang baru saja mendapat teman baru..dia protektif, saat saifu bermain dengan ryu , ryosuke pasti ada disana..duduk mengawasi ..namun tahun berganti tahun..ryosuke mulai percaya pada Ryutaro itu ..dan tak mengawasi mereka yang selalu bermain di taman dekat rumah mereka.


Ryutaro tersenyum memandang salah satu foto saat mereka masih berumur 6 tahun…mereka memakai gaun dan jas layaknya sepasang kekasih yang akan menikah..waktu itu orang tua ryu yang memang sangat suka memmotret menyuruh saifu dan ryu untuk berpakain seperti itu dan memfoto mereka..ryutaro ingat saat itu ryosuke ,kakak saifu sempat mengira ryu akan mengambil saifu..tapi setelah dijelaskan dia hanya merenggut sambil melihat adiknya dan ryu yang tengah di foto dengan memakai gaun dan jas.

Lalu matanya beralih ke foto sebelahnya..saat mereka berfoto saat saifu dan team basket nya saat SMP memenangkan pertandingan basket antar SMP saat itu, ryutaro tersenyum memandang wajah saifu yang Nampak sangat senang..rambutnya yang panjang terurai sedikit berantakan..dari tahun ke tahun toh gaya rambut saifu masih saja seperti itu..panjang dan sedikit berantakan, dia memegang piala yang dimenangkannya dengan senang ..sedangkan dirinya berdiri disamping saifu sambil tersenyum.

Ryutaro tersenyum..entah kenapa..dia sangat senang hanya karena melihat saifu tersenyum. .senang karena setiap melihat saifu dadanya pasti berdetak tak karuan..senang karena saifu sangat senang bersamanya walaupun mereka bukanlah sepasang kekasih. . ryu tak bisa bilang dia tidak menyukai saifu. Dia mencintainya..namun dia belum berani mengatakannya pada saifu..dia masih terlalu malu dan lagi jika saifu tak menyukainya juga, dia takut..persahabatannya akan menjadi renggang.

Maka dari itu..untuk sekarang Ryutaro lebih memilih diam dan terus berada disamping saifu.



``saifuuuu!!!HAYAKU…KAU BISA TELATT!!, ryu sudah menunggumu diluar tuh!! ``, seru ryosuke dari arah ruang makan.

Saifu buru buru menyisir rambutnya , karena terburu buru rambutnya pun masih sedikit berantakan ..namun saifu tak perduli, langsung menuruni tangga rumahnnya dan mengambil bentou yang sudah disiapkan ibunya di meja makan…dia menegak susunya cepat dan menyambar roti selai strawberry yang baru saja akan dimakan oleh kakaknya.

``roti pangganggku!!``, seru ryosuke kesal pada adiknya yang balas menjulurkan lidahnya lalu terburu buru keluar dari rumah.

``ittekimasuuuu….``, seru saifu sambil berlai keluar dari rumahnya.

``itterashai….``
``huwa…ryu..gomen…``, seru saifu sambil berjalan menghampiri ryu yang berdiri di depan paggar rumahnya sambil tersenyum.

``daijobu..sa ikou…``, kata Ryutaro lalu mereka berjalan menyusuri jalan menuju stasiun kereta .

``kita lari saja yuk ryu..``ajak saifu , dia takut terl;ambat lagi sepertinya.

``baiklah..ikou…``, kata Ryutaro lalu menggenggam tangan saifu lalu berlari ke stasiun.



``heee……kau belum kerjakan??``, seru saifu pada ryu yang malah terus memakan bentounya, merka tengah makan siang  di kantin sekolah.

``iya..aku lupa…gomen..``, kata ryu meminta maaf karena dia belum mengerjakan bagiannya untuk kerja kelompok mereka.

``baka…!!!yasudah nanti pulan sekolah kerumahku ya..kita kerjakan..``, kata saifu sambil memakan bentounya.

``hai hai..``, jawab Ryutaro sambil tersenyum memandang wajah kesal saifu yang terus memakan bentounya.




``tadaimaa….``seru saifu sambil masuk kedalam rumahnya.

``ojamashimasu…``, seru ryu yang ada di belakang saifu.


``okaerinasai..are? ryu..kau masih saja mau dekat dekat dengan adikku yang jelek ini…``, kata ryosuke yang muncul dari dalam rumah.

``onii-chan..berhentilah menggodaku…oka-chan mana?``,Tanya saifu sambil melepaskan sepatunya.

``kaa-chan sedang belanja…kau kesini mau apa ryu?``,Tanya ryosuke pada Ryutaro,nampaknya ryosuke masih tetap saja waspada terhadap Ryutaro..mmengingat adiknya adalah seorang perempuan dan ryu itu laki laki.

``kami mau mengerjakan tugas …``, jawab saifu.

``di kamarmu?``,Tanya ryosuke

``dimana lagi?``,Tanya saifu heran pada kakanya ini.

``tidak boleh…``, kata ryosuke membuat saifu memandangnya kesal.

``apa sih..kami hanya mengerjakan tugas saja..apa yang salah?``, Tanya saifu bingung.

``kerjakan di ruang tamu saja..atau di meja halaman oke?``kata ryosuke lagi.

``tapi….``

``baiklah ryosuke-san…ikou fu-chan..``,kata Ryutaro.

``ryosuke..dimana kau meletakkan CD ku??``, Tanya sebuah suara dibelakang ryosuke yang milik seorang laki laki yang berperawakan tak jauh berbeda dari ryosuke..laki laki itu beberapa saat Nampak terpaku menatap saifu.

``ah..gome..itu ada dirumah yuto, daiki…``,kata ryosuke sambil menatap laki laki yang masih saja menatap saifu .

``hoi..daiki!!``, panggil ryosuke lagi menyadarkan lamunan daiki .

``eh..ah..maaf.``, kata daiki itu meminta maaf lalu sesekali menatap saifu yang lalu berjalan melewati ryosuke dan daiki menuju halaman belakang.

``jangan lihat lihat adikku…``, seru ryosuke pada daiki yang sedari tadi mengikuti langkah saifu dengan matanya.

Daiki tersentak,``eh..apa?``, Tanya daiki bingung

Ryosuke menyipitkan matanya.``jangan lihat adikku seperti itu…``, seru ryosuke mals.

``eh..ahaha..aku tak lihat adik mu kok..hahaha..``kata daiki sambil tertawa canggung .




``ryu..bukan begitu..kenapa warna biru ??daun kan warnanya hijau….``, seru saifu heboh melihat tugas menggambar mereka jadi sedikit aneh karena ryu malah mewarnai daun dengan warna biru.

``maa…kita kan btuh variasi..bosan kan melihat daun hanya berwarna hijau saja..``jawab ryu santai yang sukses mendapatkan tamparan di kepala ryu oleh saifu.

``baka!!!serius sedikitlah ryuuuuu~!!``, seru saifu kesal.

``sakit tau….gomen , ``,kata Ryutaro lalu mewarnai lagi gambarnya dengan benar .

``awas kalau kau aneh aneh lagi..``,peringat saifu lalu mulai mewarnai warna biru dengan gradasi putih dan beberapa warna biru lain di bagian langitnya.



``hallo aoi…kenapa? aku dirumah..sama daiki.iya..aku tau …hahaha..baiklah..jya ne…``, kata ryosuke lalu menutup telpon dari pacarnya  tersebut, lalku memandang daiki yang sedari tadi melihat kearah halaman belakang tempat saifu dan Ryutaro tengah mengerjakan tugas mereka dari balik kaca jendela kamar ryosuke yang ada di lantai 2.

``arioka daiki..kubilang jangan –lihat- adikku-- ``, kata ryosuke tepat ditelinga daiki membuat daiki tersentak kaget.

``aku tidak …``

``usotsuki….dia sudah ada yang punya…``, kata ryosuke santai.

``eh?? Hontou?? Dia pacarnya??maksudku laki laki yang sedang bersamanya itu..``,kata diaiki penasaran.

``makanya kubilang ..jangan lihat adikku…``,kata ryosuke.

``tapi..aku , adikku….aku tertarik padanya…``, kata daiki.

Ryosuke menatap daiki tajam,``lupakan …``,kata ryosuke singkat lalu sibuk membaca majalah otomotifnya , daiki mendesah menatap ryosuke lalu kembali menatap saifu dan Ryutaro yang masih berada di halaman belakang.



Ryutaro merasa pandangannya mengabur..kepalanya sedikit pusing,namun tetap berusaha focus dengan gambar di depannya ..dia tidak mau saifu marah marah lagi karena dia tidak serius mengerjakan tugas mereka.

``ryu…kenapa? kau sedikit pucat…``,kata saifu sambil menatap Ryutaro khawatir.

Ryu tersenyum simpul,``daijobu..aku hanya sedikit haus..``, elak Ryutaro.

``eh? Gomen..kuambilkan minum ya…chotto..``,kata saifu lalu berlari asuk kedalam rumahnya mengambilkan minuman untuk Ryutaro.


Ryutaro menatap saifu yang berlari masuk kerumahnya, Ryutaro memgangi kepalanya yang terasa benar benar pusing..sesaat kemudian dia bisa mencium aroma anyir darah di sekitar hidungnya..ryutaro mengusap hidungnya memastikan yang keluar dari dalam hidungnya itu darah atau bukan. Sedikit kaget karena sekarang tangannya dibasahi oleh darahnya.

``RYUUU!!!!``, seru saifu kaget sambil memegang gelas es jeruk ditangannya. Dengan panic saifu menghampiri Ryutaro dan menaruh gelas jjus jeruk tadi di meja..ryutaro terhuyung dengan sigap saifu menangkap tubuh ryu itu.

``ONII-CHANNN!!!ONII-CHANN…!!``, teriak saifu memanggil kakanya. Ryutaro merasa sangat lelah sampai akhirnya yang terlihat hanya gelap saja.






Ryutaro mengerjapkan matanya, dia tengah tertidur di kamarnya sekarang..ryutaro mendesah..palanya terasa aneh sekarang. Dia menatap kesekeliling..sepi. baru ryu akan kembali membaringkan tubuhnya ketika tiba tiba saifu masuk kedalam kamarnya, dibelakang saifu ada ryosuke yang melambaikan tangan kearahnya.

``ryuuuuu~!!``, seru saifu lalumemeluk tubuh Ryutaro yang langsung membeku karena saifu tiba tiba memeluknya.

``ryu?kau taka pa kan??``,Tanya saifu khawatir.

``ah..hai…taka pa, tak usah khawatir begitu…``,kata Ryutaro sambil tersenyum.

``ah ya..ibuku mana?~``,Tanya ryu.

``dia sedang bicara dengan dokter dibawah..``,jelas ryosuke.

``aa sou…``

``ryuu…tugasmu biar kukerjakan…kau istirahat saja ya..``, kata saifu.

``maa..kubilang aku tak apa apa..percayalah..wajahmu aneh sekali saat khawatir.haha..``, ejek ryu sambil mencubit hidung saifu.

``baka…pokoknya kau istirahat saja..``,kata saifu.

``baiklah baiklah…``,jawan Ryutaro akhirnya.







Ryutaro turun keruang bwah saat saifu dan ryosuke sudah pulang..ryu melihat dokter yang tadi memeriksanya baru saja keluar dari rumahnya, ryu langsung menghampiri ibunya untuk menanyakan tentang hasil pemeriksaan dokter tadi.

``oka-chan…aku taka pa apa kan?``,Tanya ryu, ibu ryu menoleh menatap ryu lalu memeluk tubuh ryu yang Nampak bingung dengan sikap ibunya tersebut.

``ryu..``, lirih ibu ryu sambil terisak , membuat ryu tegang.

``ibu…sebenarnya aku kenapa???kenapa kau menangis?``Tanya ryu bingung campur takut akan apa yang dikatan oleh ibunya.

Bukannya menjawab ibunya malah makin terisak.

``ibu..katakan..kumohon..``,lirih Ryutaro.

``leukemia…``

``eh??``

``kau kena leukemia ryu…``,lirih ibu ryu sambil terisak.

Saat itu ryu merasakan dunianya berputar begitu cepat..seolah olah ada lubang besar yang siap untuk melahapnya kapan saja.


Tsu~Zu~ku


aneh??? baiklahhhh~

Hatsu Koi no Omoide (part 2 )


Title: Hatsu Koi no Omoide (part 2  )
English title : memories of the first love
Author : Fukuzawa Saya
Chara : Yamada Saifu (OC) Ryutaro Morimoto ( HSJ) , Daiki Arioka (HSJ) , Yamada Ryosuke (HSJ) , Aoi Kujyou (Oc) and some other character.hahaha
Rating: PG ..hmm mungkin xD
Genre : Romance, Family ,


Areeeeeeeeeeeee~…tadinya cumain mau bkin ini fict oneshoot~..tapi sepertinya tak bisa..karena terlalu panjanggggggggggggggggggggggggggggggggg..hahahahahaha:3 , oh iya..some fact abaout penyakit leukemia credit to goggle~..hahahaha



Suasana lebih tegang dirumah kediaman morimoto malam ini…wajah Ryutaro dan kedua orang tuanya terlihat sangat serius ..setelah meeka mengetahui penyakit Ryutaro…ryutaro akhirnya tau apa yang menyebabkan akhir akhir ini dirinya terkadang Demam atau berkeringat saat malam..juga dia gampang lelah dan letih akhir akhir ini. Shintaro dan natsume hanya menangis disamping ibunya yang juga Nampak sedih akan penyakit ryu ini.

``satu hal …``, kata ryu sambil tertunduk.

Orang tua Ryutaro memandang Ryutaro,``ada apa ryu..?``,Tanya orang tua ryu dengan raut khawatir.

``jangan beritahu saifu tentang penyakitku…``

``eh.tapi…``

``onegai …aku tak mau dia khawatir…``,lirih ryu pelan.

``wakatta..``,jawab orang tua ryu akhirnya walau mereka tau..ryu sangat menyayangi saifu, itu sebabnya ryu tak mau saifu khawatir sedikit pun karena dirinya.


Ryutaro beranjak dari duduknya,lalu berjalan masuk ke kamarnya..dia menghempaskan dirinya dikasurnya..menatap sebuah kertas di tangannya, membacanya perlahan.

Leukemia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Semua kanker bermula di sel, yang membuat darah dan jaringan lainnya. Biasanya, sel-sel akan tumbuh dan membelah diri untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Saat sel-sel semakin tua, sel-sel tersebut akan mati dan sel-sel baru akan menggantikannya.
Tapi, terkadang proses yang teratur ini berjalan menyimpang, Sel-sel baru ini terbentuk meski tubuh tidak membutuhkannya, dan sel-sel lama tidak mati seperti seharusnya. Kejanggalan ini disebut leukemia, di mana sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah putih abnormal yang akhirnya mendesak sel-sel lain.


``leukemia….``, gumam ryu pelan.




``ohayouu ryu~…``sapa saifu sambil tersenyum manis kearah ryu yang menunggunya di depan rumah saifu seperti biasa, hati ryu terasa tenang entah kenapa hanya karena menatap saifu yang tengah tersenyum itu.

``kau sudah sembuh? Kau sakit apa ryu..?``,Tanya saifu .

``daijobu…aku taka pa..bukan penyakit yang berat kok..``, elak Ryutaro , saifu menatap Ryutaro sambil menyipitkan matanya.

``hontou ?``, Tanya saifu penasaran.

``un..benar kok..``, kata Ryutaro sambil tersenyum

``souka..kalau begitu nanti kita main basket ya…``, kata saifu sambil tersenyum.

``hai hai….``





``ngapain kau mau kerumahku?``,Tanya ryosuke sambil menatap daiki curiga, daiki mengaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.

``maa..hanya ingin main..kenapa?``,kata daiki berbohong karena tujuannya sebenarnya kerumah ryosuke adalah untuk melihat saifu lagi, dan nampaknya ryosuke bisa membaca maksud daiki itu.

``kau mau bertemu adikku kan?~``,tebak ryosuke , dan tentu saja tebakannya benar karena daiki langsung salah tingkah begitu ryosuke mengatakan tebakannya tersebut.

``chi..chigau..aku..aku hanya inging..ingin pinjam majalahmu. Iya aku mau pinjam majalh..hehe..bolehkan..?``,kata daiki gugup .

``usotsuki…``

``ah baiklah baiklah….aku mau melihat adikmu..ayolah hanya melihat.dia tak akan mati atau sakit kan kalo aku hanya melihatnya saja?``,kata daiki,

Ryosuke mendengus kesal, daiki itu keras kepala..maka dari itu akhirnya ryosuke mengizinkan daiki kerumahnya.

``arigatouuu ~..``,kata daiki senang.

Ryosuke menatap daiki tajam,``ingat satu hal….jangan menganggunya..``,kata ryosuke lalu berjalan duluan dan daiki langsung mengikut langkah kaki ryosuke itu yang berjalan pulang sambil tersenyum senyum.




``tadaimaa…``, seru ryosuke saat memasuki rumahnya.

``ojamashimasu..``, kata daiki sopan,

``okaeri …``seru saifu yang sudah memakai pakain basketnya sambil menenteng bola basketnya, membuat daiki tak bisa melepaskan pandangannya dari saifu yang Nampak sedang mencari sepatu basketnya.


``mau main basket?``,Tanya ryosuke.

``un..kenapa?~``

``taka pa..bersama ryu?~``, Tanya ryosuke, dibelakang ryosuke wajah daiki berubah kecewa karena pertanyaan terakhir ryosuke itu.

``un..``,jawab saifu lagi sambil memakai sepatu  basketnya.

Ting tong. Suara bel rumah saifu yang sudah pasti dipencet oleh Ryutaro yang sudah menunggu saifu di depan rumah saifu.

``aku pergi..``,kata saifu lalu berjalan melewati ryosuke dan daiki yang terus mengikuti sosoknya yang berjalan hingga keluar dari dalam rumahnya ,

``jangan pulang terlalu sore saifu..``, peringat ryosuke.

``hai hai..wakatta…``, jawab saifu sekenanya sampai sosok saifu benar benar menghilang dari dalam rumah.


``yah…..dia pergi..``, keluh daiki .ryosuke terkekh pelan melihat sahabatnya kecewa karena saifu pergi main basket padahal daiki sudah sengaja main keruma ryosuke hanya untuk melihat saifu.

``kan sudah kubilang….kau akan kecewa kan?``, ejek ryosuke sambil terkekh kekeh pelan.

``haaa…mendokusai..``,kata daiki pelan, lalu sesaat kemudian dia seolah mendapat pencarahan, daiki memegang kedua pundak ryosuke membuat ryosuke menatapnya bingung.

``diaman mereka main basket?~`,Tanya daiki,

``haa???``

``ayo kita kesana….``,kata daiki sambil tersenyum senang sedangkan ryosuke yang ada didepannya sudah ternganga saking bingungnya dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini.



``RYUUU!!!``, teriak saifu membuat Ryutaro sontak menoleh namun secara tiba tiba bola basket yang tadi dioper oleh saifu ke Ryutaro menghantam kepala Ryutaro itu karena saat saifu mengopar bolanya pada Ryutaro, bukannya menanggapi ryu malah melamun sendiri.

Ryutaro memijat kepalanya yang pusing karena terkena bola, saifu berlari menghampiri Ryutaro itu.

``ryu!daijobu ?? gomen..makanya kau jangan melamun!!``, omel saifu , tapi Ryutaro tak menjawab .

``ryu??``,panggil saifu lagi.

``gomen..aku …``,

``kau masih sakit? Kalau begitu kita udahan saja mainnya..``,kata saifu .

``gomen…aku hanya sedikit pusing..,kau main saja..aku duduk dipinggir lapangan yah..``kata Ryutaro sambil tersenyum.

``pulang saja ya…``, tawar saifu lagi namun Ryutaro menggeleng.

``kau ingin main kan?sudahlah sana…aku tak apa..``,kata Ryutaro, saifu akhirnya mengangguk.

``baiklah..kalau kau ingin pulang..katakan padaku yah…``, kata saifu , Ryutaro mengangguk.




Sedari tadi daiki memperhatikan ryutaro dan saifu dari balik semak semak taman..ryosuke menatap malas pada sahabtnya itu, dia kesal..kenapa juga dia harus ikut mengintip adiknya dan Ryutaro bermain basket??membuatnya sangat bosan ..namun nampaknya sulit mengajak daiki untuk beranjak.

``daiki…ayo balik kerumahku..``,ajak ryosuke sambil menari narik lengan baju daiki ,namun daiki malah memukul tangan ryosuke yang menarik narik lengan bajunya.

``sebentar…aa, dia terlihat manis saat main basket ya..si ryu itu kenapa Cuma duduk di pinggir lapangan ya?tapi baguslah..``, gumam daiki tak mengubris sama sekali ryosuke yang sudah Nampak kesal.

``ayo pulang..``kata ryosuke lagi, tapi daiki masih saja diam sambil memperhatikan saifu yang masih saja bermain , ryosuke menghela nafas..dia haus maka dari itu dia pergi membeli minuman dulu ,meninggalkan daiki yang masih saja memperhatikan adiknya yang tengah bermain basket.



Ryutaro merasa kepalanya sangat pusing..namun berusaha menhannya , dia tak mau saifu khawatir kepadanya..dan hal yang paling tak diinginkan ryu ..saifu tau penyakitnya,maka dari itu sedari tadi ryu berusaha menhan sakit dikepalnya..ryutaro tersenyum melihat saifu yang bermain basket dengan serius walaupun hanya sendiri, sesaat kemudia Ryutaro melamun..bagaimana nanti kalau dirinya meninggal? Apa saifu bisa bermain basket sambil tersenyum seperti sekarang?  Ryutaro tak bisa membayangakan kalau nanti dia tak bisa melihat saifu lagi..dia takut..takut penyakitnya itu membuatnya jauh dari saifu..

``ryu..daijobu ?``,Tanya saifu yang kini berada didepan Ryutaro, wajah saifu sangat dekat dengan Ryutaro…bukannya menjawab ryu malah memandang wajah saifu dalam, membuat saifu semakin bingung.

``ryu..kau tak ap..``

Saifu kaget , karena tiba tiba saja Ryutaro menciumnnya..membuatnya membeku ditempatnya ..ryutaro melepaskan ciumannya , namun nampaknya saifu masih saja syok dengan ciuman Ryutaro yang hanya beberapa detik itu , Ryutaro berlari meninggalkan saifu yang masih terbengong di tempatnya , sedangkan daiki ternganga kaget melihat hal yang baru saja terjadi didepannya itu.


``a..apa apaan tadi???``, seru saifu pelan sambil jatuh terduduk dilantai taman , wajahnya bersemu merah.



Ryutaro berlari meninggalakn taman , entah kenapa dia malah mencium bibir saifu tadi…Ryutaro kembali mencium bau anyir dari arah hidungnya itu.

``ah..jangan lagi…`, keluh Ryutaro lalu mengusap darah yang keluar dari hidungnya dengan tangannya membuat tangannya berlumuran darah segarnya,

``ryu ??``, panggil seseorang dihadapan Ryutaro membuat ryu sontak mendongak melihat seseorang yang memanggilanya yang ternyata adalah ryosuke yang tengah menenteng sebotol the dingin di tangannya, wajah ryosuke terlihat khawatir melihat ryu.

``eh, daijobu? Wajahmu pucat sekali ..dan..hidungmu..``, kata ryosuke sambil menunjuk hidung Ryutaro ,``mengeluarkan darah…``

Ryutaro Nampak panic ryosuke melihatnya begini..namun nampaknya dia tak bisa mengelak lagi..karena ryosuke kini memandangnya dengan tatapan setengah curiga.

``kau…sakit apa?``, Tanya ryosuke membuat Ryutaro berubah tegang.


``ja..jangan bercanda ryu!!``, seru ryosuke kaget saat Ryutaro memberitahu tentang penyakitknya pada ryosuke, Ryutaro yang tadi mau tak mau menceritakan penyakitnya pada ryosuke karena ryosuke sudah menatapnya dengan pandangan jangan-bohongi-aku itu ,akhirnya Ryutaro membawa ryosuke kerumahnya dan menceritakan tentang penyakitnya itu ke ryosuke yang langsung Nampak tak percaya setelah Ryutaro mengatakan penyakitnya.

``ryu..kau bohong kan???``,Tanya ryosuke lagi sambil mengguncang bahu Ryutaro.

``gomen…tapi aku tak bohong ryosuke nii-chan…``, kata Ryutaro pelan sambil menunduk .

Suasanan hening beberapa saat , nampaknya ryosuke masih mencerna kenyataan yang baru saja dia dengar di otaknya, sedangkan Ryutaro Nampak tak tahu harus bicara apalagi..makanya dia hanya diam saja.


``apa saifu tau?``, Tanya ryosuke tenang.

Ryutaro menatap ryosuke, ``kumohon..jangan beritahu dia tentang ini…``,kata ryutaro .

Ryosuke mengernyitkan dahinya, dia bingung dengan cara berfikir ryu yang malah tak member tahu hal sepenting ini ke saifu, ``kenapa?lebih baik dia tau kan?``, Tanya ryosuke.

``jangan..``, Ryutaro menggeleng ,``aku tak mau..melihat wajahnya yang khawatir ..``,kata Ryutaro pelan.

Ryosuke akhirnya bisa mengerti..ryutaro tak mau orang yang disukainya menkhawatirkannya.
``tapi…kalau disembunyikan seperti ini…``

``aku akan menanggungnya jika suatu saat saifu tahu dan dia marah…``, kata Ryutaro memotong kata kata ryosuke.

``dia akan sakit juga kalo mengetahui ini ..``, kata ryosuke lirih .

Ryutaro Nampak memikirkan perkataan ryosuke itu..memang benar apa yang dikatakan ryosuke itu ,

``aku tak tau bagaimana harus mengatakan ini padanya..``,lirih Ryutaro.

``kau bisa memikirkan waktu yang tepat…jangan menyembunyikan ini terus padanya…``, kata ryosuke sambil menepuk pundak Ryutaro sambil tersenyum.

Ryutaro mengangguk ,``un…``


``ah~..yabai..aku lupa daiki, aku duluan ya..``,kata ryosuke alu terburu buru meninggalkan rumah Ryutaro itu .

Ryutaro menadang ryosuke , tersenyum .``kakak yang baik…``, gumam Ryutaro.




``daikiii!!gomen tadi aku…`` ,kata ryosuke sambil berlari menghampiri daiki yang masih ditempatnya tadi,namun sesaat kemudian ryosuke bingung melihat wajah daiki yang Nampak masam.

``eh?? Kenapa mukamu masam seperti itu??~``,Tanya ryosuke bingung,

``ryosukeeeeee hwaa…..!!``, rengek daiki lalu memeluk ryosuke yang Nampak bingung .

``hei kenapa?? ``,Tanya ryosuke bingung ,namun daiki masih saja merengek rengek padanya membuat ryosuke bingung karena daiki tak juga menjawab.

``eh?? Onii-chan?? Kau lagi ngapain?``, Tanya saifu yang tiba tiba tengah menatap mereka berdua sambil menenteng bola basketnya dan menatap ryosuke dan daiki yang masih berpelukan degan wajah bingung.

``eh? Kami hanya?? Ehh?ngapain kamu meluk meluk aku daiii???!!``, seru ryosuke sambil buru buru melepaskan pelukan daiki dari tubuhnya sebelum saifu berfikiran macam macm dan tentu saja sebelum ada orang lain yang melihat dan menyangka mereka yang tidak tidak ,membayangkannya saja ryosuke tak mau.

Daiki menatap saifu sambil merenggut membuat saifu semakin bingung saja,

``nii-chan..temanmu kenapa?``,Tanya saifu bingung , daiki malah menunduk melihat tanah masih sambil merenggut.

``eh? Dia?? Tak apa kok…hahaha..mau pulang?``,Tanya ryosuke.

Saifu mengangguk,

``yasudah..aku juga mau pulang..ikou..``,kata ryosuke ,lalu mereka bertiga berjalan bersama menuju kediaman yamada , sesampainya dirumah saifu langsung masuk kedalam kamar mandi merendam dirinya dengan air hangat di ofuro rumahnya..sedangkan kakaknya dan temannya langsung masuk kedalam kamar kakaknya tersebut.



``daiki kau kenapa ?wajahmu masam sekali tadi…``, Tanya ryosuke pada daiki yang masih terlihat masam.

``kau tau apa yang dilakukan teman laki lakinya tadi??``, Tanya daiki kesal.

``haa???`` ryosuke bingung , ``memangnya dia ngapain??``,Tanya ryosuke sambil meminum teh botolnya dengan santai, ryosuke cuek saja toh yang ada dipikirannya paling bukan hal penting atau hebat yang dilakukan Ryutaro ke saifu ,

``kisu…mereka ciuman tadi..``, seru daiki sebal , membuat ryosuke dengan sukses memuncratkan tehnya yang sedang dia minum karena kaget.

``Hontou ????``, Tanya ryosuke sambil mengguncang bahu daiki.

``kenapa aku mesti bohong???``, kata daiki sebal.
Saifu memainmainkan air dalam ofuronya menimbulkan bunyi gemercik air , saifu melamun memikirkan kejadian ditaman tadi..dia memegang bagian bibirnya, entah kenapa wajahnya berubah memerah sekarang.

``kenapa ryu menciumku?``,gumam saifu .



 TBC~

MAKIN ANEH !! HAHAHAHaaaaa

Rabu, 03 Agustus 2011

JUMP??? isn`t JUMP if just with 9 member = =

ISN`T JUMP!!!
 ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..gak mau gak mau!!balikin ryu cepetannn!!!!!!HEY SAY JUMP BUKAN BERSEMBILANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN TT.TT..gak mikirin perasaan ryu kalau liat nih majalah apa???




huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...TT.TT